alexa-tracking

[Info Baru] Pencitraan Buruk Obat Generik Makin Masif

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/537da732fcca17b873000007/info-baru-pencitraan-buruk-obat-generik-makin-masif
[Info Baru] Pencitraan Buruk Obat Generik Makin Masif
Selama ini, obat generik dilabelkan sebagai obat murah bagi masyarakat kurang mampu. Padahal, khasiat obat generik sejajar dengan obat paten yang harganya selangit. Paradigma tersebut tidak hanya melekat di masyarakat, tetapi juga terjadi di kalangan tenaga kesehatan.


JAKARTA, HanTer – Pakar Ekonomi Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, mengatakan minimnya upaya edukasi mengenai obat generik tidak akan mampu mengubah paradigma tersebut. Di sisi lain, produsen obat gencar mempromosikan obat hasil produksinya.

“Perlu upaya dari pemerintah untuk mempromosikan obat generik secara lebih baik lagi. Bentuknya harus secara nasional dan berkelanjutan, jangan hanya sesaat,” kata Hasbullah dalam acara bertema “Obat Efektif atau Obat Murah?” di Jakarta, Selasa (20/5).

Murahnya harga obat generik, tambah dia, karena proses produksinya tidak menyertakan biaya promosi dan pemasaran. Sedangkan obat paten dan obat bermerek, 80% pengeluarannya untuk promosi. “Semuanya sama, baik mutu, khasiat, manfaat dan standar keamanannya,” ujarnya.

Menurutnya, wajar jika yang berpendapat obat generik itu obat murah adalah masyarakat, tetapi yang disayangkan jika tenaga kesehatan yang berpendapat demikian. “Perbedaan dari dua jenis obat itu adalah obat paten dipromosikan oleh pembuatnya. Sedangkan obat generik itu dijual tanpa ada promosi dan diedarkan berdasarkan zat aktifnya. Itulah mengapa terdapat perbedaan harga,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Nurul Falah Eddy Pariang, menambahkan, obat generik ataupun obat bermerek sebenarnya memiliki zat senyawa aktif yang sama, perbedaan hanya dari harga jual.

“Karena ada biaya-biaya lain. Obat generik dikelola dan pemasarannya melalui pemerintah sehingga harganya lebih murah,” ujarnya.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt., PhD, mengatakan bahwa semua obat yang beredar secara resmi terjamin kualitasnya. Dengan kata lain, obat generik yang digunakan dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pun kualitasnya terjamin.

“Semua obat, baik obat paten, generik, maupun branded harus dijaga kualitasnya. Kalau tidak dijaga, berarti pemerintah tidak menjaga kualitas obat-obat yang beredar. Pemerintah sudah menjamin obat yang beredar efektif, bermutu, dan berkualitas,” tegasnya.

Dia menambahkan, pemerintah telah mengalokasikan biaya sekitar Rp 1,3 triliun untuk pembelian obat generik agar obat yang harganya terjangkau masyarakat semakin mudah didapat. Seperti untuk puskesmas, klinik, dan dokter praktek swasta.

(Dikutip dari Harian Terbit edisi Rabu, 21 Mei 2014 halaman 11)
kalau obat ginerik itu tidak bagus untuk di konsumsi, jangan ada di pasar an dong gan,, kasihan untuk kalangan ekonomi menegah yang tidak mampu periksa ke rumah sakit dan cuma bisa membeli obat ginerik untuk mengkonsumsi obat itu untuk kesembuhan penyakit nya tapi kalau hasil tidak baik,jangan ada lagi..karena sangat mecelakakan banyak orang....

1234

Agan TS, setau ane untuk menyatakan suatu obat berkhasiat sama dengan obat lainnya kudu ada uji BABE kan ya? Nah apakah OGB udah memenuhi uji BABE tsb? Dan kalo FDA di AS mengeluarkan Orange Book sebagai daftar mengenai obat-obat yang BABE nya terujj, apakah BPOM di indonesia juga melakukan hal yang sama?
Quote:


Selamat pagi gan..
Betul gan, salah satu persyaratan BPOM untuk obat generik yang baik adalah harus melalui uji bioavailabilitas dan bioekivalen (BA-BE) yang baik. Obat generik yang tercantum di formularium nasional (fornas) dan digunakan dalam program JKN sudah lolos dari uji kualitas yang diterapkan BPOM, sehingga dari segi khasiat, kualitas, dosis, semuanya sudah sesuai dengan standar peraturan pemerintah yang berlaku.

Semoga membantu emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


saya sih setuju dg obat generik. karena pernah bekerja di dunia farmasi, kurang lebihnya ya paham lah. apalagi soal biaya promosi. bayangkan saja; gaji detailer,supervisor, manager,lalu insentiv dokter, pengadaan rs, uang entertaine dllemoticon-Cendol (S)
banyak pemilik2 apotik juga memakai obat generik. saran baik nya sih.. kalau di kasih resep, selalu tanyakan,ada yang generik nya? khasiat nya sih sama. tinggal sugestinya aja yg di benerin. begituemoticon-I Love Indonesia (S)

Quote:


Thnx atas penjelasannya gan emoticon-Smilie
Ane ngeliat cukup banyak si gan dari cerita2 orang ttg obat 'paten' yang mereka rasa khasiatnya lebih oke daripada obat generik, semoga cuma sugesti ya.
Berarti kualitas obat generik kurang lebih sama ya dengan obat paten lokal, nah kalo dibandingkan dengan produk inovator bagaimana ya gan?
Dan mungkin agan punya link ke daftar obat2 yang beredar di indonesia yang udah dinyatakan bioekivalen oleh bpom? Seperti orange book nya FDA yang bisa diakses bebas gitu gan, dengan sedikit penjelasan mengenai kriteria bioekivalensi nya, hehe. Biar kita semua makin yakin en mantap untuk menggunakan obat generik dan OGB, hehe
Terimakasih gan ..
Quote:


Selamat siang gan..
Untuk daftar obat formularium nasional (fornas) yang sudah lolos uji kualitas BPOM dan digunakan dalam program JKN dapat agan lihat di sini http://www.depkes.go.id/downloads/Ke...S%20011113.pdf

Semoga membantu emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


Thnx berat gan ... Kalo ini ane alhamdulillah udah punya ... Kalo mengenai data hasil uji bioekivalensi, ada ga ya gan? Seperti orange book nya FDA itu, yang juga menyertakan nama merk obatnya, juga manufakturernya
Quote:


Selamat sore gan..
Untuk keterangan lebih lengkap, kami sarankan supaya agan menghubungi Kementerian Kesehatan atau BPOM, karena BPJS Kesehatan tidak menangani hal tersebut gan emoticon-Smilie

Terima kasih sebelumnya, salam emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


Oke gan, terimakasih banyak atas jawabannya ya 😀
Semoga bpjs kesehatan semakin maju 👍

sebenernya kalo mau dibilang 100%sama kualitasnya juga gabisa gan. emang sih ada beberapa industri yg obat paten dan generik sama barang dan cuma beda kemasan, tapi beberapa obat juga memiliki zat2 tambahan yg beda, sehingga mungkin mempengaruhi kemampuan pelepasan zat aktif dan memperbaiki penampilannya.. CMIIW
Quote:



ane percaya dengan obat generik kok gan, yg penting obat2 itu diproduksi melalui penelitian dan ada ijinnya. Tdk seperti obat herbal yg seringkali tdk jelas dasar ilmiahnya apa (maaf bagi yg jualan obat herbal).
Obat bermerek yang harganya 10 kali lipat dari obat generik kalau dibandingkan formulanya sama aja

contohnya obat jamur bermerek, lihat aja kandungannya cuma miconazole nitrat 2%, berat 5 gram, harganya di atas 20 ribu
obat jamur generik, dengan kandungan miconazole nitrat 2%, berat 5 gram cuma 2 ribu perak

masih banyak lagi contohya kalau kita mau bandingkan emoticon-Sundul Gan (S)

orang tamvan pilihnya obat generik emoticon-Malu (S)