alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5361aa4b82cf177b09000087/ask-pusaka-kalimasodo
[ask] Pusaka Kalimasodo
emoticon-Salaman dulu ma para sesepuh dan agan2 smua..

misi gan sepuh ane mw tanya adakah sebenarnya pusaka kalimasodo itu?? mohon pencerahan dari para sesepuh dan agan2 smua yg pstinya lebih tau dr ane..

makasih emoticon-Shakehand2

*

ane gatau, mungkin sepuh dibawah ane tau gan emoticon-Shakehand2:
Kalimasadha dalam Budaya Jawa

Dalam cerita pewayangan, dikenal pusaka keramat milik Prabu Yudhistira dari kerajaan Amartha, sebagai warisan dari Kyai Semar yakni Jamus Kalimasada. Jamus Kalimasada adalah pusaka untuk menangkal kesengsaraan, nasib celaka, bebendu atau hukuman dari Tuhan.

Kalimasada (Kalima usada=jajampi wari gansal) lima macam ‘jamu’ atau lima macam tindakan (lelampahan gangsal ) yang harus dilakukan setiap orang agar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat (kawilujengan). Lima macam tindakan tersebut adalah:

1. Suci = setia, jujur

2. Sentausa = adil paramarta. tanggungjawab

3. Kebenaran= sabar, belas kasih, rendah hati

4. Pintar/kepandaian= pandai ilmu, pandai mengenakkan hati sesama, pandai meredam hawa nafsu

5. Kesusilaan= selalu sopan-santun, teguh memegang tatakrama

Langkah Kelima perkara tadi tidak boleh diabaikan salah satunya. Jadi harus dilakukan serempak bersama-sama, atau diistilahkan Jawa; ayam kapenang.

Sebutan ayam kapenang tersebut kemudian digunakan sebagai paugeran atau patokan yang menjadi petunjuk hidup. Dalam pewayangan, ayam kapenang tersebut menjadi perwujudan watak masing-masing Satria Pendawa Lima. Sehingga disebut sebagai ayam kapenang artinya telur ayam sak petarangan, yang mengandung maksud; pecah satu maka akan pecah semua. Ini untuk membahasakan guyub rukun nya para kesatria Pendawa Lima dalam tali persaudaraan, ada yang mati satu maka yang lain pasti akan membelanya.

Langkah Lima perkara tersebut harus dijalankan secara kompak bersama-sama, jika salah satu tidak jalan maka akan mengalami kegagalan. Seumpama, walaupun sudah menjalankan kesetiaan, kesentausaan, kepandaian, kesusilaan, tetapi buta akan kebenaran sudah tentu tidak menjadi manungso pinunjul. Kebenaran dilupakan, artinya tidak memahami akan benar salahnya tindakan, perbuatan, dan pekerjaan. Maka kesetiaan dan kesantausaannya hanya untuk mendukung kepada perbuatan, tindakan, pekerjaan yang tidak benar. Kepandaian dan kesusilaannya juga hanya untuk membodohi (baca;Jawa; minteri) orang lain. Perbuatan demikian yang menjadikan musabab menganggap enteng segala bahaya dan resiko, yang tidak bisa ditolak hanya dengan doa, justru sebaliknya, niscaya manusia akan jatuh dalam duka dan kesengsaraan.

Kalimasadha Dalam Cerita Pewayangan

Jamus Kalimasada diwahyukan kepada Pendawa Lima dan diteruskan kepada para puteranya. Jadi para putera Pendawa Lima merupakan pralampita, pengejawantahan dari panca indera manusia yang meliputi mata, hidung, telinga, lidah, dan kulit dan anggota badan. Pertama adalah Sang Pretiwindya putera dari Prabu Yudhistira sebagai perlambang indera penglihatan, Sang Sutasoma, putera Sang Werkudara sebagai perlambang dari indera penciuman, ketiga yakni Sang Sutakirti putera Sang Arjuna sebagai perlambang indera pendengaran, ke empat yakni kembar Raden Nakula dan Raden Sadewa, putera Raden Nakula yakni Sang Satanika sebagai perlambang lidah sebagai indera perasa, dan Sang Srutakarma putera dari Raden Sadewa sebagai perlambang kulit dan seluruh anggota badan sebagai indera perasa pula. Kelima putera tersebut dari satu isteri Pendawa Lima yakni Dewi Drupadi sebagai wujud retasan dari Yang Maha Kuasa (purbawisesaning gesang). Sehingga dapat diambil intisarinya yakni asal muasalnya panca indera tidak lain dari wujud ciptaan Sang Khaliq, Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Hyang Wenang, Gusti Kang Maha Wisesa.

Tetapi, Sang Werkudara dari isteri Dewi Arimbi kemudian dikaruniai anak bernama Gatutkaca, selanjutnya sebagai perlambang dari pamicara. Pamicara atau bicara dengan bahasa manusia, bukanlah kewenangan Sang Hyang Wenag, purbawasesaning gesang hanya menciptakan suara untuk makhluknya, tidak menciptakan bahasa manusia. Bahasa atau bicara, wicara, merupakan hasil karya peradaban manusia, sehingga Gatutkaca bukan menjadi putera Werkudara dengan Dewi Drupadi, tetapi dengan Dewi Arimbi. Sang Werkudara sendiri merupakan perlambang hawa atau udara, maka Gatutkaca adalah putera Werkudara dengan Dewi Arimbi, bukan dengan Dewi Drupadi. Artinya, bahwa nafas dan suara asalnya dari hawa atau udara. Maka jika mulut dubungkam, dan hidung ditutup, pati tidak akan bisa bicara.
jamus kalimusada = sucinya kalimah syahadat emoticon-Big Grin cmiiw emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By deadmanksih
Kalimasadha dalam Budaya Jawa

Dalam cerita pewayangan, dikenal pusaka keramat milik Prabu Yudhistira dari kerajaan Amartha, sebagai warisan dari Kyai Semar yakni Jamus Kalimasada. Jamus Kalimasada adalah pusaka untuk menangkal kesengsaraan, nasib celaka, bebendu atau hukuman dari Tuhan.

Kalimasada (Kalima usada=jajampi wari gansal) lima macam ‘jamu’ atau lima macam tindakan (lelampahan gangsal ) yang harus dilakukan setiap orang agar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat (kawilujengan). Lima macam tindakan tersebut adalah:

1. Suci = setia, jujur

2. Sentausa = adil paramarta. tanggungjawab

3. Kebenaran= sabar, belas kasih, rendah hati

4. Pintar/kepandaian= pandai ilmu, pandai mengenakkan hati sesama, pandai meredam hawa nafsu

5. Kesusilaan= selalu sopan-santun, teguh memegang tatakrama

Langkah Kelima perkara tadi tidak boleh diabaikan salah satunya. Jadi harus dilakukan serempak bersama-sama, atau diistilahkan Jawa; ayam kapenang.

Sebutan ayam kapenang tersebut kemudian digunakan sebagai paugeran atau patokan yang menjadi petunjuk hidup. Dalam pewayangan, ayam kapenang tersebut menjadi perwujudan watak masing-masing Satria Pendawa Lima. Sehingga disebut sebagai ayam kapenang artinya telur ayam sak petarangan, yang mengandung maksud; pecah satu maka akan pecah semua. Ini untuk membahasakan guyub rukun nya para kesatria Pendawa Lima dalam tali persaudaraan, ada yang mati satu maka yang lain pasti akan membelanya.

Langkah Lima perkara tersebut harus dijalankan secara kompak bersama-sama, jika salah satu tidak jalan maka akan mengalami kegagalan. Seumpama, walaupun sudah menjalankan kesetiaan, kesentausaan, kepandaian, kesusilaan, tetapi buta akan kebenaran sudah tentu tidak menjadi manungso pinunjul. Kebenaran dilupakan, artinya tidak memahami akan benar salahnya tindakan, perbuatan, dan pekerjaan. Maka kesetiaan dan kesantausaannya hanya untuk mendukung kepada perbuatan, tindakan, pekerjaan yang tidak benar. Kepandaian dan kesusilaannya juga hanya untuk membodohi (baca;Jawa; minteri) orang lain. Perbuatan demikian yang menjadikan musabab menganggap enteng segala bahaya dan resiko, yang tidak bisa ditolak hanya dengan doa, justru sebaliknya, niscaya manusia akan jatuh dalam duka dan kesengsaraan.

Kalimasadha Dalam Cerita Pewayangan

Jamus Kalimasada diwahyukan kepada Pendawa Lima dan diteruskan kepada para puteranya. Jadi para putera Pendawa Lima merupakan pralampita, pengejawantahan dari panca indera manusia yang meliputi mata, hidung, telinga, lidah, dan kulit dan anggota badan. Pertama adalah Sang Pretiwindya putera dari Prabu Yudhistira sebagai perlambang indera penglihatan, Sang Sutasoma, putera Sang Werkudara sebagai perlambang dari indera penciuman, ketiga yakni Sang Sutakirti putera Sang Arjuna sebagai perlambang indera pendengaran, ke empat yakni kembar Raden Nakula dan Raden Sadewa, putera Raden Nakula yakni Sang Satanika sebagai perlambang lidah sebagai indera perasa, dan Sang Srutakarma putera dari Raden Sadewa sebagai perlambang kulit dan seluruh anggota badan sebagai indera perasa pula. Kelima putera tersebut dari satu isteri Pendawa Lima yakni Dewi Drupadi sebagai wujud retasan dari Yang Maha Kuasa (purbawisesaning gesang). Sehingga dapat diambil intisarinya yakni asal muasalnya panca indera tidak lain dari wujud ciptaan Sang Khaliq, Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Hyang Wenang, Gusti Kang Maha Wisesa.

Tetapi, Sang Werkudara dari isteri Dewi Arimbi kemudian dikaruniai anak bernama Gatutkaca, selanjutnya sebagai perlambang dari pamicara. Pamicara atau bicara dengan bahasa manusia, bukanlah kewenangan Sang Hyang Wenag, purbawasesaning gesang hanya menciptakan suara untuk makhluknya, tidak menciptakan bahasa manusia. Bahasa atau bicara, wicara, merupakan hasil karya peradaban manusia, sehingga Gatutkaca bukan menjadi putera Werkudara dengan Dewi Drupadi, tetapi dengan Dewi Arimbi. Sang Werkudara sendiri merupakan perlambang hawa atau udara, maka Gatutkaca adalah putera Werkudara dengan Dewi Arimbi, bukan dengan Dewi Drupadi. Artinya, bahwa nafas dan suara asalnya dari hawa atau udara. Maka jika mulut dubungkam, dan hidung ditutup, pati tidak akan bisa bicara.


Quote:Original Posted By ziganablack
jamus kalimusada = sucinya kalimah syahadat emoticon-Big Grin cmiiw emoticon-Ngacir


mantap puh infonya, ane jg kmrn2 brosing di om google, ada yg menceritakan terkait dengan kisah pewayangan juga ada yg brasal dari sunan kalijaga..

tp ane bingung puh ane pernah mimpi, nah di mimpi ane tu ada suara yg mengatakan yg ane pegang itu pusaka kalimasodo.. mohon pencerahan

Quote:Original Posted By greatrhey




mantap puh infonya, ane jg kmrn2 brosing di om google, ada yg menceritakan terkait dengan kisah pewayangan juga ada yg brasal dari sunan kalijaga..

tp ane bingung puh ane pernah mimpi, nah di mimpi ane tu ada suara yg mengatakan yg ane pegang itu pusaka kalimasodo.. mohon pencerahan



jadi percaya cerita pewayangan atau mimpi agan? emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By deadmanksih


jadi percaya cerita pewayangan atau mimpi agan? emoticon-Smilie


Percayanya sama Allah gan..

emoticon-Bingung gan krna ane ga tw maka nya penasaran pengen tw khususnya ttg mimpi ane itu apa mksdnya.. emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By deadmanksih


jadi percaya cerita pewayangan atau mimpi agan? emoticon-Smilie


jangan percaya ane juga ya puh.... percaya ama Tuhan ( ALLAH ) emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By greatrhey


Percayanya sama Allah gan..

emoticon-Bingung gan krna ane ga tw maka nya penasaran pengen tw khususnya ttg mimpi ane itu apa mksdnya.. emoticon-Smilie


optionnya kan 2 gan, kok lari2 bahasannya.
klau mau konsul mimpi, silahkan masuk konsultasi mimpi om dave emoticon-Salaman
Quote:Original Posted By ziganablack


jangan percaya ane juga ya puh.... percaya ama Tuhan ( ALLAH ) emoticon-Malu (S)


tergantung yg dipercayai apa. manusia makluk kepercayaan allah swt dibumi. itulah mngapa allah swt mmilih manusia mnjadi pmimpin diantara makhluk yg lain. emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By greatrhey




mantap puh infonya, ane jg kmrn2 brosing di om google, ada yg menceritakan terkait dengan kisah pewayangan juga ada yg brasal dari sunan kalijaga..

tp ane bingung puh ane pernah mimpi, nah di mimpi ane tu ada suara yg mengatakan yg ane pegang itu pusaka kalimasodo.. mohon pencerahan



emang yg agan pegang itu bentuk nya apa? Keris? Clurit? Buku/kitab?
Quote:Original Posted By deadmanksih


optionnya kan 2 gan, kok lari2 bahasannya.
klau mau konsul mimpi, silahkan masuk konsultasi mimpi om dave emoticon-Salaman


Quote:Original Posted By deadmanksih


tergantung yg dipercayai apa. manusia makluk kepercayaan allah swt dibumi. itulah mngapa allah swt mmilih manusia mnjadi pmimpin diantara makhluk yg lain. emoticon-Smilie


emoticon-Sorry owh ada tmptnya khusus toh, maklum puh nubi nih emoticon-Malu (S).. bnyak sbnernya yg mw ditanyain ttg mimpi2 ane puh, dari dulu penasaran..
setuju puh.. thanks masukannya emoticon-Salaman
Quote:Original Posted By mashada


emang yg agan pegang itu bentuk nya apa? Keris? Clurit? Buku/kitab?


seperti pedang yg ketika dibuka cahaya nya putih menyilaukan bgt gan
Quote:Original Posted By greatrhey
emoticon-Salaman dulu ma para sesepuh dan agan2 smua..

misi gan sepuh ane mw tanya adakah sebenarnya pusaka kalimasodo itu?? mohon pencerahan dari para sesepuh dan agan2 smua yg pstinya lebih tau dr ane..

makasih emoticon-Shakehand2


Kalimosodo mungkin Kalimat Syahadat

Mungkin sesepuh ahli dibawah saya lebih tau apa itu kalimosodo
Quote:Original Posted By greatrhey


seperti pedang yg ketika dibuka cahaya nya putih menyilaukan bgt gan


apa agan pernah wirid amalan? Atau belajar kebatinan/supranatural?
tadi malam nonton pagelaran wayang kulit ceritanya "jimat jmus kalimosodo"

tapi g nonton sampai habis emoticon-Frown


kalo dalam cerita pewayangan , cerita yang di tampilkan itu ada dua
1 cerita asli dari tokoh masing masing nya
2 cerita syariat

nah menurut ane dalam kisah pewayangan dengan cerita "jamus kalimosodo" adalah cerita hakekat dimana penonton harus bisa "ngramesi" ceritanya

CMIIW emoticon-Kiss
Quote:Original Posted By mashada


apa agan pernah wirid amalan? Atau belajar kebatinan/supranatural?


klo berguru langsung sih kayanya ga deh puh, tp klo dikasih wirid amalan sih pernah tp mimpi nya beda lg bukan yg kalimasodo ini puh,.

emank knpa puh??

Quote:Original Posted By greatrhey


seperti pedang yg ketika dibuka cahaya nya putih menyilaukan bgt gan


pedang itu panjang

panjangnya mewakili otak dan pemikiiran kita tentang suatu hal
apakah bisa kita gunakan dengan bijak tau tidak
pedang bisa di lambangkan kewibawaan dan menyikapi hidup

pedang itu tajam dan tak jarang yang bermata 2
bisa di ibaratkan itu lidah dah percakapan kita bisa menyakitii orang lain atau tidak atau malah bisa menyakiti diri sendiri

cahaya itu bersih dan suci
yang bisa ada kotoran sedikit pun dari sumber cahaya itu akan sangat berpengaruh ke semuanya dan letaknya di hati



jadi di artikan mimpimu dan tengang kalimasodo itu
nanti gw apdet klo ga males yawemoticon-Cool
Quote:Original Posted By greatrhey


klo berguru langsung sih kayanya ga deh puh, tp klo dikasih wirid amalan sih pernah tp mimpi nya beda lg bukan yg kalimasodo ini puh,.

emank knpa puh??



apa wirid yg di kasih itu pernah diamalkan?
Quote:Original Posted By recyclelovers


pedang itu panjang

panjangnya mewakili otak dan pemikiiran kita tentang suatu hal
apakah bisa kita gunakan dengan bijak tau tidak
pedang bisa di lambangkan kewibawaan dan menyikapi hidup

pedang itu tajam dan tak jarang yang bermata 2
bisa di ibaratkan itu lidah dah percakapan kita bisa menyakitii orang lain atau tidak atau malah bisa menyakiti diri sendiri

cahaya itu bersih dan suci
yang bisa ada kotoran sedikit pun dari sumber cahaya itu akan sangat berpengaruh ke semuanya dan letaknya di hati



jadi di artikan mimpimu dan tengang kalimasodo itu
nanti gw apdet klo ga males yawemoticon-Cool
emoticon-Matabelo mantap puh thanks, tp koq pake "klo" ya...emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By mashada


apa wirid yg di kasih itu pernah diamalkan?
iya puh pernah emoticon-Smilie