alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53df4d0f60e24b815e8b4653/kisah-nyata-pengorbanan-seorang-ibu-ketika-terjadi-bencana-gempa
kisah nyata pengorbanan seorang ibu ketika terjadi bencana gempa
Setelah gempa mereda, petugas mulai melakukan pencarian di rumah seorang wanita muda, mereka berhasil melihat jasad wanita itu dari celah-celah reruntuhan. Tetapi posisi wanita itu terlihat janggal, ia terlihat sedang berlutut seperti orang sedang menyembah, tubuhnya condong ke depan, dan kedua tangannya seperti melindungi sebuah benda.
Reruntuhan rumah telah menimpa tubuh bagian belakang dan kepala wanita itu. Sambil menghadapi banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mecapai tubuh wanita. Ia berharap bahwa wanita itu masih hidup. Namun, tubuh yang dingin dan kaku telah menunjukkan bahwa wanita itu telah meninggal. Seluruh tim penyelamat bersiap untuk meninggalkan rumah itu dan melanjutkan usaha penyelamatan ke reruntuhan selanjutnya. Tanpa alasan yang jelas, pemimpin tim merasakan suatu kekuatan yang menarik dirinya kembali ke reruntuhan rumah sang wanita muda.
Sekali lagi, ia berlutut dan memasukkan tangannya ke celah-celah sempit untuk mencari sesuatu di sekitar jasad wanita. Tiba-tiba, ia berteriak kegirangan, “Seorang anak! Ada seorang anak!

Seluruh tim bekerja sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan reruntuhan yang berada di sekitar jasad wanita itu. Dan benar, ternyata ada seorang anak laki-laki berusia 3 bulan yang dibalut dengan selimut bermotif bunga, tergeletak di bawah jasad sang ibu. Wanita itu telah melakukan pengorbanan yang luar biasa demi menyelamatkan anaknya.

Ketika rumahnya runtuh, ia menggunakan tubuhnya untuk melindungi sang anak. Sang anak sedang tertidur pulas ketika pemimpin tim penyelamat mengangkat dan mengeluarkan tubuhnya. Tim medis langsung bergegas memeriksa keadaan sang anak. Mereka membuka selimut yang membalut tubuh anak itu, lalu menemukan sebuah telepon genggam. Ada sebuah pesan tertulis di layar telepon genggam itu, “APABILA KAMU SELAMAT, KAMU HARUS INGAT BAHWA AKU SANGAT MENYAYANGIMU”. Ponsel ini kemudian berpindah dari satu tangan ke tangan lain, semua orang menangis ketika membaca pesan tersebut.“

Apabila kamu selamat, kamu harus ingat bahwa aku sangat menyayangimu”

Kasih yang luar biasa seorang ibu kepada anaknya!


kisah nyata pengorbanan seorang ibu ketika terjadi bencana gempa
kisah nyata pengorbanan seorang ibu ketika terjadi bencana gempa


jaring cendol

senyummalu
sedih gan bacanya emoticon-Sorry
semoga ibu tersebut tenang disana, demi melindungi buah hatinya emoticon-Berduka (S)
njir kirain ane pertamax emoticon-Marah


Quote:http://www.kaskus.co.id/thread/53df3...jinasi-kesitu/
*mewek emoticon-Frown
emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek
emoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek kaya apa rasanya ni anak kalo udah gede tar
ane jadi terharu
Quote:Original Posted By rio.okawa
ane jadi terharu


emoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek

Sungguh membuat hatiku terharu melihatnya emoticon-Sorry
Sayangi lah orang tua mu selagi mereka masih ada di dunia ini emoticon-Kiss