alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53c87d15620881fa158b45d1/rayakan-hut-ke-46-bpjs-kesehatan-gandeng-dompet-dhuafa
Rayakan HUT ke-46, BPJS Kesehatan Gandeng Dompet Dhuafa
Jakarta: Dalam rangka memperingati HUT ke-46, BPJS Kesehatan menyelenggarakan acara sarasehan dan buka puasa bersama. Adapun acara tersebut dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Pusat Pendidikan dan Pelatihan BPJS Kesehatan Cisarua, Bogor, Selasa (15/7), serta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/7).

Dalam pidatonya Selasa lalu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyatakan puas atas tercapainya kesempurnaan target kinerja dalam Annual Management Contract antara jajaran manajemen PT. Askes (Persero) dengan Kementerian BUMN. Pihaknya berhasil meraih angka 101,70% yang mana lebih tinggi dari target yang ditetapkan Kementerian BUMN waktu itu.

“Alhamdulillah, nilai kepuasan pelanggan yang ditargetkan naik sebesar 3,64 poin, kita lampaui menjadi 4,88 poin. Tingkat Kesehatan Perusahaan tercapai sesuai target dan menggolongkan institusi ini dalam Kategori Sehat A. Tingkat kesiapan transformasi dari PT. Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan sesuai pasal 58, UU No 24 Tahun 2011, juga mencapai 100%. Tak hanya itu, kita juga mencapai tingkatan Emerging Industry Leader, yaitu kelompok industri yang dinilai pada level teratas dari kategori industri di lingkungan Kementerian BUMN, dengan skor sebesar 583,25. Tidak banyak BUMN yang bisa mencapai level ini,” tutur Fachmi.

Ia menambahkan, PT. Askes (Persero) juga menutup laporan keuangan per 31 Desember 2013 dengan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen. Kemudian 7 Juli 2014 lalu, BPJS Kesehatan mendapat penilaian audit tertinggi, yaitu Wajar Tanpa Modifikasi (WTM), atas laporan posisi keuangan pembukaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Dana Jaminan Sosial per 1 Januari 2014.

Sebagai upaya peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Dompet Dhuafa untuk menjaminan kesehatan masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Premi masyarakat miskin dan tidak mampu yang belum masuk PBI APBN atau APBD (Jamkesda) akan ditanggung oleh lembaga zakat. Lembaga zakat ini juga akan memvalidasi kembali calon-calon peserta mana saja yang benar-benar berhak ditanggung oleh dana zakat,” jelas Fachmi, usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Jaminan Kesehatan Kaum Dhuafa Non PBI dengan Dompet Dhuafa di Hotel Bidakara, Kamis (17/5). Acara tersebut dihadiri pula oleh Menkokesra dan Dewan Pembina Dompet Dhuafa.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan juga telah menggandeng Lembaga Amil Zakat yang dipelopori oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk menanggung jaminan kesehatan masyarakat miskin dan tidak mampu yang belum masuk ke dalam program JKN.

Ada dua mekanisme pembiayaan kelompok masyarakat tersebut. Pertama, lembaga zakat akan membiayai langsung peserta tersebut. Kedua, lembaga zakat akan mencarikan pemberi zakat (muzaki) kepada peserta yang belum terdaftar sebagai PBI. Adapun premi yang dibayar adalah minimal Rp 25.500,- atau setara dengan premi kelas III peserta mandiri (Peserta Bukan Penerima Upah).

Melalui kerjasama dengan berbagai lembaga zakat di Indonesia, Fachmi berharap, penyaluran zakat yang dikumpulkan dapat dipergunakan secara tepat guna dan tepat sasaran untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan tidak mampu.