alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/544007ac620881f72c8b456c/jakarta-indie-music-festival-2014
Love 
Jakarta Indie Music Festival 2014
Media music dalam produksinya membutuhkan ide kreatif dalam penciptaan lirik lagu, aransemen alat music, serta kemasan dalam proses distribusinya. Ketiga hal tersebut merupakan fondasi bagi musisi untuk menghasilkan karya lagu yang bisa dinikmati secara universal oleh penikmat music. Dalam perkembangannya, fondasi music tersebut melahirkan dua aliran musisi dalam berkarya, yaitu musisi yang bernaung dibawah major label yang proses produksi dan distribusinya melibatkan perusahaan rekaman besar, sehingga mereka terikat kontrak atau lebih dikenal sebagai musisi mainstream. Dan musisi yang dalam menjalankan 3 fondasi tersebut secara mandiri alias Do It Yourself (D.I.Y.), terutama dalam proses distribusi lagu dan albumnya. Musisi tersebut dikalangan pecinta music dikenal sebagai musisi independen alias indie. Dalam perkembangannya, banyak musisi-musisi terkenal yang bernaung dibawah major label, pada awal karirnya mereka berada dijalur indie.
Kota Jakarta telah lama dikenal sebagai salah satu basis music indie di Indonesia selain Bandung dan Surabaya. Seperti kawasan Kemang, Tebet, Pasar Seni Ancol, Cilandak, dan lain-lain yang terkenal sebagai basecamp musisi indie untuk eksistensi karya mereka. Perkembangan music indie pada kawasan tersebut, menjadikan daerah tersebut memiliki keunikan dan selling point tersendiri bagi kalangan pecinta music. Selain itu, pertumbuhan music indie juga melahirkan industri atau potensi pasar yang menopang perkembangan music indie, seperti lahirnya stasiun radio independen yang khusus memutar lagu-lagu indie maupun distro-distro yang menjual produk merchandise khas Indie. Potensi eksistensi musisi dan komunitas pecinta music indie apabila didukung oleh pemerintah tentunya akan mendorong pertumbuhan industri kreatif dibidang musik maupun souvenir/merchandise. Berdasarkan hal tersebut, maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bermaksud mengadakan kegiatan yang dapat memotivasi serta memberikan ruang gerak musisi-musisi indie untuk menampilkan karya mereka dihadapan masyarakat luas melalui kegiatan Jakarta Indie Music Festival (JIM-FEST).
Kepala Seksi Komunitas, Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Bapak Drs. Rus Suharto, M.Si mengatakan bahwa Pemerintah pasti memberdayakan setiap komunitas masyarakat yang kreatif dan berkegiatan positif, seperti Komunitas Musik Indie, terlebih lagi aktifitas komunitas tersebut membangun nilai ekonomi yang berasal dari kreatifitas mereka, sehingga dalam berkarya sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif. Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pemberdayakan Masyarakat Dinas Pariwisata & Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Drs. Ahmad Gozali, M.Si yang menyebutkan "Program kegiatan berbasis komunitas dan kreatifitas semacam JIM-FEST ini perlu untuk difasilitasi sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Pemerintah terhadap Industri Kreatif dan Komunitas Musik Indi, diharapkan kegiatan ini menjadi cikal bakal dari program yang lebih besar manfaatnya di masa depan, bila perlu menjadi agenda rutin tahunan, dan pada waktunya bisa dilaksanakan secara Independen baik oleh komunitas sendiri maupun sektor swasta”. Sehingga diharapkan, “melalui musik indie tercipta lagu dan musik khas nusantara yang inovatif dan menciptakan peluang ekonomi kreatif, selain menjadikan Jakarta sebagai kota musik internasional.” Seperti yang dikatakan oleh Bapak Dr. Arie Budhiman selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Jakarta Indie Music Festival (JIM-FEST) 2014 mengundang musisi-musisi indie di Indonesia, khususnya DKI Jakarta untuk berpartisipasi yang kemudian dilakukan proses seleksi dalam menentukan peserta yang berhak tampil pada konser JIM-FEST yang diselenggarakan pada tanggal 18 s.d. 19 Oktober 2014 di Taman Fatahillah. Dari 100 peserta yang mendaftar, kemudian diseleksi oleh para tim seleksi yang terdiri dari pengamat musik, media musik nasional, dan pelaku bisnis pergerakan musik indie (independent record label), maka penyelenggara sudah mengantongi 20 peserta finalis yang berhak tampil pada konser JIM-FEST pada tanggal 18 s.d. 19 Oktober 2014 di Taman Fatahillah. Selain tampil untuk membawakan lagu karya pribadi, peserta finalis juga akan memperebutkan hadiah uang tunai bernilai jutaan rupiah serta kesempatan rekaman album kompilasi 10 lagu terbaik. Lagu terbaik tersebut akan dipilih oleh tim Juri yang juga terdiri dari penggerak komunitas indie Indonesia, media musik, dan independent record label.
Untuk meramaikan acara, penyelenggara turut mengundang artis-artis indie yang telah sukses konsisten dijalur indie dalam eksistensi karya mereka sebagai musisi, seperti Tony Q Rastafara, Gugun Blues Shelter, Matajiwa, Jontrall, Rojali Band, dan Tuffa. Yuk, kita ramaikan acara JIM-FEST dan saksikan para finalis jim-fest 2014 sebagai dukungan bagi mereka untuk terus berkarya dan memberikan warna dalam belantika music Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Jakarta Indie Music Festival (JIM-FEST) bisa mengunjungi website kami www.jim-fest.com

FINALIS JAKARTA INDIE MUSIC FESTIVAL 2014
NO Nama
1 Trigger
2 Ikei With Insomniac
3 Honeybeat Band
4 Van Java
5 Orkes Nunung Cs
6 The Jaka Plus
7 The Rings Band
8 JBFtrio
9 Lucille
10 Sitback
11 Esok Pagi
12 Duo Maison
13 LeA Band
14 CPN’SKA
15 Alvard
16 Ajwa Band
17 Young de Brock
18 Eyota
19 Silent Band
20 Diem Band



Jakarta Indie Music Festival 2014

Musik Til Fest

I wondering about this festival...I love the musik til fest and I always join it whenever I miss it..thanks for this information.