alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/544f84a70e8b464d41000000/orba-ditangkap-karena-hina-jokowi
[ORBA?] Ditangkap karena hina Jokowi
Pria Ini Ditangkap Mabes Polri Setelah Bully Jokowi

JAKARTA - MA (23), warga Ciracas, Jakarta Timur, harus merasakan dinginnya penjara Bareskrim Mabes Polri karena dituding mem-bully Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun Facebook miliknya.

Kuasa hukum MA, Irfan Fahmi, mengatakan, MA ditangkap di rumahnya pada Kamis 23 Oktober 2014 oleh empat penyidik Mabes Polri berpakaian sipil. Dia dilangsung dibawa ke Mabes Polri, dan dalam waktu 1x24 jam langsung dilakukan penahanan.

"Dia dilaporkan tanggal 27 Juli 2014 berdasarkan dokumen yang saya lihat. Kemudian prosesnya bergulir terus dari penyelidikan, penyidikan hingga sekarang," ujar Irfan kepada Okezone, Selasa (28/10/2014).

Irfan mengaku tidak tahu siapa yang melaporkan MA atas tuduhan pencemaran nama baik tersebut. Namun, dalam dokumen kepolisian, MA ditetapkan dengan pasal berlapis yaitu Pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU ITE.

"Sampai sekarang MA masih ditahan," tukasnya.(sus)

sumber

====

Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan

TEMPO.CO, Jakarta - MA, 24 tahun, ditahan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia karena dituduh menghina Presiden Joko Widodo di media sosial Facebook. Penahanan MA, warga Ciracas, Jakarta Timur, telah dilakukan sejak Kamis lalu hingga hari ini.

Kuasa hukum MA, Irfan Fahmi, mengatakan MA terjebak panasnya situasi politik saat pemilihan presiden Juli lalu. Saat itu ia memang memuat beberapa gambar yang didapatnya dari Internet tentang rupa dan kata-kata bermuatan SARA terhadap Jokowi. "Dia hanya ikut-ikutan saja, terjebak situasi politik saat itu," ujar Irfan saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Oktober 2014.

Menurut Irfan, MA melakukan hal itu karena tak paham bahwa perbuatannya berujung penahanan. Apalagi, sehari-harinya, MA hanya bekerja sebagai tukang tusuk sate di sekitar rumahnya. "Konten-konten yang diunggahnya ke Facebook juga sudah dihapus karena takut," katanya.

Penangkapan MA berawal pada Kamis pagi, 23 Oktober 2014. Empat laki-laki berpakaian sipil mendatangi rumah MA. Mereka menanyakan beberapa hal, kemudian langsung menciduk MA dan ke Mabes Polri. "Setelah pemeriksaan selama 24 jam, MA ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat siang keesokan harinya," tutur Irfan.

MA dijerat beberapa pasal berlapis, yaitu pasal pencemaran nama baik dalam Undang-Undang ITE dan UU Pornografi. Ancaman hukuman untuk MA mencapai 10 tahun penjara.

INDRI MAULIDAR

sumur

====

Pelaku Bullying Jokowi Seorang Tukang Tusuk Sate

JAKARTA - MA (23), pria yang ditahan Bareskrim Mabes Polri karena diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan seorang tukang tusuk sate.

Kuasa hukum MA, Irfan Fahmi, mengatakan MA hanya lulusan SMP. Dia aktif di salah satu majelis takim yang ada di Jakarta.

"Ibunya buruh lepas di Pasar Kramat Jati," ujar irfan kepada Okezone, Selasa (28/10/2014).

Irfan menjelaskan, MA memposting sesuatu yang dianggap menghina Jokowi saat masa kampanye Pilpres Juli 2014. Dia biasa mengakses internet melalui warung internet yang tak jauh dari rumahnya.

"Saat musim Pilpres itu dia dimasukan ke dalam grup yang isinya saling membully antara capres A dengan capres B. Dia memposting baik berupa teks maupun gambar yang sudah beredar di media sosial," tuturnya.

Karena tergabung dalam grup yang saling membully tersebut, lanjut Irfan, maka MA juga melakukan hal yang sama. "Karena terjebak dalam situasi seperti itu, maka dia ikut-ikutan membully dan posting saling serang," tuturnya.(sus)

sumber

====

Tak Mau MA Dipenjara, Keluarga Minta Bertemu Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta - Pemuda 24 tahun berinisial MA ditahan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia karena dituduh menghina Presiden Joko Widodo di media sosial Facebook. Penahanan MA, warga Ciracas, Jakarta Timur, dilakukan sejak Kamis lalu hingga hari ini.

Kuasa hukum MA, Irfan Fahmi, mengatakan MA dan keluarganya berasal dari keluarga miskin dan tak berpendidikan yang hidup di pinggir kali. MA bahkan hanya lulusan SMP dan kini bekerja sebagai tukang tusuk sate. "Dia sama sekali tak paham kalau apa yang dia lakukan bisa berujung ke penjara," tutur Irfan saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Oktober 2014. (Baca: Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan)

Karena itu, tutur Irfan, keluarga MA ingin menemui Jokowi untuk meminta maaf agar kasus ini tidak diperpanjang. "Kalau diizinkan bertemu, keluarganya mau bersimpuh di kaki Jokowi agar MA bisa cepat pulang ke rumah."

Sebelumnya, MA memang memuat beberapa konten yang menghina Jokowi di akun Facebook pribadi MA saat kampanye pemilihan presiden Juli lalu. Manurut Fahmi, MA hanya ikut-ikutan pengguna Facebook lain yang riuh mengikuti perkembangan politik. "Dia hanya terjebak situasi politik saat itu," kata Irfan. "Akun Facebook-nya pun adalah akun asli, bukan anonim."

Irfan mengaku telah bertemu dengan MA tadi siang. "Wajahnya terlihat ketakutan sekali," ujarnya. MA dilaporkan pada 27 Juli lalu. Sedangkan kabar terakhir yang diterimanya dari polisi menyebutkan korban MA atau pihak pelapor juga telah diperiksa.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli mengatakan belum mengetahui kejelasan kasus ini. "Saya belum dapat informasinya. Saya cek dulu besok," tuturnya melalui pesan singkat.

sumur

Quote:Original Posted By sonyviuh
Mewek & sujud mohon maaf.

Kejadiannya bulan Juli. Pelapornya Henry Yoso.

youtube-thumbnail

Henri Yosodiningrat yang lapor?
Ya iyalah pasti ditanggepin emoticon-Hammer

=====

UPDATE :
Berita dari Tempo isinya tentang gambar dan kata-kata bermuatan SARA.
Hati-hati buat penggemar SARA disini
emoticon-Big Grin


UPDATE 2 :
Isinya editan foto porn Jokowi dan Mega beserta kata-kata


Edit Foto Jokowi-Mega Jadi Bintang Porno, Warga Ciracas Ditangkap

Quote:Original Posted By si jablay
Jakarta - Muhammad Arsyad alias Imen (24 tahun) ditangkap polisi karena melakukan editing pada foto-foto Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Wajah kedua orang penting di Indonesia itu di-cropping lalu disambungkan dengan sejumlah foto-foto model porno yang tengah bugil dalam berbagai adegan.

"Pelaku melakukan potong sambung gambar cewek dengan Jokowi dan juga ada gambar Jokowi (berhubungan badan dengan) Bu Megawati. Porno dan tidak pantas. Masak gambar presiden digituin. Kita sendiri kalau digituin orang lain pasti juga lapor polisi," kata seorang penyidik Cybercrime Mabes Polri pada Beritasatu.com Rabu (29/10).

Foto-foto tidak pantas itu lalu di-posting di facebook milik pelaku dan ditambah dengan berbagai komentar yang tidak pantas lainnya. Tak menunggu lama, warga Ciracas, Jakarta Timur itupun dicokok polisi pada Kamis (23/10) lalu.

Berdasarkan dokumen yang didapat Beritasatu.com, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 29 junto Pasal 4 (1) UU 44/2008 tentang Pornografi, Pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU ITE.

Direktur Pidana Khusus Bareskrim Brigjen Kamil Razak dan Kabareskrim Komjen Suhardi Alius yang dihubungi secara terpisah mengaku belum mendengar kasus ini dan meminta waktu untuk mengecek.

http://www.beritasatu.com/megapolita...ditangkap.html
-------------
Fix, panasbung bego + tolol + gagal crot emoticon-Cape d... (S)
otak 2D emoticon-Ngakak


Komeng :
Quote:Kalau memang menghina ya panteslah ditangkap, jangankan yang dihina presiden, orang biasapun kalau dihina juga bisa nuntut dengan pencemaran nama baik kan.
Untuk presiden mungkin bisa berlapis bahkan pasalnya, karena simbol dan kepala negara.

Harap diingat, kritik itu berbeda dengan menghina atau fitnah, jangan disamakan.
Kritik itu sehat, menghina dan fitnah itu berbahaya dan harus ditindak.

Sayangnya ini laporan lama tanggal 27 Juli ya? Mestinya biarin ajalah tanggal segitu, masih panas-panasnya.
Sisi baiknya bagus buat pembelajaran juga supaya jangan kebablasan pemilu berikutnya


BERITA TERKAIT

Hina Wali Kota Tegal di Facebook, AS Ditangkap

Semarang - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah menahan dua pelaku penghinaan terhadap Wali Kota Tegal yang dilakukan melalui jejaring sosial Facebook.

"Setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar ditemukan konten dalam sebuah akun 'Facebook' yang isinya penghinaan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djoko Purbohadijoyo di Semarang, Jumat.

Dua tersangka yang diamankan, masing-masing AS (39) dan KR (41), merupakan pemilik akun "Facebook" yang dimaksud.

Ia mengatakan kasus tersebut berawal dari laporan yang dilakukan oleh rekan Wali Kota Tegal Siti Masitha atas dugaan pencemaran nama baik.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi mendapati pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Djoko menjelaskan hal tersebut didasarkan atas pendapat ahli bahasa atas konten dalam akun "Facebook" tersebut. "Berdasarkan keterangan ahli bahasa isinya masuk dalam kategori penghinaan," katanya.

Menurut dia, hal tersebut sekaligus membantah sejumlah pendapat yang menyatakan konten dalam jejaring sosial tersebut berisi tentang kritikan terhadap wali kota. "Isinya jelas penghinaan, baik berbentuk gambar maupun tulisan," katanya.

Bersama dengan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti seperti komputer jinjing, telepon seluler, modem, serta berbagai data digital tentang konten yang berisi penghinaan itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tersangka AS merupakan aktivis lembaga swadaya masyarakat di Kota Tegal. (Ant)

[URL="http://mozaik.inilah..com/read/detail/2143565/hina-wali-kota-tegal-di-facebook-as-ditangkap#.VE-DviKUf_Q"]inilah[/URL]

====

Hina SBY, Monang Kena 6 Bulan
Arry Anggadha - detikNews

Jakarta - Meski sekarang zaman keterbukaan, namun mencaci presiden masih haram hukumnya. Akibatnya, karena menghina Presiden SBY, Monang J Tambunan pun diganjar hukuman kurungan 6 bulan penjara. Monang dinyatakan terbukti bersalah melakukan penghinaan dengan sengaja di depan umum.

"Memutuskan terdakwa Monang Tambunan terbukti melakukan penghinaan dengan sengaja dan melakukan pelanggaran dalam pasal 310 KUHP dan menetapkan terdakwa dihukum 6 bulan penjara potong masa tahanan," demikian vonis ketua majelis hakim Cicut Sutiarso dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Senin (9/5/2005).

Hal yang meringankan vonis hakim adalah terdakwa berlaku sopan dalam masa persidangan dan masih muda. Monang J Tambunan yang menjabat Presidium GMNI ditangkap aparat saat melakukan aksi turun ke jalan memperingati 100 hari masa pemerintahan SBY-Kalla beberapa waktu lalu. Demo digelar di depan Istana Presiden. Seusai sidang, Monang menyatakan, dengan penangkapan aktivis ini, berarti demokrasi di Indonesia sudah mulai diinjak-injak.

Sedangkan jaksa Aditya mengungkapkan, vonis 6 bulan itu lebih rendah dari tuntutannya selama 1 tahun. "Kita akan konsultasi dengan Monang apakah dia akan banding atau menerima putusan," katanya.

sumber

===
Sebut SBY Bermental Tempe, Kepsek Ditangkap
Kamis, 3 April 2008 - 15:38 wib | Denny Juniardi - Global

PONTIANAK - Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Charitas Darma, Felix Setiawan diamankan Polda Kalbar karena diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden SBY.

Informasi yang diterima di lapangan, Kamis (3/4/2008), peristiwa penangkapan ini bermula dari keinginan Felix untuk memperluas lahan pakir sekolah dan membuat pagar pembatas. Dia meminta pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pontianak melakukan pengukuran tanah yang dimiliki sekolah.

Setelah dilakukan pengukuran, hasilnya berbeda dengan sertifikat yang dimiliki sekolah. Melihat keadaan itu, Felix meminta BPN melakukan pengukuran ulang. Namun permintaan tersebut ditolak dengan alasan pengukuran sudah benar.

Merasa dirugikan, Felix melaporkan kejadian ini ke Polda Kalbar. Namun laporan bernomor LP/17/11/2005/Deskrim tertanggal 24 februari 2005 itu dimentahkan pihak kepolisian karena tidak cukup bukti. Sehingga apa yang dijelaskan pihak BPN sudah benar tidak ada yang dipersalahkan

Perjuangan Felix tidak sampai di situ. Untuk mendapatkan haknya, ia pun mengirimkan surat ke menteri dalam negeri (Mendagri) agar permasalahan ini selesai.

Surat itu pun membuahkan hasil, Mendagri mengirimkan surat no 593/1431/pum untuk meminta Wali Kota Pontianak meneliti pengaduan Yayasan TK Charitas Darma. Dalam surat tersebut Mendagri juga meminta melaporkan penyelesaian tersebut kepada Mendagri.

Namun, surat tersebut sepertinya tidak mendapatkan tanggapan serius Wali Kota Pontianak. Dia kemudian menuliskan keluh kesahnya ke SMS Presiden SBY 9949. Dalam SMS pertama dia mendapat kiriman.

"Itu bukan urusan saya, silahkan ke pemerintah setempat," tulis SMS tersebut.

Kesal karena tidak mendapatkan tanggapan serius, Felix kemudian membalas dengan tulisan:

"Bagaimana Bapak Presiden, jangan hanya mengurusi tahu tempe. Ini masalah serius, ini masalah pendidikan. Kalau bapak seperti ini, berarti mental bapak seperti tempe."

Namun SMS tersebut berbuntut panjang. Dia akhirnya ditangkap Polda Kalbar dengan tuduhan penghinaan terhadap Presiden.
(sjn)

sumur

====

Quote:Original Posted By mamahdede
Gerindra Minta Penghina Presiden Dipidanakan

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemidanaan terhadap pelaku penghinaan presiden dan wakil presiden dinilai perlu diatur kembali dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mendatang. Harapannya, ke depannya, penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden dapat diproses hukum.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, setelah pasal yang mengatur penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden di KUHP dicabut oleh Mahkamah Konstitusi, tindakan penghinaan kepada kepala negara sulit diproses hukum.

Dalam Rancangan Undang-Undang KUHP usulan pemerintah yang diterima Komisi III DPR, kata Martin, penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden diancam penjara paling lama 5 tahun atau denda kategori 4. Hal itu diatur dalam Pasal 265 RUU KUHP.

"Sangat tidak proporsional dan bertentangan dengan rasa keadilan bila presiden dihujat dan dilecehkan dengan kasar di depan umum tanpa bisa ditindak. Padahal, terhadap seseorang yang sudah mati saja diatur ancaman hukumannya, yaitu pidana penjara paling lama 1 tahun," kata Martin di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2013).

Hanya, Martin kurang setuju dengan angka ancaman hukuman penjara 5 tahun. Menurut dia, ancaman hukuman perlu diturunkan lantaran para pelaku penghinaan kebanyakan anak muda. "Karena terbawa emosi atau ikut-ikutan saja," pungkasnya.

http://nasional.kompas.com/read/2013...en.Dipidanakan


Wildan Retas Situs Presiden SBY Sendirian
Quote:Original Posted By xksal
Rabu, 30 Januari 2013 | 22:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, Wildan Yani Anshari (22), peretas (hacker) situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, www.presidensby.info melakukan peretasan terhadap situs itu sendirian. Nama Jemberhacker Team, terang Sutarman, hanyalah nama kelompok yang dibuat sendiri oleh Wildan tanpa ada anggota lain di dalamnya.

"Enggak ada timnya. Disebut 'Jemberhacker team' saja, tapi dia bermain sendri," ujar Sutarman seusai Rapat Pimpinan Polri 2013, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Rabu (30/1/2013).

Untuk diketahui, www.presidensby.info yang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya "Jemberhacker Team" pada 9 Januari 2013. Saat diretas, laman tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas "Hacked by MJL007", sementara di bawahnya tertera sebuah logo dan tulisan "Jemberhacker Team" berwarna putih.

Peretas situs itu yang bernama Wildan akhirnya ditangkap di sebuah warung internet (warnet) daerah Jember, Jawa Timur, Jumat (25/1/2013) lalu. Penangkapan Wildan, kemudian memicu reaksi dari kelompok hacker internasional terkemuka yang menamakan Anonymous. Mereka menyatakan "perang" terhadap Pemerintah Republik Indonesia dengan menumbangkan situs-situs berdomain '.go.id'.

Satu-persatu situs-situs pemerintah bertumbangan dan dengan target utama kembali melumpuhkan situs Presiden SBY. Sejak Selasa malam sampai Rabu dini hari, tak kurang dari tujuh domain telah dilumpuhkan dan sebagian di-deface alias diganti tampilan berisi pesan peringatan. Situs-situs yang sudah dilumpuhkan antara lain beberapa sub domain di situs KPPU, BPS, KBRI Tashkent, Kemenkumham, Depsos, dan Kemenparekraf, bahkan Indonesia.go.id.

"Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon," demikian pernyataan di situs Twitter kelompok hacker tersebut, Selasa (30/1/2013). Kira-kira artinya, "Pemerintah Indonesia, anda tidak dapat membelenggu sebuah pemikiran. Tidak ada pasukan apapun yang dapat menghentikan kami."

Mengenai Anonymous itu, menurut Sutarman, tidak ada kaitan langsung dengan Wildan. "Itu anonim, bukan temannya (Wildan)," katanya.

Selain situs resmi SBY, Wildan juga meretas situs [url=http://www.polresgununggkidul.com,]www.polresgununggkidul.com,[/url] serta www.jatireja.network yang merupakan internet service provider (ISP). Situs presidensby.info, menggunakan ISP jatireja tersebut. Total ada 5320 situs yang telah di-hack pria berusian 22 tahun itu.

Penulis: Dian Maharani
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

Sumur bor : http://nasional.kompas.com/read/2013....SBY.Sendirian


Quote:Original Posted By xksal
Emang kalo diliat dari segi casenya beda gan..
Tapi disini ane coba sampaikan tuh, case ini :

Sama-sama nyerang kepala negara.
Tapi beda caranya.

1. Si Wildan nyerang kepala negara lewat situsnya.
Alasan/motif : iseng, ga ada maksud nyerang.
Hasil : ditahan.

2. Sedangkan si MA nyerang lewat pornography.
Alasan/motif : belom jelas, apa iseng juga kayak Wildan? Apa dia juga ngaku ga ada niat nyerang kepala negara? (kayaknya ga masuk alasannya).
Hasil : Ditahan + reaksi berlebihan dari badut-badut politik macam, Fadli Zon, Eva Sundari dll.

Si Wildan Pinter, ada bakat Dan bisa di jadikan aparat negara dengan di sekolahin, bisa jadi team cyber. Ini pantes dibela. Dan saat itu lagi ga ada konflik/bau-bau dipolitisasi.

Nah si MA pinternya belom jelas, yang jelas pornographynya. Ini malah dibela-belain, keliatan banget dipolitisir. Sampe-sampe Fadli Zon mau nemuin si MA. Wtf.

Nah... Pertanyaan ane lebih ke :
Waktu kasus si Wildan, badut-badut politik itu pada kemana?
Pada mati? Trus sekarang pas kasusnya si MA pada bangkit lagi.
Zombie dong???
tukang tusuk sate emoticon-Matabelo
^^ atas cepet amir ^^
reserpet

Quote:Original Posted By cup1d
Kritikan yg bahkan sudah menjurus penghinaan namun masih dalam taraf kewajaran emg gak sepatutnya buta kena hukuman pidana. tapii...

kalo penghinaan nya sudah keterlaluan dan jauh di luar batas kewajaran, ane rasa patut buat dipidanakan. gak cuma penghinaan ke presiden, buat warga biasa juga harus.

kalo penghinaan2 kecil spt fachri dgn "sinting", atau kata2 "gob*ok lu!", mirip kebo, monyet, etc smp kena pidana itu mah keterlaluan.

tapi klo hinaan2 yg menjurus ke fitnah, meme2 yg gak pantas, yg mengatakan penghinaan model itu hal yg wajar kaya nya perlu ditatar lagi deh moral nya.

bukan cuma ke jokowi az sih, spt meme prabowo yg sujud di kloset, ane rasa itu dah keterlaluan dan wajar kalo ketahuan dijemput polis. masalah nya hinaan2 yg beredar di dunmay kan sulit dilacak jejak nya. kebanyakan pake akun palsu. kasian yg agak bodoh ttg dunmay macam MA ini. bikin konten yg macem2 di real akun nya sendiri, ya gampang di lacak.

so yg banding2in dgn penghinaan2 lain di dunmay, silahkan bikin laporan yg jelas dgn bukti dan resource yg jelas lengkap dengan siapa yg mempostingnya dgn jatidiri asli bukan akun anonim. kalo udah lapor dgn bukti dan resource yg jelas gak ditanggapi baru boleh protes.

kalo laporan cuma dgn modal "noh di kaskus post ini akun nya balelo", gimana bisa ditindak lanjuti? emg polisi gak ada kerjaan lain selain nyariin akun anonim yg gak jelas rimbanya?

buat yg pernah ngelakuin hal itu, cek n ricek lagi kira2nya cukup anonim gak akun yg digunakan buat itu? kalo masih bisa terlacak ya siap2 az..

merdeka itu adalah kebebasan yg bertanggung jawab.

SANGAT SETUJU SEKALI.
Gw juga miris ngeliat di pilpres kemarin dengan gambar-gambar meme yang berlebihan dan udah menjurus ke penghinaan, dari kedua belah pihak.

Feeling gw sih bakal dibebasin ini nanti, meskipun menurut gw ada baiknya di tindak untuk shock terapy.

Quote:Original Posted By simeoneinter
Ya Ampun tukang sate... emoticon-Ngakak

Udah lepasin aja pak. Itu yang ngelaporin doi juga kelewatan. Paling cuma ejek2an calon presiden trus gak kuat nahan siksaan jokowinya dihina trus ngelapor. emoticon-Malu (S)

Makanya klo gak bisa debat, gak suka ejek2an ya jauhin aja.


Quote:Original Posted By metzinsomnia


lah klo didik memamg harusnya sejak dini.. #semoga sudah..

ditindak ya mulai skrng harus tegas..
memang hukumnya seperti itu ya dijalankan..
tidak ada ketegasan hanya akan mnimbulkan pola yang sama.. yang lainpun jg pasti bakalan meniru karna hal yg tdak mesti dilakukan dibiarkan..


Quote:Original Posted By gundamcanggih
Ane sih oke2 aja itu tukang tusuk sate dibui kayak gitu, biar yang lain bisa belajar jadi lebih beradab dikit. Demokrasi sih demokrasi, tapi kan bukan berarti bisa membully & memfitnah seenaknya saja.

Penghinaan, fitnah, sara dsb itu tidak bisa digolongkan ke dalam perbedaan pendapat. Kalau kebebasan berbeda pendapat memang harus dilindungi, tapi kalau fitnah, sara dsb itu ya harus dipertanggungjawabkan secara hukum apalagi kalau yang bersangkutan tersinggung.

Demokrasi kan tidak menghilangkan tanggung jawab pribadi atas perbuatannya sendiri.

Ane sih setuju aja lah tukang2 fitnah, tukang2 sara dll semacam si tukang tusuk sate itu dibui, biar lama kelamaan demokrasi kita bisa menjadi demokrasi yang lebih sehat, dewasa dan lebih bisa menghargai perbedaan.


Quote:Original Posted By fatboss

Hati2 bray... Semua manusia itu ada hari apes nya. Dan ente kagak tau apes nya ente kapan. Ente boleh sok jago dan sok berani di dumay. Tapi inget kalo apes nya ente tiba dan ente ketangkep bakal nangis bombay ente..
Mungkin ente ketawa liat komen ane tapi percaya lah SE-PANDAI2 NYA TUPAI MELOMPAT PASTI AKAN JATUH JUGA.

Ini bukan masalah Jokowi itu otoriter atau tidak tapi pencemaran nama baik dan UU ITE.
Jokowi itu sekarang presiden dan presiden adalah simbol negara sama seperti burung garuda dan yg lain nya. Dan ada pasal pidana bila kita dgn sengaja menghina simbol2 negara. Jadi walaupun tidak ada delik aduan, tapi tiba2 ada intel BIN atau aparat keamanan yg liat postingan ente dan ngelacak ente, jgn kaget kalo tiba2 pas ente tidur, ente di jemput paksa..
Jadi jgn sok jago dan bodoh lah..



Quote:Original Posted By mnemonix


gw udah mulai gak bisa bedain batasan antara bercanda dan bullying

duh emoticon-Hammer (S):


Quote:Original Posted By fatboss

Ini bukan masalah standar ganda polisi atau apalah tapi udah masuk kedalam pasal pencemaran nama baik dan fitnah. Apalagi di lakukan kepada simbol negara yg dlm hal ini presiden. Dan emang ente kagak tau kalo orang yg bawa spanduk SBY kebo itu sempet di tangkep. Tapi karena kemurahan hati seorang SBY maka mahasiswa itu di bebaskan.
Dulu si tukang sate bebas ngehina Jokowi krn Jokowi bukan siapa2. Tapi sekarang Jokowi adalah Presiden RI yg merupakan simbol negara terpenting. Maka nya polisi langsung proses sebagai pembelajaran supaya kita bisa menjaga kesopanan kita terhadap simbol negara..
Maka nya nih ane bilangin, ente2 semua silahkan sok jago dan sok berani di dumay. Tapi kalo apes nya ente tiba dan di proses aparat keamanan, ente mau bilang apa..???
Jadi jgn bodoh lah, karena justru dari hal sepele dan bodoh itu lah, malapetaka besar yg akan menimpa kita..



Quote:Original Posted By demamkonspirasi
menurut ane menghina dan mengkritik itu beda sih...
kalo mengkritik "kerjaan loe beresin tu..." atau "woi kemana aja lu, jakarta masih banjir", dsb dsb

kalo menghina "kamu anak haram (padahal bukan anak haram)", "kamu anjing (padahal manusia)", "kamu babi tapir laknat (padahal beriman)" dsb dsb...

kalo yg mengkritik keras, ane gak setuju mereka ditangkepin,
kalo yg menghina, ane setuju lah, tangkepin aja yg kayak gitu, palingan ntar mewek mewek trs bilang "saya cuma ikut-ikutan paaaak"


Quote:Original Posted By iloen

ngeritik sama penghinaan beda, lol
ini gambar porno di tempelin foto jokowi sama mega, sama aja penghinaan.
presiden dan mantan presiden. wajar masuk bui 20 tahun tuh

ternyata kualitas panasbung bisa di lihat dari pelaku ini emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
11 - 12 lah, ngga bakal beda2 jauh


Quote:Original Posted By biji.mata
Buat yang bilang (ga ada kebebasan bicara atau orba lah)
Pikir lagi dah. Kritik itu di perbolehkan tp penghinaan itu ada hukumnya.
Apa lu kira bikin atau edit gambar porno orang lain itu sebagai kritik?
Bayangin lu badannya gua edit jadi bugil trus gua taro di fb trus lu marah atau kaga?. Jadi menurut lu itu hinaan atau kritikan?

4 trid sudah emoticon-Big Grin
pwrtamax kah
Tukang tusuk sate pun ditangkap emoticon-Takut
Quote:Original Posted By damarhurip2
Tukang tusuk sate pun ditangkap emoticon-Takut


semangat gan ..ada bahan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By hellhatred


semangat gan ..ada bahan emoticon-Big Grin


emoticon-Ngakak


buly itu dilarang.. kritik itu diperbolehkan..
presiden itu sama kek lmbang negara.. klo dilecehkan ya dipenjara.. mikirrr...
jgn samakan kek jmn orba.. prilaku buly dah jdi kbiasaan masy kita.. ditindak tegas malah bawa2 orba..
mlanggar ham.. taik lah!
kpan bsa maju klo prilku n pmikran kita g mau diatur untuk mnjdi lbih baik..
Quote:"Saat musim Pilpres itu dia dimasukan ke dalam grup yang isinya saling membully antara capres A dengan capres B. Dia memposting baik berupa teks maupun gambar yang sudah beredar di media sosial," tuturnya.
Kok yang ditangkep yang ngehina 1 pihak doang? emoticon-Bingung (S)
Harusnya yang ngehina pihak yang lainnya juga ikutan ditangkep dong.
Maap ane jangan ditangkep ya. Ane cuman komen doang.. emoticon-Takut (S)
hmm, disini adem aja kalo menghina presiden
sesuai ciri2 umum panasbung, pendidikan rendah (SMP), orang susah (tukang tusuk sate), dan korban brainwash radikal asuhan bibieb (majlis ta'lim) persis seperti background panasbung2 dimari emoticon-Big Grin
jaman SBY kok bebas bullying di medsos ya ???
Quote:Original Posted By bambangsueb
Kok yang ditangkep yang ngehina 1 pihak doang? emoticon-Bingung (S)
Harusnya yang ngehina pihak yang lainnya juga ikutan ditangkep dong.
Maap ane jangan ditangkep ya. Ane cuman komen doang.. emoticon-Takut (S)

kalo selain presiden ya kudu ada laporan dulu baru bisa ditangkep
Quote:Original Posted By metzinsomnia
buly itu dilarang.. kritik itu diperbolehkan..
presiden itu sama kek lmbang negara.. klo dilecehkan ya dipenjara.. mikirrr...
jgn samakan kek jmn orba.. prilaku buly dah jdi kbiasaan masy kita.. ditindak tegas malah bawa2 orba..
mlanggar ham.. taik lah!
kpan bsa maju klo prilku n pmikran kita g mau diatur untuk mnjdi lbih baik..


setuju, kalo jaman orba udah didor ndasnyah
Tukang sate itu menghina knp ya? Ada yg tau doi ky gimana hina2 presiden?
Quote:Original Posted By g3mb1x
kalo selain presiden ya kudu ada laporan dulu baru bisa ditangkep


Quote:"Saat musim Pilpres itu dia dimasukan ke dalam grup yang isinya saling membully antara capres A dengan capres B. Dia memposting baik berupa teks maupun gambar yang sudah beredar di media sosial," tuturnya.
Kejadiannya waktu masih capres.
emoticon-Takut
Quote:Original Posted By aditw1ra
jaman SBY kok bebas bullying di medsos ya ???


Yang di dunia nyata juga gak di tangkap gan itu yg demo bawa kebo tulisan sby.
biar jadi pelajaran bagi kaskuser di bp ini
panasbung aja santai di hina2

lah panastak? langsung TERGUNCANG emoticon-Ngakak