alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Petrichor, A Lovely Story After Rain
4.94 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53bad29731e2e603318b460c/petrichor-a-lovely-story-after-rain

Petrichor, A Lovely Story After Rain

Malam gan, ane udah lama mau bikin cerita disini, cuma ga kesampean terus, baru sekarang niatnya kesampean.

Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.

Okay, i think i can start this now?

INDEX thanks to agan vanjipeng emoticon-Shakehand2

Spoiler for index:
Diubah oleh bekassr
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 15

Part 1

Pekanbaru, 2005

*kriiiing....kriiiiing*

Pelan-pelan mataku terbuka, kucari-cari handphone yang berdering yang telah membangunkan ku. Jam 7 lewat 45.

Sialan! Terlambat!

Tanpa ada waktu untuk mengumpulkan nyawa, aku bangkit dari tempat tidur dan mengambil handuk yang menyangkut di belakang pintu kamarku.

"Ma kok gak dibangunin sih, ini kan hari pertama di sekolah baru, aduh hari pertama udah berkasus aja awak"

"Abang udah kelas 2 SMA harusnya udah bisa bangun sendiri, udah harus punya tanggung jawab dong! Gak mungkin nanti sampai punya istri mama terus bangunin abang"

"Oalaaah tapi gak hari ini juga ngasih tanggung jawabnya..." sahutku

Tak mau berpanjang lebar lagi segera aku mandi dan bergegas berpakaian.

Hari baru udah ada aja masalah nih, omelku dalam hati.

Aku baru pindah ke kota ini, setelah beberapa tahun di Palembang, ayahku dimutasi kerja ke Pekanbaru. Yah resiko jadi anak pegawai yang harus mengekor kemana orang tuannya pergi.

Sebenarnya Pekanbaru bukan tempat yang benar benar baru kutinggali, dari lahir sampai umur 6 tahun aku tinggal di Pekanbaru.

A"khirnya, sampai juga" helaku saat ku parkirkan motor ku di parkiran.

"Oke, kantor kesiswaan, dan kita mulai cerita disekolah ini" kataku pada diri sendiri

Setelah bertemu dengan waka kesiswaan, aku akan diantar kekelas dan memulai pelajaran.

"Kamu disini dulu ya nak, ibu liat dulu dimana ada kelas yang masih muat"

"Iya bu" sahutku

Setelah menunggu, akhirnya ibuk itu kembali

"Ayuk kamu masuk kekelas barumu"

Aku pun mengikuti langkah ibu itu, berhenti didepan kelas dilantai 2 paling ujung.

"Hmm, 11 IPS 2, lumayan kelasnya" batinku

Saat itu pelajaran Bahasa Indonesia, aku masuk ditemani ibu waka kesiswaan

"Semuanya, ada teman baru kalian, silahkan berkenalan, ibu tinggal dulu ya"

"Ayuk kenalkan diri kamu" kata ibu guru yang sedang mengajar Bahasa Indonesia itu

Aku berusaha mengumpulkan ke pd an

"Nama saya Rian, saya pindahan dari Palembang, salam kenal semua"

"Halooo Riaaan, salam kenaaal" sahut mereka berbarengan

"Nah Rian, silahkan duduk, itu dibelakang, gak apa apa kan duduk dibelakang?" kata ibu itu sambil menunjuk kursi paling belakang

"Iya gapapa buk" aku pun meletakkan tas dan berjalan ke kursi yang sudah diperuntukkan untuk ku

"Geng, kenalan dulu, aku Dika" anak laki laki yang duduk di sebelah kiri ku mengulurkan tangannya, kuraih tangannya dan tersenyum.

Pelajaran dimulai, aku ingat pelajaran pertamaku disitu membahas tentang puisi.

30 menit berlalu, tiba-tiba seorang gadis dengan rambut dikepang dua masuk dengan tergopoh gopoh dan nafas tersengal.

"Buk maaf buk saya telat, saya terlambat bangun!" katanya

"Alasan aja kamu Putri, udah 3 kali loh kamu terlambat di pelajaran saya, yang keempat kali kamu belajar sendiri diluar"

"Maaf buk namanya mimpi indah" jawabnya sambil menyalam ibu itu, dan berjalan kearahku, ternyata bangku nya ada disebelah kananku

"Eh ada anak baru" katanya sambil tersenyum kepadaku. Senyum paling manis yang pernah aku lihat

"Dia disenyumin aku kok enggak?" timpal Dika

"Bodok" sahutnya

Dia duduk dan menjulurkan tangannya padaku

"Putri" katanya sambil menjulurkan tangan, lagi, senyumnya mengembang dengan manis nya

Kusambut tangannya, alamak lembut nian! "R-r-rian" kataku sambil tergagap

"Salam kenal ya Rian!" katanya sambil memposisikan kepalanya diatas tas diatas mejanya.

"Hoaaam... Aku lanjut mimpi dulu ya, bilangin kalau ibuk tu datang" katanya

"Eh i-i-iya" kataku sambil tergagap.

"Bakalan betah ni kalau tetangga mejanya kaya bidadari" kataku dalam hati
Diubah oleh bekassr

Part 2

Hari pertama disekolahku pun berlalu.

Hari kedua, aku berangkat kesekolah lebih awal, jam 6 lewat 30 aku sudah tiba disekolah, sepi.

Nampaknya baru aku sendiri yang ada disekolah ini, kataku sambi berjalan kekelasku.

Ternyata salah, Putri, perempuan manis itu, ternyata sudah datang lebih awal, tapi dia tertidur di mejanya

"Walah ini anak kerjanya begadang terus ya, tidur terus dikelas" pikirku

Akupun meletakkan tas ku dimeja, dan duduk sambil memakan roti yang aku beli sebagai sarapan.

"Hmmmph..."

Aku liat Putri terbangun sambil mengulet. Melihatku, dia agak sedikit terkejut.

"Pagiii" katanya, ah... lagi lagi senyum semanis gula gula kapas itu mengembang, walaupun matanya sedikit menyipit karena dia baru bangun tidur

"Eh, pagi" kataku dengan senyum keki

"Makan?" Kataku sambil menawarkan roti ditanganku

"Ah, cocok, aku belum sarapan nih hehe" dengan tiba-tiba digigitnya roti yang ada ditanganku.

"Waduh, padahal niatnya cuma basa-basi beneran dimakan" batinku

"Makasih yaaaa" katanya, ah... suaranya begitu menggemaskan, seperti suara karakter wanita anime jepang

"Sama sama.. Hehe" kataku, grogi sekali aku saat itu

"Uhuuk uhuuk" dia terbatuk

"Emhhh kesedak nih, ada minum nggak?" katanya

"Eh gak ada.. Bentar ya aku beliin di kantin dulu" kataku

Akupun pergi kebawah membelikannya minum, lalu kuberikan padanga setelah sampai dikelas

"Pelan-pelan makanya hahaha" kataku sambil melihatnya meneguk air mineral yang kuberi

"Hehe habisnya gasempat sarapan tadi, takut terlambat lagi" katanya sambil tertawa

Kamipun berbincang sampai orang orang datang, dan pelajaran dimulai

"Aish, matematika pula.." gerutunya, sambil mengambil ancang ancang untuk tidur lagi di atas tasnya

"Jagain lagi ya!" katanya

"Siaaap" jawabku

Pelajaran berlangsung, selama 15 menit guru yang mengajar sibuk menjelaskan pelajaran, setelah selesai, beliau mengabsen kami.

Sampai pada nama Putri, aku menyenggol nyenggol badannya

"Haah?" katanya padaku

"Absen tuh"sahutku

"Hadir buk" katanya sambil lalu

"Putri, tidur terus, udah sering terlambat, kerjanya tidur terus, ayo angkat kepala kamu" omel ibu itu

"Mmmh iya buuk" katanya sambil malas

"Nilai kamu ada yang belum tuntas ini, ayo kerjakan soal ini halaman sekian, besok dikumpul!"

"Haaah? Besok? Buk besok ada pr juga Bahasa Indonesia, minggu depan ya buk?" katanya memelas

"Gak ada minggu depan minggu depan, besok pagi udah ibu tunggu dimeja ibuk ya!"

"Yaaah buuk, tapi kan..."

"Mau kamu gak ibuk isi nilai kamu?"

"Iya buk iyaa"katanya

"Hmmh, nenek lampir" dia menoleh kepadaku sambil memanyunkan bibirnya

"Eh tugas Bahasa bikin puisi kan? Mau dibantu gak?" kataku. {Info aja nih, waktu SMA ane rajin banget bikin puisi hehe}

"Seriusss? Yee makasih yaa!" katanya, ah.. senyumnya, seribu puisi pun akan aku karang demi senyum itu.

Pelajaran terakhir selesai, sial, hujan.

Aku melamun diatas motorku sambil menunggu hujan reda, setelah reda, aku pun bersiap untuk pulang. Tapi aku memberhentikan motor ku didekat pagar.

Sekolah sepi, hujan masih turun, walau hanya gerimis, tapi didekat pagar itu, aku mendengar ada yang memanggilku.

"Rian! Hati-hati ya! Pr aku jangan lupa yaa!" Putri? Iya Putri! Basah kuyup kulihat dia, sambil tertawa tawa.

"Haduuh udah besar masih aja main hujan!" ledekku

"Biarin! Seru tau!" Katanya sambil berputar putar gasing

"Aku duluan ya!" kataku pamitan sambil geleng geleng kepala.

Sampai dirumah, akupun menuliskan dua puisi, satu untukku dan satu untuknya, "Wah kesempatan nih, sekalian pdkt aku tulisin aja puisi tentang dia" pikirku
wehh ada cerita baru euy.. keknya seru nih, emoticon-shakehand ijin gelar tiker yo gan emoticon-Big Grin
Quote:

Monggo gan, pembaca pertama nih hehe. Pantengin terus yo gan
Keknya seru nih, Apalagi tokoh yg nmanya putri emoticon-Genit urak2an deh kyaknya sifatnya dan kagak jaim... tpi biasanya di balik semua sifatnya yg seperti itu keknya ada sesuatu jga di belakangnya.... (sotoy lu emoticon-Hammer)
bakal jdi putrilover dah ane kyaknya emoticon-Malu (S)

ehh lupa, ijin nongkrong dimari ya gan dan jngan sungkan2 ngeupdatenya agap aje ini trit sendiri emoticon-Hammer

Part 3

Puisi pertamaku untuk Putri, yah, kenangan indah bakal selalu berbekas di otak hehe.

Spoiler for :
Diubah oleh bekassr
Quote:


Hehe putrinya udah ada fans aja nih wehehe, pantengin terus ya gan!
bikin warteg di mari gan. biar buka pada dateng tempat ane .
di lanjut ok
#antikentangberlebihan

Part 4

"Sialan! Terlambat!" umpatku saat melihat jam menunjukkan pukul jam 7 lewat 15

Lagi lagi si mama gak bangunin, aduh. Secepat kilat aku mandi dan segera berangkat. Kugas penuh motorku seperti orang kesetanan. Jam 7 lewat 45.. Terlambat pertama kali, pikirku.

Dengan berlari aku masuk kekelas, sudah kusiapkan seribu alasan kalau kalau guruku menanyakan.

Sampai dikelas, kulihat Putri sedang berdiri di dekat papan tulis. Dia mendelik saat melihatku datang.

"Maaf bu, ban motor saya bocor jadi saya tambal dulu" alasanku pada guru

"Oh iya, lain kali kalau ada apa apa telpon wali kelaa kamu ya, biar gak ditulis keterangan terlambat"

"Iya bu maaf ya bu"

"Ya sudah, kamu sudah selesaikan tugas puisi yang ibu suruh? Kalau belum sini gabung sama Putri didepan"

Haduh! Baru aku ingat, tugas puisinya ada padaku! Ah aku jadi merasa bersalah padanya

"Bawa bu, ini" kataku seraya mengumpulkan tugasku

Kulirik Putri, dia memberi kode menanyakan dimana gerangan tugasnya, mimik mukanya menggemaskan saat dia lucu, aku mengulum senyum sambil memberi kode: tenang, semua aman kalau ada aku

Kuselipkan tugasnya didalam tasnya, saat kuberi aba-aba pada Putri, dia mulai beraksi

"Ah iya buk! Saya lupa! Ternyata tugas saya nyelip di buku Matematika, saya cek ya buk!"

"Alasan kamu, yaudah coba kamu lihat, awas kalau gak ada ya"

Dia pun mengambil tugas yang aku selipkan di tasnya

"Tuh kan buk! Saya ga bohong, nih tugasnya" katanya

"Lain kali hati hati meletakkan barang, untung kamu gak saya suruh berdiri di lapangan kan"

Hari itu, aku merasa seperti pahlawan didepan Putri, tapi sayang, puisi pdkt itu tidak sempat terbaca olehnya.

Part 5

"Untung terlambatnya gak sampai istirahat kan, bisa patah kaki aku kalau berdiri 3 jam, ngomong ngomong makasih tugasnya ya, walaupun terlambat, huu" ucap Putri padaku saat pelajaran usai

"Hehehe ya maaf, tadi malam susah tidur" alasanku

"Yah susah tidur juga? Sama dong, aku tiap malem gabisa tidur" katanya

Ternyata alasan dia selalu tertidur di kelas karena dia susah tidur malam

"Wah, senasib yak hahaha" kataku, ah, andai saja semua perempuan se easy going Putri, tidak akan ada jomblo didunia hehehe.

"Eh aku traktir makan mau gak? Itung itung bayar jasa bikinin pr, yuk!" katanya

"Ah, engga deh Put, gasuka aku jajanan disini, gak cocok sama lidah"

"Yaaah yaaah, padahal mau balas jasa, yaudah pulang sekolah makan yuk? Lagi kepengen pempek nih, Rian juga apa ga rindu makan pempek?" tawarnya. Kesempatan emas ini gak akan aku buang percuma! Pikirku

"Nah cocok! Tau aja lagi rindu pempek. Boleh boleh, tapi aku ganti baju dulu ya nanti, aku jemput dirumah atau gimana?"

"Ah gausah dirumah, cari rumah aku susah, aku tungguin di sekolah aja deh, aku ga ganti baju, pakai cardigan aja hehe"

"Okeh, pulang sekolah ya!"

Sepulang sekolah aku segera pulang, tanpa buang waktu aku ganti pakaian dan cuci muka agar tampak segar, well, kencan pertama di kota baru, pikirku.

Setelah aku jemput Putri disekolah, kami pun makan pempek di mall di kawasan sudirman, lumayan lah, hampir mendekati rasa pempek langgananku di Palembang.

Sambil makan, kami mengobrol banyak, dan dari situ aku tau kalau Putri juga bukan orang lama di Pekanbaru. Dia baru pindah dari Jakarta 3 tahun lalu, saat ayahnya meninggal dan dia harus tinggal dengan neneknya di Pekanbaru.

Ibunya masih menetap di Jakarta bersama dua adiknya. Aku salut padanya yang selalu tampak tanpa beban.

Setelah selesai makan, Putri mengajakku main di tempat bermain yang ada di dalam mall. Setelah puas, dia mengajakku berkeliling.

Dia berhenti di depan salah satu etalase toko sepatu, sambil melihat sebuah heels merah. Aku pun ikut melihat juga, setelah melihat harganya, aku terkejut, yah nampaknya kantong anak sekolahan tidak akan mampu membelinya hahaha.

Setelah bosan jalan jalan, dia memintaku menemaninya mencari taksi. Aku menawarkannya untuk mengantar pulang tapi dia menolak dengan halus dan beralasan bahwa dia ada urusan sebelum pulang. Yah, terpaksa jalan jalan yang aku anggap kencan ini usai sampai disini

"Eh gak nanyain nomer handphone nih? Jahat ih nanti kalau akunya diapa-apain tukang taksinya gimana? Nanti dituduh telah bekerja sama dengan tukang taksinya nyulik aku, mau?" cerocosnya

"Hah?" dengan gelagapan aku pun mengambil hp dan mencatat nomor hp nya, aku misscall, dan dia pun menyimpan nomor ku.

Setelah mendapat taksi, dia pun berpamitan dan mengatakab untuk berhati hati, dengan berat hati aku lepas kepergiannya, hehehe kayak pergi kemana aja gitu.

Next part yah gan!
Diubah oleh bekassr
oom ts.. itu kok dari part 4 langsung loncat ke part 6 ya emoticon-Peace ane yg salah liat apa situ yg salah ketik yak emoticon-Big Grin
Baru lagi nih semoga berlanjut sampai qatam...emoticon-Ngakak

Salken gan emoticon-Shakehand2 and ijin goleran dimari yak....
Quote:
huehehe iya om salah ketik, sori ya ngetiknya mata udah 5 watt heheh

Part 6

Malamnya aku susah tidur memikirkan kejadian hari ini bersama Putri, well keliatannya aku mulai menyukainya hehe.

Pukul 2 pagi, mataku belum juga terpejam, kumain-mainkan game snake di handphone ku saat itu, belum juga aku mampu tertidur. Ah! Baru keingat, kan aku punya nomor Putri! Duh bodoh sekali.

"Hai Put, susah tidur nih, udah tidur belum?" klik, Send.

5 menit menunggu, akhirnya dapat balasan juga

"Rian!!! Kenapa baru ngehubungin sekarang!? Dasar gak bertanggung jawab!! Harusnya tadi tanyain dong akunya udah sampai apa belum! Kalo aku diculik kan ribut dunia, hehe" ah, ternyata dia belum tidur, malah kena omelin pula, huu. emoticon-Sorry

"Hehehe iya maaf maaf, soalnya terlalu senang sampai lupa semua-semua. Gimana? Gak diapa-apainkan sama oom taksinya? hehe"

"Hahaha kenapa emangnya? Ya enggak dong, yang ada aku yang ngapa-ngapain oom taksinya, huehuehue"

Ada pepatah mengatakan, waktu adalah sebuah hal fana jika anda sedang mengerjakan hal yang anda cintai. emoticon-Malu (S) Sampai pukul 4 subuh, aku tak berhenti-berhenti berbalasan pesan singkat dengan Putri.

"Iyan, besok bolos yuk, aku males sekolah, cari tempat untuk tidur atau apa gitu kek, gak boleh nolak ya! Tanggung jawab karena udah buat aku gak tidur sampai jam segini

"Heeh bolos? Nanti bekasus loh, udah banyak masalah malah mau nambah masalah lagi woo" emoticon-Cape d...

"Biarin, pokoknya harus tanggung jawab aku mau tidur besok sampai siang, aku tunggu di simpang sekolah ya, awas ga datang, udah ah aku mau tidur, byeee"

Mampus, ini anak sesuka hatinya aja ambil keputusan sendiri emoticon-Cape d... baru 3 hari udah bolos aja. Yah biarlah, untuk sekali ini aja aku nemenin dia bolos itung-itung pengalaman hehe.

Keesokan paginya, tanpa tidur aku berangkat ketempat Putri menungguku, setelah kuangkut dia dari tempatnya (emang barang emoticon-Ngakak) kami pun mulai menjalankan misi: Bolos Sekolah Bersama emoticon-Cool
ijin nenda gan .
Apdetannya dikit" amat sih bang... Pake hp ye. Apa lagi malas ngetik nih....emoticon-Matabelo

Ini udah diajarin nggak bener nih ama putri pake bolos segala...emoticon-Matabelo
Quote:

Iya omdimaklumiya apdetanlewat hp jadi pegeljari ngetik panjangpanjang, maaf juga kalau gak beraturan emoticon-Sorry
wogh om TS pindahan dari palembang toh ?

salam,,,
saya orang Palembang juga emoticon-Ngakak (S)

sekarang masih domisili di pekanbaru, kang ??

ditunggu kelanjutannya yakk
Quote:


jiah.. pantes apdetannya makin lama makin seiprit, emoticon-Ngakak (S) ternyata ngetiknya di hape tohh emoticon-Stick Out Tongue gpp kok.. asal keep update aje om, emoticon-Peace
Quote:


Nggak masalah sih gan nyang penting apdetan teratur aja..emoticon-Ngakak
Jadi nggak kembung sama kentang.
Diharapkan bakal sampai kelar ini kisah ente gan...emoticon-Matabelo
Halaman 1 dari 15


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di