alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5332cfa1bccb17f97f8b48c1/mahasiswi-ini-tantang-dosen-penguji-di-ajang-ujian-skripsi
Mahasiswi Ini Tantang Dosen Penguji di Ajang Ujian Skripsi
Sore semuanya...
Ane mau berbagi ni, khususnya buat yang masih mahasiswa.
Maaf ya kalau emoticon-Blue Repost

Hari ini, saya hadiahkan apresiasi tertinggi kepada seorang mahasiswi. Ia tampil sangat elegan menghadapi lima dosen penguji. Ia pertahankan karya ilimiahnya dengan penuh spirit, tiada ‘ketakutan’ yang tergambar di wajahnya. Iapun tak segan-segan minta pertanyaan diulangi kepada seorang profesor. “Maaf Prof. Apa pertanyaannya boleh diulangi?”

Tiada perlulah saya ceritakan bagaimana debat ilmiah itu dimulai. Saya Mahasiswi Ini Tantang Dosen Penguji di Ajang Ujian Skripsiterkesima saat sang professor berucap tegas: “Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Dengan sigap sang kandidat menjawab: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”. Kian terkesima saya mendengar langsung sanggahan mahasiswiku ini.

Saya amati, mahasiswi ini sangat ekspresif. Ia bangga ungkapkan apa yang dia inginkan. Calon sarjana ini sungguh memukau di mata saya. Pertama kalinya, saya sebagai penguji kagum dengan anak ini. Saya perhatikan, tak ada ucapan berlebihan dan subyektif akan jawaban-jawaban mahasiswi ini.

Hari ini cita-cita saya tergapai, lama sudah saya rindukan sebuah ujian skripsi berlangsung debat ilmiah. Bukan sebuah formalitas yang membuat suasana ujian jauh dari atmosfir akademik. Skripsi adalah buatan murni seorang mahasiswa akhir. Saya sangat percaya, mahasiswi ini membuat skripsi dengan penuh naluri keilmuwan, roh skeptisnya terhadap sebuah perkembangan keilmuan benar-benar tampak dari hasil karya dalam penguasaannya. Potret ini sangat berbeda ekstrim jika seorang mahasiswa akhir yang skripsinya ‘dibuatkan’ orang lain. Wajahnya penuh ketegangan, ketakutan, dan terhantui rasa non akademis dan rasa bersalah.

Hari ini, durasi ujian berlangsung alot dan menyita waktu dua jam. Bukan basa-basi, perdebatan benar-benar sarat keilmiahan. Bahkan ada penguji yang dibuatnya ‘grogi’, karena pemandangan ilmiah ini pertama terjadi di kampus ini. Apalagi setingkat ujian skripsi, yang identik dengan manut-manutnya seorang kandidat. Angguk-angguk kepala bukan sepenuhnya menunjukkan sebuah kesopanan tetapi tak lebih dari sebuah rasa takut ketidaklulusan alias UJIAN ULANG.

Saya sering terheran-heran, seorang kandidat di ujian thesis malah tak sanggup mempertahankan karya ilmiahnya, padahal yang lebih menguasai thesis buatannya itu adalah dirinya sendiri. Bukan dosen penguji.

Ketakutan apakah yang sebetulnya di diri setiap kandidat?. Sungguh saya sayangkan sebab ajang ujian skripsi, thesis, bahkan disertasi kadang menjadi momok non teknis, terjatuh bukan lantaran nuansa akademik tapi karena faktor lain yang di luar marka-marka akademik.

Di akhir ujian skripsi sang mahasiswi ini, kami berlima sebagai penguji melakukan rapat penentuan kelulusan/ketidaklulusan. Dimintalah sang mahasiswi ini berdiri di depan meja ujian. Sang profesor menyampaikan rekapitulasi hasil ujian, penuh ketegasan profesor ini membacanya: “Saudari kandidat. Setelah memperhatikan proses ujian, nilai dari setiap penguji serta sikap Saudari selama ujian berlangsung. Maka dengan ini, Saudari dinyatakan tidak lulus”.

Pembacaan hasil keputusan ini tak membuat sang kandidat goyah, sedih, apalagi menangis. Ia malah berucap: “Terima kasih Prof. Saya tidak terima ketidaklulusan ini. Saya mohon tunjukkan dimana kesalahan jawaban saya sehingga nilai saya rendah. Jika terbukti secara ilmiah, jawaban saya salah. Saya terima hasil keputusan ketidaklulusan saya”.

Sang profesor diam sejenak, beliau lalu berkata: “Andai semua mahasiswaku seperti Anda, sayalah orang yang paling bangga di dunia ini. Anda benar-benar memperjuangkan hak-hak akademik Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”.

sumur
Pesan TS: Gunakan waktu kuliah kalian untuk benar-benar mencari ilmu, bukan hanya nilai.
wah andai kalo nanti ane skripsi bisa kaya diaemoticon-Matabelo
nyimak dulu deh emoticon-Smilie



emoticon-Paw © Chika Vannesa Putri Made This emoticon-norose

Hargai Aku Seperti Kau Menghargai Ibumu emoticon-norose
mahasiswa yang penuh dengan semat, layak di contoh nih emoticon-Big Grin
Mahasiswa yg Hebat emoticon-Cool
Quote:Original Posted By JlamprongAms


Sang profesor diam sejenak, beliau lalu berkata: “Andai semua mahasiswaku seperti Anda, sayalah orang yang paling bangga di dunia ini. Anda benar-benar memperjuangkan hak-hak akademik Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”.

sumur
Pesan TS: Gunakan waktu kuliah kalian untuk benar-benar mencari ilmu, bukan hanya nilai.


wuassik nih ..... kabar baik/indah buat yang ipk di bawah 3!!, bisa meraih cum laude .... yang penting pas skripsi bisa mempertahankan teori yang dibuat ..... ha ha ha .....
Inspiratif banget ceritanya gan, ini kisah nyata atau cuman rekaan gan? emoticon-Matabelo

Sepertinya ceritanya jauh banget dengan background pendidikan yang ada di Indonesia sekarang yang lebih banyak diajarin dengan cara komunikasi satu arah mulai dari sekolah dasar - sampai kuliah.
Quote:Original Posted By anita.amelia
lhaa ini repost udah puluhan kalee...


Maap, maklum nubi
emoticon-Sorry ane ada planning kul gan tp takut sama skripsinya emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak tp ane pgn bgt gan boleh thread agan jadi pendorong ane bwt kul emoticon-Ngakak
keren banget mpe bisa debat gitu emoticon-Matabelo
keren banget mpe bisa debat gitu emoticon-Matabelo
Ane minyak dulu gan emoticon-Matabelo
Ya allah ane merinding dengernya, ane mahasiswa yang lagi nyusun nyusun itu skripsi gan..
wah, mudah"han tar pas ane skripsi bisa kaya si doi.
Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”. emoticon-Matabelo
meanwhile in parallel universe....
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
wihh hebat bener ya tuh mahasiswi
berani ngomong kyk gitu.. kagum2
cantik juga mahasiswi nya gan..
no number telfon hoax.. emoticon-Ngakak
jadi inget waktu sidang dulu emoticon-Big Grin
gimana mo debat ilmiah pas ujian skripsi?? karena rata2 orang yg mau ujian skripsi udah grogi dan takut duluan emoticon-Embarrassment
cuman 1 kata IN" LUARR BIASSAA !!!"