alexa-tracking

Tokoh Islam: Imam Bukhari

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5332d923f9ca177b0e8b45d1/tokoh-islam-imam-bukhari
Tokoh Islam: Imam Bukhari
“ Saya hafal hadits di luar kepala sebanyak seratus ribu hadits shahih dan dua ratus ribu hadits lain yang tidak shahih”. Ini adalah perkataan Imam Bukhari yang paling terkenal.
Perkataan ini paling terkenal dan menjadi catatan para penulis biografinya. Akan tetapi maksud sesungguhnya dari perkataannya tersebut bukan dalam hal banyaknya jumlah hadits yang berbeda-beda, melainkan banyak dalam arti sanad(riwayat)nya. Hal ini disebabkan kadang-kadang satu hadits ditemukan sejumlah sanad.

Ada sebuah kisah yang membuktikan kecerdasan Imam Bukhari. Kisahnya berawal ketika beliau sedang berada di sebuah kota Baghdad. Pada saat itu para ulama di sana sepakat menguji kemampuannya. Mereka mengambil seratus buah hadits, kemudian sanad dan matan(isi)nya saling ditukar agar menjadi kacau. Ada sepuluh ulama yang siap menguji dengan masing-masing memberikan pertanyaan sepuluh hadits yang telah dijungkirbalikkan tersebut. Ujicobapun dilaksanakan dan mulailah ulama pertama dengan menanyakan satu persatu hadits dengan sanad dan matannya yang dikacaukan sampai sepuluh hadits selesai. Dalm hal ini al-Bukhari hanya memberikan jawaban, “Saya tidak tahu hadits yang anda kemukakan ini”. Begitu seterusnya setiap ulama selesai meemberikan pertanyaan, jawaban al-Bukhari tidak berubah, hingga seluruh ulama selesai menyampaikan pertanyaan.

Tentu saja kondisi ini menimbulkan spekulasi di antara para hadirin dan juga para ulama yang menguji tersebut. Sebagian di antara mereka mengira bahwa al-Bukhari tidak mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, namun sebagian di antara mereka ada yang berpendapat bahwa al-Bukhari yang dikenal sebagai orang cerdas tersebut akan dengan mudah menjawabnya. Spekulasi pendapat tersebut tidak berlangsung lama, karena setelah seluruh ulama menyampaikan pertanyaannya,al-Bukhari dengan tenang dan cukup berwibawa menjawab satu persatu dengan urut sesuai pertanyaan yang diajukan. Al-Bukhari menjelaskan dengan gamblang mengenai posisi sanad dan matan yang benar secara berurutan. Setelah selesai mengutarakan jawabannya, para ulama dan semua yang hadir merasa kagum atas kecerdasan dan kekuatan hafalannya yang luar biasa.

Adapun yang paling mengagumkan dalam masalah ini bukanlah karena al-Bukhari mampu memberikan jawaban-jawaban yang mengagumkan, akan tetapi yang luar biasa itu adalah bagaimana al-Bukhari mampu menghafal hadits-hadits yang telah dijungkirbalikkan yang diajukan kepadanya itu, padahal baru kali itulah dia mendengarnya, namun dia tetap dapat menyebutkannya persis seperti yang diajukan kepadanya.

SEJARAH HIDUP IMAM BUKHARI

Terlahir dengan nama Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju'fi al-Bukhari, lebih dikenal dengan nama Imam Bukhari.

Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Imam Bukhari lahir pada hari Jum’at tanggal 13 Syawwal 194 H di Bukhara. Ayahnya, Ismail, adalah seorang ulama hadits yang pernah belajar hadits dari sejumlah ulama terkenal seperti Malik bin Anas, Hammad bin Zaid, dan Ibnu Al-Mubarak. Namun ayahnya tersebut meninggal dunia ketika Bukhari masih dalam usia sangat muda. Diceritakan bahwa ayah al-Bukhari yang bernama Ismail, di samping sebagai seorang yang berilmu tinggi, dia juga seorang yang Wara’ (menghindarkan diri dari hal-hal yang bersifat syubhat atau tidak jelas mengenai halal dan haramnya) dan Taqwa. Pada suatu saat sebelum ajal menjemput ayahnya, sang ayah pernah mengatakan, dalam harta yang dimilikinya tiada sedikitpun yang berbau syubhat apalagi haram.

Tak lama setelah Imam Bukhari lahir, Imam Bukhari kehilangan penglihatannya. Ibunya senantiasa berusaha dan berdo’a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.

BELAJAR ILMU HADIST

Imam Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. Juga di antara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain Ali ibn Al Madini, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma'in, Muhammad ibn Yusuf Al Faryabi, Maki ibn Ibrahim Al Bakhi, Muhammad ibn Yusuf al Baykandi dan ibn Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya. Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci terutama Mekkah dan Madinah, dimana dikedua kota suci itu dia mengikuti kuliah para guru besar hadits. Pada usia 18 tahun dia menerbitkan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabi'in, hafal kitab-kitab hadits karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi 7275 hadits.
Bukhari memiliki daya hafal tinggi sebagaimana yang diakui kakaknya, Rasyid bin Ismail. Sosok beliau kurus, tidak tinggi, tidak pendek, kulit agak kecoklatan, ramah dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya untuk pendidikan.

Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Di antara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.
Namun tidak semua hadits yang ia hafal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat di antaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat/pembawa) hadits itu tepercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari. Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya seperti Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim.

Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau "Saya telah mengunjungi Syam, Mesir, dan Jazirah masing-masing dua kali; ke Basrah empat kali, menetap di Hijaz selama enam tahun, dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits."
Di sela-sela kesibukannya sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir. Bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.

AKHIR HAYAT

Atas permintaan warga Samarkand sebuah negeri tetangga Uzbekistan, Imam Bukhari akhirnya menetap di Samarkand. Tiba di Khartand, sebuah desa kecil sebelum Samarkand, ia singgah untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari, dan akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Ia dimakamkan selepas Salat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Semoga Allah SWT merahmatinya, mengampuni segala kesalahannya, serta menggolongkannya ke dalam golongan orang-orang yang sholeh. Aamiiiiiin.

KARYA BELIAU

Al-Jami' ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari
Al-Adab al-Mufrad
Adh-Dhu'afa ash-Shaghir
At-Tarikh ash-Shaghir
At-Tarikh al-Ausath
At-Tarikh al-Kabir
At-Tafsir al-Kabir
Al-Musnad al-Kabir
Kazaya Shahabah wa Tabi'in
Kitab al-Ilal
Raf'ul Yadain fi ash-Shalah
Birr al-Walidain
Kitab ad-Du'afa
Asami ash-Shahabah
Al-Hibah
Khalq Af'al al-Ibad
Al-Kuna
Al-Qira'ah Khalf al-Imam
thread nya bagus gan..
tapi lebih bagus nya kalau di edit dulu gan.
mengunakan kata2 agan sendiri..
ngak copas keseluruhan...

emoticon-Shakehand2
karya2 Imam Bukhari ada yg versi pdf full gak gan? kalo ada kasi link nya dong gan ane kasi cendol dah ,
Quote:

ni juga ga smua'na copas koq emoticon-Malu (S)

keep posting gan! nice...
Quote:


blm nemu ni