alexa-tracking

Salah memilih pembantu, jenasah susah dikebumikan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/544ef169de2cf296408b456d/salah-memilih-pembantu-jenasah-susah-dikebumikan
Inspiratif 
Salah memilih pembantu, jenasah susah dikebumikan
Pembentukan kabinet bersih dan profesional merupakan batu ujian utama dari integritas kepemimpinan dan legitimasi politik Presiden Joko Widodo.
Dalam ilmu politik legitimasi itu tidak given, tapi flexible bisa surplus dan bisa pula defisit tergantung kemampuan mengelolanya.
Menurut Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Raja Juli Antoni, sampai pelantikan kemarin yang diikuti pesta rakyat memperlihatkan Jokowi surplus legitimasi.
Namun, rencana pengumuman kabinet di Tanjung Priok, Jakarta, yang batal mulai menjadi tanda tanya bagi publik tetang "independesi dan otonomi" Jokowi sebagai presiden dari intervensi politik termasuk dari ketua umum PDIP.
Tergerusnya legitimasi Jokowi juga bisa tejadi bila ia tidak mengindahkan rekomendasi KPK dan PPATK dengan memaksakan nama-nama kandidat menteri yang "distabilo" merah atau kuning.
"Kemungkinan tergerusnya legitimasi Jokowi bertambah ketika beredar isu bahwa Jokowi memakai nama-nama lama dan bukan profesional terbaik di bidangnya," jelas Raja Juli Antoni, Jumat (24/10/2014), malam.
Menteri Pertahanan yang sejak era reformasi dipercayakan kepada sipil, misalnya dikabarkan akan dipercayakan kepada Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu. Mantan KSAD tersebut memiliki gaya komunikasi yang kaku. Munculnya nama Jenderal (Purn) Wiranto juga patut disayangkan. Selain terlalu senior, Wiranto diduga keras terlibat dalam panggaran HAM selama ia bertugas di ABRI.
"Padahal ada beberapa nama, profesional muda seperti Andi Widjajanto, Rizal Sukma atau Jaleswari Pramoedhawardani, yang selama ini sudah berada di sekeliling Jokowi," jelasnya.
Begitu juga posisi Menteri Luar Negeri. Kabarnya akan dipercayakan kepada Retno Marsudi ditengarai titipan dari Ketua Umum PDIP. Menurut informasi dari internal Kemenlu, Retno adalah diplomat karir yang prestasinya tidak mencolok.
Padahal, di internal Deplu, ada diplomat profesional berprestasi seperti Havaz Oegroseno, Andri Hadi (Dubes Indonesia untuk Singapura) atau Umar Hadi (Konjen Indonesia di LA).
"Atau bila melihat kompleksitas reformasi internal yang dihadapi Deplu serta tantangan kedepan (kemenlu sebagai "marketing" ekonomi Indonesia) Jokowi mestinya bisa memilih calon menteri dari pejabat non-karir seperi Rizal Sukma, Direktur Eksekutif CSIS atau Hikmahanto Juwana (guru besar UI)," bebernya.
Lebih dari itu, pembentukan kabinet ini juga perlu memperhatikan apsek struktur sosiologis-kultural bangsa Indonesia. Kelompok minoritas mesti diakomodasi di kabinet. Begitu pula NU dan Muhammadiyah sebagai ormas terbesar di Indonesia mesti diakomodasi di jajaran kabinet.
Jokowi memerlukan dukungan politik dari kedua ormas itu, terutama dalam konteks Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia sekaligus guna melibatkan dukungan kedua kedua ormas itu dalam menangkal gerakan Islam radikal yang potensial merusak sendi-sendi kebangsaan Indonesia sebagai negara plural berbasiskan Pancasila.
"Secara konvensional NU wajar mendapatkan posisi Menteri Agama dan Muhammadiyah menduduki Menteri Pendidikan atau Kesehatan," demikian jebolan the University of Queensland, Brisbane, Australia ini.

sumur

cuman peringatan sebelum....

emoticon-Rate 5 Star
itu pasti kata2 pak ustad... emoticon-Cool
kebanyakan nonton sinetron hidayah TS nya emoticon-Ngakak
KASKUS Ads
image-url-apps
Really nice ingpo ganemoticon-Cool
Ini isi thread sama judul apa sih hubungannya emoticon-Bingung (S)
kirain pembantu rumah tangga emoticon-EEK!
pepek TSnya, pgi2 bikin gw ngakaks emoticon-Ngakak (S)
emoticon-Ngakak serem amat judulnya emoticon-Ngakak kampret tsnya emoticon-Ngakak
Sering fitnah, jenazah susah dikebumikan
suka menggosip jenazah susah dikebumikan
itu sudah emoticon-Cool
Katanya hak pregoratif presiden tapi masih protes

mau nama siapa pun yang dipilih ga bakal menyenangkan semua orang, pasti selalu ada penentangnya

sebaik apapun belum ada jaminan tidak jatuh

begitu juga yang minim prestasi sekalipun bukan berarti tidak bisa berprestasi

tunggu kinerja nya dulu. Kalau JELEK demo, minta supaya di pecat, Jokowi ga ngedengrin minta turun Jokowi nya
ini majalah hidayah yg edisi ke berapa mas? emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
image-url-apps
Buset dah judulnya nggak kuaaaat
×