CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Photography /
[Diskusi] Tempat untuk pertanyaan2 dari newbie... (ver 2.01) - Part 7
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53b4822a96bde6c10b8b4753/diskusi-tempat-untuk-pertanyaan2-dari-newbie-ver-201---part-7

[Diskusi] Tempat untuk pertanyaan2 dari newbie... (ver 2.01)

Quote:

....nyambung emoticon-Peace

Iya juga sih ya.. Susah masukinnya emoticon-Hammer

Eh si agan inget aja emoticon-Peace Skarang lagi blajar2 potograpi gan emoticon-Embarrassment
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 501

Autolock Thread by Hansip

Autolock Thread by Hansip

thread ini untuk meneruskan thread yang sudah ada... dan sudah terlalu 'besar'

Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/6943074 yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.

Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/4994688 yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.

Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/2030024 yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.
permisi newbi numpang tanya,

1. baru beli vertikal grip utk 450d, dibagian bawah sebelah lubang tripod ada besi, itu untuk tali ya?
maklum beli 2nd ga ada manual book nya emoticon-Big Grin, lagian kayanya kalau unutk tali kok kaya kurang kuat gitu ya

2. baru beli hot shoe cover, gimana caranya supaya hot shoe cover terpasang tp flash tetap bisa aktif?

3. sensor image itu sebelaha mana, apa kalau kita buka lensa trus ada kaca (yg keliatan dr depan) itu sensor image nya?
(kayanya ada 1 titik debu, padahal br beli ni kamera emoticon-Embarrassment )

4.maaf sekalian tanya lensa ya, sdh baca kemana2 jg.tp coba tanya deh
pilih mana tamron 17-50 f2.8 dgn canon 17-40 f4L
harga bukan masalah, fokal leng bkn masalah,bahan dan kekuatan (fisik) bkn masalah, tp TOTAL KWALITAS HASILNYA ok yg mana.

Thanxx mohon bimbingannya emoticon-Angkat Beer
Quote:


cb jwb y om..:maho
1. iya itu utk strap
2. ga bs om,,lg kl uda pke flash kn uda kelindung tu hotshoe
3. mirror mngkin?iya om,,kn ditoko jg dicoba2 sm dia..ane jg gt om..emoticon-Hammer
4. 17-50 oke,,kl sama L kyny masi mnding 17-40 L dh...

CMIIW
ikutan nimbrung hehe...

3. sensor itu adanya dibelakang mirror itu, jadi gambar yang berupa cahaya itu ada yang dipantulkan keatas untuk diliat oleh viewfinder, dan ada yang di teruskan tembus dari cermin itu menuju ke sensor yang ada dibelakangnya. untuk lebih jelas bisa cek di google aja. banyak koq gambar2nya emoticon-Smilie

4. kalo dengan harga yang sama jelas tammy lebih unggul, tapi disaat harga sudah bukan menjadi masalah...rasa2nya harusnya L series itu lebih bagus pastinya (ada harga ada barang lah). cuma kalo diliat apeturenya...f/4 sama f/2.8 harusnya si tammy lebih gampang focusingnya kalo low light. tammy mang focussingnya agak berisik dibanding L series..cm ga sampe buat orang yang dipoto deg2an ato orang disamping jadi nengok gara2 bunyi focusnya koq hehe
kalo saya pribadi mending beli tammy aja, sisa uangnya bisa buat beli yang lain2 hehehe..... emoticon-Big Grin

CMIIW
Nambahin lagi (soalnya baru sih, jadi keroyokan deh emoticon-Smilieemoticon-Smilie)

Mengenai sensor, coba baca buku manualnya tentang pembersihan sensor otomatis. Dicoba 2-3x, kalau tidak hilang juga, biarin aja atau bawa ke service center. Jangan pernah kotak katik sensor sendiri (secara manual) kalau gak ada pengalaman mumpuni. Hasilnya tambah parah, dan paling jelek, kalau kecelakaan sensornya rusak, harganya 3/4 harga kamera.....
pindahh tempatt... nanya duunkk

Quote:
hola boss
newbie ikutan komen nih..
gw juga sesama user 450D..

emm kaca itu yg disebut mirror
Kalo masalah sensor yang kena debu, semustinya itu hampir ga pernah
terjadi kecuali sering buka-tutup/ganti lensa..
lagian kan 450D uda ada fasilitas Auto Clean-Up sensor pas nyalain/matiin kamera.. jadi debu2 mikro bisa ilang..

Kalo budget ga terbatas beli lensa L lah
secara ketajaman n warna lebih keluar..
Atau kalo budget emank unlimited, ganti kamera Canon 5D mark 2 deh mendingan :mahoemoticon-I Love Kaskus
permisi newbie mo repost pertanyaan nih, mohon pencerahannya, sedikit pun jawaban bro dan sis sangat membantu emoticon-Angkat Beer

halo
newbie nih di digital pgn nanya kamera yg sesuai sama aku
mohon dibantu akang semua kira2 brand dan tipe apa yg cocok untuk jangka panjang
nikon, canon, ato sony
saya lebih menekankan ke objek manusia, landscape nomor 2 lah
buat hobby sama nambah penghasilan jasa fotografi, bukan weeding
bujet ga sampe 9jt
hhmmm selain itu apalagi yah, ini dulu deh. yg penting kameranya bisa diandalkan
ditunggu pencerahannya gan
Kamera apa yg tepat untuk anda ?
Ditulis 17 Februari 2013,
Di update 19 Februari 2016

Tips memilih kamera digital untuk pemula ala materian

Kali ini saya akan menulis kamera digital apa yang tepat untuk pemula.
Tulisan ini akan saya bagi menjadi dua bagian…
Bagian umum yang dapat diaplikasikan kapan saja, -selama teknologi fotografi tidak berubah secara fundamental- dan bagian khusus yang berisi rekomendasi merk dan tipe, yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Bagian umum


Tidak ada kamera digital (berikutnya saya hanya akan menulis kamera saja) yang tepat bagi semua orang. Tiap kamera diperuntukkan untuk kebutuhan tertentu dan untuk orang tertentu karena tiap orang punya kebutuhan dan keinginan tertentu yang tidak sama dengan kebutuhan dan keinginan yang lain. Namun yang jelas, setiap orang ingin fotonya bagus.

Secara teknis, foto yang bagus itu dihasilkan oleh -skill fotografer yang baik- dengan -gear atau sistem yang bisa menghasilkan image quality (IQ) baik-

Supaya kita bisa menghasilkan IQ yang baik, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam sebuah sistem
1. Body kamera
2. Lensa
3. Lighting

Mana yang paling tinggi persentasenya ?
Tergantung orangnya,… suka fotografi yang natural (tanpa lighting) atau fotografi dengan menggunakan lighting.
Kalau menurut saya yang suka fotografi natural, lensa yang paling banyak pengaruhnya. Saya sudah mencoba berbagai macam body dengan berbagai macam lensa. Lebih bagus IQ dari -lensa bagus dan body biasa- daripada -body bagus tapi lensanya biasa-.
Kalau anda suka fotografi dengan lighting, jelas lighting yang paling banyak pengaruhnya, kemudian lensa, baru body.

Lighting tersedia untuk semua kamera, tidak banyak yang spesifik, karena tiap kamera memiliki sistem yang universal untuk mengoperasikan lighting set. Sementara itu, tidak semua sistem (merk kamera dan lensa) jajaran lensanya lengkap. Jadi apa jenis dan merk kamera yang tepat bagi anda akan lebih tergantung lensa apa yang tersedia dan bagaimana valuenya.

======================================================

Bagian khusus

Balik lagi ke keinginan dan kebutuhan, fotografi jenis apa yang anda minati ?

Sebelum memutuskan untuk membeli alat fotografi, terlebih dahulu sebaiknya kita mengenal berbagai jenis fotografi.

1. Landscape
2. Arsitektur
3. Wildlife
4. Sport
5. Wedding
6. Fashion
7. Macro
8. Candid
9. Human Interest
10. Stage
11. Street

dan lain lain.

Kalau anda bingung dan belum mengenal istilah-istilah diatas, anda juga tidak bisa memutuskan akan memprioritaskan penggunaan kamera untuk jenis fotografi apa, atau anda hanya menggunakannya sebagai dasar untuk belajar fotografi dan mencoba berbagai jenis fotografi lainnya belakangan...

Saya merekomendasikan anda untuk membeli kamera DSLR pemula merk Canon atau Nikon. Tidak yang lain.

Alasannya sederhana, dengan memilih diantara dua merk itu, pilihan jenis fotografi yang akan anda geluti tidak terbatas. Merk lain belum komplit pilhan lensa dan aksesorisnya.

Tapi jika anda sudah mengenal bidang atau jenis fotografi yang saya tulis diatas, maka rekomendasi saya ada dibawah ini :

1. Landscape dan arsitektur
Fotografi landscape (pemandangan) dan arsitektur biasanya diambil menggunakan lensa wide dengan bukaan kecil. Semua merk ada lensa widenya. Dibandingkan merk lain, dibidang ini menurut saya Nikon yang paling unggul DSLRnya. Body Nikon rentang Dynamic Rangenya tinggi. Lensa Nikon juga terkenal tajam, warnanya pekat dan kontrast. Untuk kamera yang berukuran kecil, saya merekomendasikan Fuji.
Jadi pilihannya :
a. Nikon D3300 body + 35mm f1.8
b. Fuji XM-1 dan lensa kit 18-55


2. Wildlife dan birding
Fotografi di alam liar biasanya menggunakan lensa tele dengan bukaan sebesar mungkin agar bisa mengabadikan hewan yang bergerak cepat. Semua kamera ada lensa telenya. Khusus untuk Sony NEX dan Samsung NX, sampai saat ini belum ada telezoom yang mencapai 300mm. Cuma diantara semua merk, Canon lah yang jajaran lensa tele nya paling lengkap. Nikon ada di peringkat kedua, bukan karena kalah bagus, tapi karena jajaran lensa telenya tidak selengkap Canon. Justru jika anda memiliki dana lebih (diatas 20jt), lebih baik memilih Nikon daripada Canon di bidang ini. Ini pilihan combo body dan kameranya

a. Nikon D3300 + Nikon 70-300mm VR = (kualitas sekadarnya)
b. Canon 760D + Canon 400mm f5.6L
c. Nikon D7100 + Nikon 300mm f2.8 VR II + TC14E

Mungkin anda bertanya “loh kok opci C puluhan juta buat pemula” ? ….
Karena untuk professionalnya, mereka pake lensa harga 180jt (nikon 800mm f5.6) atau 1 milyaran (canon 1200mm) . Jadi jangan kaget, emang ini bidang fotografi yang paling mahal. Opsi b sudah bisa menghasilkan foto yg sangat baik.

3. Macro
Fotografi makro itu yang motret benda-benda kecil misalnya serangga dll dan kita coba tampilkan sebesar mungkin dan sedetail mungkin. Menurut saya dibidang ini Nikon dan Canon yang paling unggul

a. Canon 760D atau Nikon D3300 + lensa Tamron 90mm f2.8 macro
b. Canon 760D atau Nikon D3300 + Sigma 180mm f2.8 macro OS


Pilihan opsi a dengan lighting yang cukup sudah bisa menghasilkan foto yg spektakuler.

4. Sport
Kebutuhan lensa untuk sport fotografi hampir sama dengan wildlife dan birding, jadi disini kembali Canon juaranya.

5. Wedding dan Fashion
Wedding dan fashion membutuhkan kamera yang bisa menghasilkan skintone (warna kulit) paling akurat. Nikon lemah dibidang ini, sementara Canon justru lebih unggul. Saya tidak mengatakan penggunaan kamera Nikon akan menghasilkan foto yang jelek, tapi kalau kita menggunakan Canon, hasil memang kurang tajam, tapi skintone akurat, tidak perlu banyak editing lagi.

a. Canon 760D + Tamron 17-50mm f2.8 non VC
b. Canon 760D + Sigma 50-150 f2.8

Untuk fashion yang membutuhkan lensa tele, anda bisa melirik Canon 85mm f1.8

6. Candid, Human interest dan Street dan general purpose
Ada banyak pilihan kamera untuk bidang ini. Mulai dari kamera yang ukurannya kecil sampai yang besar. Untuk yang ukurannya kecil saya merekomendasikan kamera Ricoh

a. Nikon D3300 + Lensa kit
b. Canon 100D + Lensa kit
c. Ricoh GR2

7. Kompromi terbaik untuk semuanya
Kategori saya tambahkan, karena banyak kaskuser yang ingin kompromi dengan semua jenis fotografi dan seperti semua jenis kompromi, ada yang ditarik dan ada yang diulur. Jelas tidak bisa memuaskan semua aspek yang kita inginkan dari sebuah sistem. Tapi setelah membanding-bandingkan, menurut saya kompromi terbaik untuk semuanya adalah :

Kategori DSLR normal : Nikon D5200
=== Sampai saat ini, Nikon D5200 bebas isu cacat produk seperti yang dialami Nikon D7000, Nikon D600 dan Nikon D800. Nikon D5200 juga menghasilkan foto yang tajam dan memiliki rentang Dynamic Range yang lebar, sehingga sangat baik digunakan untuk Landscape, Nature, Wildlife, Macro, Arsitektur, Street photography
Sistem autofocusnya juga cukup modern sehingga sport photography dan wildlife sudah bisa terakomodasi.

pilihan lensa yang digunakan adalah :
Sigma 18-35mm f1.8 + Nikon 105mm f2.8 micro Nano + Nikon 200-500 VR
semua jenis fotografi bisa kita coba dengan tiga lensa ini.

2Kekurangannya cuma satu : Mahal. Total sistem mencapai lebih dari 30jt.
Kompromi memang banyak pengorbanannya. Nikon D5200 layak dibeli kalau anda ada dana untuk beli salah satu dari tiga lensa yang ane sebut diatas. Kalau cuma beli kit doang, masih lebih baik memilih body yang lebih murah dan lensa yang lebih baik


Kategori mirrorless / kamera berukuran kecil : Sony A6000
=== hasil fotonya bagus, pilihan lensanya sudah mulai komplit. Perlu diingat, saat kita memilih kamera berukuran kecil, sebenarnya kita sudah mengucapkan selamat tinggal untuk kenyamanan memotret sport dan wildlife photography yang membutuhkan lensa panjang. Memang masih bisa, tapi tidak nyaman. Selain itu sistem autofocus kamera mirrorless masih lemah untuk motret objek bergerak.

gunakan sony a6000 sebagai jembatan untuk mengenal sistem mirrorless yang lebih baik, seperti Fuji dan sony fullframe. Beli dengan lensa kit saja.


Kasus khusus :

Beberapa bulan ini saya sering ditanyakan pilihan kamera untuk kasus khusus.
Penanya tidak ada batasan budget, hanya mencari pilihan terbaik dengan value terbaik untuk kebutuhannya.

----- Ingin punya DSLR untuk motoin anak yang sangat aktif
----- Ingin punya DSLR yang tangguh, ga gampang rusak, bisa diajak kemana-mana, bisa mengerjakan semua hal dan tidak ada rencana upgrade ke tipe yang lebih tinggi seperti fullframe kamera


Pentax K50 + Lensa kit WR
pilihan lensa telenya 55-200 WR dan lensa premiumnya 20-40 f2.8 WR

Seperti semua kamera, Pentax K50 punya kelemahan, bukan karena K50-nya tapi karena Pentax nya.

Karena pemakai Pentax sedikit, dukungan aksesoris dan lensa dari pihak ketiga tidak sebanyak Canon Nikon atau Sony.

Wildlife dan Sport Photography juga pilihannya terbatas. Pentax tidak punya teleconverter sama sekali.


Tapi kalau bukan itu kebutuhan anda. Tidak ada kamera yang lebih baik value dan performance nya dari Pentax K50


----- Ingin punya kamera untuk semua hal, tidak sering motret objek bergerak dan ingin hasilnya bagus tapi banyak pilihan settingan kamera

SONY A6000 dan FUJI XM-1

----- Ingin punya kamera untuk semua hal, tidak sering motret objek bergerak, ingin hasilnya bagus tapi ukurannya kecil dan biasanya menggunakan mode auto atau scene mode

Panasonic GM-1 dan Olympus EPL-7

Suka aktivitas bawah air ?
Nikon 1 AW1 jawabannya

=================

Semua kombo ini sudah bisa menghasilkan foto seperti yang anda biasa kagumi di majalah atau di internet. Kalau sehabis membeli kombo itu hasil foto anda biasa-biasa saja, berarti skill anda yang kurang (dan anda harus lebih banyak belajar) atau selera anda ketinggian bagi selera pemula dan anda bisa membeli lensa yang lebih baik.

Saya memilihkan body yang paling murah karena alasan dana. Saya percaya bagi pemula yang akan banyak menghabiskan waktu untuk belajar mengenali fitur di kameranya, investasi di lensa adalah pilihan yang paling baik. Memang untuk kenyamanan, lebih nyaman menggunakan body di harga sekitar 7jt-an. Tapi IQ nya tidak lah banyak berbeda.

Saya juga tidak menuliskan rekomendasi kamera pocket disini karena khawatir anda juga akan kecewa dengan fleksibilitas dan hasilnya. Saya juga tidak memasukkan kamera pocket advanced tapi lensanya fix yang bisa menghasilkan foto dengan IQ baik karena harganya sangat mahal namun tidak bisa gonta-ganti lensa.

Menurut saya, baiknya untuk pemula dibidang fotografi beli DSLR atau kamera yang agak kecil tapi bisa gonta-ganti lensa (seperti mirrorless) biar bisa eksplorasi jenis fotografi yang lain.

Sering sekali saya menemui pemula yang patah arang dan berhenti motret gara-gara frustasi sudah menghabiskan uang banyak tapi tidak bisa menghasilkan kualitas foto seperti yang diharapkannya, karena kurang informasi, dan kurang latihan.


=======
Saya percaya tulisan ini bisa membantu anda menghemat pengeluaran yang tidak perlu karena salah beli alat fotografi dan menghemat waktu anda yang berharga untuk baca review disana sini.

Saya menulis ini tidak dibayar dan informasi yang saya sampaikan disini didapatkan dari pengalaman dan menjelajah di internet lebih dari 6 jam sehari. Saya juga seller di FJB dan personal buyer* yang sangat membutuhkan testimoni positif dari rekan-rekan sekalian.

Tidaklah berlebihan jika saya berharap donasi GRP atau testimoni positif rekan-rekan yang mendapatkan manfaat dari tulisan ini.

*Personal Buyer = Orang yang dipercayakan untuk mereview, memilih dan membelanjakan item tertentu secara online atau direct buying untuk item baru dan bekas.


======================

Sudah beli kamera ?


Ini ada list aksesoris tambahan yg perlu dibeli :

1. Memory SDHC/CF merk sandisk class 10 (30mb/detik) 8 gb aja. Kalau kurang beli dalam jumlah lebih banyak, jangan kapasitas lebih besar.
2. LCD cover tempel di tempat orang jual BB aja, ngapain mahal2. Pas kamera dijual ngga dihitung
3.Food container sebesar kamera merk KOMAX (di ace hardware) atau lock n lock di supermarket atau tupperware sekitar 100rb
4. Bagus serap air ...ukuran kecil harga 14rb maks atau silika gel
5. Filter protektor lensa (bukan filter UV ya pak) sesuai ukuran lensa... ngga sampe 150rb harganya.
6. Tas beli seken aja.
7. Blower Giotto harganya 110rb.
8. Kapas tanpa bau tanpa warna,.... paling 2rb.
9. Cairan pembersih kacamata... untuk menghilangkan kotoran ringan 10rb
10. Lenspen sekitar 70rb

aksesoris tambahannya bisa dibeli di saya emoticon-Malu (S)
Diubah oleh materian
Mengenal Lensa

LENSA


lensa ada dua menurut milimeternya:

lensa zoom : bisa diatur-atur mili nya bisa nge zoom....
lensa fix : segitu aja milinya

menurut fokusnya lensa ada dua :

lensa autofokus
lensa manual

menurut panjang pendek lensa dalam mm lensa ada dibagi tiga :

lensa wide : 35mm kebawah ...atau lensa sudut lebar
lensa normal : 50mm ... lensa yg mirip jaraknya sama mata kita
lensa tele : 60mm keatas ... objek jauh terlihat lebih dekat.

kalau dari bukaannya lensa dibagi dua :

lensa vario : bukaan maksimumnya nya ngga sama di tiap mili
lensa bukaan tetap : bukaan maksimumnya tetap.

semua unsur tadi bisa dikombinasikan.
cuma karena lensa fix mili nya tetap, jadi bukaan maksimumnya nya pasti tetap

jadi ada lensa zoom tele manual bukaan vario, ada lensa fix normal AF
dan lain-lain

batasan lensa kit ya paling lebar 18mm (masuk kategori lensa lebar) sampe 55mm (masuk kategori normal) makanya lensa kit itu lensa zoom wide normal bukaan vario AF.

batasan dari image quality tergantung lensa kitnya merk apa.

Lensa kit sony A77 itu 16-50mm f2.8 .... jadi masuk kategori lensa kelas. otomatis kualitas hasilnya bagus.

nah 18-55 Nikon bukan yang terbaik ... tapi yang terbaik unuk harga segitu (under 1.5jt)

lensa kit buat nikon yang terbaik itu 18-70mm .... lensa lama bawaan Nikon D70 atau D80

===========================

===========================
Biasanya habis beli kamera pengen beli lensa tele...
numpang share

Pilihan lensa tele untuk mount Nikon

untuk mulai, sebenarnya ada beberapa pilihan untk pengguna nikon...

ane mulai dari yang paling murah dan paling mudah
makin kebawah makin mahal

1. Nikon 55-200
2. Tamron 70-300 VC
3. Nikon 70-300 VR
4. Sigma 50-150 f.8
5 Nikon 70-200 f4 VR
6. Nikon 70-200 f2.8 VR

yang mudah dan murah, hasil sudah lumayan

Sigma 70mm f2.8 macro
Nikon 85mm f1.8 AF-S
Sigma 150mm f2.8 macro non OS
Nikon 180mm f2.8 ED
Sigma 180mm f2.8 ED OS macr0

yang mudah, mahal n hasil luar biasa
Nikon AF-S 300mm f4
Nikon AF-S 200mm f2
Nikon AF-S 300mm f2.8

yang murah, hasil luarbiasa tapi ngga mudah karena lensa manual
Nikon 180mm f2.8 ED AiS
Nikon 300mm f2.8 AiS
Nikon 300mm f2 AiS

kategori terakhir, hasil yg paling murah, sama bagus dengan hasil kategori pertama yang paling mahal

jadi Nikon 70-200 f2.8 VR yang harganya 20jt lebih hasilnya sama bagusnya di 180mm dengan lensa manual Nikon 180mm f2.8 ED AiS yang harganya 3.5jt

kalo kategori mudah, hasil luar biasa tapi mahal ... itu berturut-turut harganya
12jt, 50jt dengan hampir 100jt

jadi semua tergantung budget.

Pilihan lensa tele untuk mount Canon

buat ane pribadi, kita butuh zoom kalo kepaksa aja. so kalau bukan buat dokumentasi, liputan atau nyari makan dari moment yg ngga bisa diulang, ane lebih nyaranin ambil lensa fix.

untuk lensa fix canon udah ada 135mm f2L ...

FL segitu ane rasa udah cukup tele buat hampir semua jenis fotografi. jangan mikir harga segitu mending ambil 70-200 f4L kalau ngejar IQ. atau ngejar reach ... 135mm ke 200mm itu cuma beberapa langkah, sementara pengorbanan IQ nya terasa. belom lagi bicara beda bukaan...

beda ama lensa wide.... selisih 1mm itu terasa banget... apalagi kalo dibelakang kita dinding.... emoticon-Stick Out Tongue

ane jg mau bilang satu faktor lagi yg terkadang jadi alasan sebagian fotografer ... " lensa putih ngga bikin agan tambah ganteng " emoticon-Ngakak (S)

diatas itu ada 200mm f2.8L

ane lebih milih ini daripada 70-200 f4L ... lebih kecil, lebih ringan, warna masih hitam, lebih low profile buat candid.

terus 300mm f4L IS ama 400mm f5.6L
lensa pilihan agan-agan yang sealiran ama ane... emoticon-Ngakak (S)

untuk lensa zoom

ada canon 55-250
ada tamron 70-300VC
ada Sigma 50-150 f2.8 OS
ada canon 70-200 f2.8L/ 70-200 f4L IS
ada tamron 70-200 f2.8 VC
ada canon 70-300 L IS
ada canon 70-200 f2.8 IS

ini skenarionya :

1. belum ada lensa tele sama sekali n bukan buat foto yg serius
ambil canon 55 250

untuk yg lebih serius .. ambil canon 85mm f1.8 atau 135mm f2L
untuk yg cari makan dari liputan ... ambil sigma 50-150mm f2.8 OS
untuk fotografer wedding yg mau gaya di depan client ambil canon 70-200 f4L IS atau 70-200 f2.8L

2. udah ada lensa short tele, butuh reach, tapi bukan buat foto yang serius
ambil tamron 70-300 VC

untuk yang lebih serius ... ambil canon 200mm f2.8L atau 300mm f4L IS atau yg 400mm L


3. Untuk fotografer wedding pro, wartawan pro, rich amateur

ambil tamron 70-200 f2.8 VC atau 70-200 f2.8 L IS tergantung dana yg tersedia

yang butuh reach ambil 70-300 L IS



masih banyak lensa tele/ tele zoom lagi yg ngga ane tulis jadi pilihan ...
tapi tinggal buat wildlife ama sports photography... atau untuk penggunaan militer

mulai dari lensa 100-400L yg dibawah 20jt sampe 1200mm f5.6L yang sekitar 1.5milyar harganya.
Diubah oleh materian
Beberapa kesalahan newbie dalam fotografi

Di beberapa tulisan sebelumnya saya menulis tips memilih kamera digital buat pemula, aksesoris yang sebaiknya dibeli dan pilihan lensa tele buat pemula.

Kali ini saya akan menulis beberapa kesalahan yang umum terjadi dan pernah saya lakukan sendiri saat belajar fotografi.

1. Memilih sistem (merk kamera) karena ikut-ikutan teman.

Ini sangat umum terjadi, newbie sering beranggapan kalau memakai merk tertentu yang sama seperti temannya... proses belajar jadi lebih mudah dan belajar settingan lebih mudah.

kenyataannya, basic fotografi itu sama mudahnya dipelajari di semua merk kamera. Settingnya juga sama, cuma beda peletakan tombol.

Jadi, jangan beli sistem gara-gara ikut-ikutan teman, Lebih baik baca tips memilih kamera buat pemula ala materian emoticon-Smilie

2. Menyepelekan aksesoris wajib,

Aksesoris wajib bagi pemilik kamera adalah drybox dan penyerap kelembapan serta filter pelindung lensa,
Bukan tas keren, lens hood, atau lensa sapujagat.

Umumnya lensa dirakit secara presisi, kalau kita lengah dan lensa/sensor berjamur, lensa harus dibongkar biar bisa dibersihkan. Kalau yg mengerjakan ahli, ini tidak masalah. Tapi seringnya newbie juga tidak tau dimana tukang service yang baik.

Seringkali masalah filter pelindung mengakibatkan lensa cacat, walaupun di level tertentu tidak mempengaruhi hasil, kalau sudah parah cacatnya permanen dan berefek buruk pada hasil foto.

3. Enggan bergabung dengan komunitas

Percaya deh, belajar otodidak itu lama, dan makan banyak biaya. Dijamin. Proses belajar bisa lebih cepat kalau kita bergabung dengan komunitas, apalagi komunitas di bidang fotografi yang sama. Misal club penggemar modeling, club penggemar Human Interest dll.

Dan namanya masuk komunitas baru, pasti awalnya ada ketidaknyamanan. Wajar, kita masuk sekolah baru atau di kerjaan baru juga sama. Sering juga newbie beranggapan orang di suatu komunitas isinya master semua. Itu keliru. Tidak ada orang yang menguasai semua bidang fotografi. "Ingat selalu ada newbie diantara kita"


4. Malas belajar teori


Saya mengamati ada dua tipe newbie di fotografi berdasarkan bakat. Yang pertama, yang kuat bakat teknisnya, lemah bakat seninya. Yang kedua yang kuat bakat seninya, lemah bakat teknisnya. Sebenarnya inilah bentuk keadilan dari Tuhan, tidak ada orang yang kuat dikeduanya. Beruntungnya, kedua hal tersebut ada teorinya. Ini memudahkan kita menyeimbangkan sisi teknikal dan sisi seni dari sebuah foto.

Newbie dengan bakat seni kuat tidak perlu belajar angle dan komposisi, Begitu megang kamera, dengan mudah dia menemukan angle dan kompo yang unik. Sejak awal, foto-fotonya terlihat menonjol dan berciri. Cuma kalau masih newbie, biasanya secara teknikal lemah. Kadang-kadang kalau orangnya ngototan, dia akan berlindung dibalik seni dan selera. Kalau newbie seperti ini mau rajin mempelajari sisi teknikal, hasil fotonya bisa spektakuler.

Newbie dengan bakat teknis kuat sebaliknya. Foto-fotonya brilliant secara teknikal, namun terasa flat, tidak hidup. Kalau dikritik, biasanya jawabannya keterbatasan gear. Untuk mengejar ketertinggalan di angle dan kompo, mereka belajar teorinya dan biasanya tidak lama sudah mereka kuasai. Hasil fotonya bisa sangat indah, tapi jarang spektakuler, karena imajinasi mereka dibatasi rules dan teori. Saya masuk tipe ini, dan dengan kelemahan yang saya sadari, saya merasa cukup puas kalau bisa membuat foto yang bagi saya indah. Sampai sekarang saya juga merasa belum ada foto saya yang spektakuler.

Setelah menyadari posisi kita ada dimana, sesegera mungkin kita harus mengejar ketertinggalan dan mengerti batasan. Di ujung cerita, orang dengan bakat seni kuat tetap akan lebih menonjol, kalau mau humble dan belajar ilmu teknis. Tapi kalau membuat foto indah itu sudah cukup menyenangkan buat kita yang bakat teknisnya kuat, saya rasa itu sudah jadi kepuasan tersendiri.

5. Terlambat memilih spesialisasi


Seperti yang saya tulis di artikel tips memilih kamera buat pemula ala materian, fotografi bisa dipecah lagi menjadi beberapa bidang. Masing-masing bidang memiliki kebutuhan skill khusus. Landscape membutuhkan kekuatan persistensi (ketekunan). Advertizing dan foto produk komersial membutuhkan kreativitas tinggi, begitu juga modeling. Wedding butuh people skill yang tinggi. Wildlife butuh skill teknik yang tinggi... dan lain-lain. Tidak ada salahnya kalau kita memilih bidang spesialisasi sesuai dengan kekuatan bakat kita, LS dan wildlife untuk yang kuat bakat teknik misalnya modeling dan advertizing buat yang kuat bakat seni-nya. Tapi, kalau memang kita menekuni hobi ini untuk bersenang-senang, harusnya kita pilih bidang yang kita senangi, kalau pun bakat kita kurang disitu, kita kejar dengan proses belajar. Tapi, jangan sampai terlambat... saya sering menjumpai fotografer wedding yang sudah 5 tahun memotret dan mereka sama sekali tidak menikmati pekerjaannya, iseng-iseng, saya ajak mereka modeling, Human interest dan wildlife, ... mereka komen, akhirnya saya bisa ada perasaan senang lagi megang kamera. Itu kan gawat. emoticon-Smilie Harusnya fotografi bisa jadi hal yang sangat menyenangkan, kalau kita cepat memilih bidang yang kita minati dan tidak pasif motret cuma kalau ada acara hunting bareng saja.

6. Merasa cepat puas


Biasanya, saya tidak suka ketamakan, tapi untuk satu hal ini pengecualian. Kita harus tamak mengikuti perkembangan terbaru fotografi. Apakah -anda yang ingin hasil fotonya bokeh- tapi kurang dana untuk beli lensa tau kalau ada fitur baru bokeh effect di adobe CS6 ? Apakah anda tau kalau sekarang sedang dikembangkan kamera anti miss fokus ? Apakah anda tau kalau Panasonic FZ1000 bisa dipakai untuk membuat video 4K yang kalau di capture bisa menghasilkan foto kualitas tinggi dengan ukuran 8mp ? Pengetahuan tersebut bisa jadi meningkatkan efisiensi kita dalam fotografi, mewujudkan keinginan yang terpendam karena biaya dan lain-lain.

Begitu juga dengan hasil. Kalau kita tidak merasa cepat puas, foto-foto kita bisa kita upload, kalau dikomentari bersyukurlah, karena itu positif. Artinya foto kita foto kita layak untuk diperhatikan. Kalau belum dikomentari, mungkin karena kita belum berkenalan dengan baik dengan member thread tersebut. Dengan begitu kita harus lebih mengakrabkan diri.

Jadi jangan merasa cepat puas dengan ilmu dan wawasan yang sudah kita punya. Itu hanya sekedar contoh, kita juga tidak boleh merasa cepat puas dengan skill teknik yang kita punya. Diatas langit masih ada langit. Untuk ilmu, wawasan, dan skill kita harus selalu melihat keatas. Tenang saja, tidak ada ruginya dibidang ini.
Sebaliknya untuk koleksi gear, kalau kita ingin fotografi terus terasa menyenangkan, sesekali kita perlu melihat kebawah, biar ada rasa syukur, ... banyak sekali orang yang tidak memiliki kemampuan untuk menekuni hobi ini. Tidak ada salahnya terus-menerus punya keinginan menambah kualitas gear sebagai motivasi, tapi ... sesekali berhentilah, lihat kebawah dan berterimakasih atas rezeki yang diberikan Tuhan pada kita.

Tulisan ini saya buat karena saya merasa selalu ada newbie diantara kita. Iya ... kita, dan itu berarti termasuk saya sendiri. Mudah-mudahan ini bisa jadi bahan intropeksi saya pribadi. Kalau ini dirasa cuma bualan omong kosong, abaikan dan anggap saja ini iklan sedot WC emoticon-Smilie




cara foto produk atau action figur

Sebelumnya ane minta maaf, mungkin sudah ada yang nulis soal ini atau cara yang ane tulis terlalu cupu emoticon-Malu (S) ...

ane sekedar pengen share aja cara praktis, murah-meriah strobist-an motret produk, karena ane percaya ... selalu ada newbie diantara kita, jadi mudah-mudahan berguna.

ini produknya :

Spoiler for :


ini foto behind the scene-nya

Spoiler for :


deskripsi ...

1. Light Tent

karena malas turun ngambil meja, ane taro aja light tent di lantai
light tent itu yang kotak putih gede itu...buat yang belom tau.

lightent bisa dibuat dari kardus ukuran besar, yang dibolongi sisi-sisinya bentuk segi empat, ditempelin kertas kalkir atau kertas putih tipis.

bisa juga dibuat dari plat kayu pipih yang dibentuk seperti rangka kubus, dan kertas kalkir di lem ke rangka tersebut.

tapi karena ane sering motret produk, ane beli yg udah jadi, biar praktis dibawa kemana-mana n keliatan agak cakep dimata client.

2. Continuous Lamp

Ane make Philips Tornado spiral yang watt-nya paling gede .. harganya 35rb/pcs. Philips Tornado CRI nya tinggi, .. buat yang newbie, CRI itu di google aja yah, bahasa dewa itu, ane juga ngga terlalu ngerti emoticon-Big Grin
(di foto ada lampu yang gede ,... itu pengganti karena philips tornado yang satunya dipake buat nerangin meja pingpong emoticon-Hammer (S))

3. Flash

sebagai main light yg bisa dipindah-pindah n diatur kekuatan cahayanya, ane milih make flash YongNuo 560mkIII yg ditaro di kaki bebek, mode Rx, jadi flashnya nyala otomatis kalo di trigger ama RF 603 (jenis trigger)
harga 750rb

4. Trigger

cukup beli sebiji RF 603 aja... ga sampe 200rb
ditaro ke body

==============================

itu aja alat yg diperlukan, mungkin kalo agan udah ada flash, cuma tinggal beli trigger PT04NE (200rb) sama bikin light tent, lampunya bisa minjem lampu teras rumah emoticon-Stick Out Tongue ... kabel dan fitting nya bikin sendiri.

oh iya, biar lebih bagus, bisa pake alas mika putih (yg jadi bahan neonbox) atau kain beludru warna. sesudah jadi bisa diedit dikit biar noda atau kedutannya ilang, ane lagi malas emoticon-Big Grin
Diubah oleh materian
Mejeng emoticon-Cool
om rian udah pasti booking page one emoticon-Ngakak

sekalian mau nanya sama suhu suhu, yang dimaksud "metering" itu gimana ya? dan gunanya apa?

thanks

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berhubung banyak thread korban tipu tipu, ane mau copas artikel dari kotaraya yang tenggelam entah page berapa. Mumpung ane dapet pejwan. Semoga jumlah korban berkurang setelah ane tempel pejwan.

Sebenarnya agak miris juga, kalau mendengar Glodok & Mangga Dua di blacklist sebagai tempat untuk belanja alat Fotografi, padahal masih banyak juga yang merasa ke dua tempat tersebut sebagai surga belanja elektronik (dari faktor harga tentunya).

“Blacklist” tentunya kita dengar dari pengalaman tidak mengenakan yang di alami oleh rekan2 yang membeli peralatan foto/video di dua tempat tersebut.

Ok langsung aja deh..
Yup,,bener, ane dari Kotaraya Foto Video.
Di sini kita buka-bukaan beberapa info yang agan2 perlu tau. Tujuannya jelas, supaya agan2 yang lain gak ikut2an juga “terperosok di jurang yang sama”.
Info2 di sini kami himpun dari sales2 kami yang di dapat dari konsumen yang berbaik hati mau berbagi cerita.

Jadi perlu dan Mohon di perhatikan hal2 berikut :
1. Mau beli kamera merk A, jadi beli nya malah kamera merk B
Biasa nya kalo ada yang cerita kayak gini pasti ngalamin mo beli kamera merk A yang udah di review n cek sana sini, trus pas mo bli jadi beroba pikiran karena begitu coba kamera merk B lebih bagus.
Trik toko nya gini….kalo yang kita mau kamera merk A yang terkenal, tentunya kita udah tau harga pasaran nya berapa kan?,,,nah di sini deh permainan nya di mulai, apalagi kalo tuh toko berasa harga nya gak bisa lawan harga pasaran. Sales nya bakalan nawarin kamera merk lain trus di nyalahin deh tuh kamera trus di coba,,,olalah kok lebih bagus yach ? tampilan LCD lebih bagus, hasil foto nya lebih bagus juga. Kok bisa ? yah bisa dong,,,karena yang di mainin setingan LCD nya, brightness nya di tambahin trus contrast nya di naikin, jadi lebih terang tampilan di LCD nya. Hasil gambar nya lebih bagus juga gampang,,,naikin aja ISO/ASA jadi 400 atau 800, pasti terang deh hasil nya…trik ini berhasil dengan terlebih dulu merubah seting kamera merk A jadi kebalikan nya.

2. Kamera yang di beli lebih mahal dari harga pasaran.
Masih ada kaitan nya juga dari point no.1,,,,nah setelah agan2 coba tuh kamera lebih bagus, pasti kepincut kan ? trus nanya harga nya deh. Kalo udah liat si konsumen minat, langsung deh tuh sales naikin harga seenak jidatnya. Misalnya harga kamera nya Cuma 2 juta, si sales buka harga 4 juta atau mungkin juga lebih. Yang pastinya, di sini konsumen gak tau harga pasaran tuh kamera merk B (kan yang dia review & cek harga kamera merk A (inget point no.1)). Insting konsumen pasti nawar dong,,,,coba2 nawar misalnya 2,5jt gak di kasih, trus naik jadi 2,7jt..eh di kasih . trus beli deh tuh kamera,,,, happy ending ?? blom tentu. Pas cek toko yang lain harga kamera merk B yang agan beli cuma harga 2 juta ?? baru deh kita lemes..
NB: banyak konsumen yang udah beli kamera trus mampir ke Kotaraya Foto Video, mereka nanya harga kamera merk tertentu (padahal tuh kamera udah mereka beli), begitu sales kita kasih tau harga nya, eeeh…langsung diem n berubah raut muka nya, sales kita nanya kenapa ? baru deh si konsumen cerita yang mirip2 point 1 & 2.

3. Fallow me….Follow them (mirip twiter yach gan )
Sstt,,,,di glodok sama mangga 2 ada detektif juga loh. Ini masih ada kaitan nya dari point no.2. Setelah si konsumen beli kamera merk B ( yang tentunya harga nya ke mahalan). Pas agan keluar dari tuh toko, biasa nya ada yang ngikutin agan2 (biasa nya sales dari tuh toko juga tapi yang bukan layanin agan). Kenapa di ikutin ??...ini buat jaga2 kalo agan2 cek harga trus masuk lagi ke toko lain, biasa nya tuh detektif yang ngikutin agan ngasih kode dari jauh supaya sales yang toko lain tau udah belanja di toko sebelum nya, biasa nya tuh toko ngerti langsung ikut2an naikin harga juga. Main detektip2an ini baru selesai kalo agan udah cabut dari glodok atau mangga 2.
NB: ini detektif paling gerah kalo liat tuh konsumen masuk ke Kotaraya Foto Video, karena sales kita gak mau kompromi soal itu, (sales Kotaraya masih punya rasa manusiawi,,,kan kita gak mau kalo adik, kk atau saudara kita di gitu in juga kan ?)

4. Harga miring/lebih murah, spek dan harga sesuai keinginan agan.
Eeiitt….jangan senang dulu. Biasa nya kalo harganya udah miring banget, agan udah mesti curiga. Coba pasti in deh tuh kamera garansi resmi atau nggak, trus coba cek kelengkapan asesoris yang ada di dalam box sesuai dengan yang ada di buku manual nya. Karena kamera yang gak garansi resmi sekarang istilah nya banyak, ada yang bilang garansi distributor, garansi toko, banyak lagi istilah nya.
NB: Kenapa kamera yang di beli mesti garansi resmi ??? misal nya kamera merk Nikon, setelah masa garansi habis, Alta Nikindo selaku distributor Nikon resmi bakalan kasih agan diskon 50% untuk pergantian spare part. Gak peduli kartu garansi kita hilang, karena nomor body kamera atau lensa sudah terdaftar kalo yang kita beli tuh garansi resmi. (Sony & Canon juga berlaku hal yang memudahkan agan kalo beli yang garansi resmi, tentu syarat & ketentuan nya pasti berbeda)

5. Kamera lebih murah, garansi resmi tapi di suruh nunggu
Pernah ngalamin atau denger situasi yg kayak gini ? dapet harga lebih murah, garansi resmi tapi...di suruh nunggu karena mau di ambilin ntu kamera. Ini taktik ulur2 waktu dari si penjual supaya agan mau berlama2 di toko mereka. Biasa nya dalam masa "penantian" yang lumayan lama (karena sbetulnya kamera yg di janji-in buat agan itu gak ada alias barang MIMPI), si penjual akan mencoba seperti point 1 di atas. Penjual tipe kayak gini biasa nya betah ber-lama2 ngobrol ngalor-ngidul nemenin agan nunggu sambil melancarkan jurus2 maut

6. Subsidi silang !!! (UPDATE)
Dengan harga pasaran yang udah agan pegang, belum jaminan agan aman dari "jeratan" toko nakal. Ada modus baru, Harga kamera (asli garansi resmi) di kasih murah dari harga pasaran tapi harga aksesoris lain nya di mahalin.
Pernah ada konsumen yang masuk ke kotaraya ngotot minta harga kamera DSLR yang ane jual di sama-in kayak harga toko sebelah yang lebih murah 500ribu, ehm saran ane simple aja,,,ya udah Bapak beli di toko sebelah, tapi jangan mau beli aksesoris lain nya karena nanti pasti di mahalin di situ. Gak lama tuh Bapak dateng lagi sambil ngedumel, "Bener mas, kamera di murahin tapi masa memory 8GB harga nya 500 ribu, tas lokal 350ribu, Filter 500ribu. Saya mau beli kamera nya doang gak di kasih mesti sama aksesoris tadi, kata nya udah paket". Untung happy ending tuh Bapak akhir nya beli di Kotaraya

Semoga informasi ini berguna buat agan2 supaya lebih teliti lagi dalam membeli perlatan fotografi.
Diubah oleh GentongBiru
mengenal deskripsi atau cacat dalam jual beli lensa bekas :


Spoiler for :

Diubah oleh materian
misi gan newbie mau tanya lg..
udah ganti rumah aja nih emoticon-Belo

lensa nikon AFS kalo dipasang di body yg ada motor fokus, apa fokusnya jadi tambah mantep gan, secara dobel motor fokus gitu? dibanding kalo dipasang di body entry level..
sory kalo pertanyaannya newbie abisss emoticon-Hammer

sama lensa manual modern masa kini kaya samyang gitu, meteringnya jalan gak ya di body nikon entry level?
trus lensa-lensa manual modern selain samyang, ada merek apalagi gan?

mohon pencerahannya gan emoticon-Malu (S)
Quote:


gak ... sama aja. motor di lensa yang jalan. motor af-s udah paling joss.

metering gak jalan. tapi lensa manual nikon ai atau ais malah jalan meteringnya di d200/300 atau d7000 keatas.

ada carl zeiss, voigtlander dll.
Quote:


saya di jambi gan
mejeng di pejwan gan......hihihi


----

lah malah pej 2........hihihi
Diubah oleh similikityJGC20
Halaman 1 dari 501
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di