alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53df193a118b46860b8b463b/keilmuan-sedulur-papat-bisa-membantu-banyak-permasalahan-hidup
Keilmuan Sedulur Papat bisa membantu banyak permasalahan Hidup
Assalamu'alaikum
Salam Rahayu


Mohon ijin untuk bertukar pengalaman tentang Keilmuan Sedulur Papat yang bila di fahami dan dipelajari dengan baik dapat membantu banyak permasalahan hidup, Semoga sharing pengalaman ini bisa membantu rekan-rekan yang masih belum memahami dan mengerti mengenai keilmuan sedulur Papat.

Keilmuan Sedulur Papat tidak harus dipelajari dengan masuk suatu paguyupan keilmuan tertentu atau harus dengan pendamping seorang guru, yang terpenting adalah memahami dan meyakini keberadaan sedulur Papat itu sendiri sebelumnya.



Sedulur Papat Lima Pancer (SP-LP)


Pengetahuan tentang Sedulur Papat dan Pancer adalah pengetahuan gaib dimensi tinggi. Tidak banyak orang yang mampu melihat / bertemu dengan sedulur papatnya sendiri walaupun mereka sudah bisa melihat gaib , tidak mudah untuk kita sendiri bisa bertemu / melihat sedulur papat kita sendiri.

Banyak sekali tulisan tentang sedulur papat. Tetapi karena sifatnya adalah pengetahuan dari mulut ke mulut, yang penulisnya sendiri mungkin tidak mengetahui kebenaran dan kesejatian dari sedulur papat, maka tulisan-tulisan itu lebih banyak hanya bersifat konsep saja. Tetapi ada juga yang tulisannya bersifat pengkultusan, yang jauh sekali kebenarannya dari kesejatian sedulur papat yang sungguh-sungguh ada dan nyata ada.

Sejak jaman dulu masyarakat dan spiritualitas Jawa meyakini bahwa setiap manusia mempunyai saudara-saudara halus yang mendampinginya. Mereka tidak kelihatan oleh mata biasa. Mereka tergolong sebagai roh-roh halus. Saudara-saudara halus ini banyak yang menyebutnya dengan istilah Saudara Kembar, atau disebut juga Roh Sedulur Papat.

Dalam kehidupan sehari-harinya di masa sekarang pun masih banyak orang Jawa yang terbiasa melakukan suatu laku prihatin dan tirakat tertentu untuk menjaga kedekatan mereka dengan roh Sedulur Papat itu.

Hakekat dan sejatinya roh pancer dan sedulur papat adalah satu kesatuan roh / sukma manusia.

Manusia diciptakan / dilahirkan tidak sendirian. Roh Sedulur Papat adalah yang diberikan kepada manusia sebagai pendampingnya.

Roh Sedulur Papat mempunyai sebutan Kakang Kawah (paling tua), Adi Ari-ari (paling muda), Getih (darah), dan Pusar, sedangkan kita sendiri disebut Pancer.

Kita adalah Pancer (pusat), sedangkan sukma kita yang lain (sedulur papat) disebut sedulur pendamping kita. Artinya, para sedulur kita itu keberadaannya mengikuti kita sebagai Pancer. Para sedulur ini secara halus sosok dan wajahnya mirip dengan masing-masing orang yang bersangkutan.

Kepercayaan terhadap sedulur papat ini tatalaku dan ritualnya dimulai ketika seorang ibu melahirkan bayi. Selain atas kelahiran anaknya itu dilakukan syukuran / selametan, terhadap ari-ari si jabang bayi juga dilakukan suatu "perawatan".

Tatacara dan ritual untuk merawat dan menyimpan / memakamkan ari-ari anak, yang selain dibacakan doa-doa, biasanya juga diberikan sesaji kembang, diberikan lampu penerangan selama 7 atau 40 hari di tempat ari-ari dimakamkan, dan dijaga supaya tidak diganggu hewan dan tidak langsung terkena hujan.

Pada hari-hari berikutnya biasanya sang orang tua akan tekun memelihara sedulur papat anak-anaknya dengan menyajikan bubur merah putih atau jajan pasar pada hari weton masing-masing anaknya .

Setelah anak-anaknya dewasa, maka anak-anaknya itu sendiri yang memelihara sedulur papatnya sendiri dengan rajin berpuasa weton setiap hari wetonnya .

Dalam masyarakat Jawa masih ada kepercayaan dan tradisi yang dilestarikan untuk melakukan semacam ritual, puasa dan doa dan memberi sesaji untuk sedulur papat, seperti ritual / puasa wetonan, dengan sesaji bubur merah-putih, atau jajan pasar, mandi kembang, atau memberi kembang di makam ari-ari anak, dsb.

Tradisi ini baik sekali bila dilakukan, supaya sukma orang yang bersangkutan terpelihara, sehat secara kejiwaan, sehat tubuhnya tidak mudah sakit-sakitan, dan lancar dalam segala urusan hidupnya.

Kepercayaan dasar atas laku dan ritual di atas adalah pada adanya kepercayaan tentang roh sedulur papat yang selalu mendampingi seseorang sejak orang itu lahir. Karena itu orang jawa yang masih memelihara kepercayaan kejawen akan menghormati kepercayaan itu.


Karakteristik Roh Pancer dan Sedulur Papat


Sedulur papat kita itu mempunyai sebutan Kakang Kawah (paling tua), Adi Ari-ari (paling muda), Getih (darah), dan Pusar, sedangkan kita sendiri disebut Pancer.

Kita adalah Pancer, sedangkan sukma kita yang lain disebut sedulur pendamping kita. Artinya, para sedulur kita itu keberadaannya mengikuti kita sebagai Pancer. Pancer ini juga bersifat roh / sukma.

Pancer hadir di dalam kesadaran, perasaan dan pikiran kita.

Manusia terdiri dari 2 unsur pokok, yaitu tubuh biologis dan roh. Roh terbagi menjadi 2, yaitu roh Pancer dan roh Sedulur Papat. Roh Sedulur Papat mendampingi Pancer, karena ada ikatan kuat di antara mereka. Tetapi mereka tidak sungguh-sungguh menyatu, mereka terpisah (kecuali setelah si manusia meninggal, roh-roh itu menyatu menjadi arwah).

Dalam kehidupan sehari-hari, roh manusia ada di dalam tubuh biologisnya. Roh itu menentukan ada tidaknya energi kehidupan di dalam tubuh manusia, yang menentukan berfungsinya bagian-bagian tubuh manusia, organ-organ dan saraf, dan otak / pikiran manusia, menghidupkan saraf-saraf motorik sehingga manusia bisa berjalan, dsb. Roh menjadi penunjang kehidupan manusia.

Roh Pancer hadir secara biologis manusia. Berpikir dan berperasaan, berlogika, merencanakan kehidupan, merasa lapar, merasa sakit, ingin kaya, ingin hidup mulia, dsb, semuanya adalah aktivitas biologis manusia. Dalam hal ini Roh Pancer manusia hadir dan bertindak sebagai mahluk biologis.

Roh Pancer hadir di dalam kesadaran, hati dan pikiran, sehingga yang berperan dalam keseharian manusia adalah Roh Pancer, sedangkan Roh Sedulur Papat keberadaannya bersifat mendampingi dan membantu membentuk kebijaksanaan dan memberikan peringatan-peringatan (dalam bentuk ide dan ilham, bisikan hati / nurani dan mimpi).

Roh Pancer hadir di dalam kesadaran dan berpikir manusia, tetapi roh sedulur papat tidak menentukan jalan berpikir manusia. Roh sedulur papat tidak menyatu dengan pikiran manusia, tetapi hanya bersifat membantu membentuk kebijaksanaan dan memberikan peringatan-peringatan, dalam bentuk rasa dan firasat, gambaran-gambaran gaib, ide-ide dan ilham, yang mengalir di dalam pikiran manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita sok berlogika, atau tidak peduli situasi, mengesampingkan bisikan hati dan kebijaksanaan, atau lebih mengutamakan dogma dan doktrin, pemikiran sendiri, pendapat sendiri dan ke-Aku-an.

Itulah sebabnya kita tidak akrab dengan rasa dan firasat.


Seseorang yang dalam hidupnya dominan mengutamakan sikap berpikirnya atau sok berlogika, menonjolkan kepandaiannya, mengutamakan pendapat sendiri dan ke-Aku-an atau dogma / doktrin, atau tidak peduli situasi, dan mengesampingkan bisikan hati dan kebijaksanaan, maka dia lebih mengutamakan aspek biologisnya, aspek manusia keduniawiannya, sehingga tidak peka terhadap sesuatu yang bersifat roh, rasa dan firasat.

Tetapi seseorang yang selalu peka batin, memperhatikan rasa dan firasat, ia akan tajam nalurinya, dan mungkin juga mengerti tentang kegaiban alam, karena ia kental berhubungan dengan rohnya.

Roh kita sebagai Pancer, sebenarnya juga bersifat roh, sehingga juga dapat mengetahui hal-hal yang bersifat roh. Tetapi sehari-harinya roh Pancer ini terbelenggu dalam kehidupan biologis manusia, terbelenggu dalam sikap berpikir duniawi manusia, sehingga manusia tidak peka lagi dengan hal-hal yang bersifat roh, apalagi atas hal-hal yang bersifat ke-Allah-an.

Karena itu seringkali seseorang harus bisa membersihkan hati, pikiran dan batinnya, harus bisa melepaskan belenggu keduniawiannya, untuk bisa mendalami hal-hal yang bersifat roh dan keTuhanan.

Kepekaan atas hal-hal yang bersifat roh lebih banyak dialami ketika manusia masih kanak-kanak. Tetapi seiring berjalannya waktu dengan telah semakin aktifnya sikap berpikir duniawi manusia, kepekaan itu juga semakin lama semakin melemah.

Pemberitahuan / peringatan dari para Sedulur Papat ini bisa berupa suatu kejadian perlambang, penglihatan gaib, wangsit / bisikan gaib, mimpi, rasa, firasat, ide-ide dan ilham, dsb.

Diperlukan kepekaan rasa dan batin untuk dapat menangkap sinyal komunikasi dari para Sedulur Papat dan untuk mengetahui maksudnya.

Roh sedulur papat aktif hadir di dalam perenungan-perenungan dan pencarian ide dan ilham. Roh sedulur papat aktif memberikan ide-ide pemikiran, nasehat-nasehat dan ajaran yang bersifat keduniawian (berupa ide-ide dan ilham), yang mengarahkan seseorang menjadi memiliki kecerdasan batin di dalam perbuatan-perbuatannya, kaya dengan ide dan ilham, bisa menemukan jawaban-jawaban dari permasalahannya dan tidak akan menemukan jalan buntu dalam setiap permasalahan (feeling / intuisinya tajam).

Dalam hal ini para sedulur papat berperan sebagai pendamping kehidupan duniawi manusia.

Roh sedulur papat aktif hadir di dalam perenungan-perenungan kerohanian dan spiritual, memberikan ide-ide pemikiran, nasehat-nasehat dan ajaran yang bersifat kerohanian maupun spiritual, yang mengarahkan seseorang menjadi memiliki hikmat kebijaksanaan kesepuhan di dalam dirinya.

Sedulur papat berperan sebagai penasehat spiritual , yang pada tingkatan yang tinggi akan menjadi guru sejati , mengantarkan seseorang menjadi waskita, mengerti kebijaksanaan hidup dan mungkin juga weruh sak durunge winarah.

Bila kita akan menghadapi suatu kesulitan atau pun musibah, para sedulur papat ini akan memberikan peringatan sebelumnya (dalam bentuk bisikan hati nurani atau mimpi). Apapun yang dilakukan oleh si manusia (pancer), roh sedulur papat ini akan selalu memberikan peringatan, menjauhkan manusia dari kesulitan dan marabahaya.

Dan ketika si manusia melakukan atau akan melakukan suatu perbuatan yang tidak baik atau yang akan mengakibatkan kesulitan, roh sedulur papatnya akan memberinya peringatan yang mengarahkannya untuk selalu berbuat baik dan menjauhkan manusia dari perbuatan yang mengarah pada kesulitan atau musibah.

Dalam hal ini kebatinan jawa memandang keberadaan para roh sedulur papat itu sebagai teman seperjalanan kita sekaligus menjadi Pamomong (pembimbing), yang mengarahkan perilaku dan perbuatan si manusia supaya selalu baik dan tidak mengarah pada kesulitan atau musibah.

Sebaiknya kita semua mengenal dan mengakrabkan diri dengan para saudara kembar kita. Mereka itu selalu membantu kita, disadari ataupun tidak. Apalagi bila kita selalu berbuat baik dan berhati lurus.

Perlu diketahui bahwa para saudara halus tersebut merasa senang kalau kita mengetahui keberadaan mereka, terlebih kalau kita memperhatikan mereka. Kalau mereka merasa diperhatikan tentu mereka akan lebih dekat dan senang membantu.

Hubungan akrab dengan semua saudara halus bisa dilakukan dengan sering melakukan komunikasi dan memperhatikan rasa dan firasat, ide-ide dan ilham.

Seandainya kita tidak mempedulikan komunikasi mereka, apalagi kita menganggap cerita tentang saudara kembar ini hanya tahayul atau mitos saja, maka mereka juga akan merasa bahwa keberadaan mereka tidak diperhatikan dan tidak diperlukan, janganlah kesal kalau pada saat kita mendapatkan kesulitan, sial, nasib jelek, dsb, kita tidak mendapatkan peringatan atau tanda-tanda sebelumnya.

Pendampingan para roh sedulur papat ini bukan hanya ada dalam bidang keilmuan batin / spiritual, tetapi ada pada semua bidang kehidupan kita sehari-hari.

Kita sendiri juga dapat merasakan adanya ajaran-ajaran berupa ilham dan ide-ide yang mengalir di dalam pikiran kita dalam segala bidang kehidupan kita.

Orang di yang hidup di negara maju tidak mempunyai pemahaman tentang roh sedulur papat, tetapi mereka sudah mengimplementasikan kecerdasan batin mereka sebagai Guru Sejati dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Ketika masih dalam kondisi awam, roh para sedulur papat akan bersama-sama dengan kita dalam proses belajar (mereka juga ikut belajar).

Dalam tahapan ini dipahami mereka adalah kawan seperjalanan kita. Tetapi perkembangan belajar mereka jauh lebih cepat daripada kita, karena secara roh mereka bisa mengetahui hal-hal yang secara fisik tidak kita ketahui, dan memberitahukan pengetahuan mereka kepada kita dalam bentuk ide-ide dan ilham atau penglihatan gaib yang mengalir dalam pikiran kita.

Mereka mengerti seluk-beluk kehidupan kita, mereka akan aktif hadir di dalam perenungan-perenungan.

Roh kita sebagai Pancer, sebenarnya juga bersifat roh, sehingga juga dapat mengetahui hal-hal yang bersifat roh, tetapi secara duniawi roh Pancer ini terbelenggu dalam kehidupan biologis manusia, terbelenggu dalam sikap berpikir duniawi manusia, sehingga manusia tidak peka lagi dengan hal-hal yang bersifat roh, apalagi atas hal-hal yang bersifat ke-Allah-an, sehingga kemudian untuk menutupi kelemahannya itu banyak orang memunculkan dogma dan pengkultusan tentang hal-hal gaib dan Tuhan seolah-olah mereka benar tahu.

Karena itu seringkali seseorang harus bisa membersihkan hati, pikiran dan batinnya, harus bisa melepaskan belenggu keduniawiannya untuk bisa mendalami hal-hal yang bersifat roh dan keTuhanan. Jika tidak yang kemudian muncul adalah sifat-sifat ke-Aku-an, sok suci, sok beriman, sok tahu, sok benar, dan akan mudah sekali terpancing rasa sentimen dan ego keAkuannya.

Di dalam proses pencarian spiritual, roh sedulur papat dan roh para leluhur akan saling berinteraksi, menjadi Guru Sejati yang akan berperan mendatangkan / mengajarkan ilmu dan pengetahuan kepadanya.

Seseorang yang mempunyai garis keturunan orang ilmu akan lebih mudah mempelajari sesuatu ilmu dibanding orang lain yang tidak mempunyai garis keturunan orang ilmu.

Aspek penting Guru Sejati hadir di dalam keilmuan kebatinan dan spiritual dengan penekanan pada usaha untuk mengenali siapa saja yang menjadi guru sejatinya dalam proses keilmuannya, supaya seseorang bertekun kepada gurunya itu untuk mendapatkan bimbingan yang mendalam.

Ketika sudah tidak ada lagi suatu sosok yang dapat menjadi guru pembimbingnya, maka roh sedulur papatnya akan menjadi pembimbingnya yang utama, yang memberinya ide dan ilham, penglihatan gaib, dan jawaban dari berbagai pertanyaan, dan menuntunnya pada pengetahuan yang lebih tinggi.

Ini adalah salah satu aspek penting dalam dunia kebatinan jawa yang menekankan pengenalan pada roh sedulur papat, sehingga muncul konsep Sedulur Papat sebagai Guru Sejati, yang penekanannya adalah pada penyatuan interaksi antara seseorang (Pancer) dengan para roh sedulur papatnya.

Dalam proses belajar banyak pihak yang menjadi Guru Sejati kita, terutama adalah pihak-pihak yang nyata-nyata sudah mengajar kita, yang sudah menjadikan kita menguasai suatu ilmu atau pengetahuan. Konteks Sedulur Papat sebagai Guru Sejati kita muncul ketika tidak ada lagi pihak yang menuntun dan memberi kita ajaran, sehingga kita harus mempelajarinya sendiri.

Aspek roh sedulur papat menjadi penting karena mereka selalu ada pada kita, dan apapun kebaikan dan kekuatan yang dimiliki oleh sedulur papat kita itu, efeknya akan selalu berimbas kepada kita, menjadi kebaikan dan kekuatan kita juga, karena mereka adalah bagian dari diri kita sendiri. Kekuatan mereka dan keyakinan kita pada kebersamaan mereka, akan mewujudkan suatu kekuatan batin dan kegaiban tersendiri yang akan berguna dalam melandasi keberhasilan perbuatan-perbuatan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pengetahuan yang tidak diketahui secara fisik manusia akan dapat diketahui secara roh. Dan apa yang sudah dapat diketahui secara roh akan menunjang pengetahuan duniawi manusia.

Di bawah ini ada beberapa ajaran bila kita ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka, para roh Sedulur Papat, beberapa contoh cara dan doa (amalan) untuk komunikasi dan mendekatkan diri kepada mereka.

Contoh 1 (kejawen) : Marmarti Kakang Kawah Adi Ari-Ari …… (sebutkan nama anda) kadhangku kang lahir bareng sedino lan kadhangku kang lahir bareng sewengi
Sang rojo bardah ingsun
Ingsun arso …….. (sebutkan apa yang akan anda lakukan) Ewang-ewangono ingsun.

Contoh 2 (umum) : Saudara-saudara kembarku semua, bantulah saya dalam bekerja, sehingga pekerjaan saya lancar dan benar. Kalau ada kesalahan, tolong beritahu saya.

Contoh 3 (umum) : Saudara-saudara kembarku semua, bantulah saya. Niat saya pergi keluar kota. Bantulah saya supaya tidak ada kecelakaan, kejahatan atau gangguan apapun di jalan.

Contoh 4 (umum) : Saudara-saudara kembarku semua, bantulah saya. Anak saya sedang sakit. Bantulah saya, tunjukkan kepada saya di dalam mimpi, obat atau cara untuk menyembuhkan anak saya.

Tanpa laku apapun sedulur papat selalu mendekatkan diri kepada pancernya karena sedulur papat adalah bagian yang tak terpisahkan dari pancernya, karena roh sedulur papat merupakan salah satu unsur yang membentuk sukma manusia. Justru pancernya itu (kita sendiri) yang seringkali tidak peduli kepada sedulur papatnya.

Segala macam laku olah rasa dan kebatinan, amalan dan doa, dan laku prihatin, adalah upaya manusia untuk mendekatkan dirinya sendiri (pancer) kepada sedulur papatnya itu, upaya kita sendiri sebagai pancer untuk lebih perhatian kepada sedulur papat kita, untuk kita bisa lebih peka rasa / tanggap atas semua bentuk interaksi dan komunikasi dari sedulur papat, bukan sebaliknya, bukan untuk mendekatkan sedulur papat kepada pancernya, dan jangan dipaksakan untuk itu.

Begitu juga dalam hal peka rasa, harus kita sendiri sebagai pancer yang berusaha peka rasa, misalnya dengan latihan olah rasa. Sedulur papat sudah membantu dengan memberikan gambaran dan bisikan gaib supaya kita lebih ngeh dengan sesuatu yang gaib.

Jangan memaksakan pemikiran bahwa sedulur papat harus diaktifkan. Kita sendiri yang harus peka rasa untuk bisa merasakan aktifnya mereka kepada kita. Jangan menganggap sedulur papat kita tidak membantu kalau kita merasa tidak cukup peka rasa, karena harus kita sendiri yang berusaha peka rasa, mereka sudah membantu (itu juga kalau kita punya keinginan untuk peka rasa).

Biasanya cara sedulur papat berinteraksi / berkomunikasi dengan kita adalah dengan memberikan mimpi, atau rasa dan firasat tentang akan terjadinya sesuatu kejadian, atau berupa ide dan ilham yang mengalir dalam pikiran kita. Rasa dan firasat seringkali muncul berupa perlambang rasa.

Dalam dalam kehidupan modern ini, rasa dan firasat seringkali diabaikan. Namun bila seseorang memperhatikan rasa dan firasatnya, dia sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya.

Misalnya, seseorang yang akan bepergian ke luar kota, karena merasa tidak enak hati kemudian membatalkan keberangkatannya. Ternyata kemudian dia mendapat berita bahwa kendaraan yang seharusnya ditumpanginya, mengalami kecelakaan. Untunglah dia tidak jadi berangkat. Apakah ini kebetulan saja?

Seringkali rasa dan firasat ini dianggap tahayul dan klenik, karena itu kita harus bisa membedakan sesuatu rasa, apakah itu hanya rasa biasa saja ataukah rasa yang merupakan suatu pertanda tentang sesuatu kejadian yang akan terjadi. Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan mengada-ada, jangan melebih-lebihkan, jangan ber-ilusi.

Mengenai pengapesan, apes / sial, semua orang mengalaminya, bentuk kejadiannya saja yang tidak sama.

Sebaiknya kita peka rasa untuk bisa tanggap firasat, sehingga jika ada suatu kejadian yang tidak mengenakkan, kita sudah lebih dulu mendapatkan pemberitahuan / tanda sehingga kita bisa menghindarinya dan bisa mengambil suatu tindakan untuk meminimalisir resiko negatifnya.

Ada juga sisi manfaat lain jika kita peka rasa.


Sesuai kondisi jaman sekarang, olah rasa dan firasat dapat dilakukan dengan cara sederhana tanpa harus banyak mengorbankan waktu dan aktivitas.

Rahayu.

nice share emoticon-thumbsup
nubi ijin nyimak ya gan emoticon-Maaf Agan
nyemak anteng dulu
nunggu fr
permisi kang yodha

saya ingin bertanya

untuk tatacara puasa weton bagaimana ya?apa sama seperti puasa sunnah senin-kamis?emoticon-Malu (S)

misalkan ane lahir di senin legi, apakah setiap senin ane puasa nya, atau hanya saat senin yg legi saja?emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By sylar2009
permisi kang yodha

saya ingin bertanya

untuk tatacara puasa weton bagaimana ya?apa sama seperti puasa sunnah senin-kamis?emoticon-Malu (S)

misalkan ane lahir di senin legi, apakah setiap senin ane puasa nya, atau hanya saat senin yg legi saja?emoticon-Bingung (S)


Ada beberapa hitungan hari dalam puasa weton sbb :

1. Puasa weton sehari penuh.
Artinya puasanya dilakukan 1 hari Jawa (sehari semalam, 24 jam).

Puasa weton sehari ini adalah yang secara umum dilakukan orang dalam budaya Jawa. Misalnya hari kelahirannya adalah Senin Legi, maka puasanya dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Minggu pk.5 sore dan berakhir pada hari Senen Legi tersebut pk.5 sore.

2. Puasa weton 3 hari (hari weton diapit ditengah).

Artinya puasanya dilakukan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus, yaitu puasa pada hari wetonnya ditambah 1 hari sebelumnya dan 1 hari sesudahnya, sehingga total puasa menjadi 3 hari Jawa terus-menerus
(3 x 24 jam).
Puasa weton 3 hari biasanya dilakukan untuk harapan terkabulnya suatu keinginan khusus yang tidak terjadi setiap hari.

Misalnya kelahiran Rabu Kliwon, maka puasanya dilakukan selama 3 hari, yaitu Selasa, Rabu Kliwon dan Kamis terus-menerus tanpa putus.

Hari Selasa dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Senin pk.5 sore.
Hari Kamis berakhir pada pk. 5 sore hari. Jadi puasa weton Rabu Kliwon 3 hari itu dimulai pada hari Senin pk.5 sore dan berakhir pada hari Kamis pk.5 sore terus-menerus tanpa putus siang dan malam.

3. Puasa weton 3 hari selama 7 kali berturut-turut.
Artinya, puasanya dilakukan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus yang dilakukan selama 7 kali berturut-turut tanpa putus (selama 7 bulan berturut-turut). Jenis puasa ini biasanya dilakukan untuk harapan terkabulnya suatu keinginan khusus yang bukan sesuatu yang biasa terjadi sehari-hari dan waktu pencapaiannya agak panjang (pada masa depan), atau untuk keinginan terkabulnya suatu keinginan khusus yang berat, yang kadarnya tinggi, yang bagi seseorang sulit untuk dicapai dengan usaha yang normal (biasanya disertai nazar), sehingga diperlukan suatu laku tambahan demi terkabulnya keinginannya itu, yaitu puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahirannya dan dilakukan selama 7 kali (7 bulan) berturut-turut tanpa putus dan ditutup dengan suatu ritual dan sesaji penutup (tumpengan), selametan atau syukuran atas berhasilnya dirinya menunaikan hajat berpuasa itu.

Misalnya kelahiran Rabu Kliwon,
maka puasa weton Rabu Kliwon 3 hari itu dilakukan terus-menerus setiap bulan selama 7 bulan tanpa putus.

Sesuai ajaran kejawen, sebelum melaksanakan puasa berdoalah di luar rumah menghadap ke timur. Begitu juga pada malam hari selama berpuasa, berdoalah di luar rumah menghadap ke timur. Setelah selesai berpuasa berdoa juga mengucap syukur karena telah diberi kekuatan sehingga dapat menyelesaikan puasanya.

Puasa weton menjadi sempurna setelah pada penutupan puasa dilakukan pemberian sesaji untuk roh sedulur papat dan pancer sebagai berikut (salah satu) :

1. Paling baik, mandi kembang telon (kembang tujuh rupa / setaman lebih baik), yaitu mandi guyuran air kembang dari kepala basah semua sampai ke kaki.

2. Kedua terbaik, makanan jajan pasar 7 macam, dimakan sebagai makanan berbuka puasa.

3. Bubur merah putih, yaitu bubur tepung beras (bubur sumsum) yang diberi gula jawa cair, dimakan sebagai makanan berbuka puasa.

Puasa weton adalah salah satu sarana pemberian perhatian seseorang kepada roh sedulur papatnya dan menjadi sarana memperkuat kesatuan antara seseorang (pancer) dengan roh sedulur papat dan roh para leluhurnya.

Mandi kembang menjadi sarana pemberian perhatian kepada roh sedulur papat, "memandikan" / membersihkan roh pancer dan sedulur papat yang hasil akhirnya akan juga "membersihkan" orang itu sendiri dari aura-aura negatif tubuh dan sukmanya dan "membersihkan" hidupnya dari kesulitan-kesulitan yang berasal dari dirinya sendiri.

Kegaiban kesatuan seseorang dengan roh sedulur papatnya itu akan membantu membukakan jalan hidupnya dan membuat keinginan-keinginannya menjadi semakin mudah terwujud.

Bagi yang niat wetonan, tapi tidak sempat menjalankan puasanya, atau berhalangan, cukup melakukan mandi kembang saja, bisa pagi hari, siang, atau sore hari, tetapi bila mempunyai niat yang kuat dan mampu menjalankannya baiknya dengan puasa.
pembahasan menarik. sedari dlu saya penasaran keberadaan sedulur papat ini. tapi hnya sebagai selingan saja. benar tidaknya saya jadikan pengetahuan tambahan saja. bukan berarti saya tidak percaya.

ada beberapa cerita saya dulu. yng mirip indikasinya dengan sedulur papat yang Anda bahas, dari yng saya alami entah sama atau tidak menurut Anda.

1. Murid saya

dlu murid saya, saya ajari terawangan untuk mencari pencuri yng mencuri di rumah temannya. tapi maslaahnya justru sepulang dari rumah saya. dia diikuti genderuwo yng jaga rumah saya. dia saat itu telpon saya dan bilang kalau dia melihat genderuwo dari rumah saya dan risih, minta saya supaya diusir. lalu saya berdoa kepada Allah memohon agar genderuwo itu disingkirkan dari murid saya. nah, ternyata murid saya tidak lama telpon lagi katanya saya datang ke sana pakai baju putih. nah, saya kaget, kok bisa. tapi saya yakin itu bukan jin, krn wujud esensinya bukan sperti jin2 yang biasa saya temui. apakah benar demikian itu yng datang sedulur papat saya?

2. Cewek

dlu ketika saya belum menekuni benar supranatural, hanya sekdar lewat, dan iman saya pas turun. saya melihat dri saya sendiri berwarna merah kerjaannya menjahili cwek2, bahkan datang kemimpi mreka. besoknya pasti jadi masalah, krn cewek itu berpikir itu kerjaan saya. stelah saya marahi itu yang mirip saya, besoknya tidak mimpi lagi ceweknya. nah itu apa juga sedulur papat saya yang lain?

terima kasih TS. nice share emoticon-I Love Kaskus (S)
kalau tidak salah warna 4 sedulur itu merah, hijau, biru , kuning ya ?
kalau yg saya liat ke empatnya memakai jubah
wah manteb share nya mbah Yodha..
emoticon-Smilie emoticon-thumbsup

izin nanya mbahe, untuk puasa apit weton itu apakah dalam 3 hari tersebut tidak makan dan minum sama sekali atau diperbolehkan makan namun jenis tertentu?

terima kasih sebelumnya..
salim sungkem dr newbie..
emoticon-Salaman
Quote:Original Posted By AhmadKarebet
pembahasan menarik. sedari dlu saya penasaran keberadaan sedulur papat ini. tapi hnya sebagai selingan saja. benar tidaknya saya jadikan pengetahuan tambahan saja. bukan berarti saya tidak percaya.

ada beberapa cerita saya dulu. yng mirip indikasinya dengan sedulur papat yang Anda bahas, dari yng saya alami entah sama atau tidak menurut Anda.

1. Murid saya

dlu murid saya, saya ajari terawangan untuk mencari pencuri yng mencuri di rumah temannya. tapi maslaahnya justru sepulang dari rumah saya. dia diikuti genderuwo yng jaga rumah saya. dia saat itu telpon saya dan bilang kalau dia melihat genderuwo dari rumah saya dan risih, minta saya supaya diusir. lalu saya berdoa kepada Allah memohon agar genderuwo itu disingkirkan dari murid saya. nah, ternyata murid saya tidak lama telpon lagi katanya saya datang ke sana pakai baju putih. nah, saya kaget, kok bisa. tapi saya yakin itu bukan jin, krn wujud esensinya bukan sperti jin2 yang biasa saya temui. apakah benar demikian itu yng datang sedulur papat saya?

2. Cewek

dlu ketika saya belum menekuni benar supranatural, hanya sekdar lewat, dan iman saya pas turun. saya melihat dri saya sendiri berwarna merah kerjaannya menjahili cwek2, bahkan datang kemimpi mreka. besoknya pasti jadi masalah, krn cewek itu berpikir itu kerjaan saya. stelah saya marahi itu yang mirip saya, besoknya tidak mimpi lagi ceweknya. nah itu apa juga sedulur papat saya yang lain?

terima kasih TS. nice share emoticon-I Love Kaskus (S)


Mas Ahmad, sangat sulit meng-identifikasi sosok dari sedulur papat itu sendiri, jadi saya tidak berani memastikan apakah pengalaman Mas berhubungan dengan sedulur papat atau bukan.

Sebagai pencipta alam semesta, Allah juga menciptakan para pendamping manusia seperti sedulur papat, khodam, jin, dll untuk membantu manusia yang sekiranya mempunyai azas kepantasan untuk dibantu.

Allah punya kuasa penuh untuk memerintahkan siapa pendamping manusia yang di tugaskan membantu manusia itu, kadang para leluhur manusia itu sendiri juga sering ditugaskan membantu anak turunannya bila sedang membutuhkan pertolongan.

Semakin kekuatan sukma dan batin seseorang meningkat yang tentunya saja dilewati dengan laku prihatin dan tirakat, tentu semakin banyak "pendamping2" manusia itu untuk menjaga dan melindungi.

Kadang tanpa diperintahpun "pendamping2" tsb langsung "bekerja", tentu saja kembali kepada azas kepantasan dari manusia itu sendiri.
Quote:Original Posted By sakti.tanpailmu
kalau tidak salah warna 4 sedulur itu merah, hijau, biru , kuning ya ?
kalau yg saya liat ke empatnya memakai jubah


pancernya warna apa ? emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By sakti.tanpailmu
kalau tidak salah warna 4 sedulur itu merah, hijau, biru , kuning ya ?
kalau yg saya liat ke empatnya memakai jubah


Ini yang menarik,

warna dari sedulur papat itu ada yang berbeda menurut mata batin masing2,

apa yang saya lihat putih,kuning,merah dan hitam,

tetapi hal itu tidak perlu di persoalkan karena warna ghaib SP tidak harus diidentifikasi secara absolut.
Quote:Original Posted By TheJapemethe
wah manteb share nya mbah Yodha..
emoticon-Smilie emoticon-thumbsup

izin nanya mbahe, untuk puasa apit weton itu apakah dalam 3 hari tersebut tidak makan dan minum sama sekali atau diperbolehkan makan namun jenis tertentu?

terima kasih sebelumnya..
salim sungkem dr newbie..
emoticon-Salaman


sebaiknya ngebleng selama 3 hari 3 malam itu (tidak makan dan tidak minum apapun)
Quote:Original Posted By yodhayasa


sebaiknya ngebleng selama 3 hari 3 malam itu (tidak makan dan tidak minum apapun)


waduh.. emoticon-Mewek
berat bnr ya.. emoticon-Frown

misalnya gak ngebleng namun dijalankan seperti puasa ramadhan bisa gk mbahe? (ada sahur & buka)
atau misal diganti mutih gtu..
Quote:Original Posted By TheJapemethe


waduh.. emoticon-Mewek
berat bnr ya.. emoticon-Frown

misalnya gak ngebleng namun dijalankan seperti puasa ramadhan bisa gk mbahe? (ada sahur & buka)
atau misal diganti mutih gtu..


Laku puasa berdasarkan tradisi jawa tersebut akan berbeda dengan laku yang dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan laku tertentu dalam rangka memenuhi kewajiban keagamaan atau yang sedang ngelmu gaib (yang sedang menuntut ilmu gaib / khodam dan kesaktian) atau yang sedang ngalap berkah.

Laku puasa ngebleng ini adalah berdasarkan tradisi budaya kebatinan jawa. Jangan dilakukan bersamaan dengan kewajiban puasa agama, dan jangan dicampurkan dengan tatacara dan doa-doa keagamaan, supaya sugestinya tidak berubah dan tidak memunculkan pertentangan di dalam agama. Jangan sampai karena itu kemudian anda dikatakan sesat / murtad / kafir.
Quote:Original Posted By yodhayasa


Laku puasa berdasarkan tradisi jawa tersebut akan berbeda dengan laku yang dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan laku tertentu dalam rangka memenuhi kewajiban keagamaan atau yang sedang ngelmu gaib (yang sedang menuntut ilmu gaib / khodam dan kesaktian) atau yang sedang ngalap berkah.

Laku puasa ngebleng ini adalah berdasarkan tradisi budaya kebatinan jawa. Jangan dilakukan bersamaan dengan kewajiban puasa agama, dan jangan dicampurkan dengan tatacara dan doa-doa keagamaan, supaya sugestinya tidak berubah dan tidak memunculkan pertentangan di dalam agama. Jangan sampai karena itu kemudian anda dikatakan sesat / murtad / kafir.


Sedapp
Setuju om
panjang banget,
bookmark dulu mo ronda dulu. emoticon-army:
nubi ijin nyimak ya puh yodha emoticon-linux2
nubi ijin nyimak ya puh yodha emoticon-linux2
Quote:Original Posted By TheJapemethe


waduh.. emoticon-Mewek
berat bnr ya.. emoticon-Frown

misalnya gak ngebleng namun dijalankan seperti puasa ramadhan bisa gk mbahe? (ada sahur & buka)
atau misal diganti mutih gtu..


Gak bisa mbah, minimal 3 hari 3 malam ngebleng.. Biar greget 7 hari sekalian mbah..
Biar enteng nanti meditasinya klo mau ngeluarin sejatinya.. Wuss gremet gremet.. emoticon-Ngakak (S)
wuidih... topik yg menarik. ijin nyimak dulu puh, panjang bahasannya emoticon-Matabelo

#pejwan abis