alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53f3219bbdcb17756a8b456a/melawan-arwah-penghuni-bambu-gila
Melawan Arwah Penghuni ‘Bambu Gila’
Ratusan jenis pertunjukan adat tersebar di berbagai pelosok di Indonesia. Salah satunya adalah permainan Bambu Gila di Maluku Utara (Malut). Memang terdengar sedikit aneh, namun permainan ini dikenal sangat unik dan mistis. Anda berani mencoba?

Maluku seringkali identik dengan suara indah dan nyanyian serta tarian. Banyak penyanyi, pemusik dan penari yang berasal dari Maluku. Maluku memang erat sekali dengan tradisi bermain musik serta tari-menari. Jika ingin mengenal Maluku maka perlu juga mengenal tarian tradisionalnya yang beraneka ragam dan begitu dinamis.

Salah satu tarian tradisional yang dapat kita kenal adalah sebuah tarian yang bernama tari Bulu Gila atau Bambu Gila, suatu tarian yang berasal dari permainan rakyat Maluku Tengah. Tarian ini adalah permainan tradisional yang biasanya dipertunjukkan para pemuda desa pada acara-acara tertentu.

Pertunjukan Bambu Gila dapat Anda temui di dua desa, yaitu Desa Mamala, Kecamatan Leihitu dan Desa Liang, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah. Serta beberapa tempat yang ada di Kota Ternate.

Permainan ini terlihat sangat sederhana. Tidak diperlukan berbagai pernak-pernik dan aksesoris. Permainan Bambu Gila hanya memerlukan sebatang bambu sepanjang 2,5 meter dengan diameter 8 cm. Serta 7-9 orang yang berani untuk mengadu kuat dengan bambu dan beberapa pawang dengan kemenyan. Tarian ini adalah warisan dari leluhur mayarakat Maluku.

Pemilihan bambu pun tidak sembarangan. Bambu dipilih berdasarkan permintaan pawang dan meminta izin terlebih dahulu dengan ‘penunggu’ bambu tersebut. Pertunjukan Bambu Gila sudah dikenal sejak lama. Konon, sebelum Inggris dan Portugis datang ke Maluku untuk mencari rempah-rempah.

Sebelum memulai pertunjukan, pawang melakukan ritual dengan membakar kemenyan yang ada di dalam tempurung kelapa dan membaca mantera-mantera. Mantera yang diucapkan menggunakan ‘bahasa tanah’, yaitu bahasa leluhur Maluku.

Saat pawang melakukan ritual, jangan heran jika banyak asap-asap dan nuansa mistis yang Anda rasakan di sekitar tempat pertunjukan. Ritual tersebut dipercaya dapat memanggil roh para leluhur untuk ‘mengisi’ bambu yang akan digunakan. Biasanya, dalam berbagai atraksi yang melibatkan hawa mistis, manusialah yang dirasuki oleh roh mistis tetapi dalam tarian ini roh mistis yang dipanggil dialihkan ke dalam bambu.

Saat pertunjukan dimulai, tujuh orang tersebut akan bergerak tidak beraturan seperti terguncang-guncang, berlarian, hingga loncat-loncatan. Pawang tidak tinggal diam, dia terus mengucapkan mantera selama pertunjukan berlangsung. Suasana tambah mistis dengan irama-irama musik yang cepat dengan gendang. Seolah bambu tersebut menari-nari di dalam rangkulan tujuh orang tersebut.

Bagi Anda yang melihat pertunjukan ini, mungkin akan terhibur. Namun, tidak dengan tujuh orang tersebut. Mereka terlihat sangat kepayahan, karena menggunakan sekuat tenaga mereka untuk menggendalikan bambu.

Kekuatan tarian Bambu Gila ini bukan main. Kalau tidak dijaga oleh beberapa pembantu pawang para pembawa Bambu Gila ini bisa dibuat puyeng. Pertunjukan ini berlangsung sekitar 30 menit. Setelah selesai, tujuh orang tersebut akan dibacakan mantera-mantera oleh sang pawang dan mereka terlihat sangat kelelahan.

Di akhir pertunjukan bambu yang tadinya dibawa seorang saja kuat, ketika dilepaskan bagai besi berton-ton beratnya, sehingga sang pawang tak kuasa membawanya, sehingga terlihat sempoyongan untuk menahan bambu yang telah diletakkan di tanah.

Dan uniknya meski sudah selesai daya gaib dari bambu itu tidak mau lepas kalau tidak diberi makan api. Oleh karena itu dibuatlah api dari kertas yang dibakar. Dan sang pawang pun melahap api dengan telapak tangannya tanpa dilambari pengaman. Dan sirnalah isi bambu itu dan kemudian sang pawang lemas kelelahan.

Kekuatan Mantra

Bara Masuwen, begitulah nama Bambu Gila itu. Juga nama pertunjukkan rakyat, khas Maluku Utara (Malut). Merupakan bentuk pertunjukan tertua rakyat yang bersifat ritual. Mencerminkan sifat kegotong royongan dan ciri keseharian rakyat di Maluku Utara.

Kesultanan Ternate menyatakan permainan Bambu Gila berasal dari Maluku Utara, khususnya Ternate. Oleh karena itu kalau ada daerah di Indonesia yang mengklaim bahwa permainan Bambu Gila asal daerahnya, jelas itu tidak benar.

“Banyak bukti yang menunjukkan bahwa permainan Bambu Gila asal Malut, seperti dari penggunaan bahasa dalam permainan Bambu Gila itu,” kata seorang perangkat Kesultanan Ternate, Arifin Djafar di Ternate. Sekarang permainan Bambu Gila tetap dilestarikan di Ternate, tapi fungsinya sebagai permainan untuk hiburan rakyat.

Menurut Arifin, bahasa yang digunakan dalam permainan Bambu Gila yang di Malut dikenal dengan nama ‘Bara Masuen’ itu adalah bahasa Ternate, baik saat prosesi saat menyiapkan bambu maupun mantra yang dibaca saat dimainkan.

Bahasa yang digunakan saat akan memulai permainan Bambu Gila misalnya berbunyi ‘bara masuen jadi gou-gou’ itu adalah bahasa Ternate yang artinya ‘Bambu Gila jadi betul-betul’. “Dimana pun Bambu Gila dimainkan pasti menggunakan kalimat itu,” kata Arifin yang juga Wakil Walikota Ternate.

Jadi, lanjut Arifin, sangatlah aneh kalau ada daerah yang mengklaim permainan Bambu Gila itu dari daerahnya, sementara bahasa yang digunakan dalam permainan itu termasuk seluruh mantranya menggunakan bahasa Ternate.

Arifin menjelaskan, permainan Bambu Gila sudah ada di Ternate sejak ratusan tahun silam dan saat itu permainan Bambu Gila dimanfaatkan masyarakat adat Kesultanan Ternate untuk memindahkan barang yang tidak mungkin diangkat menggunakan tenaga manusia.

Selain itu, kata Arifin, Bambu Gila saat itu digunakan oleh masyarakat Kesultanan Ternate sebagai senjata untuk melumpuhkan musuh. Saat itu Bambu Gila bisa dikerahkan dengan kekuatan supranatural untuk menyerang lawan.

“Sekarang permainan Bambu Gila tetap dilestarikan di Ternate, tapi fungsinya sebagai permainan untuk hiburan rakyat, seperti yang ditampilkan pada Festival Legu Gam di Ternate pekan lalu,” kata Arifin.

Arifin yang juga sering tampil sebagai pawang permainan Bambu Gila itu menambahkan, permainan Bambu Gila kini telah menjadi salah satu daya tarik wisata di Ternate, karena permainan ini dianggap unik oleh wisatawan.

Keunikan permainan Bambu Gila itu, diantaranya terletak pada adanya kekuatan supranatural pada bambu yang bergerak sendiri mengikuti pergerakan api obor dan asap kemenyan di tangan pawang, meski bambu itu dipegang sejumlah orang. (tio/victory)





Penasaran gan belon pernah lihat soalnya
jadi inget pas gath akbar kemarin di TMII .. seru acara bambu gilanya