alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53e17cda529a45f2428b4650/ternyata-madiun-bukan-cuma-melulu-soal-pecelnya-tempat-amp-penduduknya-spesial
Thumbs up 
ὸ.ό Ternyata Madiun Bukan Cuma Melulu Soal Pecelnya, Tempat & Penduduknya Spesial ὸ.ό
Bulan Desember 2011, penulis sekeluarga (kedua orang tua, kakak, dan staff rumahtangga beserta anaknya) ingin menghabiskan liburan Natal di Yogyakarta. Kami menyewa sebuah mobil dan berangkat dari Bogor. Kami sengaja mengambil jalur Selatan lewat Bandung karena kakak penulis tinggal di sana. Dari Bogor kami ke Bandung untuk menjemput kakak penulis kemudian baru pergi ke Yogyakarta. Kami menginap dulu semalam di Bandung dan kemudian berangkat ke Yogyakarta pada pagi hari.

Ketika sampai di Gombong, ayah penulis ingin mampir di daerah Sidobunder. Dia ingin bernostalgia karena ketika muda dulu, dia pernah menjadi tentara pelajar dan berperang melawan Belanda. Maka mampirlah kami ke sana. Jalan menuju Sidobunder ini bagus dan pemandangannya indah. Terdapat beberapa sungai kecil yang mengalir dan juga sawah yang berwarna hijau. Setelah mencari-cari dan bertanya ke sana ke mari, akhirnya kami menemukan sebuah monumen di sana. Ayah penulis turun dan betapa bahagianya dia melihat beberapa nama yang dia kenal tercantum di monumen tersebut. Setelah beberapa lama, kami melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta.

Sesampai di Yogyakarta, kami menuju ke penginapan kami di daerah jalan Kaliurang. Keesokan harinya staf rumahtangga kami (Ninit) berangkat ke Madiun dengan naik kereta api, dan kami akan pergi ke rumah keluarganya sehari kemudian.

Pada pagi hari kami sudah berangkat dari Yogyakarta menuju Madiun. Saat sampai di Maospati, kami menelepon Ninit dan dia mengatakan akan menunggu kami di pertigaan ring road dan akan memandu kami menuju desanya. Jalan menuju desa Banyak masih berbatu-batu dan ternyata dari ring road cukup jauh sekitar 5 km. Akhirnya sampailah kami di desa Banyak di rumah orang tua Ninit. Kami disambut dengan baik oleh kedua orang tuanya. Mereka mengenakan baju terbaik mereka, padahal kami hanya berpakaian seadanya. Aduh!. Keluarga Ninit yang lain juga datang menyambut. Ketika memasuki rumah, suguhan sudah disediakan di meja tamu.

Ketika penulis ingin melihat-lihat kawasan sekitar, penulis diantar oleh Ninit melihat-lihat desa itu. Sebagian rumah-rumah di sana dindingnya sudah terbuat dari batu bata dan sudah sangat sedikit yang terbuat dari gubuk atau papan. Saat berjalan-jalan beberapa tetangga ingin tahu siapa kami dan dengan bangga Ninit memperkenalkan kami kepada para tetangganya. Malu juga rasanya, seperti orang penting saja.

ὸ.ό Ternyata Madiun Bukan Cuma Melulu Soal Pecelnya, Tempat & Penduduknya Spesial ὸ.ό
Rumah Penduduk

Di dekat rumah Ninit juga terdapat sawah yang sangat hijau. Bersama-sama dengan kakak penulis, penulis pun berjalan-jalan di pematang sawah, juga berbincang dengan penduduk setempat.

ὸ.ό Ternyata Madiun Bukan Cuma Melulu Soal Pecelnya, Tempat & Penduduknya Spesial ὸ.ό
Sawah hijau membentang

Siang hari, saat makan siang tiba, kami diajak untuk berkunjung ke rumah kakak dari Ninit, yang jaraknya tidak jauh dari rumah orang tuanya. Rumah ini pun sudah ditembok namun sangat minim jendela sehingga panas sekali rasanya. Di sana sudah tersedia pecel Madiun, jenang (semacam dodol), durian, rujak cingur, dan banyak lagi. Banyak sekali. Melihatnya saja kami sudah merasa kenyang. Kami pun menyantap hidangan yang disediakan. Setelah makan, kami pun bersantai di rumah itu sambil tidur-tiduran di lantai ruang tamunya. Benar-benar seperti di rumah sendiri.

ὸ.ό Ternyata Madiun Bukan Cuma Melulu Soal Pecelnya, Tempat & Penduduknya Spesial ὸ.ό
Makan siang sambil lesehan

Menjelang sore hari, kami pun berpamitan untuk kembali ke Yogakarta. Tentu saja kami pulang tidak dengan tangan kosong. Kami dibawakan beras hasil panen mereka, beras ketan, sambal pecel, jenang, brem, dan banyak lagi. Mobil yang sudah penuh menjadi semakin penuh dengan bawaan tersebut. Namun kami merasa senang karena bisa mengunjungi desa asal Ninit yang sudah bekerja di keluarga kami selama lebih dari dua puluh lima tahun.

http://www.santaibro.com/?p=85
iya sih disana masih ijo mas

jadi kangen pecel ama peyeknya emoticon-Big Grin
Ngga habis - habis nya kagum sama Indonesia, kali ini kagum lewat Madiun!

Btw, asli Madiun masbro? emoticon-Shakehand2
Iya gan. Ane pernah kesini n ramah2 org2nya..

Ada hal lucu yg pernah ane alamin disini. Pas ane nawar becak, tkg becaknya buka harga 10rb. Ane tawar 7rb, trus dia bilang 5rb aja dh. Lah??

Trus kedua pas deal, tuh tukang becak ijin bentar buat angkut padinya.. Buset tukang becak punya sawah gede jg..

Malamnya pas jalan2 ane beli nasi goreng, eh tuh tkg becak jg yg dagang. Harganya 1,200.00. Dijakarta waktu itu 3rban. Thn 2002. N ane inget bgt lg asik2 tidur ditelpin org rumah krn bersamaan bom bali I meletus..

Kangen sm tempat ini. Hijau n keramahan penduduknya..
kalo sempat balik ke madiun lagi,
hari minggunya jangan lupa ke pasar DJOYO gan....
bakalan punya cerita lain lagi.....
emoticon-Shakehand2
asri dan kekeluargaan banget suasananya yah bro jadi pengen jalan2 neh
itulah madiun gan jgn lupa "MADIUN KOTA GADIS" noh tu buat jones-jones jantan, btw ane juga madiun... emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Madiun kota kampung ane gan, disana orangnya sopan sopan + ramah emoticon-Embarrassment
eh? rujak cingur asli Madiun?
setau ane asli Surabaya?
Quote:Original Posted By tokomapan
iya sih disana masih ijo mas

jadi kangen pecel ama peyeknya emoticon-Big Grin


maknyuss tenan yo masgan....pecel+peyek makanya dipinggir sawah yg teduh dan make pincuk emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By gorillamuda


maknyuss tenan yo masgan....pecel+peyek makanya dipinggir sawah yg teduh dan make pincuk emoticon-Matabelo


peyeknya yang enak itu peyek kacang bukan teri emoticon-Ngakak
ngomong - ngomong kalau di Madiun, dodol olahan yang paling terkenal itu apa ya?
Kaya dodol Mubarok gitu ada? emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By LookMa
ngomong - ngomong kalau di Madiun, dodol olahan yang paling terkenal itu apa ya?
Kaya dodol Mubarok gitu ada? emoticon-Bingung (S)


masih penasaran sama pertanyaan ini emoticon-Sorry
Quote:Original Posted By LookMa


masih penasaran sama pertanyaan ini emoticon-Sorry


itu namanya "Madu Mongso" gan dibuat dri ketan yg d fermentasikan.makin lama makin enak gan.ane juga asli madiun gan.madiun orangnya ramah ramah.asal jangan pas suroan aja datang ke madiun.klo pas suroan g ramah lagi