alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53e5c0e30d8b46132a8b45c6/aktivitas-sehari-hari-yang-bikin-tendon-nyeri
AKTIVITAS SEHARI-HARI YANG BIKIN TENDON NYERI
POLA HIDUP YANG BERUBAH TELAH MEMBUAT AKTIVITAS FISIK SEMAKIN BERKURANG. AKIBATNYA , RISIKO CEDERA ATAU NYERI TENDON MENJADI LEBIH BESAR LANTARAN SENDI YANG TIDAK TERLATIH. SIMAK CARA MENANGGULANGINYA.

BAGAIMANA CARA ANDA MEMBAWA TAS bermerek favorit Anda? Disampirkan di bahu , atau dijinjing di siku? Jika cara kedua yang sering Anda lakukan , berhati-hatilah.

Membawa tas dengan menjinjingnya di siku memang terlihat trendi , tapi ada bahaya nyeri tendon di baliknya. Bahaya yang sama juga muncul bila Anda melakukan olahraga tanpa pemanasan yang cukup. Otot dan tendon yang tak siap ketika dipaksa membawa beban atau melakukan aktivitas berat akan berujung cedera.

Ini tak lepas dari pola hidup kita yang berubah. Jika dulu ke mana-mana jalan kaki , sekarang pakai mobil - bahkan untuk jarak dekat sekalipun. Jika dulu ada banyak lapangan sehingga anak-anak bisa aktif bermain (yang berarti menggerakkan semua sendi tubuhnya) , kini mereka lebih banyak duduk di depan TV atau komputer.

Memang , gaya hidup yang menjadi lebih statis telah membuat aktivitas fisik manusia modern berkurang. Karena itu , angka cedera menjadi lebih besar lantaran sendi-sendi tubuh yang semakin tidak terlatih dan tidak dipersiapkan menerima beban.

Ibarat engsel pintu , jika sendi tubuh tak sering digerakkan , tentu akan macet dan berkarat , papar Dr. Wanarani Alwin , Sp.KFR(K) , KEPALA DIVISI REHABILITASI GERIATRI DEPARTEMEN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI FKUI/RSCM.

Sendi-sendi kita harus sering digerakkan. Kalau didiamkan , diameter otot akan mengecil , kepadatan otot juga berkurang , jelas dokter yang akrab disapa Dr. Winny ini.

SALAH SATU SENDI TUBUH YANG VITAL adalah bahu.

Sebagai penyangga , sendi yang ada di bahu berbentuk seperti peluru yang memiliki selongsong , diikat oleh jaringan lunak yang merupakan kepanjangan dari otot yang disebut ligamen atau tendon , ujar Dr. Winny.

Gerakan di bahu kita cukup banyak , bisa ke depan , belakang , dan rotasi internal dan eksternal. Itulah sebabnya , menurut Dr. Winny , elastisitas sendi bahu harus senantiasa dilatih dengan bergerak melakukan aktivitas fisik ringan sehari-hari. Misalnya , mengambil sesuatu di tempat yang tinggi atau melakukan gerakan-gerakan memasak atau membersihkan rumah.

Jangan mendiamkan sendi kita pada posisi tertentu dalam waktu yang lama , apalagi dengan beban. Contoh , jangan membawa tas berat selama 3 jam. Letakkan dulu tas dan bebaskan sendi sebentar , saran Dr. Winny.

Jika beban terlalu banyak , sebaiknya gunakan tas yang memakai roda yang dibawa dengan cara ditarik. Beban akan lebih ringan dan tidak langsung ke bahu , tapi dibagi rata ke ekstremitas atas dan bawah , lanjutnya.

Menurut Dr. Winny , banyak kondisi yang bisa memicu nyeri di bahu. Dalam kondisi berdiri saja , bahu kita sudah terkena gaya gravitasi , apalagi saat membawa tas berat. Sendi akan tegang terus dan pada satu saat akan menimbulkan nyeri , khususnya kalau peregangan terjadi terus-menerus dan usia semakin bertambah (yang berarti elastisitas tendon semakin berkurang). Ibarat karet , sudah tidak lentur lagi.

Selain karena beban , nyeri sendi juga bisa terjadi karena benturan yang terlalu keras seperti umumnya terjadi pada atlet. Tendon bisa robek sebagian atau total. Kalau sudah demikian , butuh tindakan lebih lanjut.

Dr. Bobby N. Nelwan , Sp.OT , dari RS OMNI PULOMAS , menjelaskan lebih jauh mengenai nyeri tendon. Nyeri tendon bisa terjadi di tempat perlekatannya di otot , atau di tempat peralihan antara otot dan tendon. Nyeri juga bisa disebabkan pembungkus tendon , katanya.

Penyebab nyeri , menurut Dr. Bobby , karena penggunaan yang berlebihan sehingga mengalami cedera di sana , atau bisa juga faktor usia (degenerasi).

Sebenarnya , mau bawa tas dengan beban yang berat boleh saja , tergantung daya tahan Anda. Tidak semua orang yang membawa tas dengan beban lantas sakit bahu , tergantung bagaimana bebannya , berapa lama menggunakan , dan bagaimana daya tahan tubuhnya - apakah otot atau tendonnya terlatih atau tidak , tukas Dr. Bobby.

BICARA BEBAN PADA SENDI , Dr. Winny mengingatkan agar kita jangan berlama-lama membawa beban yang terlalu berat.

Jika terlalu berat , usahakan dibawa secara bergantian supaya beban di kiri dan kanan sama. Untuk keseimbangan bahu kiri dan kanan , tas jenis backpack sangat tepat , asal digunakan dengan benar secara simetris , bukan diselempangkan satu sisi saja. Batasan berat sendiri tergantung individu , biasanya 1-2 kilogram sudah cukup berat untuk wanita , paparnya.

Menurut Dr. Winny , gejala nyeri tendon yang ringan hanya pegal-pegal yang bisa hilang sendiri. Namun , waspadalah jika hal tersebut sudah berulang dan lama-lama semakin panjang dan berat. Jangan-jangan ada masalah serius di bahu. Jika ada problem tersebut , Anda bisa ke dokter umum , ortopedi , internis , neurologi , atau rehab medik. Jangan ditunda untuk mendapatkan perawatan yang tepat , tandasnya.

Penanganannya , menurut Dr. Winny , bisa dengan imobilisasi parsial , yakni bahu digerakkan secara terbatas pada gerakkan tertentu. Bila ada pembengkakan maka diberi obat. Kalau ada nyeri , diberi obat antinyeri.

Jika diperlukan , pasien nyeri bisa mencoba terapi listrik yang bersifat memanaskan , seperti Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS). Pasien juga bisa menggunakan alat penyangga bahu (shoulder sling).

SELAIN DIAKIBATKAN OLEH KEKURANGAN gerak , peradangan pada tendon - atau istilahnya tendinitis - juga bisa terjadi karena penggunaan yang berlebihan.

Dr. Bobby menyarankan cara efektif mengatasi peradangan akut atau baru terjadi , yakni segera melakukan kompres dengan air es 15 menit setiap hari.

Sel-sel radang yang didahului dengan pelebaran pembuluh darah menyebabkan sel-sel radang dalam darah mudah keluar menuju ke organ yang sakit. Nah , sel-sel radang-radang ini akan melepaskan zat-zat kimia yang bisa menimbulkan rasa sakit. Dengan kompres dingin , maka pembuluh darah akan menciut sehingga sel radang diblok dan tidak menyebar ke organ tersebut dan melenyapkan nyeri , ujarnya.

Jika tak kunjung pulih dengan kompres , maka Anda harus segera ke dokter untuk mendapatkan terapi obat , baik obat minum ataupun injeksi dengan kortikosteroid terbatas. Yang pasti , nyeri tidak boleh dibiarkan karena bisa menyebabkan kerusakan tendon itu sendiri.

Langkah antisipasinya , jangan lakukan aktivitas berlebihan maupun membawa beban berat. Bila sudah lelah , berhentilah dan jangan dipaksakan. Melakukan aktivitas berat itu harus bertahap , tidak boleh berlama-lama. Sebelum olahraga , Anda juga harus melakukan pemanasan yang tepat terhadap otot-otot yang akan digunakan , pesan Dr. Bobby.

Sumber : Dr. Wanarani Alwin , Sp.KFR(K) dan Dr. Bobby N. Nelwan , Sp.OT

PONSEL JUGA BISA BIKIN NYERI

Waspadalah para pengguna ponsel dan tablet , karena cedera otot akibat pemakaian teknologi tersebut kini meningkat. Ada yang mengalami radang tendon di jempol akibat mengetik di ponsel dalam waktu lama. Akibatnya , ia tidak bisa menggunakan tangan selama berminggu-minggu , ungkap Tim Hutchful dari British Chiropractic Association.
Selain cedera tangan , nyeri leher juga bisa terjadi akibat menundukkan kepala untuk menatap layar ponsel selama berjam-jam. Rata-rata berat kepala manusia adalah 4,5-5,5 kilogram , ujar Hutchful. Jika kepala ditundukkan terus-menerus , maka kepala akan terasa lebih berat sampai 4x lipat. Penyebab semua cedera ini , jelas Sammy Margo dari Chartered Society of Physiotherapy , adalah karena tubuh manusia tidak dirancang untuk dipergunakan seperti ini. Solusi? Jangan mainkan ponsel lebih dari 40 menit , atau sekali-kali ambil break untuk meregangkan tubuh.