alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5450658f902cfee94e8b456d/apa-tugas-besar-menteri-pariwisata
Apa Tugas Besar Menteri Pariwisata?
sumber: http://travel.kompas.com/read/2014/1...campaign=Kknwp

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada tugas besar menanti Menteri Pariwisata Arief Yahya. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menuturkan, memasarkan dan mempromosikan Indonesia merupakan sebuah tugas besar.

"Banyak ketidakpahaman orang luar tentang Indonesia. Ini big job-nya. Indonesia itu luar biasa dari segi budaya, alam, dan paling penting aset Indonesia adalah orangnya itu sendiri," ungkap Mari saat serah terima jabatan antara dirinya dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Mari mengungkapkan bahwa selama tiga tahun menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ia mendapatkan pengalaman berkeliling Indonesia dan mengaku sebagai sebuah pekerjaan yang menyenangkan. "Saya bisa melihat 'Beyond Bali' itu banyak potensinya, termasuk Banyuwangi, yang merupakan kampung halaman Bapak (Arief Yahya)," ungkap Mari.

Ia pun merasa semakin mencintai Indonesia. Apalagi bidang pariwisata ada banyak hal yang menyenangkan. "Orang-orang pariwisata kerja keras untuk membahagiakan orang. Lihat saja, orang-orang yang kerja di pariwisata itu rileks dan selalu senyum. Mereka bahagia kerja di bidangnya dan dalam pekerjaannya membahagiakan orang. Ini adalah sektor yang bahagia," kata Mari.

Selain itu, lanjut Mari, dari sektor ekonomi, pariwisata menyumbang ekonomi bagi negara seperti tahun ini diperkirakan mampu menyerap devisa sebesar 11 miliar dollar AS. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai penyumbang terbesar keempat devisa bagi negara. "Tak hanya itu, pariwisata juga terbukti menyerap lapangan kerja dan peningkatan GDP," kata Mari.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengungkapkan, Arief Yahya merupakan Menteri Pariwisata pertama bagi Indonesia. Sebab selama ini pariwisata digandeng dengan sektor lain seperti kebudayaan dan ekonomi kreatif.

"Hal ini menunjukkan pemerintah melihat pariwisata sebagai sektor penting penyumbang ekonomi bagi negara," kata Sapta kepada Kompas.com usai acara.

Sapta yakin target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) bisa tercapai. Program Jokowi-JK menetapkan target kunjungan 20 juta wisman selama lima tahun ke depan. Hal ini berarti lebih dari dua kali lipat lebih besar dibandingkan perkiraan pencapaian di tahun 2014 yaitu 9,5 juta wisman.

"Kalau sekarang beda, target itu bisa tercapai. Dulu waktu saya memulai di pariwisata, kita alami Bom Bali dan Bom Marriott. Naikinnya susah," tuturnya.

Dalam dua tahun terakhir pariwisata Indonesia tumbuh di atas angka 8 persen hingga jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan. Tahun 2014 Kemenparekraf hanya mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun. Sedangkan tahun lalu tercatat sebanyak 8,7 juta wisman mengunjungi Indonesia sampai tutup tahun.

Sebelumnya, mantan Menparekraf Mari Elka Pangestu mengungkapkan untuk meraih angka 20 juta wisman, sektor pariwisata harus tumbuh rata-rata 16 persen per tahun bahkan lebih. Itu berarti dua kali lipat dari pertumbuhan saat ini.


Tugas besar mentri pariwisata adalah mereformasi disparda seluruh Indonesia. Karena isinya bukanlah orang2 yang ngerti pariwisata. Di kantor hanya baca koran, main game, gak ngerti pekerjaan apa yang mesti dilakukan untuk mengolah potensi daerahnya. Entah sudah berapa banyak uang negara habis untuk menggaji pegawai disparda, dan itu sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Sebar dan suntikkan konsultan-konsultan pariwisata ke tiap2 disparda. Ambil mahasiswa2 dari jurusan tourism management untuk bertugas di disparda. Dengan demikian pegawai2 lama akan terbuka mata dan mulai belajar tentang bagaimana seharusnya mengelola pariwisata suatu daerah.

Jika ini dilakukan "mesin-mesin" pariwisata di tiap daerah akan mulai bergerak serentak memulai membangun daerahnya masing2. Mentri pariwisata tinggal mensupport dengan kekuatan dari pusat.
Kalau ini terjadi bukan mustahil dalam lima tahun kedepan "pondasi dasar" suatu daerah pariwisata akan terbentuk. Dan dalam 10tahun kedepan kita sudah melihat negara ini bisa hidup hanya dari pariwisata.
Iya (betul).., sayang sekali kalo keindahan alam (Indonesia) ndak terpasarkan (dengan baik). Itu aja (tugas) yang utama nya..., yang lainnya, ya biasa biasa aja , ndak ada yang istimewa hehehe.
Quote:Original Posted By Joko.Wi
Iya (betul).., sayang sekali kalo keindahan alam (Indonesia) ndak terpasarkan (dengan baik). Itu aja (tugas) yang utama nya..., yang lainnya, ya biasa biasa aja , ndak ada yang istimewa hehehe.


pakde kalo bisa masukin kurikulum donk kunjungan ke museum jd adanya kerjasama antara kementrian pariwisata dan kementrian pendidikan,,karna bangsa yg besar itu adalah bangsa yg menghargai sejarahnya,,


CMIIW
Quote:Original Posted By Joko.Wi
Iya (betul).., sayang sekali kalo keindahan alam (Indonesia) ndak terpasarkan (dengan baik). Itu aja (tugas) yang utama nya..., yang lainnya, ya biasa biasa aja , ndak ada yang istimewa hehehe.


pak de gak baca komen ane?

kok komennya cuma memasarkan aja?
selain promosi (yang menurut ane orang2 sosmed Indonesia canggih2 promosinya), perbanyak lagi keikutsertaan Indonesia di ajang promosi pariwisata internasional. dan jangan cuma ikutan di Negara yang itu2 aja, justru harus di Negara yang minim pengetahuannya tentang Indonesia.

Tujuannya apa dulu? Mau memperkenalkan Indonesia? Ato cuma sekedar meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia aja???

kalo memperkenalkan Indonesia, percuma ikutan promosi pariwisata di negara2 macem belanda, inggris, prancis, jerman, singapur, malesia, jepang, amerika, Australia dan selandia baru. Kebanyakan udah pada tau tentang indoensia, meskipun gak sedikit yang mengenang tentang jeleknya Indonesia. justru ini salah satu tugas berat: mengubah persepsi tentang Indonesia pada umumnya.

Kalo mau memperkenalkan Indonesia, ikutan acaranya di negara2 macem kazakstan, Turkmenistan, Bolivia, Paraguay, Uruguay, kuba, Antigua dan Barbuda, kepulauan cayman, Montserrat, st Vincent dan grenadines dan lain2. coba agan ke negara2 yang ane sebutin, paling banter mereka taunya cuma malesia ato gak filipin (sangkin banyaknya pekerja asing asal pilipin di sana).
pak mentri tugas anda koordinasi dulu sama mentri perhubungan dan mentri PU ...sering2 lah loby mereka supaya transportasi dan infrastruktur cepat dibenahi biar masarinnya enakemoticon-Cool
emoticon-I Love Indonesia
coba cek di google emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By chef.dayat

Tugas besar mentri pariwisata adalah mereformasi disparda seluruh Indonesia. Karena isinya bukanlah orang2 yang ngerti pariwisata. Di kantor hanya baca koran, main game, gak ngerti pekerjaan apa yang mesti dilakukan untuk mengolah potensi daerahnya. Entah sudah berapa banyak uang negara habis untuk menggaji pegawai disparda, dan itu sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Sebar dan suntikkan konsultan-konsultan pariwisata ke tiap2 disparda. Ambil mahasiswa2 dari jurusan tourism management untuk bertugas di disparda. Dengan demikian pegawai2 lama akan terbuka mata dan mulai belajar tentang bagaimana seharusnya mengelola pariwisata suatu daerah.

Jika ini dilakukan "mesin-mesin" pariwisata di tiap daerah akan mulai bergerak serentak memulai membangun daerahnya masing2. Mentri pariwisata tinggal mensupport dengan kekuatan dari pusat.
Kalau ini terjadi bukan mustahil dalam lima tahun kedepan "pondasi dasar" suatu daerah pariwisata akan terbentuk. Dan dalam 10tahun kedepan kita sudah melihat negara ini bisa hidup hanya dari pariwisata.

emoticon-Ngakak:
dibawah bu marie pangestu kementrian papercraft jd kementrian dgn pelayanan terburuk.
bikin acara buang2 anggaran gak jelas kelanjutannya

sektor pariwisata uda autopilot dr jaman dulu.
swasta bergerak sendiri.

alotment hotel2 di bali dikuasai asing. travel agent caplok2an.

mahasiswa pariwisata jd PNS? emoticon-Big Grin you wish
4 STP yg dimiliki kementrian. gak punya mahasiswa. yg ada wisatawan emoticon-Big Grin
gak ada yg mau jd PNS. lari ke swasta semua. krn kerjanya lb fun
Quote:Original Posted By chef.dayat
sumber: http://travel.kompas.com/read/2014/1...campaign=Kknwp

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada tugas besar menanti Menteri Pariwisata Arief Yahya. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menuturkan, memasarkan dan mempromosikan Indonesia merupakan sebuah tugas besar.

"Banyak ketidakpahaman orang luar tentang Indonesia. Ini big job-nya. Indonesia itu luar biasa dari segi budaya, alam, dan paling penting aset Indonesia adalah orangnya itu sendiri," ungkap Mari saat serah terima jabatan antara dirinya dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Mari mengungkapkan bahwa selama tiga tahun menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ia mendapatkan pengalaman berkeliling Indonesia dan mengaku sebagai sebuah pekerjaan yang menyenangkan. "Saya bisa melihat 'Beyond Bali' itu banyak potensinya, termasuk Banyuwangi, yang merupakan kampung halaman Bapak (Arief Yahya)," ungkap Mari.

Ia pun merasa semakin mencintai Indonesia. Apalagi bidang pariwisata ada banyak hal yang menyenangkan. "Orang-orang pariwisata kerja keras untuk membahagiakan orang. Lihat saja, orang-orang yang kerja di pariwisata itu rileks dan selalu senyum. Mereka bahagia kerja di bidangnya dan dalam pekerjaannya membahagiakan orang. Ini adalah sektor yang bahagia," kata Mari.

Selain itu, lanjut Mari, dari sektor ekonomi, pariwisata menyumbang ekonomi bagi negara seperti tahun ini diperkirakan mampu menyerap devisa sebesar 11 miliar dollar AS. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai penyumbang terbesar keempat devisa bagi negara. "Tak hanya itu, pariwisata juga terbukti menyerap lapangan kerja dan peningkatan GDP," kata Mari.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengungkapkan, Arief Yahya merupakan Menteri Pariwisata pertama bagi Indonesia. Sebab selama ini pariwisata digandeng dengan sektor lain seperti kebudayaan dan ekonomi kreatif.

"Hal ini menunjukkan pemerintah melihat pariwisata sebagai sektor penting penyumbang ekonomi bagi negara," kata Sapta kepada Kompas.com usai acara.

Sapta yakin target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) bisa tercapai. Program Jokowi-JK menetapkan target kunjungan 20 juta wisman selama lima tahun ke depan. Hal ini berarti lebih dari dua kali lipat lebih besar dibandingkan perkiraan pencapaian di tahun 2014 yaitu 9,5 juta wisman.

"Kalau sekarang beda, target itu bisa tercapai. Dulu waktu saya memulai di pariwisata, kita alami Bom Bali dan Bom Marriott. Naikinnya susah," tuturnya.

Dalam dua tahun terakhir pariwisata Indonesia tumbuh di atas angka 8 persen hingga jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan. Tahun 2014 Kemenparekraf hanya mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun. Sedangkan tahun lalu tercatat sebanyak 8,7 juta wisman mengunjungi Indonesia sampai tutup tahun.

Sebelumnya, mantan Menparekraf Mari Elka Pangestu mengungkapkan untuk meraih angka 20 juta wisman, sektor pariwisata harus tumbuh rata-rata 16 persen per tahun bahkan lebih. Itu berarti dua kali lipat dari pertumbuhan saat ini.


Tugas besar mentri pariwisata adalah mereformasi disparda seluruh Indonesia. Karena isinya bukanlah orang2 yang ngerti pariwisata. Di kantor hanya baca koran, main game, gak ngerti pekerjaan apa yang mesti dilakukan untuk mengolah potensi daerahnya. Entah sudah berapa banyak uang negara habis untuk menggaji pegawai disparda, dan itu sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Sebar dan suntikkan konsultan-konsultan pariwisata ke tiap2 disparda. Ambil mahasiswa2 dari jurusan tourism management untuk bertugas di disparda. Dengan demikian pegawai2 lama akan terbuka mata dan mulai belajar tentang bagaimana seharusnya mengelola pariwisata suatu daerah.

Jika ini dilakukan "mesin-mesin" pariwisata di tiap daerah akan mulai bergerak serentak memulai membangun daerahnya masing2. Mentri pariwisata tinggal mensupport dengan kekuatan dari pusat.
Kalau ini terjadi bukan mustahil dalam lima tahun kedepan "pondasi dasar" suatu daerah pariwisata akan terbentuk. Dan dalam 10tahun kedepan kita sudah melihat negara ini bisa hidup hanya dari pariwisata.


LANGSUNG PECAT PEGAWAI YANG TERLIHAT MAIN GAME, MEMBACA KORAN DIWAKTU KERJA. MUNGKIN BISA EFEKTIF, TURUNKAN JABATAN BAGI PARA PEGAWAI YANG TIDAK MAMPU MEMBERIKAN KONTRIBUSI KEPADA DEPARTEMEN. GITU SAJA KOK REPOT. EKSPLORASI ULANG WISATA INDONESIA YANG MUNGKIN DAPAT MEMBUAT DAYATARIK ASING.
Quote:Original Posted By dudamanja

emoticon-Ngakak:
dibawah bu marie pangestu kementrian papercraft jd kementrian dgn pelayanan terburuk.
bikin acara buang2 anggaran gak jelas kelanjutannya

sektor pariwisata uda autopilot dr jaman dulu.
swasta bergerak sendiri.

alotment hotel2 di bali dikuasai asing. travel agent caplok2an.

mahasiswa pariwisata jd PNS? emoticon-Big Grin you wish
4 STP yg dimiliki kementrian. gak punya mahasiswa. yg ada wisatawan emoticon-Big Grin
gak ada yg mau jd PNS. lari ke swasta semua. krn kerjanya lb fun


temen ane lulusan STP udah ada yg masuk ke disparda gan, itupun masih jadi bawahan gak bisa langsung menentukan kebijakan.. masih lama... tapi moga2 aja berhasil bertahan sampai naik level..

udah puluhan tahun disparda cuma makan gaji buta, orang2 di dalamnya nggak ngerti pariwisata sama sekali, ada yg main game, ada yg ngerujak, ada yg baca koran, ada yg menghilang entah kemana.

di Bali saja yg notabene pariwisata udah maju, dispardanya masih amburadul, apalagi di pelosok2.. pernah temen ane mau cari data jumlah stage pertunjukan tari.. temen ane nyangka bakal dikasih kertas yg diprint/buku/kliping.. ehh.. malah pegawainya keluarin BUKU TULIS anak SD dengan catatann data tulisan tangan.. itu pun nggak valid emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By struCAD


LANGSUNG PECAT PEGAWAI YANG TERLIHAT MAIN GAME, MEMBACA KORAN DIWAKTU KERJA. MUNGKIN BISA EFEKTIF, TURUNKAN JABATAN BAGI PARA PEGAWAI YANG TIDAK MAMPU MEMBERIKAN KONTRIBUSI KEPADA DEPARTEMEN. GITU SAJA KOK REPOT. EKSPLORASI ULANG WISATA INDONESIA YANG MUNGKIN DAPAT MEMBUAT DAYATARIK ASING.


tumben bener emoticon-Big Grin

Salah minum obat ya emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By struCAD


LANGSUNG PECAT PEGAWAI YANG TERLIHAT MAIN GAME, MEMBACA KORAN DIWAKTU KERJA. MUNGKIN BISA EFEKTIF, TURUNKAN JABATAN BAGI PARA PEGAWAI YANG TIDAK MAMPU MEMBERIKAN KONTRIBUSI KEPADA DEPARTEMEN. GITU SAJA KOK REPOT. EKSPLORASI ULANG WISATA INDONESIA YANG MUNGKIN DAPAT MEMBUAT DAYATARIK ASING.


mecatin 90% PNS dinpar seru tuh emoticon-Ngakak:
Quote:Original Posted By dudamanja


mecatin 90% PNS dinpar seru tuh emoticon-Ngakak:


KALAU GW MENTERINYA YA MAU NGGA MAU HARUS PECAT, AGAR BERSIH DARI ORANG - ORANG MALAS DAN TIDAK PRODUKTIF.
Quote:Original Posted By chef.dayat


temen ane lulusan STP udah ada yg masuk ke disparda gan, itupun masih jadi bawahan gak bisa langsung menentukan kebijakan.. masih lama... tapi moga2 aja berhasil bertahan sampai naik level..

udah puluhan tahun disparda cuma makan gaji buta, orang2 di dalamnya nggak ngerti pariwisata sama sekali, ada yg main game, ada yg ngerujak, ada yg baca koran, ada yg menghilang entah kemana.

di Bali saja yg notabene pariwisata udah maju, dispardanya masih amburadul, apalagi di pelosok2.. pernah temen ane mau cari data jumlah stage pertunjukan tari.. temen ane nyangka bakal dikasih kertas yg diprint/buku/kliping.. ehh.. malah pegawainya keluarin BUKU TULIS anak SD dengan catatann data tulisan tangan.. itu pun nggak valid emoticon-Ngakak

u know... anak2 STP itu asset lho brohhh emoticon-Smilie




































aset selangkangan. apalagi yg di setiabudi ituhhh emoticon-Ngakak:

Apa Tugas Besar Menteri Pariwisata?

jadi sales & jadi manager yg baik..
Akhirnya ada yang bikin trit begini...emoticon-2 Jempol.. kalo menurut ane ngga segampang itu juga gan..meskipun mahasiswa dan disparda didaerah melek pariwisata dengan amat sangat...
permasalahan yang ane liat malah di fasilitas..dalam artian yang kompleks ya gan..ya kenyamanan,ya keamanan, ya kebersihan...sapta pesona lah kalo kata orang dulu..emoticon-Big Grin
UU No.10 Tahun 2009 lah menurut ane yang menumpangtindihkan implementasi pengelolaan.. orientasi kepariwisataan bukan
lagi memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan dan meningkatkan mutu obyek dan daya tarik wisata, melainkan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, menghapus
kemiskinan, mengatasi pengangguran,bla,bla..nah loh..jadinya semacam ada beban sendiri di pundak profesional pelaku pariwisata
jadi..ane masih berpikir,pak Arief Yahya meninjau kembali arah dan tujuan penyelenggaran kepariwisataan..baru kemudian kita bisa bicara peraturan daerah dan disparda daerah...terima kasih gan emoticon-Toast
Quote:Original Posted By sanikobert
Akhirnya ada yang bikin trit begini...emoticon-2 Jempol.. kalo menurut ane ngga segampang itu juga gan..meskipun mahasiswa dan disparda didaerah melek pariwisata dengan amat sangat...
permasalahan yang ane liat malah di fasilitas..dalam artian yang kompleks ya gan..ya kenyamanan,ya keamanan, ya kebersihan...sapta pesona lah kalo kata orang dulu..emoticon-Big Grin
UU No.10 Tahun 2009 lah menurut ane yang menumpangtindihkan implementasi pengelolaan.. orientasi kepariwisataan bukan
lagi memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan dan meningkatkan mutu obyek dan daya tarik wisata, melainkan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, menghapus
kemiskinan, mengatasi pengangguran,bla,bla..nah loh..jadinya semacam ada beban sendiri di pundak profesional pelaku pariwisata
jadi..ane masih berpikir,pak Arief Yahya meninjau kembali arah dan tujuan penyelenggaran kepariwisataan..baru kemudian kita bisa bicara peraturan daerah dan disparda daerah...terima kasih gan emoticon-Toast


justru kalo orang disparda nya udeh pinter maka mereka ngerti gimana ngajarin masyarakat sekitarnye seputar kenyamanan, keamanan, bagaimana melayani tamu dll.. biar gak makan gajibuta aje.. suruh mereka bagi2 ilmu ke masyarakat..
kalo fasilitas biarlah jadi urusan pusat.. turis nggak mentingin kualitas fasilitas kok.. yang penting aman, nyaman, bersih, ramah..
kalo turis udah banyak otomatis mata pemerintah pusat bakal melek ngasih fasilitas..
dulu juga bali berngkat dari fasilitas yang seadanya.. sekarang gili trawangan udah mulai ramai.. karena penduduknya tau cara melayani wisatawan.. padahal failitas seadanya..

Quote:Original Posted By chef.dayat


justru kalo orang disparda nya udeh pinter maka mereka ngerti gimana ngajarin masyarakat sekitarnye seputar kenyamanan, keamanan, bagaimana melayani tamu dll.. biar gak makan gajibuta aje.. suruh mereka bagi2 ilmu ke masyarakat..
kalo fasilitas biarlah jadi urusan pusat.. turis nggak mentingin kualitas fasilitas kok.. yang penting aman, nyaman, bersih, ramah..
kalo turis udah banyak otomatis mata pemerintah pusat bakal melek ngasih fasilitas..
dulu juga bali berngkat dari fasilitas yang seadanya.. sekarang gili trawangan udah mulai ramai.. karena penduduknya tau cara melayani wisatawan.. padahal failitas seadanya..


gimana disparda nya ngajarin masyarakat kalo UU yang tumpang tindih tidak mengatur mereka buat melakukan itu?monggo disimak dulu penjelasan ane diatas soal UU
Quote:Original Posted By sanikobert

gimana disparda nya ngajarin masyarakat kalo UU yang tumpang tindih tidak mengatur mereka buat melakukan itu?monggo disimak dulu penjelasan ane diatas soal UU

bukannya smua jg bisa jalan bareng broh...
gw gatau yaaa.. masalah UU gimanaa...
implementasinya aja taun 2000an pas ecotourism booming banyak pilot project yg garap desa2 dgn potensi wisata.
tulamben amed bali.
desa2 manoreh range. gunung kidul & rural areanya jogja banyak.
sekitar ciremai jugaa.
hasilnya sekarang.. bbrp gagal tp banyak jg yg lumayan sukses spt yg diharapkan.
memajukan semua potensi wisata SELURUH INDONESIA...

emoticon-I Love Indonesia