alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5454d8ce31e2e648288b457e/kalau-bisa-beli-kenapa-ambil-yang-gratis
Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?!
sebuah kisah inspiratif di kompasiana

mohon maaf kalo repost

Quote:
Kalau Bisa Bayar, Kenapa Ambil yang Gratis!?

Sebagai salah satu dari 240 juta orang Indonesia, maka cara berpikir saya ,tentunya tidak mungkin bisa terlepas dari pola pikir gaya Indonesia. Salah satunya adalah: ” Kalau bisa gratis, kenapa harus beli?”

Nah, saya dapat pelajaran baru disini, yang membuat saya tercenung dan merenung diri.

Sore Hari Roti Gratis

Awalnya dulu, saya tidak percaya, ketika ada teman dari Indonesia yang sudah lebih lama tinggal disini. Katanya, bahwa toko roti disini, tidak menjual roti yang sudah bermalam. Makanya kalau sudah sore, roti bisa diperoleh secara gratis. Tapi saya sama sekali tidak melihat ada yang antri untuk dapatkan roti gratis Padahal saya pernah saksikan di salah satu mall di Indonesia, pada jam 7 malam ada antrean yang panjaaang, karena roti dijual setengah harga. Nah, apalagi kalau dikasih gratis.

Pengalaman Dapat Roti Gratis

Suatu sore, sesudah menikmati secangkir capuciino di Gloria Jean, café yang capucinno-nya paling enak (menurut saya), kami mampir ke toko roti. Membeli sebatang roti kismis dan minta kepada si mbak penjaga toko roti,untuk dipotongkan ,sehingga nanti dirumah gampang, tinggal comot dan makan.

Selesai dipotong dan dibungkus rapi, lalu diserahkan kepada saya. Langsung saya berikan uang lembaran 10 dollar. Tapi ditolak dengan senyum manis,sambal berucap, ”It’s free .nothing to pay.” “Are you sure?” kata saya, Maka gadis remaja yang tugas jualan disana, menjelaskan,bahwa kalau sudah ditutup, roti tidak boleh lagi dijual. Boleh diberikan kepada siapa yang mau atau diantarkan ke Second Hand shop untuk orang yang membutuhkan.

Agak tercengang juga saya dengar penjelasannya. Terbayang, kalau di Indonesia, wah bisa bangkrut ini, karena orang bakalan menunggu toko tutup supaya dapat yang gratis.

Ada Pembeli Lain

Belum selesai ngobrol dengan si mbak. tiba tiba ada suami istri, yang juga mau belanja roti. Rupanya mereka tanpa saya sadari sudah mendengar percakapan kami. Kelihatan si Pria adalah orang Australia,sedangkan istrinya adalah tipe orang Asia. Si wanita juga minta roti pada di mbak ,tapi di cegah oleh suaminya,sambal berkata ”No darling, please We have enough money to buy. Why do we have to pick up a free one? Let’s another people who need it more than us. take it.”

Wah… wah, merasa tersindir wajah saya panas… Egoisme saya melonjak kepermukaan. Dalam hati saya bergumam,” Hmm saya ini dulu pengusaha tau” tapi, syukur cepat sadar diri, nggak sampai terucapkan. Karena orang bicara suami istri, masa iya saya nyelak ditengah tengah?’ Hampir saja saya berbuat kesalahan. Karena toh mereka tidak omongin saya… Kalau saya merasa tersindir, itu salah saya sendiri.

Renungan diri

Hingga menjelang tidur. kata kata si Suami kepada istrinya. masih tergiang ngiang rasanya, “We have enough money to buy… why do we have to pick up a free one,” setelah saya renungkan, saya merasakan bahwa kata kata ini benar. Kalau semua orang yang punyai duit,ikut antri dan dapatkan roti gratis, yang biasanya diantarkan ke Second Hand Shop untuk dibagi bagikan gratis, berarti orang yang sungguh sungguh membutuhkan, tidak bakalan kebagian lagi roti gratis.

Walaupun saya sesungguhnya mau membayar, namun si mbak yang nggak mau terima uang saya. pelajaran hidup ini tidak mungkin akan saya lupakan. Kalau kita sanggup beli. jangan ambil yang gratis.Biarlah orang lain yang lebih membutuhkan mendapatkannya. Sungguh sebuah kepedulian akan sesama , yang diterapkan dengan sungguh sungguh hati .Kini saya baru tahu, kenapa kalau di club ada kopi gratis,tapi jarang ada yang ambil, Mereka lebih suka membeli. bukan karena gensi gensian,tetapi terlebih karena rasa peduli mereka pada orang lain, yang mungkin lebih membutuhkan.

Pelajaran yang sungguh sungguh memberikan inspirasi bagi diri saya.

Mount Saint Thomas, 01 November, 2014

Tjiptadinata


berbanding terbalik dgn negeri kita,termasuk ane emoticon-Malu (S)

Quote:
Pesta Rakyat di Monas, Pembagian Makanan Ricuh hingga Sampah Berserak
JAKARTA - Pembagian makanan gratis saat pesta rakyat Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) di Monas sempat diwarnai kericuhan.

Kericuhan itu terjadi saat pembagian makanan gratis yang disediakan panitia. Namun jumlah makanan tak sesuai dengan jumlah masyarakat yang hadir.

Alhasil, pembagian makanan itu menjadi aksi saling berebut. Tak sedikit orang-orang yang terinjak-injak dalam aksi rebutan makanan gratis itu.

Sani (38), salah seorang warga yang ada di sekitar lokasi kejadian menuturkan kericuhan itu. Menurutnya pada awalnya semua berjalan normal dan tertib.

Namun, karena ada desakan dari warga agar makanan gratis cepat dibagikan, panitia pun melakukan aksi lempar makanan.

"Pertamanya dibagi-bagi, nah kemudian dilemparin deh, jadi rebutan gitu," ujarnya singkat di lokasi, Senin (20/10/2014).

Kejadian ini terjadi tak jauh dari pintu masuk pagar Monas yang terletak di depan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Kericuhan pembagian makanan gratis merupakan pemandangan yang tak enak. Namun tak hanya itu.Banyaknya masyarakat dengan karakter yang tak berdisiplin membuat Monas tampak tak indah lagi. Banyak sampah berserak di mana-mana.Sampah-sampah yang kebanyakan dari sampah anorganik. Seperti styrofoam, dan botol minuman kemasan.

Sementara tak seorang pun petugas kebersihan yang terlihat untuk membersihkan sampah-sampah yang terserak itu. Padahal Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta menyiagakan 1.000 petugas untuk menangani kebersihan di acara Pesta Rakyat ini.


sumber : kompasiana
emoticon-Berduka (S)
orang biasa sukanya yg gratis2 kakak emoticon-Berduka (S)

karena yg gratisan itu enak kak emoticon-Angel




~emoticon-Kiss (S) Bangsad Brotherhood emoticon-Kiss (S)~
Ini thread wajib hate biar melek orang2,
Wasallam and bye dude
emoticon-Ngacir
Mereka orang maju gan, udah jelas penghasilan per kapita jauh lebih tinggi, pengemis di sono bisa kaya lho, sedang di Indonesia kita ini negara dengan 250 juta penduduk (tau sendiri pendapatan perkapita besar tapi diikuti populasi yang membludak). Kalo disuguhi gratispun saya ga nolak gan, karena itu rezeki
enakan yang gratis gan. ga ngeluarin uang emoticon-Matabelo
betul yang cewek asia tadi bilang emoticon-2 Jempol
klo bisa beli, ngapain kita dapet gratisan emoticon-2 Jempol
tapi klo sayang ma duit bisa ambil tuh roti gratisnya lezat
beda di luar beda di indonesia gan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
jadi inget waktu pembagian es krim gratis yang merusak taman di surabaya dulu hingga panitia harus mengganti biaya perbaikan taman emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
Mencoba merenungkan, nice share TS emoticon-rose
totally agree. sebagian besar negara dengan basis budaya timur emang mental nadah. giliran dinasehatin kalo itu salah, cari pembelaan deh. saya orang indonesia, tapi saya sendiri malu sama kelakuan orang indonesia yang kaya gini. memang sih nerima gratis itu enak, dan ga salah, selama kita ga serakah, egois, curang, culas dan jangan lupa, seperti apapun kondisi lo, jangan pernah lupa berbagi juga. terus juga mentalnya perlu diperbaikin. gara-gara semua mau gratis, sampe desek-desekan, injek-injekan, ngerusak fasilitas umum dll. padahal yang dibagiin gratis ga seberapa. tapi ga ada yang mau ngalah karena semua ngerasa "gua yang paling berhak", miris.
Es krim di surabaya aja ludes nyampe tamanya abis
karena di indon masih banyak yg kekurangan, pelase compare apple to apple emoticon-Big Grin
ane paling suka gratisan.. indonesia banget kan..
10000000% bukan ciri khas orang Indonesia

mungkin kalo ada toko roti kayak gitu di Indonesia baru buka seminggu langsung bangkrut, jamin
i'll pick the free one up
emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By whates
Mereka orang maju gan, udah jelas penghasilan per kapita jauh lebih tinggi, pengemis di sono bisa kaya lho, sedang di Indonesia kita ini negara dengan 250 juta penduduk (tau sendiri pendapatan perkapita besar tapi diikuti populasi yang membludak). Kalo disuguhi gratispun saya ga nolak gan, karena itu rezeki


Kayanya cerita yg ditulis te es ga ada hubungannya sama pendapatan suatu negara deh...gni gan jd misalnya gaji ente 2 juta sdngkan harga roti 10ribu,jelas itu hanya beberapa persen dari gaji ente,apa masih ga bisa kebeli???...emank sih itu rejeki,tp ga ada salahnya rejeki itu kita kasih kpd org yg lebih membutuhkan,toh kita masih sanggup beli...klo ente renungin ceritanya te es bisa jadi pembelajaran yg luar biasa bagi kita...
Quote:Original Posted By yudhi31


Kayanya cerita yg ditulis te es ga ada hubungannya sama pendapatan suatu negara deh...gni gan jd misalnya gaji ente 2 juta sdngkan harga roti 10ribu,jelas itu hanya beberapa persen dari gaji ente,apa masih ga bisa kebeli???...emank sih itu rejeki,tp ga ada salahnya rejeki itu kita kasih kpd org yg lebih membutuhkan,toh kita masih sanggup beli...klo ente renungin ceritanya te es bisa jadi pembelajaran yg luar biasa bagi kita...

Hmm ya maksud ane itu, orang2 maju pasti akan malu menjadi pengemis, makanya orang2 yang sudah berkecukupan merasa iba. Beda dengan hal kita, untuk mendapatkan pekerjaan yang layakpun masih tergolong sulit. Ya menurut ane sih dari segi mental masing2 saja, apakah dibutuhkan atau ada yang lebih membutuhkan tinggal membuat pilihan masing2, jujur ane masih pelajar gan, jadi saya rasa saya masih membutuhkan sesuatu yang tidak memberatkan/membebankan kepada saya
perbedaan budaya dan perbedaan taraf hidup...
beda negara beda juga perilakunya emoticon-Cendol (S)