alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545302f4138b4626268b456a/ruang-paripurna-dikunci-anggota-dpr-kih-pindah-ke-ruang-rapat-fpdip
Ruang Paripurna Dikunci, Anggota DPR KIH Pindah ke Ruang Rapat FPDIP
Sekitar 100 orang anggota DPR dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) naik ke ruang sidang paripurna di Gedung Nusantara II, Gedung DPR namun gagal masuk karena ruangan di kunci. Akhirnya mereka pindah ruang rapat fraksi PDIP.

"Kami sudah berupaya agar pintu terbuka, tapi pihak kesekjenan belum membuka pintu paripurna. Kami akan melakukan rapat paripurna di KK 2(gedung kura-kura)," ujar sekretaris Fraksi PKB Jazilul Fawaid di depan ruang sidang paripurna Gedung Nusantara II, Senayan, Jumat (31/10/2014).

Jazilul tak mempersoalkan ruang rapat yang mereka gunakan bukanlah ruang rapat paripurna. "Ini hanya teknis, secara substansi kami masih memperjuangkan ini. Nanti kami akan menggunakan ruang rapat paripurna," ujar Jazilul.

Kemudian para anggota DPR dari KIH ini lantas berbondong-bondong untuk pindah dari ruang sidang paripurna Gedung Nusantara II ke ruang rapat fraksi PDIP. Di ruangan yang terakhir ini, pintu ruangan terbuka lebar. Para anggota DPR satu per satu masuk ke ruangan tersebut.

Fraksi-fraksi di kubu Koalisi Indonesia Hebat rencananya menggelar rapat paripurna pagi ini untuk menyusun struktur termasuk penentuan alat kelengkapan dewan.

sumber: http://news.detik.com/read/2014/10/3...-fpdip?9911012

KIH memalukan
Sudah ada notarisnya belum? emoticon-Ngakak (S)
Fix dpr-perjuangan ngantor di jamban emoticon-Matabelo
Yg hadir cm 100org gk memenuhi kuorum.. DPRP gk sah.. emoticon-Ngakak
DPR-Perjuangan emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
barisan sakit hati dan barisan mewek.
Cocok nich rapat di "GEDUNG KURA KURA"
gerombolan dhewan gak mutu......

mending mengundurkan diri.....

memalukan sangat
akhirnya balik kandang juga emoticon-afro
lucu banged bikin tandingan di situ juga tempatnya emoticon-Ngakak
mana ruang rapat gak jelas emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By presiden.rhoma
Sudah ada notarisnya belum? emoticon-Ngakak (S)


mau buat perusahaan ya emoticon-Ngakak
jangan lupa konsumsi rapatnya air kobokan emoticon-Ngakak
yang menghujat kok panasbung saja yaa ?

Jasmev,panastak kemana dari kemarin ?

karena gak dapat duit dari menghujat KIH pa ?

KIH--> koalisi indonesia hewan
cocok bikin grup lawak.. gantiin srimulat...
Ribut mulu lah dpr
kalo saran gue sekarang, lebih baik anggota DPR dari KIH baramai ramai datang ke Gedung Mahkamah Konstitusi, ketemuan sama si Hamdan Zoelva, tanyain bagaimana dia mempertanggungjawabkan kondisi legislatif yang sudah kacau ini. Biar bagaimanapun beliau yang menyebabkan hukum MD3 menjadi tidak stabil hingga timbul kekacauan.
Besok2 jangan pilih anggota dewan dari partai KIH, jangan pilih anggota dewan dari partai KMP...
biar ga ribet lagi emoticon-Hammer

ngga KIH apalagi KMP,..... Ribut mulu lo ber-2,.... KAGA MUTU kaliiaaaaannn,......NJEEIIINGNG,.....kapan lo ber-2 mikir in rakyat,....?????

KAMPUNGAN,....NORAK,.....!!!!!


MUNAFIK kalian ber-2,.....TAI lah ama kalian,....!!!!!!! emoticon-Bingung (S)emoticon-Bingung (S)


emoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S)

DPR memalukan
Demokrasi Mati di Rumah Sendiri
Kamis, 30 Oktober 2014

SEMPURNA sudah penguasaan lembaga legislatif oleh Koalisi Merah Putih. Setelah menguasai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat, KMP juga menyapu bersih pimpinan komisi dan alat-alat kelengkapan dewan, serta hanya menyisakan secuil buat Koalisi Indonesia Hebat. Demokrasi pun menemui ajal di parlemen. Alih-alih membangun parlemen sebagai rumah demokrasi yang megah, mereka justru memamerkan wajah oligarki yang coreng-moreng.

Parlemen hanya menjadi rumah bagi segelintir kelompok, serta jauh dari prinsip representasi kehendak rakyat yang tecermin dari hasil pemilu. Sungguh ironi besar, demokrasi mati di tangan orang-orang yang semestinya menyuburkan dan menghidupkannya. Demokrasi bagai ayam yang mati di lumbung padi, Semua itu tergambar ketika DPR tetap memilih pimpinan komisi beserta alat kelengkapan lain meski tanpa kehadiran partai yang tergabung dalam KIH, kemarin.

Para pemimpin DPR mengabaikan asas musyawarah mufakat yang diusung KIH dalam penentuan pimpinan alat kelengkapan DPR. Demi tercapainya keseimbangan dalam DPR, KIH meminta menduduki 16 kursi pemimpin dari total 65 kursi pemimpin alat kelengkapan dewan. Jumlah sekitar seperempat kursi itu pun sebenarnya jumlah yang minim bagi koalisi partai pemenang pemilu. Namun, porsi minimalis itu tak disisihkan buat KIH oleh KMP. Kubu KMP hanya menjatah lima kursi, itu pun hanya untuk Fraksi PDIP.

Dari situ jelas, perjuangan bagi banyak anggota dewan kita sebatas perjuangan kelompok dan golongan. Perjuangan demi rakyat, yang selalu digembar-gemborkan para pemimpin partai mereka, hanyalah isapan jempol. Semangat persatuan dan rekonsiliasi pasca-Pilpres 2014 yang diperlihatkan dalam pertemuan-pertemuan para pemimpin mereka tidak sungguh-sungguh terjadi. Pihak yang kalah belum sepenuhnya menerima jabat tangan pemenang pemilu presiden.

Tidak mengherankan jika muncul anggapan bahwa ketika Prabowo Subianto menerima Jokowi, hal itu cuma panggung depan yang artifisial. Di panggung belakang yang lebih autentik, koalisi pendukung Prabowo tetap berupaya membalas kekalahan atas koalisi pendukung Jokowi. Di panggung depan mereka tak mau kalah pamor hendak tampil sebagai negarawan. Di panggung belakang, sulit untuk tidak mengatakan mereka tengah dahaga kekuasaan, Tidak ada yang salah pada KMP yang menguasai pimpinan parlemen. Tidak ada pula undang-undang yang dilanggar. KMP justru berdalih cara yang mereka tempuh diatur Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Namun, ini bukan perkara salah atau benar. Ini persoalan baik-buruk, pantas-tidak pantas, etis-tidak etis. Pantaskah partai pemenang pemilu, koalisi pemenang pemilu, tak mendapat jatah proporsional di pimpinan lembaga legislatif? Etiskah cara-cara musyawarah dalam penentuan pimpinan parlemen ditinggalkan sama sekali? Demokrasi yang dihidupkan rakyat dengan susah payah telah dimatikan begitu saja dan diubah menjadi oligarki. Rakyat kian kehilangan respek. Jangan salahkan mereka jika banyak yang merasa tidak pernah diwakili, lalu diam-diam menyusun kekuatan sendiri untuk menghukum para wakil semua itu dengan meninggalkan mereka
sumur

requested = 16/65
offered = 5/65
fair?