alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5376f6dda3cb17e20b8b45f6/fr---r3-peduli---peduli-adit-bocah-penuh-luka-korban-penganiayaan
FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan
FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan


FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan


Assalamualaikum wr wb
Pertama marilah kita ucapkan puji dan syukur kita kehadirat ALLAH SWT karena atas izinnya juga kita alhamdulillah telah melaksanakan baksos peduli terhadap Adit. Dan tidak lupa shalawat beriring salam kepada Nabi Besar MUHAMMAD SAW.

Masih ingat dengan Adit, bocah berusia 6 tahun yang menjadi penganiayaan Ibu tiri beberapa waktu lalu? Kasus bocah yang dibuang oleh ibu tiri di areal perkebunan kelapa sawit ini menyita perhatian banyak pihak. Termasuk dari Kaskuser yang ada di Komunitas Online Terbesar ini. Bagi teman – teman yang belum pernah mendengar kasus dan detailnya bisa kunjungi link ini. Berawal dari Thread tadi jugalah kami alhamdulillah telah menyelesaikan amanat dari teman – teman.


FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Field Report
Quote:
Kamis, 15 Mei 2014, Kaskuser Regional Riau Raya memberikan bantuan dana kepada Adit korban penganiyaan. Bantuan ini sendiri di laksanakan melalui thread penggalangan dana bantuan sebelumnya. Dan alhamdulillah banyak teman – teman peduli dengan kejadian ini. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu adit dari awal hingga akhir. Baik materi ataupun tenaga.

Kami berangkat dari Pekanbaru menuju Bangkinang yang berjarak lebih kurang 1 jam, ini adalah pertemuan kami yang kesekian kalinya untuk menemui Adit melalui pihak LPA (Lembaga Perlindungan Anak) sebagai penanggung jawab kasus adit. Dan kami sudah monitoring perkembangan Adit mulai dari bulan Desember 2013 hingga sekarang. Jadi rencana ini sudah di persiapkan dengan matang dan dengan konsultasi dari bermacam pihak untuk teknis penyerahan bantuan ini. Saat ini adit sendiri diasuh oleh orang tua asuhnya dari pihak LPA, dan juga adik tiri Adit yang juga di perlakukan sama oleh pihak LPA. Secara pisik, mental dan psikologi, Adit sudah jauh membaik. Ini di tandai dengan sikapnya sosialisasi dengan orang – orang di sekitar nya. Adit sudah mulai sekolah (saat ini TK) dan pada tahun ini akan sekolah pada Sekolah Dasar di Bangkinang. Tiap malam pergi mengaji dan shalat di masjid dekat rumah. Namun di bagian tubuh, bekas – bekas luka, memar masih terlihat. Termasuk pada gigi dan pada punggung Adit masih terlihat bekas setrika. Sedangkan adik tiri Adit yang berumur 2 tahun nampak masih trauma, ini bisa di lihat ketika teman – teman dari komunitas mencoba menggendong atau hanya sekedar ingin memeluk, namun adiknya enggan, bahkan malah menangis melihat orang yang baru dia kenal.


Proses
Quote:
Proses penyerahan dana untuk adit kami serahkan kepada pihak LPA (Lembaga Perlindungan Adit) sebagai penanggung jawab dari awal kasus Adit. Tidak lupa berita acara terhadap pemberian bantuan ini juga kami buat. Memang bisa di katakan dengan dana sebesar itu rasanya sayang jika di berikan langsung kepada pihak LPA. Namun Insha Allah semua yang kita berikan ini betul – betul di gunakan buat Adit dan adiknya, dan tidak satu sen pun di gunakan untuk yang lain oleh pihak LPA. Dana ini sendiri nantinya untuk membiayai segala kebutuhan Adit dan adiknya, mulai dari sekolah hingga kebutuhan lainnya. Untuk adiknya sendiri masih menyusu, dan tentu saja dana operasional untuk pembelian susu juga besar. Kami dari regional sendiri, masih tetap mengikuti proses kasus Adit, mulai dari masalah penggunaan dana hingga proses hukum adit. Untuk proses hukum Adit sendiri masih berjalan hingga sekarang, ada beberapa kemungkinan Adit, pertama Adit di asuh oleh keluarga, termasuk ibu kandung Adit yang ada di Medan, namun harus di survey terlebih dahulu apakah ibunya bisa menampung Adit dari segi materi, seperti diketahui kondisi ibu Adit di Medan juga sedang susah. Yang kedua adalah dengan di asuh pihak LPA atau Orang tua asuh. Yang ketiga opsinya adalah tinggal di Panti Asuhan. Kita doakan saja yang terbaik buat adit. Semoga Adit menjadi anak yang lebih baik, sukses, dan soleh.


Finally
Quote:
Alhamdulillah..... puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam yang Maha Kuasa terimakasih banyak kami ucapkan kepada semua para donatur, baik donatur materil atau immateril yang sudah dengan sukarela menyisihkan sedikit rezekinya utk di berikan/dititipkan kepada kami sebagai penyalur bantuan kepada adik kita Adit semoga apa yang sudah teman – teman berikan ini bisa berguna buat Adit dan adiknya, sehingga segala kebutuhannya bisa tercukupi. Amin...



FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan
emoticon-Shakehand2

Follow
@KaskusRiauRaya

Facebook
Group FB

Wassalamualaikum Wr. Wb.


INDEX UPDATE BERITA ADIT
THREAD SEBELUMNYA
1. UPDATE 1
2. UPDATE 2
3. UPADTE 3
4. UPDATE 4
5. UPDATE 5
6. UPDATE 6 dan lanjutan
7. UPDATE 7

۩۩ Pray For ADIT ۩۩
emoticon-rose


Quote:
LAPORAN KEUANGAN DONASI ADIT

BCA : Rp. 17.284.231
MANDIRI : Rp. 13.310.480
BRI : Rp. 3.518.343
BUKOPIN : Rp. 100.000
BNI : Rp. 4.966.032


TOTAL : Rp. 39.179.086

Bantuan anak Yatim : Rp. 1.000.000

Total : 39.179.086 - 1.000.000 = 38.179.086 (RP. 38.200.000)




FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Donasi Via | BCA | Mandiri | BRI | Bukopin | BNI

Laporan BCA


Laporan Mandiri

Laporan BRI

Laporan Bukopin

Laporan BNI
FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Quote:Berita Acara Penyerahan Bantuan

emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S)

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban PenganiayaanFR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan





Spoiler for dokumentasi:
Dari Thread Sebelumnya

Quote:
FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan
FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan


Assalamualaikum Wr. Wb. emoticon-Kiss (S)
Pertama marilah kita ucapkan puji dan syukur kita kehadirat ALLAH SWT karena atas izinnya juga kita yang insya allah akan melaksanakan baksos peduli terhadap Adit. Dan tidak lupa shalawat beriring salam kepada Nabi Besar MUHAMMAD SAW. Berawal dari Thread Adit 'Bocah Penuh Luka' di forum BP, dan juga informasi yang kami dapatkan langsung di lapangan, maka akan di adakan penggalangan dana baksos buat Adit. Untuk di ketahui Adit adalah seorang bocah yang menurut kesaksiannya adalah korban KDRT yang di lakukan orang terdekatnya, yaitu Ayah, ibu dan pamannya. Adit sendiri di buang oleh ibu dan pamannya di areal perkebunan sawit PTP N V persisnya di Afdeling 4 Desa Talang Danto Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Dan atas permintaan di thread BP tadi kami langsung cross check ke lapangan. Adit mengalami banyak kekerasaan pada tubuhnya, ini terlihat dari keadaan adit di Rumah sakit. Bibir, lidak, maaf "Kemaluan" adit di potong atau lebih tepatnya di siksa menggunakan benda tajam. Tubuhnya sendiri penuh luka, di bagian kepala masih banyak nanah, dan di punggung ada bekas setrikaan.

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan


FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Riau Raya Peduli

Quote:
Riau Raya Peduli adalah sebuah bentuk kegiatan yang di lakukan kaskus Regional Riau Raya yang memiliki visi dan misi membantu sesama. Kegiatan ini sendiri bersifat pemberian bantuan bagi orang orang yang tidak mampu. donor darah dan lain lain. Kegiatan ini rutin dilaksanakan, baik pada bulan Ramadhan atau waktu - waktu selain Ramadhan. Alhamdulillah kegiatan ini bersifat continue..., sumber dana sendiri berasal dari kaskuser Regional, Kaskuser keseluruhan dan tentu saja sumber sumber yang di dapat dari donatur secara offline. Kegiatan ini sendiri alhamdulillah selalu mendapat respon yang baik, walaupun tidak di pungkiri ada kesalahan kesalahan kecil ketika pelaksanaan, namun kodrat manusia tak lepas dari salah, Namun ini tidak mengurangi niat kami. Terima kasih buat seluruh donatur yang pernah bekerja sama dengan Regional Riau Raya. Semoga apa yang telah di berikan dapat bermanfaat bagi yang menerima. Insya allah rezeki teman - teman di balas berkali lipat oleh ALLAH SWT.



FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan


Informasi Berita Mengenai ADIT

Quote:Original Posted By alman cell
bismillah......

alhamdulillah, kami bberapa perwakilan dari kaskuser Regional Riau Raya sudah berhasil utk kroscek ke lapangan
dan benar kondisi adit sangat memprihatinkan

informasi yg berhasil kami dapatkan di lapangan ternyata tersangka penyiksaan korban ada 3 org, bapaknya, ibunya dan pamannya
hanya saja kita blm bisa merangkum apakah mereka memang murni pelaku penganiayaan terhadap adit.

utk sementara ini korban dijaga dan dirawat oleh pihak RSUD Bangkinang dan LPA (Lembaga Perlindungan Anak)
begitu juga dengan perwakilan dari pihak Kementrian Sosial Riau mengatakan berencana kemungkinan besar adit akan di rujuk ke RSUD Arifin Ahmad - Pekanbaru

setelah kami mencoba berdiskusi dengan pihak LPA maka didapatlah informasi bahwa korban akan ditampung oleh pihak LPA untuk sementara waktu sampai korban mendapatkan orang tua asuh yg mau/bersedia mengangkatnya sebagai anak asuh. Pihak LPA sendiri juga sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat dan sudah di BAP
info lainnya dari pihak terkait mengatakan bahwa pihak RSUD Bangkinang akan memberikan pelayanan maksimal kepada Adit dan selama sang bocah dirawat tidak akan dipungut biaya apapun. Utk sementara ini adit sudah ditempatkan di ruangan VIP kelas II yg lumayan bagus dan layak lengkap dengan AC dan Televisi utk media hiburan adit yg lainnya selain mainan yg dibawa oleh pengunjung yg membesuk adit di hari sebelumnya

Untuk Melihat Foto adit saat dalam perawatan di RSUD
Spoiler for FOTO ADIT:


Quote:
Kampar - Adit (6), bocah malang ini dibuang ibunya di perkebunan sawit di Riau. Ia mengaku bibir dan lidahnya digunting ibunya.

Adit dirawat di Ruangan Bedah, RSUD Bangkinang, Kab Kampar, terpaut 60 km arah barat dari Pekanbaru, Selasa (17/12/2013). Dia didampingi Dahniar Boru Siregar, orang yang dititipi tukang sayur yang kali pertama menemukan Adit di perkebunan sawit akhir pekan lalu.

Bibir bawah Adit membengkak dan penuh luka. Saat disuapi, terlihat juga lidahnya bekas ada sayatan. Bocah ini menangis saat makan karena merasa pedih lidah dan bibirnya.

Adit tetap makan meski gerakan mulutnya terlihat pelan. Bocah ini terus menangis. Sesekali dia berteriak minta sayur daging ayam.

"Waktu saya tanya, Adit bilang kalau lidahnya pernah digunting ibunya. Bibirnya yang bengkak juga dia akui digunting ibunya," kata Dahniar.

Tak hanya itu saja, bagian kepala terdapat beberapa luka yang kini telah diperban pihak rumah sakit. "Di kepalanya ada empat bekas luka dan berlubang. Satu luka itu sudah bernanah," kata Dahniar.

[url]http://news.detik..com/read/2013/12/17/142402/2444388/10/adit-bocah-penuh-luka-mengaku-bibir-dan-lidahnya-digunting-sang-ibu?991101mainnews[/url]


Quote:
Bibir, Lidah dan Kemaluan Ada Bekas Digunting

TAPUNG- Seorang bocah bernama Adit (7) ditemukan penuh luka siksaan. Pihak polisi sendiri sudah menanyai Adit. Dari pengakuan Adit, ia ditinggalkan ibunya yang bernama Minah dan pamannya Isyam di lokasi tersebut.

Adit juga menceritakan bahwa ia selama ini memang dianiaya. Dan ini memang terlihat dari kondisi tubuhnya yang penuh dengan memar dan luka.

Menurut Alwis, untuk mengungkapkan kasus ini, pihaknya bekerjasama dengan Polsek Tandun terus berusaha mencari kedua orangtuanya. Menurut pengakuan Adit, alamat rumahnya berada di Jalan Rambutan. ‘’Kami sudah mencari di Jalan Rambutan dekat Koramil Tandun. Namun tidak ada, kita juga mencari ke Jalan Rambutan Pasirpengaraian juga tidak ada,’’ ujarnya.

Kendati pencarian yang dilakukan masih belum membuahkan hasil, pihaknya masih akan tetap melakukan pencarian pelaku penelantaran dan penganiayaan anak ini.

Sementara sekitar pukul 21.15 WIB malam tadi, Adit tiba di RSUD Bangkinang bersama P2TP2A Kampar. Menurut Sekretaris P2TP2A Kampar Hafiz Tohar begitu sampai di rumah sakit, Adit langsung diperiksa dokter. Saat ini penanganan yang dilakukan P2TP2A, melakukan perawatan hingga kondisi Adit membaik secara fisik dan mental.

Hafis menyebutkan kalau kondisi Adit ditemukan memang menggenaskan walaupun sudah dirawat. Di kepala Adit banyak bekas pukulan, sayatan atau benturan benda padat, begitu juga sekujur tubuhnya penuh luka. ‘’Bahkan bibirnya bekas digunting dan lidahnya juga,’’ ujarnya prihatin.

Pihaknya akan segera berkoodininasi dengan polisi untuk kasus hukum. Namun sementara saat ini kosentrasi saat ini adalah memperbaiki kondisi kesehatan dulu.(dik/rdh)


Quote:
Bocah Penuh Luka Korban Penyiksaan Ditemukan Warga Kampar di Kebun Sawit

Seorang bocah badannya dipenuhi luka baru dan lama. Kondisinya menggenaskan saat ditemukan warga Kampar di perkebunan kelapa sawit.

Riauterkini-BANGKINANGKOTA-Sungguh tragis nabis yang dialami Adit, bocah 6 tahun ini mengalami luka disekujur tubuhnya. Bocah malang ini diduga korban penyiksaan orang tuanya.

Bahkan yang lebih menyayat hati bocah yang dalam kondisi lemah ini ditinggal orang tuannya dipagi buta dikebun sawit PTP N V persisnya di Afdeling 4 Desa Talang Danto Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar.

Bocah ini pertama kali ditemukan oleh salah seorang pedagang sayur yang melintasi daerah tersebut dan hendak buang air kecil pada Ahad (15/12/13) sekitar pukul 09.00 wib. Saat itu ia melihat sesosok bocah dalam kondisi tertidur dibawah pohon kelapa sawit dengan kondisi tubuh kurus dan penuh luka serta memakai topi.Lalu pedagang sayur ini membawa bocah ini ke sebuah pondok milik warga yang tak jauh dari lokasi pertama ia ditemukan. Sontak saja berita penemuan bocah ini dengan cepat menyebar keseluruh kampung.

Begitu juga dengan Dahniar warga Tandun ini begitu mendengar informasi tersebut langsung menuju ke pondok tempat bocah itu dititipkan. Melihat kondisi tubuh bocah yang penuh luka ini Dahniar tanpa pikir panjang menawarkan untuk merawat bocah malang ini. " Setelah mendapat izin dari pemilik pondok lalu anak ini saya bawa pulang dan sampai dirumah tubuhnya saya bersihkan,"ujar Dahniar kepada riauterkinicom Senen malam (16/12/13) ketika mendampingi bocah malang ini saat dirawat di Rumah Sakit Umum Bangkinang.

Dahniar menceritakan bahwa ia sempat bertanya kepada Bocah ini sejak kapan ia berada di kebun sawit dan siapa yang membawanya," Lalu Adit menjawab ia dibawa ketika bangun dari tidur dan dibawa oleh oom dan mamak (ibu-red-),"ujar Dahniar menirukan kalimat Adit.

"Kemudian saya juga bertanya siapa yang melakukan sehingga sekujur tubuhnya penuh dengan luka, lalu Adit menjawab mamak (ibu-red) dan Bapak, dan adit juga mengatakan bahwa Bapaknya bernama Isam dan ibunya bernama Vina yang tinggal di Ujung Batu Kecamatan Rokan Hulu,"ungkap Dahniar yang bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas di perusahaan PTPN V Tandun.

Informasi penemuan ini bocah ini juga sampai kepihak PTPN V Tandun. Kemudian Pada Senen (16/12/13) pihak PTPN V membawa bocah ini kerumah sakit milik pihak PTPN V Tandun untuk mendapatkan perawatan.

Kemudian pihak PTPN V Tandun menghubungi Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Kampar terkait penemuan bocah ini yang tengah dirawat di Rumah Sakit PTPN V Tandun.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Kampar Hafis Tohar kepada riauterkinicom Senen malam (16/12/13) saat di Rumah Sakit Umum Bangkinang mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya mendapat informasi dari Humas PTPN V Tandun.

" Memperoleh informasi tersebut kami langsung menuju ke Rumah Sakit PTPN V Tandun dan setelah melakukan komunikasi anak ini langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Bangkinang untuk mendapatkan perawatan yang itensif,"ujarnya.

Dikatakannya bocah malang ini mengalami luka disekujur tubuh bahkan dibagian kepala terdapat beberapa luka bekas benda tumpul," Bibir bocah ini bengkak dan memerah diduga bekas seperti digunting begitu juga hidungnya, bahkan dipunggung bocah ini hitam seperti bekas sterika,"ujarnya.

" Untuk itu kita berharap aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini dan menemukan pelakunya,"harapnya.

Diungkapkannya, saat ini Bocah malang ini sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Bangkinang," Bocah ini dibawah tanggung jawab LPA Kabupaten Kampar dan kami mengucapkan terima kasih kepada pihak PTPN V Tandun yang telah merawat dan mengucapkan terima kasih masyarakat yang telah menemukan bocah malang ini,"tuturnya.(man)

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Malam Ini Adit Dijaga Staf Lembaga Perlindungan Anak Kampar


Kampar - Ibu Dahniar (42) yang sempat merawat Adit (6) sudah pulang ke kampung karena dia juga punya anak kecil. Namun jangan khawatir, malam ini staf Lembaga Perlindungan Anak Kab Kampar Riau siap menjaga Adit.

Ibu Dahniar orang pertama yang merawat Adit yang kondisinya penuh luka karena dianiaya ibu kandungnya itu. Sore tadi, Selasa (17/12/2013), Ibu Dahniar harus pulang ke rumahnya di Kecamatan Tapung Hulu, Kab Kampar. Sedangkan Adit harus tetap di rawat di RSUD Bangkinang, Ibukota Kampar.

"Saya terpaksa pulang, karena saya juga punya anak kelas 3 SD yang saya titip ke tetangga. Saya juga titipkan uang sumbangan warga di sekitar saya buat yang jaga Adit. Semoga Adit lekas sembuh," kata Dahniar Boru Siregar itu sembari mengusap air matanya dengan jilbabnya.

Ibu janda beranak dua ini, semalam suntuk menjaga Adit dari rumahnya hingga dirawat di RSUD.Dia sebenarnya ingin menjaganya, hanya karena jarak antara rumah dan RSUD terlalu jauh. Ibu ini juga dalam kondisi meninggalkan anaknya demi membawa Adit ke rumah sakit.

Ibu ini juga yang membiayai Adit saat dibawa ke dokter. Dari sana dokter menyarankan Adit dibawa ke Puskesmas. Dari Puskesmas, Adit di suruh rujuk ke RS PTP Nusantara V. Ibu ini dengan setia mendampingi Adit.

Dari sana, pihak RS PT Nusantara V, merujuk Adit ke RSUD Bangkinang, pada Senin (16/12/2013) sekitar pukul 21.00 WIB. sumber

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Bocah disiksa ibu di Riau, ada luka bekas setrika di punggung

Merdeka.com - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Kampar, Repol mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses penyembuhan dan hukum atas penyiksaan yang dialami Adit (6). Bocah malang itu disiksa ibunya sendiri dengan cara lidah dan kelamin digunting.

"Awalnya kami mendapat informasi dari pihak PTPN V Kampar, lalu kami langsung menuju ke Rumah Sakit PTPN V Tandun dan setelah melakukan komunikasi anak ini langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Bangkinang untuk mendapatkan perawatan yang intensif," ujar Repol kepada merdeka.com, Selasa (17/12).

Menurut Repol, bocah malang ini mengalami luka di sekujur tubuh bahkan di bagian kepala terdapat beberapa luka bekas benda tumpul. Bibir Adit juga tampak bengkak dan memerah diduga bekas seperti digunting begitu juga hidungnya, bahkan di punggung bocah ini hitam seperti bekas seterika.

"Lidah dan alat kelaminnya pun tampak bekas sobek, seperti disayat benda tajam, sangat memprihatinkan melihatnya," ujar Repol miris.

Saat ini, Repol mengaku fokus pada penyembuhan Adit, agar bocah tersebut cepat sehat dan bisa beraktivitas kembali dengan normal.

"Proses hukumnya kami serahkan ke pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini dan menemukan pelakunya, namun tetap kami kawal dan membantu pihak kepolisian," ujarnya.

Dia menambahkan, Adit di bawah tanggung jawab LPA Kabupaten Kampar dan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak PTPN V Tandun yang telah merawat dan mengucapkan terima kasih masyarakat yang telah menemukan bocah malang ini.

"Segala biaya pengobatan kami tanggung jawab, sampai Adit benar-benar sembuh dan bisa hidup dengan sehat, mengenyam pendidikan dengan baik," pungkasnya. sumber

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Polisi Harus Bongkar Penyiksaan Bocah di Riau

JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur Riau, Wan Abubakar mengutuk aksi kekerasan terhadap seorang anak bernama Adit di Riau, Senin (17/12) Menurutnya, pelaku harus diberikan hukuman setimpal atas perbuatannya.

"Polisi harus segera melakukan penyelidikan, cari tahu siapa yang melakukan tindakan tidak berperikemanusiaan itu dan berikan hukuman setimpal," kata Wan Abubakar di Jakarta, Selasa (17/12).

Adit ditemukan penuh luka siksaan. Dari penyelidikan awal polisi, Adit mengaku ditinggalkan ibunya yang bernama Minah dan pamannya Isyam di perkebunan PTPN V, Tandun, Riau.

Informasi ini menurut Wan Abubakar harus didalami polisi, apakah pelakunya orang tuanya sendiri atau ada orang lain yang terlibat. Karena banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak.

"Kejadian ini bisa saja karena banyak faktor, orang tua, konflik keluarga ataupun orang lain yang melakukannya. Tapi peristiwa semacam ini harus diantisipasi," kata Anggota DPR asal Riau itu.

Karena itu dia meminta kepolisian tidak tinggal diam. Polisi dimintak tak hanya sekedar menyelidi tapi harus mengungkap peristiwa ini secara tuntas. "Pelaku juga harus dijerat UU Perlindungan Anak," tandasnya.(Fat/jpnn)



Quote:

Index Berita dari Detik
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/191325/2445943/10/kapolda-riau-orang-tua-adit-akan-terus-kita-cari"]Kapolda Riau: Orang Tua Adit Akan Terus Kita Cari [/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/183453/2445896/10/adit-masih-labil-sering-kaget-lihat-perempuan-dan-gunting?nd771104bcj"]Adit Masih Labil, Sering Kaget Lihat Perempuan dan Gunting[/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/173648/2445824/10/cari-ortu-adit-polisi-sebar-foto-ke-warga?nd771104bcj"]Cari Ortu Adit, Polisi Sebar Foto ke Warga[/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/164356/2445761/10/ini-hasil-rekap-medis-adit-lidah-terpotong-bibir-dan-alat-vital-disayat?nd771104bcj"]Ini Hasil Rekap Medis Adit: Lidah Terpotong, Bibir dan Alat Vital Disayat [/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/163746/2445743/10/lpa-laporkan-kasus-adit-ke-polisi?nd771104bcj"]LPA Laporkan Kasus Adit ke Polisi [/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/110842/2445239/10/beri-keterangan-berbeda-adit-mengaku-dibuang-ibu-dan-om-nya?nd771104bcj"]Beri Keterangan Berbeda, Adit Mengaku Dibuang Ibu dan Om-nya [/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/115424/2445305/10/rsud-bangkinang-gratiskan-biaya-perawatan-adit?nd771104bcj"]RSUD Bangkinang Gratiskan Biaya Perawatan Adit [/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/141939/2445509/10/istri-bupati-dan-pejabat-ramai-ramai-kunjungi-adit?nd771104bcj"]Istri Bupati dan Pejabat Ramai-ramai Kunjungi Adit [/URL]
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/18/144308/2445566/10/menteri-pp-dan-pa-minta-polisi-usut-kasus-adit?nd771104bcj"]Menteri PP dan PA Minta Polisi Usut Kasus Adit [/URL]


Thanks To :
gaexdv
godzalli




FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

emoticon-Shakehand2

Follow
@KaskusRiauRaya

Facebook
Group FB



Wassalamualaikum Wr. Wb.
Dari Thread Sebelumnya

Quote:Quote:Megawati: Kisah Adit 'Bocah Penuh Luka' Bikin Hati Saya Tergerus
Jakarta - Kisah malang Raditya Atmaja Ginting (Adit), bocah yang disiksa ibu tirinya di Kampar, Riau, mendapat sorotan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Megawati mengaku prihatin mendengar kasus Adit.

"Saya melihat di televisi, seorang anak yang namanya Adit, hati saya merasa digerus," kata Megawati di GOR Otista, Jl Otto Iskandar Dinata, Jakarta, Minggu (22/12/2013).

Mega yang berbicara pada peringatan Hari Ibu itu mengingatkan bahwa seorang ibu seharusnya mengedepankan hati nurani. Tak seharusnya seorang anak disiksa, meskipun bukan anak kandungnya.

"Ibunya Adit ada di Medan, Sumatera Utara. Lalu sudah pisah bapak dengan ibunya. Ibu kandungnya berkeluarga lagi, Adit tinggal bersama ayah dan ibu tirinya. Dan dia dianiaya oleh ibu tirinya," tutur Mega dengan raut muka prihatin.

Namun menurut Megawati, rasa kemanusiaan sesungguhnya tak peduli dengan status ibu tiri atau ibu kandung. Rasa kemanusiaan merupakan nilai universal. Penyiksaan terhadap Adit menunjukkan absennya nilai kemanusiaan pada diri seorang perempuan.

"Ke mana kemanusiaan seseorang perempuan? Selalu dikatakan sinetron bahwa ibu tiri itu pasti jahat. Sebenarnya itu bukan masalah kandung atau tiri, tapi itu adalah masalah perikmanusiaan kita sebagai kaum permpuan. Apakah tega bapak ibu?" kata Mega.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/22/151105/2448842/10/megawati-kisah-adit--bocah-penuh-luka--bikin-hati-saya-tergerus"]Sumber[/URL]


Quote:Hamil Tua, Ibu Kandung Adit Berangkat Menuju Kampar
Medan - Dalam keadaan hamil tua, Devi Andriani (35) akhirnya berangkat ke Kampar, Riau. Dia berencana melihat dan jika memungkinkan membawa pulang anak kandungnya Raditya Atmaja Ginting alias Adit pulang ke Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Devi berangkat sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (22/12/2013) dengan menumpang mobil Avanza sewaan. Ikut serta bersamanya Andre Atmaja Ginting (8) abang kandung Adit, serta suami kedua Devi, Rudi Erian, ibu mertua Devi.

Rombongan ini akan menempuh jarak sepanjang 670 kilometer. Setidaknya perjalanan ini akan berlangsung selama 17 jam, termasuk istirahat. Jika semuanya lancar, kemungkinan rombongan akan sampai di Kampar pada Senin (23/12) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Walau tengah hamil tujuh bulan, Devi menyatakan, dia harus berangkat ke Kampar untuk melihat anaknya yang menjadi korban penganiayaan ibu tiri. Jika memungkinkan, dalam proses berikutnya dia akan membawa Adit pulang ke Medan.

"Akan saya urus sendiri," katanya.

Adit merupakan anak kedua dari pernikahan Devi dengan Surya Atmaja Ginting. Ketika bercerai lima tahun lalu, mereka berbagai tanggung jawab mengurus anak. Adit ikut ayahnya dan Andre ikut Devi.

Devi kemudian menikah lagi, demikian juga Surya yang menikah dengam Ervina (36). Adit tetap ikut bersama Surya dan ibu tirinya, hingga kemudian menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya sendiri.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/22/173324/2448923/10/hamil-tua-ibu-kandung-adit-berangkat-menuju-kampar"]Sumber[/URL]

FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan
Spoiler for :
Dari Thread Sebelumnya

Quote:FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Quote:Ini Alasan Ervina Buang Adit ke Kebun Sawit
Pekanbaru, - Ervina membuang anak tirinya, Adit (8) di perkebunan sawit. Ervina mengaku tega melakukannya karena kesal dengan ulah nakal Adit.

Saat diwawancarai, Ervina menuturkan dirinya kehabisan sabar menghadapi tingkah Adit. Puncak kekesalannya dilampiaskan dengan menganiaya Adit.

Tak tahan dengan tingkah Adit, Ervina dan Surya Atmaja yang tak lain ayah kandung dari Adit sepakat untuk membuangnya di perkebunan sawit.

"Kami sudah tak tahan dengan tingkat Adit yang nakal. Sama famili kami tak ada yang tahan menampung Adit. Makanya kami bersepakat awalnya mau menitipkannya ke panti asuhan. Tapi kami panik tak tahu dimana ada panti asuhan," kata Ervina di Mapolres Kampar, Riau, Kamis (19/12/2013).

"Karena kami panik, ya sudahlah kami taro saja Adit di pinggir kebun sawit. Kami kasih makanan ringan dan minum. Biar Adit bisa bertahan sampai nantinya dijumpakan orang yang lewat," cerita Ervina dengan santai.

Ervina mulanya berharap akan ada orang tua asuh yang mau merawat Adit. "Saking paniknya mau dikemanakan Adit ini, ya sudahlah kami tinggalkan saja di kebun sawit, mudah-mudahan diambil orang," kata Ervina.
[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/212748/2447215/10/?nd772204topnews]sumber[/url]


Quote:Bantah Seterika, Ibu Tiri Mengaku Pukul Punggung Adit Pakai Sapu Lidi
Pekanbaru, - Hasil diagnosa dokter menyebut bekas luka bakar di punggung bocah malang Adit diduga karena gesekan seterika. Tapi Ervina membantah menempelkan seterika panas ke punggung anak tirinya.

"Tak betul cerita Adit itu kalau punggungnya saya seterika. Punggungnya cuma saya pukul pakai sapu lidi," kata Ervina kepada detikcom di Mapolres Kampar, Riau, Kamis (19/12/2013).

Masih cerita Vina, dia memukul Adit pakai sapu lidi dengan dalih waktu itu adiknya dipukul. Ervina memukul karena marah anak kandungnya dipukul Adit.

"Saya pukul pakai sapu lidi memang sampai memar. Habis itu saya obati pakai obat pil atum. Saya taburi obat itu ke punggungnya. Rupanya salah obat, makanya kulitnya gosong karena obat, bukan saya seterika," kilahnya.
[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/205741/2447206/10/?nd772204topnews]sumber[/url]



Quote:Bantah Aniaya Pakai Sajam, Ervina Beberkan Luka-luka di Tubuh Adit
Kampar - Ervina (36) mengakui memukul Aditya (nama lengkap Adit). Dia tidak menggunakan senjata tajam, termasuk gunting. Berikut penjelasannya soal luka-luka di tubuh Adit.

"Sumpah! Sumpah mati saya tak pernah memotong lidah Adit pakai gunting. Nggak betul itu, kalau saya nekat sampai menggunting lidahnya," kata Ervina dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (19/12/2013) di Mapolres Kampar, Riau.

Menurut Ervina, luka di lidah Adit itu karena ditonjok. "Mulutnya saya pukul pakai tangan. Ini bekas luka di tangan saya masih ada. Ya mungkin waktu saya pukul pakai tangan, kena lidahnya. Tapi tak betul kalau sampai saya gunting," kata Ervina yang mengaku kejadian itu sekitar 3 bulan silam.

Lantas bagaimana bibir Adit yang ada bekas sayatan? "Itu juga karena saya pukul. Bukan kena gunting," katanya.

Dalam pemeriksaan tim medis RSUD Bangkinang, tempat Adit dirawat, ujung lidah Adit terpotong. Bibirnya terdapat luka bekas benda tajam. Begitu juga alat vitalnya.

"Hasil diagnosa tim medis kita, lidah, bibir dan alat vitalnya ada bekas benda tajam," kata Direktur RSUD Bangkinang Kampar dr Wira Dharma dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (18/12) kemarin.
[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/195621/2447183/10/?nd772204topnews]sumber[/url]


Quote:Akui Menganiaya, Ervina 'Si Ibu Tiri' Berdalih Adit Nakal
Kampar - Ervina (36) mengakui memukul Adit. Si ibu tiri ini menyebut Adit nakal. Seberapa nakal?

"Dia suka ganggu adiknya. Suka mukul anak tetangga. Saya kesal liat dia, makanya saya pukul," kata Ervina kepada detikcom di Mapolres Kampar di Bangkinang, Kampar, Kamis (19/12/2013).

Ervina mengatakan, melihat tingkah Adit yang nakal dia tidak bisa menahan amarah.

"Tidak mungkinlah saya mukul anak tanpa alasan. Saya pukul dia kan karena anak itu nakal. Mana mungkin kalau tak nakal saya pukul," katanya.

"Saya masih punya akal, masak mukul nggak ada penyebab. Bukan cuma saya, saat Adit bersama uwaknya di Medan juga dipukul. Mereka saja tak tahan menjaga Adit, dan saya pun tak sanggup menjaganya karena nakal kali dia," kata Ervina.

Ervina menyebut Adit bernama asli Aditya. Usianya bukan 6 tahun, tapi 8 tahun. Bocah yang sekujur tubuhnya terluka ini hidup bersama Ervina dan bapak kandungnya, Surya Atmaja (35), sejak April 2012 lalu. Sebelumnya, ia tinggal bersama uwak-nya di Medan.
[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/192721/2447158/10/akui-menganiaya-ervina-si-ibu-tiri-berdalih-adit-nakal?nd771104bcj]sumber[/url]



Quote:Ini Identitas Ortu Adit yang Ditangkap Polisi, Ternyata Ibu Tiri
Kampar - Orangtua Adit ditangkap. Yang diaku Adit sebagai ibu, ternyata ibu tiri. Saat ini ia dan suami atau bapak kandung Adit, ditahan di kantor polisi.

"Mereka atas nama Surya Atmaja, usia 35 tahun dan Ervina, usia 36 tahun. Bapak kandung dan ibu tiri Adit," kata Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono di Mapolres, Kamis (19/12/2013) petang.

Keduanya ditangkap pada pukul 13.00 WIB di Desa Danau Lancang, Tapung Hulu, Kampar. Kawasan ini berdekatan dengan alamat yang disampaikan Adit, yakni Ujung Batu, Rokan Hulu.

"Mereka berada di rumah manajer perkebunan yang juga atasan Surya," jelas Ery.

Surya dan Ervina telah dipantau sebelumnya. Mereka meninggalkan rumah sejak pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian, ketika kondisi memungkinkan, keduanya ditangkap dan langsung dibawa ke Mapolres. Saat ini, mereka diperiksa polisi.
[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/183055/2447098/10/ini-identitas-ortu-adit-yang-ditangkap-polisi-ternyata-ibu-tiri?nd771104bcj]sumber[/url]


Quote:Menangis di Kantor Polisi, Ini Dia Ervina Ibu Tiri Adit
Kampar - Mata Ervina (36), ibu tiri Adit, berkaca-kaca saat digelandang polisi. Tangannya menutup hidung. Kadang menutup sebagian wajah. Berikut ekspresi menyesal perempuan itu.

Ervina ditangkap bersama suami yang juga bapak kandung Adit, Surya Atmaja (35), Kamis (19/12/2013) sekitar pukul 13.00 WIB. Dari lokasi penangkapan, rumah atasan Surya di Desa Danau Lancang Kampung Hulu, keduanya dibawa ke Mapolres Kampar di Bangkinang.

"Adit hidup bersama keduanya sejak April 2012. Sebelumnya, ia bersama uwaknya di Medan," kata Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono di Mapolres, Kamis (19/12/2013) petang.

Karena penyidik masih memeriksa, Ery belum bisa menjelaskan kapan Ervina dan Surya menikah. Yang jelas, Surya sudah resmi berpisah dengan ibu Adit. Ibu kandung Adit diduga hidup di Medan.

Dari hasil pernikahan dengan Surya, Ervina memiliki satu anak berusia 2 tahun. "Anaknya saat ini dalam penanganan kami," jelas Ery.

Ervina dan Surya masih diperiksa polisi. Polisi mendalami motif perlakuan kasar terhadap Adit.
[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/185045/2447126/10/menangis-di-kantor-polisi-ini-dia-ervina-ibu-tiri-adit?nd771104bcj]sumber[/url]





FR - #R3 Peduli - Peduli Adit 'Bocah Penuh Luka' Korban Penganiayaan

Quote:Akhirnya, Ortu Adit 'Bocah Penuh Luka' Ditangkap!

Kampar - Orangtua Adit (6), bocah yang telantar dalam kondisi terluka di sekujur tubuh, ditangkap. Saat ini, mereka tengah digelandang ke kantor polisi.

"Ya benar, sudah ditangkap pukul 14.00 tadi. Ini sedang dibawa ke Polres Kampar di Bangkinang," kata Kapolsek Tapung Hulu AKP Alwis Sald saat dihubungi detikcom, Kamis (19/12/2013).

Alwis enggan menjelaskan lebih lanjut soal kronologi maupun identitas orangtua Adit. "Untuk keterangan selanjutnya, silakan ke Polres (Kampar)," katanya.

Adit ditemukan penjual sayur di Desa Talang Kanto, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Riau, Minggu (15/12) lalu. Kemudian, dia dibawa warga ke puskesmas dan RSUD Bangkinang. Kepada orang yang mendampingi, Adit menyebutkan nama bapak, ibu, dan omnya. Mereka berasal dari Ujung Batu, Rokan Hulu.

Adit sempat menyebut 3 nama, yakni Vina dan Novi. Perempuan ini diakuinya sebagai ibu. Satu nama lainnya, Isam, disebut-sebut sebagai bapak atau om. Saat ini, Adit masih dirawat di RSUD Bangkinang.

[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/165401/2446913/10/akhirnya-ortu-adit--bocah-penuh-luka--ditangkap]sumber[/url]



Quote:Adit Kini Ditangani Dokter Spesialis Anak dan Psikolog

Pekanbaru - Kondisi Adit (6) secara umum terus menunjukan perubahan ke arah yang lebih baik. Kini, Adit mendapat pendampingan langsung dari dokter spesialis anak dan psikolog.

Demikian disampaikan Dirut RSUD Bangkinang, Kampar, dr Wira Dharma kepada detikcom, Kamis (19/12/2013).

"Adit mengalami traumatik mendalam dan butuh diagnosa darahnya masih akan diteliti kembali oleh dokter spesialis anak," kata dr Wira.

Menurut dr Wira, pihaknya khawatir jika Adit mengalami infeksi bagian dalam karena luka di bagian kepalanya yang sampai bernanah.

"Jadi memang perlu cek darahnya untuk meneliti apakah juga mengalami infeksi," katanya.

Pihak tim medis belum bisa memastikan kapan kondisi fisik Adit bisa dipulihkan.

"Kita tidak bisa memprediksi waktunya. Karena Adit butuh penanganan pengobatan fisik dan mentalnya. Karena dia mengalami traumatik," kata dr wira.

[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/082220/2446134/10/adit-kini-ditangani-dokter-spesialis-anak-dan-psikolog]sumber[/url]


Quote:Bupati Kampar: Pemkab Akan Tanggulangi Biaya Perawatan Adit

Kampar - Pihak RSUD Bangkinang, Kampar diminta memberikan pelayanan pengobatan yang maksimal untuk Adit (6) bocah korban kekerasan. Pihak Pemkab Kampar, Riau siap membantu dana yang dibutuhkan selama proses pengobatan.

Demikian disampaikan, Bupati Kampar, Jefry Noer kepada detikcom, Rabu (18/12/2013). Menurut Jefry, dia sudah menghubungi Dirut RSUD Kampar, agar memberikan penanganan yang maksimal kepada Adit.

"Jika memang rumah sakit kita peralatan medisnya kurang mendukung dalam upaya penyembuhan terhadap Adit, kita minta segera rujuk ke rumah sakit yang punya peralatan medis yang lebih baik lagi dari punya Pemkab Kampar. Ini perlu dilakukan agar Adit bisa segera sembuh," kata Jefry.

Jefry menyebutkan, kendati bocah malang itu disebut-sebut berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, pihaknya tetap akan membantu memberikan biaya untuk Adit.

"Atas nama pemerintah Kabupaten Kampar, kita akan carikan dana untuk penanganan Adit ini. Mungkin kita juga bisa share dari dana penanggulangan tanggap darurat, karena memang anak itu butuh penanganan khusus. Mana lagi tak jelas siapa orang tuanya. Secara pribadi juga saya akan membantunya," kata Jefry.

Dia juga meminta Polres Kampar untuk segera mengusut siapa pelaku dari kekejaman tersebut.

"Kita minta agar pihak aparat bisa segera menangkap pelakunya," katanya.

"Binatang saja sayang dengan anaknya. Ini kok ada manusia menganiaya secara kejam dengan darah dagingnya sendiri," kata Jefry.

[url=http://news.detik..com/read/2013/12/19/032250/2446075/10/bupati-kampar-pemkab-akan-tanggulangi-biaya-perawatan-adit]sumber[/url]

Dari Thread Sebelumnya

Quote:Assalamualaikum

26/ Desember/ 2013, Alhamdulillah, saya dan beberapa teman kaskuser R3, tadi menjenguk adek kita Adit yang ada di Rumah Sakit Bangkinang. Walaupun cuaca ga bersahabat, tapi kita memang udah niat mau jenguk. Alhamdulillah sampai dan di sambut dengan baik oleh teman - teman relawan dari LPA. Nampak juga beberapa wartawan masih mondar mandir untuk melihat kondisi Adit. Dan akhirnya kami bertemu dengan Adit, setelah adit pindah kamar yang lebih baik VVIP. Dia sedang asik mewarnai sebuah buku gambar yang di berikan oleh orang - orang yang menjenguknya. Alangkah senangnya ketika melihat adit tersenyum dan beraktifitas di temani teman - teman sebayanya yang berada di Rumah sakit tersebut. Dari kondisi fisik kelihatan sudah ada beberapa yang membaik, luka luka yang sudah mengering, bagian punggung yang di setrikapun sudah membaik. Hanya saja bekas luka yang susah hilang dan jari - jari tangan adit yang masih bengkak. Untuk pemakaian infus adit sudah tidak pakai lagi, alhamdulillah. Tetapi ketika kami mencoba menyapa dan bertanya kepada adit, dia masih enggan untuk menjawab, dan hanya mengganggukkan kepala saja. Masih nampak keraguan adit untuk berinteraksi terhadap sekitar. Kami lantas tidak menyerah begitu saja, kami membawa salah satu mainan RC yang kami dapat dari Kaskuser yang terlbih dahulu mengirimkannya. Nampak ceria di wajahnya dan tersenyum ketika dia bermain RC tersebut. Lega ketika melihat dia tersenyum.

Selanjutnya kami mengobrol dengan pihak LPA sebagai penanggung jawab Adit, karena dari awal adit di RS, LPA lah yang mengurus segala sesuatunya, termasuk untuk proses BAP ke kepolisian. Dan LPA juga mendapat satu PR lagi, karena adik tiri adit juga di asuh oleh LPA. Ini semua dikarenakan ibu tiri adit sudah tertangkap. Berbeda dengan adit, adik tirinya tidak mendapat perlakuan kasar, tetapi adik tirinya tau dan melihat apa yang di lakukan oleh orang tuannya, sehingga adiknya juga mengalami semacam tekanan psikologi. Rasa ketakutan juga ada. Saya juga terkejut, ternyata Adit sangat sayang sama adiknya, ini di lihat dari mainan pemberian orang - orang yang menjenguknya di berikan kepada adiknya. Umur adiknya sendiri 1 1/2 tahun. "Adit termasuk anak yang pintar" ujar seorang relawan LPA, di pandai melipat pakaiannya sendiri, merapikan dan juga dalam hal mewarnai dia termasuk pintar. Rasanya... sangat kesal rasanya, ketika anak seumur dia tidak sekolah.

Ibu kandung adit yang di Medan senin kemarin sudah tiba di RS Bangkinang, dan seperti yang di ketahui, beliau ingin membawa Adit pulang, namun ke inginan ini di tolak bermacam pihak, termasuk LPA sendiri. Karena saat ini pun adit masih belum sehat dan masih lama di RS. Selain itu, proses hukumnya masih berjalan sehingga Ibu Adit tidak bisa membawanya. Dan lebih lagi, pihak LPA harus mensurvey apakah ibunya benar - benar layak untuk mengasuh Adit. Seperti yang di ketahui, adit sudah tidak bertemu dengan ibunya selama lebih kurang 2 tahun, Selama ini sebelum adit tinggal bersama ayah dan ibu Tirinya adit tinggal bersama budenya. Ketika ibu kandungnya datangpun adit terlihat cuek dan tidak memperdulikannya, malah ketika ibu kandungnya memeluk adit, adit hanya diam, dan dia lebih banyak berinteraksi dengan budenya. Ada 4 opsi yang akan di lakukan ketika adit sembuh, dan ini masih perkiraan. Yang pertama mungkin adit di kembalikan ke ibu kandung, yang kedua adit akan di asuh oleh Budenya, yang ketiga adit akan di asuh oleh LPA/ orang tua asuh, opsi terakhir adit di panti ?. Namun sepertinya itu semua kembai kepada adit, karena kenyaman adit lah yang lebih penting. Dan sepertinya itu tertujua ke bude adit sendiri. Ya... kita liat saja perkembangan adit, berkurangnya trauma tentu dapat membantu adit.

Untuk saat ini adit masih di RS sampai waktu yang belum di tentukan, sambil menunggu proses hukum kepada para tersangka. Dan kami kaskuser R3 tetap terus memantau hingga adit keluar dari RS. Untuk di ketahui, bantuan dari teman - teman belum satupun kami serahkan kepada pihak yang ada di dsana. Kami benar benar menunggu kejelasan terlebih dahulu, termasuk dengan siapakan nanti dia akan tinggal. Dan kami tetap bekerja sama dengan pihak LPA. Dan teman - teman R3 sudah sepakat untuk terus bekerja sama, hingga adit bisa kembali tersenyum, aman, nyaman dan bisa sekolah.

Masukan teman - teman disini sangat di butuhkan, kami terima seiap kritik, ide dan saran. Jangan sungkan - sungkan ya teman - teman. Salam peduli !

Spoiler for foto:



Quote:Original Posted By muthea
Allahuakbar....
Alhamdulillah
terimakasih untuk rekan-rekan
R3 yang udah menjenguk adit.
Maaf tadi ga bisa ikut emoticon-Embarrassment
Dengan Bismillah...
semoga,dgn dibukanya trit ini
Dapat membantu meringankan
kemalangan yang ditimpa
Oleh adik kita ini
Amin... emoticon-Frown

-------

UPDATE


Quote:[URL="http://tv.detik..com/readvideo/2013/12/23/190820/131223054/061009681/tangis-haru-warnai-pertemuan-adit-dan-ibu-kandung"]Tangis Haru Warnai Pertemuan Adit dan Ibu Kandung[/URL]
Pertemuan Adit dan ibu kandungnya di Kampar, Riau berlangsung haru. Trauma mendalam yang dialami Adit tidak menghapus kenangan bersama sang ibu, keduanya larut dalam tangis haru di bangsal rumah sakit.
[URL="http://tv.detik..com/readvideo/2013/12/23/190820/131223054/061009681/tangis-haru-warnai-pertemuan-adit-dan-ibu-kandung"]Sumber[/URL]


Quote:RSUD Bangkinang Batasi Pengunjung Adit
Kampar - Pihak RSUD Bangkinang Kampar Riau kini memperketat pengunjung Adit. Hal itu dilakukan guna pemulihan traumatik Adit.

"Pengunjung Adit setiap hari semakin banyak, terlebih lagi sekarang liburan sekolah. Banyak warga yang datang. Kita menghargai warga yang berempati dengan Adit, namun demikian perlu diingat dia masa proses memperbaiki traumatiknya," kata Dirut RSUD Bangkinang, dr Wira Dharma kepada wartawan, Senin (23/12/2013).

Dia menjelaskan, kondisi fisik Adit terus mengalami perbaikan. Adit juga tidak lagi menggunakan infus.

"Saat ini hanya luka bagian bibir, kepala dan lengan yang masih diperlukan penyembuhan. Namun kondisi kesehatannya secara umum jauh lebih baik dari pertama Adit dirawat," kata dr Wira.

"Penyembuhan fisik berlangsung membaik. Begitu juga kondisi mentalnya. Adit tak lagi takut dengan tim medis yang datang. Walau demikian kita tetap memberikan pendampingan psikolog dan dokter anak," kata Wira.

Kehadiran warga untuk melihat kondisi Adit memang terus membludak. Kadang Adit tak punya waktu lagi untuk beristirahat. Apalagi kadang warga yang masuk berbondong-bondong tiada henti.

"Tanpa bermaksud menolak kedatangan warga, kami juga minta bantuan pengertian warga untuk tidak ramai-ramai melihat Adit. Kita sekarang mengatur hanya boleh dua orang untuk sekali menjenguk ke dalam ruangan," kata Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kampar, Khairul Azmi kepada detikcom.[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/23/175829/2449885/10/rsud-bangkinang-batasi-pengunjung-adit"]Sumber[/URL]


Quote:KPAI Minta Ibu Kandung Tak Buru-buru Membawa Adit
Jakarta - Devi Andriani (35), ibu kandung Adit, akhirnya bisa bertemu dengan anaknya di RSUD Bangkinang, Kampar, Riau. KPAI meminta agar Adit tak buru-buru dibawa oleh ibu kandungnya tersebut.

"Soal ibunya yang ingin bawa pulang Adit itu kita hargai. Namun menurut penilaian kami sebelum orangtuanya mengambil Adit itu perlu dilakukan penelitian apakah beliau layak dan apakah beliau ada kemungkinan melakukan hal yang sama atau tidak. Ini bukan berarti kita menghalangi, kita hanya ingin yang terbaik," kata Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait di kantornya Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2013).

Arist menyatakan terus berkoordinasi dengan lembaga perlindungan anak dan RSUD Kampar untuk memantau kondisi Adit. Menurutnya, saat ini kondisi Adit mulai membaik, namun kondisi psikologisnya masih mengalami trauma berat sehingga membutuhkan suasana mendukung untuk memperbaiki kesehatan dan kondisi psikologinya.

"Dia mengalami trauma berat dan belum siap menerima kunjungan dari orangtua kandungnya atau ibunya yang semalam berangkat dari Medan karena memang kondisinya belum kondusif," katanya.

Arist mendorong kepolisian terus melakukan penyidikan dan bisa menindak pelaku kekerasan terhadap Adit. "Kami mendukung polisi agar melakukan tindakan, karena tidak boleh ada perbedaan dalam kasus kekerasan pada anak meski itu dilakukan orangtua kandung atau orangtua tiri itu harus diporoses hukum," katanya.

Ibu kandung Adit, Devi, sudah bertemu dengan Adit yang jadi korban kekerasan ibu tirinya. Sayangnya, bocah polos itu cuek dan menolak disuapi. Dia tidak begitu respek atas kehadiran sang ibu. Adit selalu posisi menjauh.

Ketika makan siang, sebenarnya sang ibu ingin menyuapi buah hatinya. Namun Adit lebih memilih bersama Jali, relawan yang menjaganya di rumah sakit. Adit meminta Jali mendampinginya makan. Relawan ini pun seperti biasa menyuapi Adit di atas tempat tidurnya.

Devi mencoba mendampingi di atas tempat tidur Adit. Tapi bocah itu menolak dan meminta ibunya tidak naik ke tempat tidurnya. Sang ibu duduk di bawah menatap anaknya yang makan lahap didampingi relawan.[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/23/154141/2449690/10/kpai-minta-ibu-kandung-tak-buru-buru-membawa-adit"]Sumber[/URL]


Quote:Ketika Adit Menjauh dari Ibu Kandungnya dan Menolak Disuapi
Kampar - Devi Andriani (35) jauh datang dari Medan untuk melihat buah hatinya Adit yang jadi korban kekerasan ibu tirinya. Sayangnya, bocah polos itu cuek dan menolak disuapi.

Begitulah tingkah Adit ketika dijenguk Devi di RSUD Bangkinang, Kampar, Riau, Senin (23/12/2013). Ia tidak begitu respek atas kehadiran sang ibu. Adit selalu posisi menjauh.

Ketika makan siang, sebenarnya sang ibu ingin menyuapi buah hatinya. Namun Adit lebih memilih bersama Jali, relawan yang menjaganya di rumah sakit.

Adit meminta Jali mendampinginya makan. Relawan ini pun seperti biasa menyuapi Adit di atas tempat tidurnya.

Devi mencoba mendampingi di atas tempat tidur Adit. Tapi bocah itu menolak dan meminta ibunya tidak naik ke tempat tidurnya. Sang ibu duduk di bawah menatap anaknya yang makan lahap didampingi relawan.[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/23/142750/2449569/10/ketika-adit-menjauh-dari-ibu-kandungnya-dan-menolak-disuapi"]Sumber[/URL[/QUOTE]

[QUOTE][B]Ini yang Terjadi Saat Adit Bertemu Kakak dan Ibu Kandungnya[/B]
Pekanbaru - Devi Andriani (35), ibu kandung Adit, akhirnya tiba di Kampar Riau. Ia langsung menuju rumah sakit tempat Adit dirawat. Bagaimana suasana pertemuan mereka?

Devi tiba di RSUD Bangkinang, Kampar, Senin (23/12/2013) sekitar pukul 09.00 WIB. Devi datang bersama Andre, kakak kandung Adit. Diajak juga 2 anak dari suami keduanya.

Saat mereka bertemu, Adit langsung mengenal ibu kandungnya. Kepada Devi, ia memanggil "Mamak." Devi langsung memeluk buah hatinya itu. Derai air mata mewarnai pertemuan mereka.

Adit juga mengenali Andre. Sambil tersenyum manis, ia memanggil kakak kandungnya. "Abang Andre," panggilnya. Andre memeluk adiknya dan menangis.

Namun demikian, usai dipeluk Devi, Adit menjauh. Ia tak mau berdekatan dengan ibu kandungnya itu. Berbeda dengan bibinya ketika datang, Adit selalu ingin dalam pelukannya.

Adit tampak cuek dengan ibu kandungnya yang berusaha ingin terus dekat dengannya.[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/23/133438/2449484/10/ini-yang-terjadi-saat-adit-bertemu-kakak-dan-ibu-kandungnya"]Sumber[/URL]


Quote:Ibu Tiri Adit Tak Konsisten Sebut Gelar Sarjana yang Disandangnya
Pekanbaru - Ervina alias Vina (36) ibu tiri Adit ini sempat mengaku kepada penyidik di Mapolres Kampar, Riau meraih gelar sarjana SE. Tapi di Medan, dia mengaku raih gelar SH.

Berbagai ocehan Vina bisa jadi ada bohongnya. Misalkan, awalnya di hadapan wartawan bersumpah atas nama Tuhan tak pernah memukul kepala Adit. Setelah di periksa polisi, dia mengaku memukul kepala anak tirinya pakai gagang sapu dari batang kayu.

Di hadapan penyidik juga, Vina anehnya mengaku peraih sarjana ekonomi (SE) dari Universitas Trisakti tamatan 1999.

Tapi benarkah Vina ini peraih gelar SE? "Lho, sama kami dulu waktu mau menikah dengan adik ipar saya, mengaku kalau dia gelar sarjana SH. Kok sampai Riau lain lagi gelar sarjananya," kata Ilham (42) yang merupakan kakak ipar Surya Atmaja Ginting (35) kepada detikcom, Minggu (22/12/2013).

Menurut Ilham, warga di sekitar Jl Deli Tua di Medan tempat tinggal sebelumnya, mengetahui jika Vina selama ini mengaku meraih gelar SH.

"Boleh ditanya sama tetangganya di Medan, selama ini Vina itu mengaku sarjana hukum. Kami sendiripun sejak awal kenal tak percaya kalau dia sarjana," kata Ilham.

"Tapi kami juga pernah tanya dimana dia dulu kuliahnya. Masak orang kuliahan kayak gitu," kata Ilham.

"Itu si Vina memang mulutnya pandai bicara. Tapi apa yang dia bicarakan banyak menipunya," kata Ilham.

Dalam beberapa kali kesempatan detikcom mewawancarinya, Vina juga menyebut meraih gelar SE dari Trisakti. Vina anehnya juga tak pernah merasa menyesal atas perbuatannya yang telah menganiaya Adit. Tak sedikitpun raut wajahnya menunjukan penyesalannya atas apa yang telah dia perbuat.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/23/021809/2449011/10/ibu-tiri-adit-tak-konsisten-sebut-gelar-sarjana-yang-disandangnya"]Sumber[/URL]


Quote:Sebelum Kerja di Kebun Sawit, Ayah Adit Jadi Penarik Bentor di Medan
Pekanbaru - Surya Atmaja sebelum bekerja di perkebunan sawit di Riau, dulunya bekerja sebagai penarik becak motor alias bentor di Medan. Surya kini ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan anaknya sendiri.

Itulah riwayat sekelumit Surya Atmaja (35) ayah kandung Adit. Sejak lajang, Surya dari kalangan keluargaan kebanyakan ini hanya bekerja sebagai penarik becak. Hidupnya serba kekurangan, juga salah satu faktor perceraian dengan istri pertamanya Devi yang tak lain ibu kandung Adit.

Baru hitungan 7 bulan terakhir, dia pindah ke Riau bekerja di perusahaan perkebunan sawit milik PT Surya Dumai Grup. Bukan Surya yang mencari kerja di Riau, namun pekerjaan itu dia dapatkan dari istri keduanya Ervina.

"Setahu kami yang mencarikan kerja diperkebunan itu istrinya. Karena sudah dapat kerjaan di sana, makanya dia pindah," kata Ilham (42) kakak ipar Surya dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (22/12/2013).

"Yang jelas bukan Surya yang mencari kerjaan itu, tapi memang istrinya. Kita juga tidak tahu bagaimana jalan ceritanya sehingga bisa diterima di perusahaan perkebunan itu," kata Ilham.

"Kami waktu itu berharap, dengan pekerjaan yang baru ekonominya bisa lebih baik lagi. Dan Vina bisa lebih baik lagi dalam menjaga Adit. Kami tak menyangka, ternyata Vina lebih kejam lagi terhadap Adit setelah jauh dari keluarga di Medan," kata Ilham.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/23/012859/2449007/10/sebelum-kerja-di-kebun-sawit-ayah-adit-jadi-penarik-bentor-di-medan"]Sumber[/URL]


Quote:Paman Berharap Adit Mengenali Devi Ibu Kandungnya
Pekanbaru - Ibu kandung Adit, Devi Andriani (35), dari Medan menuju Kampar Riau untuk bertemu anaknya. Uwak atau paman berharap semoga Adit mengenal ibunya. Kenapa?

"Tadi ibu kandung Adit pamitan sama kami untuk menemuinya di Kampar. Dia meminjam uang ke sana kemari. Ada keterbatasan ekonomi," kata Ilham, paman Adit dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (22/12/2013).

Ilham mendoakan agar nantinya saat Adit mengenali Devi sebagai ibu kandung. Sebab sejak usia 6 bulan hingga 5 tahun, Adit hidup dengannya sebelum diajak ayahnya pindah ke Riau.

Ilham menyebutkan Devi jarang menjenguk Adit. Namun anak pertama mereka bernama Andre atau kakak kandung Adit mengenal ibu kandungnya. Itu karena Andre dulu pernah hidup bersama ibu kandungnya sebelum Andre juga kini diasuh warga.

"Coba nanti lihat sendiri saja apa respons Adit kalau ketemu ibu kandungnya. Sebab, mereka selama di Medan juga jarang sekali bertemu," kata Ilham.

"Andai masalah ini semuanya sudah selesai, kami mengharapkan kiranya nanti Adit bisa menentukan hidup dengan siapa. Kalau kami ditanya, ya tentunya kami ingin Adit bersama kami. Karena kami sudah lama mengasuhnya," kata Ilham.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/22/184659/2448949/10/paman-berharap-adit-mengenali-devi-ibu-kandungnya"]Sumber[/URL]


Quote:Mengaku Gadis Saat Menikah, Ervina Dikabarkan Berstatus Janda
Pekanbaru - Keborokan Ervina (36) sedikit demi sedikit terus terkuak. Vina, panggilan akrab Ervina, dulunya mengaku gadis saat menikah. Belakangan diketahui ia berstatus janda beranak satu.

Hal itu diungkapkan Ilham (42), kakak ipar Surya Atmaja Ginting atau ayah kandung Adit kepada detikcom, Minggu (22/12/2013) dalam perbincangan via telelpon.

Ilham membeberkan, pada Januari 2012 lalu, dialah yang mendampingi Surya dan Vina untuk menikah. Kepada keluarga suaminya, Vina mengaku mengenal Surya lewat jaringan sosial FB.

"Waktu itu kami tanyakan apa sebenarnya statusnya. Dia mengatakan di depan penghulu bahwa dia masih gadis. Sehingga akta nikahnya pun dibuat status gadis," kata Ilham.

Namun seiring waktu, Ilham yang berprofesi sebagai sopir truk angkut pasir ini mendapat kabar bahwa Vina berstatus janda.

"Yang ngasi tahu kami, ada warga yang satu jemaat gereja sama Vina. Dia tahu bahwa Vina itu dulu sudah menikah di gereja," kata Ilham.

Informasi itu lantas ditelusuri pihak keluarga Ilham. Dan dari berbagai informasi lainnya, anak Vina itu kini diasuh warga di salah satu kota di Sumut.

"Jadi dia itu memang pandai bersilat lidah. Vina ini sudah menipu adik ipar saya dengan menyebut status gadis. Namun selama ini informasi itu terus kami rahasiakan. Dan sampai sekarang ayah kandung Adit itu tidak mengetahui hal itu. Sekarang sudahlah, kita blak blakan sajalah," kata Ilham.

"Vina memang selalu mengaku dari Jakarta. Padahal sebelum menikah dengan adik ipar saya itu, ia sudah lama tinggal di Medan dan malah sudah punya suami," kata Ilham.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/12/22/182500/2448943/10/mengaku-gadis-saat-menikah-ervina-dikabarkan-berstatus-janda"]Sumber[/URL]



Reserved
alhamdulillah.....
akhirnya tugas mulia dan titipan dari teman-teman para donatur Peduli Adit telah tersalurkan dengan lancar dan tanpa halangan suatu apapun
semoga kebaikan dan kemurahan hati teman teman semua di beri imbalan yang setimpal dan makin di lancarkan rezekinya oleh Allah SWT amiin ya rabbana

semoga dana bantuan yang telah kita serahkan, dapat membantu sebagian kebutuhan Adit dan adiknya kelak
besar harapan kita semoga Adit dan adiknya selalu dilindungi Yang Maha Kuasa
dan menjadi anak yang baik, sholeh, berbakti serta berguna bagi agama, nusa, bangsa dan tanah airnya

terimakasih yang sebesar2nya kepada teman teman R3 yang telah meluangkan waktunya guna untuk menyalurkan dana bantuan ini
semoga kita warga R3 selalu dalam lindunganNYA dan senantiasa selalu kompak dalam segala kegiatan yang ada, baik yang sedang berlangsung maupun yang akan datang.
Semoga amal dibalas kebaikan dunia
berkah dunia akhirat
amin
Semoga adit jadi anak yg soleh
Dan bagi donatur semoga di berikan rejeki lebih amin,,


Om ts rikues cendol ya emoticon-Smilie
terima kasih kepada kaskuser seluruh indonesia atas sumbangan materi dan tenaganya.
semoga amal ibadah dan rezeki agan semua dilipat gandakan oleh ALLAH SWT.
aamiin ya rabbal 'alamin
alhamdulillah
semoga amal baik ini berkah emoticon-angel
Alhamdulilah. Telah terlaksana dengan baik .semoga berkah bagi adit..berpahala bagi donator
Semoga kebaikan rekan2 semua dibalas oleh Tuhan emoticon-Smilie

Yang jomblo segera diberikan jodoh

Amiinn
semoga dana yg disalurkan bisa digunakan tepat sasaran emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By tuan penjahat
Semoga kebaikan rekan2 semua dibalas oleh Tuhan emoticon-Smilie

Yang jomblo segera diberikan jodoh

Amiinn

amin bg,makasih buat doa jomblonya emoticon-Frown
Semoga dengan adanya bantuan, meringankan beban adit ..
semoga gak ada lagi child abuse kaya gini ..
stop kekerasan pada anak !!! emoticon-Baby Boy 1
kita tutup dulu pekiwannya yaa





terimakasih untuk para donatur
kalian luar biasa