alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53370fef5ccb17db770002ff/kurang-gizi-salah-satu-faktoryang-bikin-tubuh-pasien-kebalobat-tb
Kurang Gizi, Salah Satu Faktor yang Bikin Tubuh Pasien Kebal Obat TB
emoticon-Kaskus Banget
emoticon-I Love Indonesia

Jakarta - Salah satu hambatan pemerintah
dalam mengatasi masalah penyakit tuberkulosis
(TB) di Indonesia adalah keberadaan obat yang
cepat resisten di tubuh pengidap penyakit ini,
yang akhirnya sering kali menghambat
penyembuhan pengidap TB.
Hal ini disampaikan langsung oleh Prof. Dr.
Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H,
DTCE selaku Direktur Jenderal PP dan PL
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Menurut
Prof Tjandra, faktor resistensi obat ini merupakan
salah satu hambatan besar bagi pemerintah
dalam pencapaian program dalam mengatasi TB
di Indonesia.
"Hambatan pencapaian program pemerintah
dalam mengatasi TB ini kan ada 4, di mana salah
satunya adalah keberadaan obat yang cepat
resisten di tubuh pasien," tutur Prof. Tjandra saat
ditemui pada acara Simposium Nasional World TB
Day 2014 'Temukan & Sembuhkan Pasien TB'
yang diselenggarakan di Menara 165, Jl. TB
Simatupang 1, Jakarta Selatan, Sabtu
(29/3/2014).
Hal ini dibenarkan oleh Dr dr Zulkifli Amin, SpPD,
K-P, FINASIM, FCCP, dokter spesialis penyakit
dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo
(RSCM).
"Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa
obat TB cepat resisten di tubuh pasien. Salah
satunya adalah kondisi tubuh pasien tersebut,"
ujar Dr. Zulkifli.
Dr. Zulkifli mengungkapkan bahwa kondisi tubuh
pasien yang mempengaruhi tubuh menjadi kebal
terhadap obat juga bermacam-macam. Namun
salah satu yang paling harus diperhatikan adalah
gizi di dalam tubuh pasien yang kurang terpenuhi.
"Gizi yang tidak baik di dalam tubuh akan
membuat tubuh pasien tidak merespons dengan
sempurna penyerapan obat tersebut," ungkap
dokter yang juga melakukan praktik di RS Haji
Jakarta
Quote:Original Posted By steelmast
emoticon-Kaskus Banget
emoticon-I Love Indonesia

Jakarta - Salah satu hambatan pemerintah
dalam mengatasi masalah penyakit tuberkulosis
(TB) di Indonesia adalah keberadaan obat yang
cepat resisten di tubuh pengidap penyakit ini,
yang akhirnya sering kali menghambat
penyembuhan pengidap TB.
Hal ini disampaikan langsung oleh Prof. Dr.
Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H,
DTCE selaku Direktur Jenderal PP dan PL
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Menurut
Prof Tjandra, faktor resistensi obat ini merupakan
salah satu hambatan besar bagi pemerintah
dalam pencapaian program dalam mengatasi TB
di Indonesia.
"Hambatan pencapaian program pemerintah
dalam mengatasi TB ini kan ada 4, di mana salah
satunya adalah keberadaan obat yang cepat
resisten di tubuh pasien," tutur Prof. Tjandra saat
ditemui pada acara Simposium Nasional World TB
Day 2014 'Temukan & Sembuhkan Pasien TB'
yang diselenggarakan di Menara 165, Jl. TB
Simatupang 1, Jakarta Selatan, Sabtu
(29/3/2014).
Hal ini dibenarkan oleh Dr dr Zulkifli Amin, SpPD,
K-P, FINASIM, FCCP, dokter spesialis penyakit
dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo
(RSCM).
"Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa
obat TB cepat resisten di tubuh pasien. Salah
satunya adalah kondisi tubuh pasien tersebut,"
ujar Dr. Zulkifli.
Dr. Zulkifli mengungkapkan bahwa kondisi tubuh
pasien yang mempengaruhi tubuh menjadi kebal
terhadap obat juga bermacam-macam. Namun
salah satu yang paling harus diperhatikan adalah
gizi di dalam tubuh pasien yang kurang terpenuhi.
"Gizi yang tidak baik di dalam tubuh akan
membuat tubuh pasien tidak merespons dengan
sempurna penyerapan obat tersebut," ungkap
dokter yang juga melakukan praktik di RS Haji
Jakarta
Maka, Dr. Zulkifli menyarankan bagi kita semua,
khususnya pengidap TB untuk lebih
memerhatikan kebutuhan gizi. Dan untuk itulah
diperlukan bantuan maksimal dari dokter untuk
lebih memberi penjelasan kepada pasien
mengenai obat.
"Kan banyak pasien yang komplain karena obat.
Nah tugas dokter adalah menjelaskan dengan
sejelas mungkin dan memastikan apakah obat
tersebut diserap baik oleh tubuh pasien atau
tidak. Jika tidak, kan berarti sudah resisten. Dan
mungkin saja disebabkan oleh kebutuhan gizi
yang belum cukup terpenuhi di tubuh pasien
tersebut," tandasnya.
emoticon-medicine
emoticon-medicine
emoticon-medicine
Ane kurang gizi ga yahemoticon-Ngakak
bro beritanya bagus nih memang benar gizi yg buruk dapat memperlama proses penyembuhan penyakit yg membuat kuman juga menjadi tahan dengan obat yg masuk ke tubuh karena daya tahan tubuh pun juga berkurang karena gizi buruk

anyway kalau kamu online via komputer/laptop tolong diperbaiki ya tampilannya sama tolong cantumkan sumbernya juga ya. thx emoticon-Smilie