alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5332d0da17cb17c3118b48cc/gan-masih-inget-nggak-artis-cantik-2006-yang-heboh-kena-kasus-pembunuhan-berencana
Gan, Masih inget nggak artis cantik 2006 yang heboh kena kasus pembunuhan berencana.
Selamat Datang AGAN and SISTA

Kita ngobrol masa lalu nih gan, nggak jadul-jadul amat sih. 8 tahun yang lalu. Sebuah kisah drama real yang dilakukan oleh pemain sinetron. Drama sadis, bahkan mungkin sangat disayangkan oleh seluruh penduduk indonesia yang tahu akan kasus tersebut, termasuk ane sendiri yang notabene adalah pengemar berat doi pada masa itu selain fans beratnya Bunga Citra Lestari emoticon-Kiss (S).

Kasus ini saat lagi anget-angetnya juga heboh di kaskus raya, banyak yang prihatin mengapa gadis yang sangat cantik tersebut tega melakukan semua ini, sayangnya thread dulu yang ngebahas ini ane cari cari kagak ketemu, mungkin menghilang di old kaskus yang masih misteri dalam pencarian pemburu trit trit bermutu. emoticon-Kaskus Lovers

emoticon-Malu (S) emoticon-Sundul Gan (S) emoticon-I Love Kaskus (S) emoticon-I Love Indonesia (S)


Langsung Aja Gan

Agan yang dulu nonton tv era 2005-2006 tentu akan tahu artis cantik dan sangat manis jika tersenyum. Lidya Pratiwi. ya doi dulu kena kasus pembunuhan berencana yang dilakukan bersama-sama ibu serta pamannya. Lidya sendiri konon katanya hanya dijadikan pancingan belaka, namun gara-gara doi tahu bahwa ibu dan paman akan melakukan pembunuhan. Maka doi dijerat pasal tidak melakukan pencegahan pembunuhan serta turut membantu dalam pembunuhan sadis tersebut.

Sebenarnya sih motifnya sepele gan, Paman Lidya ini hidupnya banyak utang sama debcolector, sedangkan hari-hari paman hidupnya konon bergantung sama Lidya, pada suatu ketika paman Lidya ini bener bener sudah mentok dikejar utang, maka merayulah pamannya tersebut sama doi, doi sejujurnya juga sudah gerah dijadikan sapi perah oleh pamannya. Namun akibat tekanan dari ibunya Lidya maka doi mau tak mau juga harus ngasih duit ke pamannya, berhubung doi uangnya habis digunakan kebutuhan Lidya sehari hari bingunglah mereka bertiga. Hinnga setan berbisik kepada pamanya, muncullah ide gila untuk merampok salah satu temen Lidya yang kelihatanya kaya dan punya banyak harta. Ibunya Lidya sontak mau mau aja dengan inisiatip adeknya tersebut. Ya mau gimana lagi gan, orang dikejar utang dari pada bonyok digebukin mending ngerampok asal terencana dan bersih pasti berhasil nggak ketahuan polisi apalagi ketahuan orang. emoticon-Cape d... (S)

Namun kata pepatah itu benar gan, sepandai pandai tupai melompat pasti akan kepleset juga emoticon-Bingung (S). Nggak ada gan rencana yang paling indah selain rencana Tuhan, apalagi jika rencana jahat manusia, bakalan dibalas, entah di dunia maupun di akhirat. Tak pandang bulu mau artis kek, wanita cantik kek atau orang hebat sekalipun. Hukum karma timbal balik itu pasti ada dan akan berlaku cepat atau lambat.

Berikut gan berbagai ulasan dari berita berita yang heboh dikala itu. :

Sebeumnya ane kasih berbagai penampakan doi Lidya Pratiwi

Spoiler for Lidya 1:


Quote:Tuesday, May 23, 2006
Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan penyelidikan konvensional.

"Awalnya kami tidak memiliki petunjuk sama sekali. Kami hanya menemukan sesosok mayat laki-laki yang terikat di dalam kamar hotel dengan luka tusukan," katanya.

Korban yang belakangan diketahui bernama Naek Gonggom Hutagalung, ditemukan tewas di kamar Tongkol No 59, Hotel Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakut, pada 28 April lalu. Korban yang berprofesi sebagai model ini ditemukan dalam kondisi terikat dan menelungkup.

Di tubuh korban ditemukan bekas penganiayaan seperti di kepala dan bekas tusukan benda tajam. Menurut Andry, saat ditemukan tidak ada identitas ditemukan di sekitar mayat korban. Baru keesokan harinya ada keluarga korban yang datang ke kamar mayat RSCM dan mengenalinya. Dari situlah pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan.

Dari penelusuran telepon seluler korban diketahui pernah melakukan kontak dengan Lidya yang belakangan diketahui mengajak Gonggom menginap di Putri Duyung Cottage. Sebelumnya Lidya mengajak Gonggom ke Plaza Senayan untuk berkeliling. Berkat informasi dari keberadaan ponsel inilah, kasus pembunuhan yang cukup menghebohkan ini terungkap tuntas. Dan para pelakunya, yang terlibat kasus ini berhasil ditangkap polisi pada hari Jumat (12/5) lalu.

Menurut hasil penyidikan, kaswus pembunuhan yang melibatkan artis sinetron “ABG’’, ‘’Ntong Anak Betawi’’ dan ‘’Abu Nawas” ini diotaki oleh Tony.

Awalnya, Tony mau meminjam uang kepada Vince untuk menutup hutangnya kepada rentenir. Namun karena Vince tidak memiliki uang maka tercetus ide untuk merampok seseorang. Korbannya dipilih secara acak. Kebetulan yang menjadi target akhirnya Gonggom yang menaksir Lidya.

Lalu diatur agar Gonggom mau menginap di Putri Duyung bersama Lidya. Tony dan Ade kemudian menanti kedatangan korban dan Lidya di kamar hotel yang disewa Tony dengan identitas palsu.

Saat korban dan Lidya berada di dalam kamar itulah, Ade dan Tony menggerebeknya. Ketika pintu kamar terbuka, Ade langsung memiting korban sementara Tony berpura-pura memarahi Lidya. Kedua pelaku lalu memeras Gonggom. Mereka menguras uang, ATM, dan barang-barang berharga yang ada pada Gonggom.

Setelah dirampok, barang-barang itu diserahkan kepada Vince yang menjemput Lidya dengan taksi. Untuk mengeluarkan dari kamar, Lidya dan Tony berakting seperti di sinetron. Lidya ditarik keluar kamar sambil dimarahi. Lidya lalu pergi bersama ibunya. ATM Gonggom pun dikuras. Uang Rp5 juta pun berkurang dari rekeningnya. Sementara di dalam kamar, Gonggom menyadari kalau dirinya dijebak. Dalam keadaan terikat ia meronta-ronta. Tony yang merasa aksinya ketahuan lalu mengeluarkan pisau komando dan menusuk Gonggom.

Menurut pengakuan Tony kepada polisi, dia membunuh untuk melindungi karir Lidya. Tapi, ternyata justru apa yang telah dilakukannya itu kini makin menjerumuskan keponakannya itu. Alih-alih menyelamatkan karirnya, keponakannya itu kini justru jadi pesakitan dan harus mendekam di tahanan.

Lidya ditahan karena dengan sadar ikut membantu perencanaan pembunuhan. Dia dituduh telah melakukan pembunuhan berencana, pengeroyokan, dan perampokan.

Apa sesungguhnya yang terjadi? Dan mengapa si cantik Lidya yang punya penghasilan cukup dari main sinetron sampai terlibat pembunuhan yang bermotivasi perampokan itu? Ketika ditemui wartawan di tahanan Polres Metro Jakarta Utara, gadis kelahiran Jakarta 14 Januari 1987 ini dengan terbuka mengngkapkan latarbelakang motivasi kasus itu.

‘’Sebelumnya, saya meminta maaf dari hati yang paling dalam kepada keluarga korban. Tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh saya untuk membunuh sahabat saya itu. Gara-gara ulah paman, saya selain kehilangan teman, juga menderita seperti sekarang ini,’’uajr Lidya.

Mengenai latar belakang dan motivasi kasus itu, ternyata berawal dari kehidupan keluarganya yang tergolong prihatin. ‘’Saya dijadikan tulang punggung keluarga. Bahkan saudara dari orangtuanya, terutama pamannya, Tony, kerap meminta bantuan kepada saya,’’katanya.

Terakhir pamannya itu membutuhkan cukup banyak uang karena terlilit utang. Padahal belum lama ini Lidya telah membantu keuangan pamannya. Ketika mau pinjam uang lagi dan angkanya relatif tinggi, maka Lidya tidak bisa menyanggupi. Sehingga saat pamannya menanyakan apakah ada temannya mau meminjamkan uang, Lidya mengatakan ada, yakni Naek Gonggom, teman modelnya.

‘’Sebenarnya kalau untuk saya pribadi, mungkin dari penghasilan saya sebagai bintang iklan dan sinetron sudah mencukupi. Tapi kadang ada saja tiap hari kebutuhan yang harus saya tanggung, kendati semua itu di luar kemampuan saya,’’kata Lidya yang mengaku melihat langsung proses pembunuhan tersebut..

Meskipun sering main sinetron dan jadi bintang iklan, tapi Lidya belum memiliki rumah sendiri. Tempat tinggal yang ditempati sekarang, yakni di Jalan Kereta Kencana III, Blok A/3, BSD, Serpong, Tangerang hanya ngontrak. Itupun dihuni bersam ibunya. Sedangkan ayah kandungnya sudah bercerai dengan ibunya. Bahkan kakaknya kini dalam keadaan sakit dan butuh biaya untuk perawatan.

Sementara itu, pamannya, Tony Yusuf kepada wartawan mengatakan, ia semula hanya ingin memeras korban. Namun karena saat itu Naek curiga dan mengetahui kalau dirinya adalah keluarga Lidya, dan takut karir keponakannya hancur, maka korban langsung dibunuh.

‘’Sebenarnya korban saat itu tidak ada perlawanan, tapi kami keburu takut dan saya kasihan sama Lidya kalau ternyata korban tahu kita ini masih keluarganya. Bisa hancur karir keponakan saya,’’kata Tony.

Setelah Naek tewas, Lidya –yang membintangi ‘’Abu Nawas’’, ‘’Entong Anak Betawi’’, ‘’ABG’’, ‘’Untung Ada Jinny’’ pergi bersama ibunya meninggalkan Putri Duyung dengan membawa kartu ATM Citybank dan Mandiri milik Naek. Seluruhnya total uang yang dikuras dari ATM milik naek adalah Rp 30 juta.

Kini, Lidya, ibu kandungnya, pamannya, dan anggota Satpam teman pamannya yang membantu pembunuhan, telah meringkuk di tahanan polisi. Mereka terjerembab dalam kubangan kriminalitas dan –tampaknya-- harus menjalani hukuman yang lama, gara-gara ingin mendapat uang dengan cara pintas dan cepat. Padahal hasil rampokan yang mereka dapat tidak gede-gede amat.

Ini seperti pelajaran moral yang bisa dipetik dari sinetron kita maupun film-film Hollywood: bahwa semua kejahatan pasti akan terungkap , walaupun perbuatan jahat itu dilakukan sangat rapi. Dan terungkapnya dari soal yang ‘’sepele’’. Demikian pula kejahatan yang dilakukan Lidya dan keluarganya itu, akhirnya bisa terungkap berkat ‘’petunjuk’’ dari barang yang mungkin tidak diduga oleh Lidya dan keluarganya, yaitu telepon seluler (ponsel) milik korban. sumurnya gan


Quote:Sabtu, 16 Agustus 2008 | 12:22 WIB
Lidya Pratiwi Tersiksa di Penjara
SUDAH 18 bulan artis Lidya Pratiwi mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pondokbambu, Durensawit, Jakarta Timur. Artis yang tersandung kasus pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung di sebuah cottage di Jakarta Utara, April 2006, itu mengaku tersiksa tinggal di ”hotel prodeo”.

”Makanya kemerdekaan buat saya sangat berarti sekali. Tinggal di sini tersiksa juga. Kemerdekaan jelas sangat memengaruhi kehidupan kita,” ucap Lydia tersenyum, saat ditemui dalam lomba memasak di Rutan Pondokbambu, Kamis (14/8) siang lalu. Di acara itu, Lidya menjadi panitia.

Namun, Lydia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana tersiksanya dia selama di penjara. Mengenakan kaus panitia berwarna merah, celana pendek warna coklat, dan sepatu keds, dengan rambut diikat ke belakang, Lidya terlihat cantik. ”Kabar aku sehat-sehat saja,” ucap wanita yang hidungnya diwarnai jerawat ini.

Dikatakan Lidya, selama di penjara salah satu aktivitas yang dia lakukan adalah ikut dalam kelompok belajar bahasa Inggris. Bersama 14 tahanan dan narapidana perempuan lainnya, Lidya mengikuti les bahasa Inggris yang sudah ditekuninya hampir setahun ini. Selain itu, artis yang divonis hukuman penjara selama 11 tahun tersebut juga selalu berolahraga di dalam rutan.

"Sekarang saya sudah bisa masak. Di sini kan banyak ibu-ibu. Mereka mengajari saya memasak sayuran. Masakan yang saya paling saya sukai adalah rendang,” tutur Lidya.

Namun, tinggal di penjara tidak membuat pesinetron muda ini merasa nyaman seperti ketika dia melakukan aktivitas di rumahnya sendiri. Yang diimpikan Lidya sekarang adalah bisa segera bebas dari hukuman. ”Ya maunya segera bebaslah, apa lagi,” katanya sambil tertawa.

Selama di penjara, Lidya baru sekali menerima remisi, yaitu pada perayaan Natal 2007. ”Mudah-mudahan di hari kemerdekaan ini saya dapat remisi lagi,” ucap gadis yang kini berbobot 46 kilogram itu.

Dalam kasus pembunuhan Naek Gonggom, Lidya tidak terlibat secara langsung. Yang terlibat pembunuhan langsung adalah ibunya, Vince Yusuf; pamannya, Tony Yusuf; dan seorang kenalan bernama Sukardi. Keterlibatan Lidya karena dia mengetahui rencana pembunuhan tapi tidak mencegahnya. (ded) sumurnya gan cek tkp


Quote:Posted on Juli 27, 2013
Lidya Pratiwi, Jadi Mu’allaf Setelah Mimpi Ka’bah
Kehidupan Lidya Pratiwi, artis sinetron yang tersandung kasus pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung bagaikan cerita di layar kaca. Cantik, muda, sedang naik daun, penuh konflik, uang, kekerasan, cinta dan pencarian pada Tuhan. Ia menyatakan masuk Islam adalah karena keinginannya sendiri, bukan keinginan orang lain.

Jadi Mu’allaf Setelah Mimpi Ka’bah

Dibalik kasus yang menimpa Lidya Pratiwi, ternyata menyisakan banyak lagi kisah. Kini, model yang pernah membintangi sinetron dan iklan ini telah mengikrarkan diri menjadi seorang mu’allaf. Apakah ini salah satu ‘strategi’-nya, setelah dirinya tersangkut kasus pembunuhan seorang model?

“Aku sudah satu tahun masuk Islam (2005 -red), tapi baru kali ini orang tahu kalo aku Islam,” akunya.

Lidya menambahkan, ia menjadi mu’allaf bukan gara-gara kasus pembunuhan yang menghimpitnya, tetapi karena kesadarannya sendiri, setelah menyadari kebenaran ajarannya. Bahkan, kini ia menyatakan siap untuk berjuang menegakkan keadilan.

“Aku yakin aku nggak bersalah, makanya aku ingin menyampaikan semuanya di pengadilan,” akunya.

Ia berharap, kasus pembunuhan yang menyeret namanya itu akan tuntas secara hukum. “Aku masih yakin ada keadilan dan Allah akan menolongku,” terangnya.

Ditambahkan Lidya, saat ia masuk Islam, ia mengaku mendapat firasat baik yakni bermimpi Ba’itullah. Dimana kala itu, Lidya belum mengenal agama Islam.

Tatkala ditanyakan tentang arti mimpi tersebut, Lidya baru yakin dan tahu bahwa Ba’itullah adalah rumah Allah bagi umat Islam. “Aku bermimpi Ka’bah sampai tiga kali, makanya saya yakin Islam adalah agama yang benar,” katanya.sumur gan nosara ya


Lanjut post 3 gan...
inget dund gan sayang yah padahal cantik doiemoticon-Genit

update hasil google sih dapet remisi remisi bebas tahun 2016

emoticon-Mewek AKHIR VONIS UNTUK LIDYA PRATIWI emoticon-Mewek
Quote:Original Posted By tukangsalep



Di daerah jaksel gan...yg dkt kp melayu - sebelah komp gudang peluru emoticon-I Love Indonesia (S)

kmrn ane ktmu sama sepupunya, nanyain kondisi ni anak... trnyata sodara2nya ga ada yg jengukin sama skali trmsk tmn ane gan emoticon-Cape d... (S) ....

kasian yak, ngebayangin pas kluar dr sel tp sodara ga ada yg mo nerima.....emoticon-Mewek emoticon-Mewek


aduh, barangkali bs gan ane terima kalau doi mau emoticon-Malu (S) emoticon-flower
Spoiler for Persidangan:


Quote:Artis sinetron Lidya Pratiwi dan Muhamad Sukardi yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap Naek Gomgom Hutagalung divonis 14 tahun penjara. Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Karel Tuppu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Lidya dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah menyebabkan meninggalnya Naek di kamar Tongkol 59 Putri Duyung Cottage Ancol, Jakut.

Putusan tersebut sebenarnya lebih ringan tiga tahun dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman penjara 17 tahun. Usai persidangan, Lidya yang sempat menangis mendengar putusan itu menyatakan banding.

Yang masih menjadi pro kontra kasus ini ialah kenapa Lidya dihukum hanya 14 tahun pidana penjara? Sebaliknya, dilain pihak menganggap bahwa mengapa Lidya harus dijatuhi hukuman 14 tahun untuk perbuatan yang tidak dilakukan. Sebelum memulai tentunya kita harus sepakat bahwa hal yang dilakukan Lidya dan keluarga tergolong Kejahatan Kekerasan dan meski Lidya tidak melakukan pembunuhan terhadap Naek Gomgom tapi ia berkonspirasi atas tindakan tersebut.

Kejahatan kekerasan, mmh mau coba membahas kasus ini dari perspektif Keker ? secara baru semester kemarin ambil MK itu, yang saya dapat hanya Teori Interaksionis Simbolik. Untuk kasus ini sepertinya tidak pas jika mengupas menggunakan teori tersebut, untuk itu saya hanya berpendapat apakah si Lidya ini pantas untuk mendapat hukuman 14 tahun atau tidak. Tulisan ini tidak membahas mengenai hukuman yang diberikan tapi akan memberikan gambaran kondisi Lembaga Pemasyarakatan yang mana akan dilalui oleh Lidya Pratiwi.

Pasca vonis Hakim tim pembela hukum Lidya menyatakan banding terhadap vonis Hakim, mengapa demikian ? karena mereka meyakini bahwa vonis Hakim karena 14 tahun tidak sebanding dengan uang yang 20 juta yang diambil, padahal banyak kasus serupa yang divonis tidak seberat itu. Tapi yang menjadi pertanyaan apakah kasus lain sampai menghilangkan nyawa orang lain ditambah dilakukan secara berencana. Jika merujuk ke kasus lain tentunya banyak, lihat aja kasus perampasan mobil-mobil ATM banyak terjadi yang belum lama sampai 3.5 milyar rupiah, tapi ga tau kelanjutan kasusnya bagaimana.

Atas kasus yang menimpa dirinya, Lidya banyak kehilangan kesempatan terutama karier dan sekolahnya terlebih kepercayaan masyarakat atau lebih tepatnya masyarakat memberi label/cap kepada Lidya sebagai pelaku kejahatan. Pemberian label atau labelling dimulai ketika ia mulai diproses atau dinyatakan terlibat atas kasus tersebut pada saat di Kepolisian yang mana tingkat Kepolisian merupakan proses awal dari Sistem Peradilan Pidana. Akibatnya atas pemberian label tersebut tentunya akan membatasi ruang gerak ia selepas dari masa tahanan. Tidak sedikit mantan narapidana yang “dikucilkan” dimasyarakat, karena masyarakat pada umumnya tidak melihat kasus secara keseluruhan. Yang ada hanya apa yang telah diperbuat oleh si mantan narapidana.

Kenapa masyarakat dapat membatasi ruang gerak mantan napi ? Hal tersebut yang masih menjadi polemik, kenapa ? padahal Sistem Pemasyarakatan di Indonesia menganut Sistem Reintegrasi Sosial yaitu dalam azas ini melihat bahwa tindak kejahatan merupakan konflik antara si pelaku kejahatan dengan masyarakat itu sendiri untuk itu keterlibatan masyarakat dalam proses pembinaan sangat diperlukan. Gambaran penghuni penjara/lapas dimata masyarakat Indonesia adalah orang yang tidak dapat dipercaya, selalu memanfaatkan kesempatan untuk kejahatan, dan gambaran-gambaran miring/ menyeramkan lainnya.

14 tahun bukan waktu yang sebentar, terlebih di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang mana seperti diketahui kehidupan didalam Lapas lebih keras. Di Indonesia sendiri konsep penjara dan narapidana sangat melekat kuat sebagai tempat orang-orang buangan (sampah masyarakat), tempat dimana segala jenis kejahatan berkumpul. Seperti diketahui kondisi Lapas di Indonesia yang banyak kekurangannya, khususnya daya tampung yang melebihi kapasitas. Lapas sering diasosiasikan sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Kejahatan, dimana setiap orang yang masuk kedalamnya dapat menimba ilmu menjadi lebih “expert”. Jelas, jika dikaitkan dengan masalah over capacity tentunya didalam sel, penghuni bercampur dengan berbagai penghuni lainnya. Tidak ada pemisahan antara first offender (pelaku yang baru sekali terlibat dengan kejahatan) dan residivis. Hal tersebutlah dapat terjadi proses pembelajaran perilaku jahat, knowledge transfer, meskipun di dalam lapas penghuni diberikan pembinaan berupa pelatihan tapi hal tersebut tidak sebanding.

Selain hal itu banyak lagi terjadi penyimpangan, terkait pada satu entry point mengenai kapasistas lapas itu sendiri, dan dapat kita bayangkan bahwa apa yang akan terjadi jika di dalam lapas selama 14 tahun. Ini merupakan salah satu gambaran dari kondisi penjara di Indonesia, hal ini juga lah yang saya jadikan paper ujian akhir untuk mata kuliah Sistem Peradilan Pidana yang baru aja semester kemarin selesai. Dan ini yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam menangani manajemen di Lapas itu sendiri.
Sumur untuk opini ini yang kebetulan kok sama dengan ane hehee


Kalau kita hitung bersama, vonis 14 tahun dikurangi remisi dikurangi 7 tahun masa tahanan yang kurang lebih sudah dijalani. Berarti doi akan bebas pada kisaran tahun 2020 gan emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S) emoticon-Bingung (S)

Sekarang doi lagi ngapain ya gan dipenjara sana, ane jadi kangen nih gan
emoticon-Malu emoticon-Malu


Menerima cendol gan
Menolak Bata
Menghargai abu
Mengharapkan komentar
Membutuhkan rate yang banyak


THANKS A LOT BUAT AGAN DAN SISTA
YANG SUDAH MAMPIR


emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)

Spoiler for SUPER BONUS GAN:


Spoiler for Ane Tambahin dah gan:
nyimak dulu gan, lumayan panjang trit nya



emoticon-Paw © Chika Vannesa Putri Made This emoticon-norose

Hargai Aku Seperti Kau Menghargai Ibumu emoticon-norose
Quote:Original Posted By mother.fucking
inget dund gan sayang yah padahal cantik doiemoticon-Genit


gile trit ane belum kelar udah duluan ente gan emoticon-Cape d... (S)

emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S) emoticon-Ngakak
saya sudah tebak pasti lidya pratiwi, maslahnya dulu pernah buat trit di lounge mengupas tentang didirnya dan kegiatan di penjara

sayang banget sama nasibnya yang tidak mujur begini

lydia pratiwi kalo gak salah pemeran asli pertama kali "rumana" di FTV tukang bubur naik haji, sebelum jadi sinetron di televisi si raja, citra kirana
inget gan, sayang banget padahal waktu itu umur nya baru 19 tahun emoticon-Sorry
ane masih inget doi...kalo ga salah,hampir kena vonis penjara seumur hidup...
kalo menurut ane,kasihan juga si lydia,dijadikan atm berjalan sama pamannya,bahkan di manfaatkan untuk jadi umpan buat ngebunuh
Quote:Original Posted By funk
saya sudah tebak pasti lidya pratiwi, maslahnya dulu pernah buat trit di lounge mengupas tentang didirnya dan kegiatan di penjara

sayang banget sama nasibnya yang tidak mujur begini

lydia pratiwi kalo gak salah pemeran asli pertama kali "rumana" di FTV tukang bubur naik haji, sebelum jadi sinetron di televisi si raja, citra kirana


iya gan siapa lagi kalau bukan doi emoticon-Malu
trims tambahannya emoticon-Shakehand2
kasihan jadi atm berjalan sama pamannya
doi kurang 6 tahun lagi baru bebas ya?
Quote:Original Posted By Whais
kasihan jadi atm berjalan sama pamannya
doi kurang 6 tahun lagi baru bebas ya?


bukannya 7 ya gan emoticon-Bingung (S)
tapi emang kasihan sih tp ya mau gmn lg sekali pembunuh tetap pembunuh
untung g dihukum mati kaya tki yang di arab gan
Ane fokus bonusnya doang emoticon-Malu
lupa gan, maafkan aku emoticon-Frown






===================================================
emoticon-army: Original Post By lawprofrank
emoticon-Cool © 2011 — 2014 lawazhura All rights reserved.

Mr. Old Kaskus

Quote:Original Posted By Whais
kasihan jadi atm berjalan sama pamannya
doi kurang 6 tahun lagi baru bebas ya?


Iya gan. Doain aja moga sebelum 2019 doi dah keluar. Soalnya doi dah banyak dapet remisi tiap ada hari perayaan.
menurut ane tu si lidya memang bersalah tp ga bersalah-bersalah amat si . kaya umpan gitu. tp alhamdulillah kalau doi udah insyaf dan jadi mualaf
Quote:Original Posted By dsa01


bukannya 7 ya gan emoticon-Bingung (S)
tapi emang kasihan sih tp ya mau gmn lg sekali pembunuh tetap pembunuh


Doi kan kagak ikut ngebunuh gan emoticon-Bingung cuma terlibat dalam skenario hehee
no offense ya...setelah merampok dan menyaksikan pembunuhan..lalu jadi mu'allaf.... emoticon-I Love Indonesia
Nasibmu nakk
Smoga tuhan membantumu
nyimak dulu gan