alexa-tracking

"DPR Tandingan" : Gara2 JKW/PDIP Monopoli Kabinet, tapi Tak Legowo Keok di DPR

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545167e231e2e650328b4570/quotdpr-tandinganquot--gara2-jkw-pdip-monopoli-kabinet-tapi-tak-legowo-keok--di-dpr
"DPR Tandingan" : Gara2 JKW/PDIP Monopoli Kabinet, tapi Tak Legowo Keok di DPR
Berawal dari Isyarat Tegas Jokowi/JK dan PDIP bahwa Isi Kabinet Tak akan Ajak-ajak Parpol di KMP
Quote:



Reaksi Parpol-parpol dalam KMP Terlihat Sekali Kecewa dengan Sikap PDIP/Megawati yang Hendak Memonopoli Kekuasaan Pemerintahan Jokowi-JK
Quote:



Koalisi Merah Putih Kuat karena Keangkuhan Megawati
Kamis, 11 September 2014 18:08 wib

JAKARTA - Partai Gerindra menegaskan Koalisi Merah Putih sekarang semakin kuat karena sikap angkuh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selama ini.

"Ini dipicu Megawati yang sombong. Statemen Jokowi (Joko Widodo) yang membuat lobang sendiri. Ini bukan suasana yang apa-apa," ungkap Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Dia menengaku, lucu dengan sikap Jokowi yang ngebet menginginkan Partai Demokrat bergabung koalisi. Padahal, saat pemilihan presiden, partai berlambang bintang mercy itu ditolak gabung dalam koalisi Jokowi.

"Koalisi Merah Putih kuat karena keangkuhan Megawati. Megawati angkuh dengan SBY selama 10 tahun. Kita belajar dari Megawati, Anda memberi pelajaran jelek selama 10 tahun. Harusnya yang menang itu merangkul," paparnya.

Desmon mengambil contoh, keangkuhan Megawati, saat Ketua Umum Gerindra Suhardi yang wafat karena kanker paru-paru. Megawati dan keluarganya tidak melayat Suhardi.

"Para dewa (ketua umum partai) ini menganggap Megawati dewa yang sombong. Contohnya, Suhardi meninggal ada enggak ibu itu, anak ibu itu, Jokowi datang? Padahal (Suhardi) pernah dirjen kehutanan di era Megawati. Ini ada sesuatu yang aneh. Ini pembelajaran yang baik atau buruk," pungkasnya.
http://news.okezone.com/read/2014/09...kuhan-megawati


KMP 'Borong' Pimpinan DPR dan MPR, Puan Pasrah
Friday, 03 October 2014, 21:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Bidang Politik DPP PDIP, Puan Maharani mengatakan partainya akan berupaya membentuk paket calon pimpinan MPR 2014-2019. Namun Puan pesimistis upaya ini akan membuahkan hasil.
"Sepertinya kalau melihat kemarin (pemilihan pimpinan DPR) tidak ada ruang dan celah lagi bagi kami untuk bisa berkontribusi mengawal proses demokrasi melalui pimpinan MPR," kata Puan kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/10).

Puan pasrah apabila koalisi Merah Putih memborong habis seluruh posisi pimpinan MPR dan alat kelengkapan dewan di DPR. Yang terpenting menurutnya PDIP sudah berupaya keras memperjuangkan hal tersebut. Puan melihat ada upaya menzolimi PDIP dan partai-partai pengusung Jokowi-JK di parlemen.

Penzoliman ini dilakukan dengan tidak merespon berbagai upaya komunikasi politik yang dilakukan PDIP untuk bisa mengikuti proses pemilihan pimpinan DPR dan MPR. "Seperti ada penzoliman kepada kami sehingga tidak bisa berpartisipasi," ujarnya.

Puan juga tidak lagi berharap PDIP bisa membangun kerjasama politik dengan Partai Demokrat. Menurutnya Partai Demokrat tidak konsisten memperjuangkan nilai-nilai yang diusung PDIP. Soal RUU Pilkada misalnya, Puan mengatakan PDIP sudah mendukung opsi Partai Demokrat tentang Pilkada langsung dengan 10 syarat. Namun dukungan ini ternyata malah tidak mendapat respon dari Partai Demokrat. "Apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan (Demokrat) berbeda jauh," katanya.
http://nasional.republika.co.id/beri...pr-puan-pasrah


Politik Bumi Hangus KMP 'Warning' Bagi Jokowi-JK
3 Oktober 2014 | 02:19

Rimanews - Hingga saat ini, sudah tiga kemenangan koalisi pendukung Prabowo Subianto atau Koalisi Merah Putih (KMP) dalam pertarungan politik menghadapi koalisi pendukung Jokowi atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Pertama disetujuinya UU MD3 terkait tata cara pemilihan pimpinan DPR. Kedua, RUU Pilkada yang akhirnya ditetapkan sebagi Undang-Undang. Dan terakhir pemilihan pimpinan DPR.

"Dengan tiga kemenangan tersebut nampaknya partai Koalisi Merah Putih serius untuk membuat pemenang pemilu legislatif dan pilpres 2014 sulit bergerak," demikian disampaikan pengamat politik IPI Karyono Wibowo, saat diskusi di Gedung Joeang 45, Jakarta, Kamis (2/10).

Karyono menambahkan, dunia politik memang tidak bisa dilepaskan dari konteks perebutan kekuasaan. Tapi seharusnya dalam politik ada etika. Masalah etika inilah yang hilang dari praktik politik saat ini.

"Publik pun setidaknya bisa melihat para anggota DPR yang mengabaikan etika politik di sidang Paripurna pada saat pembahasan UU MD3, UU Pilkada, dan Pemilihan Pimpinan Dewan,” katanya.

Selain soal etika politik, Karyono menilai sifat dan karakter kenegarawanan sudah tidak lagi nampak dari sebagian besar elit politik dan pengambil kebijakan. Semangat kebersamaan dalam membangun bangsa semakin terdegradasi.

"Atmosfir pertarungan politik di parlemen mengabaikan sifat-sifat kenegarawan. Bahkan ada kecenderungan mempraktekkan politik 'bumi hangus' selama Jokowi memimpin pemerintah," tegasnya.

Karyono menilai kekalahan kubu partai pendukung Jokowi di parlemen ini merupakan warning bagi pemerintahan Jokowi-JK kedepan. Jika kubu KMP bersama Demokrat kompak di parlemen, maka bisa berdampak pada instabilitas politik. Dan menurutnya saat ini praktek politik yang dilakukan KMP adalah politik ‘bumi hangus’ yang didorong oleh rasa dendam paska kekalahan dalam Pilpres 2014 lalu
http://nasional.rimanews.com/politik...Bagi-Jokowi-JK

------------------------------

Kabinet Jokowi sudah terbentuk, dan memang terbukti disana tak ada satupun ada orang dari KMP yang duduk di kabinet Jokowi-JK. Memang PDIP sempat mengklaim bahwa orangnya yang duduk di Kabinet Jokowi hanya 4 politisi, tapi mereka lupa menghitung status orang seperti Rini dan Ryamrizard, dan nanti tentunya adalah orang-orang PDIP yang sengaja dipasang dan ditaruh di ring-1 Istana sebagai Kepala Rumah Tangga Kepresidenan. Dengan demikian bahwa realitas politik koalisi KIHtelah menguasai Eksekutif memang nyata dan terbukti.

Maka wajarlah bila aksi KIH berupa sikap tak mau bagi-bagi kursi kekuasaan di Eksekutif, lalu menimbulkan reaksi balasan dari pihak KMP. Mereka lalu sikat habis semua jabatan pimpinan di DPR dan MPR serta DPD atau di ranah kekuasaan Legislatif. Secara "balancing Power", itu berarti sudah OK! Lalu kenapa pihak KIH masih "lapar kekuasaan" lagi dengan menghendaki "jatah kursi kekuasaan" pula di kekuasaan Legislatif ? Begitu "rakusnya" nafsu untuk mendapatkan jatah kursi pimpinan di DPR/MPR sehingga nekad membentuk "DPR Tandingan"?



emoticon-Matabelo
Lah emang dasarnya KMP gak termakan rayuan mentri dari KIH..

PPP aja yg kemaruk jabatan ...
Eh paket MPR kalah juga..
Tapi lumayan lah dapet 1 mentri hasil lobi"..

Kalau yg lain mah ditawari kursi juga gak mau..

KMP aja gak mewek lah mentri dari KIH semua..

Ini kok KIH yg meweknya memalukan ya mau buat tandingan" segala..

Entar dibuat negara tandingan baru tau...
Quote:


Ini Indonesia, agan!
Kata almarhum Adam Malik, semuanya bisa diatur di Republik ini ...
(bahkan Prabowo saja "karena diatur", akhirnya mau datang ke pelantikan Jokowi-JK, bukan)

Itukan akhirnya bisa terjadi karena sikap Megawati saja yang kaku, dan prilaku politisi PDIP yang gagal melakukan loby politik dengan baik.
KASKUS Ads
Quote:


Ya itulah..

Gara gara salah sendiri gak pintar ngelobi..
Malah salahin orang..

Kan padahal mainnya juga fair..
Gak ad curangnya..
Gk peduli DPR, yg penting menteri2x pada waras emoticon-Big Grin
jadi inget bro

SBY yang segitu mengayomi beberapa partai aja hampir lengser
lah ini sok sokan ga mau merangkul smua

siap siap cukup 2 tahun

inget lu menang cuman beda 3 %
Ah yang bener kata siapa JKW mo monopoli kabinet,, coba diinget lagi, gini kronologinya
JKW: kabinet ramping
JKW berani nendang si Dagumen
JKW menang pilpres
JKW: "yg gabung dari awal aja tanpa syarat, masa yg belakangan minta macam2" <= masih komit tanpa syarat
Koalisi tanpa syaratnya JKW GAK LAKU
JKW: 18 profesional, 16 profesional parpol <= ini udh bahasa 'ngemis'
supaya parpol mo gabung. sampai menyebut angka 16 slot buat parpol
Demokrat menelikung RUU pilkada
KMP sapu bersih DPR
baru berita diatas Jokowi: Tak Ada Jatah Menteri Koalisi Merah Putih

Buat Saya mau KMP KIH sama aja piciknya. bedanya KIH kali ini lagi kalah licik aja
Quote:

Kalo dipikir pikir emang iya sih.
Yg paling kelihatan pada waktu alm suhardi meninggal itu.
Tapi.
Jujur ..ane lebih suka kalo kmp berada diluar pemerintahan...jadi ada yg mengawasi dan mengkritisi pemerintah...

Gak dapat jatah di legislative gak masalah, selama tiap pagi masking bjsa minum wedang air kobokan kaki Megatron tiap pagi

Nyruput dulu gan

:beer;
setuju kata TS.. balancing powernya dah bagus koq.. ekskutif KIH, parlemen dominan KMP.. jdi jokowi gak bisa macem2

lagian klo gak jdi ketua, emang gak bisa nyalurin aspirasi rakyat


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Jokowi diharapkan segera luncurkan Kartu e-Legowo untuk gengnya emoticon-I Love Indonesia (S)
logis juga......
selain dendam.....angkuh juga simbok dan keluarga.....
cukup fair kok, fifty-fifty ... emoticon-Big Grin
pokoke!

emoticon-Ngakak