alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5358afeef8ca179f3d8b48db/gini-lho-gan-penjelasan-sistem-rujukan-berjenjang
Gini Lho Gan, Penjelasan Sistem Rujukan Berjenjang BPJS Kesehatan
Sejak diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh pemerintah, peran puskesmas, klinik, dan dokter keluarga menjadi lebih optimal dalam melayani masyarakat.

Dengan adanya sistem rujukan berjenjang, kini agan nggak perlu buru-buru ke rumah sakit untuk berobat. Cukup datangi puskesmas, klinik, atau dokter keluarga yang ditunjuk BPJS Kesehatan.

Sebenarnya seperti apa sistem rujukan berjenjang itu? Bagaimana mekanismenya? Apakah benar anggapan bahwa sistem rujukan berjenjang ini malah merepotkan masyarakat? Yuk, coba kita pahami bersama.

Mempermudah Akses Pelayanan
Menjawab pertanyaan sebelumnya, sistem rujukan berjenjang justru diciptakan supaya masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan lebih mudah.

Mari kita bayangkan seandainya seluruh masyarakat dalam satu provinsi langsung pergi ke rumah sakit tipe A di provinsi tersebut. Padahal, setiap orang yang berkunjung memiliki tingkat keparahan penyakit yang berbeda-beda, mulai dari penyakit ringan seperti batuk, pilek, demam, hingga kondisi yang membutuhkan penanganan khusus seperti kondisi pasca operasi.

Jika tidak ada sistem rujukan berjenjang, maka dokter umum akan kewalahan menangani jumlah pasien yang membludak. Antrian memanjang, pelayanan menjadi lebih lama dan kurang maksimal, serta tenaga medis di rumah sakit tersebut juga berpotensi kelelahan karena harus bekerja ekstra. Jika sudah kelelahan, tentu berbahaya bila dokter atau tenaga medis lainnya memaksakan diri untuk menangani jumlah pasien yang sangat banyak.

Sistem rujukan berjenjang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik, baik secara vertikal maupun horizontal, yang wajib dilaksanakan oleh peserta jaminan kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan. Sehingga, pasien dapat berobat ke fasilitas kesehatan sesuai dengan indikasi medis.

Selagi penyakit agan masih masuk ke dalam kategori ringan dan dapat diobati di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga, mengapa harus pergi ke rumah sakit? Jangan khawatir gan, para tenaga medis di fasilitas kesehatan primer juga memiliki kompetensi yang setara dengan dokter umum di rumah sakit.

Tata Cara Pelaksanaan Sistem Rujukan Berjenjang
Sistem rujukan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan kebutuhan medis. Pada pelayanan kesehatan tingkat pertama, agan dapat berobat ke fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga yang tercantum pada kartu peserta BPJS Kesehatan agan.

Apabila agan memerlukan pelayanan lanjutan oleh dokter spesialis, maka agan dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat kedua atau fasilitas kesehatan sekunder. Nah, pelayanan kesehatan di tingkat ini hanya bisa diberikan jika agan mendapat rujukan dari fasilitas primer.

Rujukan ini hanya diberikan jika pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik dan fasilitas kesehatan primer yang ditunjuk untuk melayani agan, tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan agan karena keterbatasan fasilitas, pelayanan, dan atau ketenagaan.

Jika penyakit agan masih belum dapat tertangani di fasilitas kesehatan sekunder, maka agan dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan tersier. Di sini, agan akan mendapatkan penanganan dari dokter sub-spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan sub-spesialistik.

Catatan Penting:
Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan primer dapat dirujuk langsung ke fasilitas kesehatan tersier, namun HANYA UNTUK kasus yang sudah ditegakkan diagnosis dan rencana terapinya, merupakan pelayanan berulang, dan hanya tersedia di fasilitas kesehatan tersier.

Penjelasan tentang Sistem Rujukan Berjenjang Horizontal dan Vertikal
Pelayanan rujukan BISA dilakukan secara horizontal maupun vertikal. Rujukan horizontal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan jika perujuk (fasilitas kesehatan) tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan, dan atau ketenagaan yang sifatnya sementara atau menetap.

Sedangkan rujukan vertikal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan, dapat dilakukan dari tingkat pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi, atau sebaliknya.

Bisakah Pasien Dirujuk ke Faskes Lebih Rendah?
Bisa! Agan bisa dirujuk dari fasilitas kesehatan yang lebih rendah jika:
- Permasalahan kesehatan agan dapat ditangani oleh tingkatan fasilitaskesehatan yang lebih rendah sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya,
- Kompetensi dan kewenangan fasilitas tingkat pertama atau tingkat kedua lebih baik dalam menangani agan,
- Agan membutuhkan pelayanan lanjutan yang dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan yang lebih rendah dan untuk alasan kemudahan, efisiensi, dan pelayanan jangka panjang,
- Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan Anda karena keterbatasan sarana, prasarana, peralatan, dan atau ketenagaan.


Semoga informasi ini bermanfaat buat agan / sista sekalian emoticon-Toastemoticon-ToastGini Lho Gan, Penjelasan Sistem Rujukan Berjenjang
Sangat informatif
must read emoticon-Matabelo
biar ane paham emoticon-Malu (S)
Yg jadi masalah buat ane adalah kalau faskes tingkat pertama nya ternyata tidak buka.
Contoh kasus :
puskesmas tempat ane terdaftar sudah tutup jam 17.00 sementara ane baru mau berobat jam 19.00.
Bagaimana solusinya gan?
Quote:Original Posted By vanfilin
Yg jadi masalah buat ane adalah kalau faskes tingkat pertama nya ternyata tidak buka.
Contoh kasus :
puskesmas tempat ane terdaftar sudah tutup jam 17.00 sementara ane baru mau berobat jam 19.00.
Bagaimana solusinya gan?


Selamat pagi..
Jika boleh menyarankan, demi kenyamanan pelayanan, agan tentu dapat mendaftar/pindah faskes yang buka 24 jam di daerah agan. Adapun untuk jam pelayanan merupakan kebijakan dari fasilitas kesehatan, namun dalam kondisi darurat, kami tegaskan bahwa fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menolak pasien BPJS Kesehatan dengan alasan di luar jam pelayanan.

Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By bpjskesehatan


Selamat pagi..
Jika boleh menyarankan, demi kenyamanan pelayanan, agan tentu dapat mendaftar/pindah faskes yang buka 24 jam di daerah agan. Adapun untuk jam pelayanan merupakan kebijakan dari fasilitas kesehatan, namun dalam kondisi darurat, kami tegaskan bahwa fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menolak pasien BPJS Kesehatan dengan alasan di luar jam pelayanan.

Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)



Selamat sore & salam sehat.

Maaf gan, bisa minta tolong penjelasan spesifik tentang "kondisi darurat" ?
Saat ini sy sekeluarga ikut BPJS & memilih faskes tk pertama di klinik yg jam bukanya hanya hari senin-jumat. Anak sy yg berusia 10 bln mulai jumat malam kemarin sakit batuk tapi karena mulai jumat malam itu sampai kesokan harinya tidak mau makan & hanya mengkonsumsi ASI, anak sy kondisinya memburuk. Suhu tubuhnya sampai 39 derajat. Kemudian sabtu pagi kemarin sy ke salah 1 RS.swasta yg di depa RS itu ada tulisan "menerima pasien BPJS". Sy benar2 kecewa thd pelayanan RS itu & sy harap tidak akan dikecewakan oleh jawaban agan, karena petugas bersikeras tdk bisa menerima pasien BPJS tanpa rujukan dari faskes tk 1.
Sy jelaskan, bahkan sy sampai tunjuk nama klinik & alamat faskes tk 1 pilihan sy tsb agar diperiksa oleh petugas ybs supaya benar2 tau bahwa sy tidak mungkin bisa mendapatkan rujukan karena kliniknya tutup. Lalu sy mengingatkan petugas bahwa bukankah RS tsb yg juga merupakan faskes lanjutan bisa menerima pasien BPJS tanpa rujukan jika dalam kondisi darurat, eh.. Se'enaknya saja itu petugas bilang kalau anak sy tidak dalam kondisi darurat. Akhirnya, sy harus membayar biaya periksa & obat demi anak sy yg kondisinya seperti itu, tapi tentu tidak di RS tsb karena sy sudah terlanjur kecewa.

Tolong dengan sangat bpk/ibu agan yth. Jelaskan kpd sy tentang apa yg dimaksud dgn kondisi darurat & apakah tidak ada pembedaan antara pasien dewasa dgn pasien yg masih bayi.

Terima kasih & salam sehat.
Quote:Original Posted By Carinafkahalal



Selamat sore & salam sehat.

Maaf gan, bisa minta tolong penjelasan spesifik tentang "kondisi darurat" ?
Saat ini sy sekeluarga ikut BPJS & memilih faskes tk pertama di klinik yg jam bukanya hanya hari senin-jumat. Anak sy yg berusia 10 bln mulai jumat malam kemarin sakit batuk tapi karena mulai jumat malam itu sampai kesokan harinya tidak mau makan & hanya mengkonsumsi ASI, anak sy kondisinya memburuk. Suhu tubuhnya sampai 39 derajat. Kemudian sabtu pagi kemarin sy ke salah 1 RS.swasta yg di depa RS itu ada tulisan "menerima pasien BPJS". Sy benar2 kecewa thd pelayanan RS itu & sy harap tidak akan dikecewakan oleh jawaban agan, karena petugas bersikeras tdk bisa menerima pasien BPJS tanpa rujukan dari faskes tk 1.
Sy jelaskan, bahkan sy sampai tunjuk nama klinik & alamat faskes tk 1 pilihan sy tsb agar diperiksa oleh petugas ybs supaya benar2 tau bahwa sy tidak mungkin bisa mendapatkan rujukan karena kliniknya tutup. Lalu sy mengingatkan petugas bahwa bukankah RS tsb yg juga merupakan faskes lanjutan bisa menerima pasien BPJS tanpa rujukan jika dalam kondisi darurat, eh.. Se'enaknya saja itu petugas bilang kalau anak sy tidak dalam kondisi darurat. Akhirnya, sy harus membayar biaya periksa & obat demi anak sy yg kondisinya seperti itu, tapi tentu tidak di RS tsb karena sy sudah terlanjur kecewa.

Tolong dengan sangat bpk/ibu agan yth. Jelaskan kpd sy tentang apa yg dimaksud dgn kondisi darurat & apakah tidak ada pembedaan antara pasien dewasa dgn pasien yg masih bayi.

Terima kasih & salam sehat.


Selamat pagi..
Pertama kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang agan alami. Menjawab pertanyaan agan, yang dimaksud dengan kondisi gawat darurat adalah kondisi yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, atau keparahan jika tidak segera ditangani (kriterianya dapat dilihat di sini http://www.kaskus.co.id/thread/53571...bpjs-kesehatan page 3, kriteria kondisi gawat darurat anak juga tercantum di sini gan)

Adapun untuk pengaduan, agan juga dapat melaporkannya kepada kami (cek link http://www.kaskus.co.id/thread/53571...bpjs-kesehatan FAQ 7 poin terakhir). Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)
mungkin perlu diberikan penjelasan bagi kami yg merupakan peserta,
apa yg harus dilakukan jika ada kondisi sebagai berikut:

-saya dan keluarga terdaftar di puskesmas A.
-pada hari sabtu anak saya yang berusia 2 tahun mengalami demam 39,5 derajat celcius dan dalam hari itu muntah sebanyak 2x (belum memenuhi kriteria UGD).

apakah yg harus saya lakukan ?

a. pergi ke dokter prakter BPJS Kesehatan namun saya tidak terdaftar disana
b. ke RS langsung meskipun belum memenuhi kriteria UGD
c. menunggu kondisi anak saya sampai suhunya 40' C dan muntah lebih dari 6x pada hari itu, baru menuju ke RS.

terima kasih atas perhatiannya TS.
Sukses selalu buat BPJS Kesehatan
Quote:Original Posted By zhumarlin
mungkin perlu diberikan penjelasan bagi kami yg merupakan peserta,
apa yg harus dilakukan jika ada kondisi sebagai berikut:

-saya dan keluarga terdaftar di puskesmas A.
-pada hari sabtu anak saya yang berusia 2 tahun mengalami demam 39,5 derajat celcius dan dalam hari itu muntah sebanyak 2x (belum memenuhi kriteria UGD).

apakah yg harus saya lakukan ?

a. pergi ke dokter prakter BPJS Kesehatan namun saya tidak terdaftar disana
b. ke RS langsung meskipun belum memenuhi kriteria UGD
c. menunggu kondisi anak saya sampai suhunya 40' C dan muntah lebih dari 6x pada hari itu, baru menuju ke RS.

terima kasih atas perhatiannya TS.
Sukses selalu buat BPJS Kesehatan


Selamat sore..
Menjawab pertanyaan agan, bersama ini kami sampaikan beberapa alternatif solusi:
Alternatif pertama, agan bisa membawa anak agan ke FKTP lainnya (dokter praktik perorangan, klinik, atau puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan). Untuk biaya, FKTP tersebut tidak boleh membebankan kepada peserta, melainkan harus menagihkan langsung ke BPJS Kesehatan.

Alternatif kedua, agan dapat membawa anak agan ke UGD RS provider BPJS Kesehatan, sebab kriteria UGD adalah kondisi yang menyebabkan kematian, kecacatan, atau keparahan apabila tidak segera ditangani oleh tenaga medis. Sama seperti sebelumnya, untuk biaya yang dikeluarkan, pihak RS tidak diperkenankan menarik biaya kepada peserta BPJS Kesehatan, karena klaim harus ditagihkan langsung ke BPJS Kesehatan.

Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)
numpang nanya dong Gan,.
saya tinggal di kab.Blora(Jawa Tengah) dan saya ingin daftar Bpjs,yang ingin saya tanyakan

Bolehkah saya mendaftar dan memilih faskes di Bojonegoro(Jawa Timur)? karena kebetulan dokter keluarga ada di Bojonegoro.

thanks Gan,..

Quote:Original Posted By baluncivilian
numpang nanya dong Gan,.
saya tinggal di kab.Blora(Jawa Tengah) dan saya ingin daftar Bpjs,yang ingin saya tanyakan

Bolehkah saya mendaftar dan memilih faskes di Bojonegoro(Jawa Timur)? karena kebetulan dokter keluarga ada di Bojonegoro.

thanks Gan,..



Selamat pagi..
Menjawab pertanyaan agan, untuk pendaftaran peserta mandiri (perorangan) dapat memilih fasilitas kesehatan di tempat tinggal saat ini gan, bukan berdasarkan domisili KTP emoticon-Smilie

Untuk informasi dan tanya jawab kebih lengkap dapat agan lihat di thread berikut ya:
http://www.kaskus.co.id/thread/552c8...hatan---part-1

Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)
Mohon pencerahannya dari agan,..

Begini gan, kebetulan istri ane punya asuransi sinarmas dan bpjs kelas1 (semuanya dr kantor). Sekarang sedang mengandung anak kedua dan sudah 9 bulan (anak pertama lahir caesar karena tidak memungkinkan untuk lahir normal), selama ini untuk cek kandungan selalu pakai asuransi swasta di salah satu Rumah Sakit swasta dan rencananya ank kedua kami nanti harus melalui proses caesar lagi karena dokter tidak menganjurkan lahir secara normal.

Pertanyaan saya, bagaimana caranya saya bisa memanfaatkan fasilitas BPJS beserta asuransi swasta yg kami punya untuk proses persalinan secara caesar anak kedua kami, supaya bisa membantu meminimalisir biaya?terimakasih
Quote:Original Posted By ayung81
Mohon pencerahannya dari agan,..

Begini gan, kebetulan istri ane punya asuransi sinarmas dan bpjs kelas1 (semuanya dr kantor). Sekarang sedang mengandung anak kedua dan sudah 9 bulan (anak pertama lahir caesar karena tidak memungkinkan untuk lahir normal), selama ini untuk cek kandungan selalu pakai asuransi swasta di salah satu Rumah Sakit swasta dan rencananya ank kedua kami nanti harus melalui proses caesar lagi karena dokter tidak menganjurkan lahir secara normal.

Pertanyaan saya, bagaimana caranya saya bisa memanfaatkan fasilitas BPJS beserta asuransi swasta yg kami punya untuk proses persalinan secara caesar anak kedua kami, supaya bisa membantu meminimalisir biaya?terimakasih


Selamat siang..
Menjawab pertanyaan agan, pertama, agan bisa mengikuti prosedur dan ketentuan BPJS Kesehatan yang berlaku, yaitu melalui faskes tingkat pertama terlebih dulu untuk dirujuk ke rumah sakit. Selanjutnya, di rumah sakit agan dapat menyebutkan asuransi kesehatan swasta milik agan pada saat pengurusan administrasi, tentu juga dengan menyertakan kartu BPJS Kesehatan agan dan surat rujukan. Adapun untuk penjaminannya, BPJS Kesehatan akan menjamin manfaat pelayanan dasarnya, sementara asuransi swasta akan menjamin manfaat tambahan atau selisih biaya yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Skema masing-masing asuransi swasta biasanya berbeda gan, untuk itu sebaiknya agan memastikan terlebih dulu ke asuransi swasta yang bersangkutan ya.. Dan jangan lupa, pastikan pula asuransi swasta agan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan (cek daftarnya di FAQ 6 poin 2 di http://www.kaskus.co.id/thread/552c8...hatan---part-1)

Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)