alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53c55e7c582b2e86128b4662/mengapa-air-hujan-tidak-asin
mengapa air hujan tidak asin?
Quran & Sains : Mengapa Air Hujan Tidak Asin ?

~Sesungguhnya disekeliling kita bahkan didalam raga kita sendiri, terdapat banyak sekali ayat-ayat kauniyah Allah Azza Wajalla bagi orang-orang yang mau berfikir. Salah satu ayat kauniyah-Nya adalah air hujan. Pernahkah kita berhenti dan merenung sejenak dikala hujan turun, lalu merasakan butir-butir air yang diturunkan Allah dari langit. Apa yang dirasakan oleh indra perasa kita yakni lidah ? Apakah air itu air yang berasa asin ? Ataukah air yang berasa tawar ? Pastilah kita akan mendapatkan air hujan yang berasa tawar. Semenjak kita bersekolah dijenjang sekolah dasar dahulu, kita mengetahui bahwa siklus air dimulai dari penguapan air. Air di comberan, air dilumpur, air yang berasal dari pori pori tumbuhan, air tanah, air danau, air laut, keringat tubuh dan darimana saja air yang terpapar oleh panas teriknya mentari, menguap dan mengumpul diawan yang disebut dengan kumulonimbus, yang bahkan menampung uap air hingga 300.000 ton. Proses fisika pun terjadi, awan terbawa oleh angin kedaerah tertentu, menjadi berat dan turunlah hujan. Penelitian menunjukkan 97% uap air tersebut berasal dari air laut yang asin. Tetapi pernahkah sekali waktu kita merasakan air hujan berasa asin ? Air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar disebabkan oleh hukum fisika yang telah ditetapkan Allah Subhaanahu Wata’aala. Berdasarkan ketentuan Allah Ta’aala inilah, darimanapun sumber air hujan, namun yang turun tetap dalam keadaan tawar, meskipun berasal dari air laut yang asin, air danau yang mengandung banyak mineral, atau uap air yang berasal dari lumpur dan keringat, yang namanya air hujan akan tetap turun dalam keadaan tawar.
Betapa kasih sayangnya Allah Ta’aala kepada manusia dan makhluk hidup, karena tanpa adanya air tawar, semua makhluk hidup dipermukaan bumi tidak akan pernah mampu untuk hidup. Lalu pertanyaannya, apakah hukum fisika ini terjadi begitu saja ? Sekali-kali tidak, karena itu semua adalah ketentuan dan kehendak Allah Ta’aala yang telah tercantum nyata didalam Al-Quran, sebelum tersedianya peralatan riset yang komplit untuk menyelidiki air hujan itu sendiri. Allah Ta’aala telah berfirman :

Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah kami yang menurunkan ? Kalau Kami kehendaki, niscaya kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur ? (QS. Al-Waqi’ah:68-70)


Subhaanallah. Bahkan dijelaskan dengan seksama, bahwa air tersebut diturunkan dari awan, karena memang secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa air tersebut berkumpul diawan, hingga awan menjadi berat untuk kemudian diturunkan. Bahkan disebutkan “Kalau Kami kehendaki, niscaya kami jadikan dia asin”. Apakah pada saat itu sudah ada teknologi dan ilmu pengetahuan atau penelitian yang bisa membuktikan bahwa 97% uap air hujan itu berasal dari laut yang asin ? Sekali-kali tidak, karena Alquran diturunkan 14 abad yang lalu. Tetapi Al-Quran sudah menjelaskan dengan rinci. Inilah salah satu bukti bahwa Al-Quran berisi kebenaran termasuk Sains yang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini.
Ayat-ayat kauniyah ini dibentangkan Allah Ta’aala diseluruh alam semesta ini, agar senantiasa menjadi bahan renungan bagi umat manusia, akan sempurnanya penciptaan alam semesta, akan kasih dan sayangnya Allah Ta’aala kepada manusia. Semoga kita termasuk kedalam golongan hamba-hamba-Nya yang diberi petunjuk, bersyukur dan senantiasa menggunakan akal dan fikiran kita untuk memikirkan ayat-ayat kauniyah Allah Ta’aala ini. Amiin. Semoga bermanfaat.