alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53319bdcc2cb171f2c8b479e/sumbangan-bus-dipersulit-lagi-basuki-coret-memo-sekda
Sumbangan Bus Dipersulit Lagi, Basuki Coret Memo Sekda
Sumbangan Bus Dipersulit Lagi, Basuki Coret Memo Sekda

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali naik pitam setelah mengetahui sumbangan bus transjakarta oleh para pengusaha kembali dipersulit oleh anak buahnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI.

Kali ini Basuki tidak meluapkan emosi lewat ucapan saat memimpin rapat, tetapi ia mencoret dan memberi tanda silang pada memo Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Wiriyatmoko.

"Benar-benar gila dia (Wiriyatmoko) ini. Cari alasan baru lagi buat menghambat sumbangan, bikin capek," kata Basuki dengan nada tinggi, di Balaikota Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Basuki mengungkapkan, Plt Sekda kini beralasan transjakarta sumbangan tiga perusahaan itu harus menggunakan bahan bakar gas (BBG), sedangkan bahan bakar yang digunakan di bus sumbangan itu adalah solar.

Perda yang digunakan untuk aturan sumbangan bus transjakarta adalah Pasal 20 (1) Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2005 tentang pengendalian pencemaran udara.

Dalam aturan itu, diatur bahwa angkutan umum dan kendaraan operasional Pemprov DKI wajib menggunakan bahan bakar gas sebagai upaya pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor.

Atas dasar itu, Basuki mengatakan, seharusnya kendaraan operasionalnya juga dilarang beroperasi karena menggunakan solar ‎sebagai bahan bakar. Seharusnya, sumbangan bus berbahan bakar solar itu langsung diterima karena DKI tidak memiliki unit bus transjakarta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.

Menurut Basuki, masyarakat Jakarta tidak akan keberatan untuk menggunakan bus berbahan bakar solar sampai ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) tercukupi.

Basuki dapat memaklumi peraturan Pemprov DKI tidak bisa membeli transjakarta dan kendaraan operasional berbahan bakar solar. Oleh karena itu, dia memilih untuk menerima sumbangan bus dari berbagai perusahaan swasta.

Basuki memaparkan lebih lanjut, Wiriyatmoko meminta bus sumbangan itu dioperasikan di koridor yang belum tersedia fasilitas SPBG dan memasang converter kit pada bus sumbangan tersebut.

Selanjutnya Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menganggarkan dalam anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P).

Basuki pun menuliskan memo di surat Plt Sekda itu. "Kepada saudara Plt Sekda, kalau begitu tegakkan seluruh Perda. Bus-bus di Jakarta yang pakai solar, buang ke laut saja".

"Gila ini orang, memang pintar orang (Wiriyatmoko) ini, berarti memang Plt Sekda cari-cari alasan saja. Sekarang hambatannya soal Perda dan gas," tegas Basuki.

Aksinya mencoret memo Plt Sekda itu, kata dia, masih lebih halus dibandingkan saat ia menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Saat itu, ia mencoret memo pejabat daerah sana dengan menggunakan spidol merah. Kemudian, surat tersebut dibanting dan sang pejabat langsung dipanggil.

Apabila penyumbangan bus kembali dihambat, Basuki meminta bus-bus tersebut untuk dialihkan kepada Pemkot Bandung yang dipimpin Wali Kota Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut menyesalkan rumitnya birokrasi yang diterapkan pada penyumbangan bus transjakarta. Padahal, apabila birokrasi mendukung, maka program memperbanyak moda transportasi massal di Jakarta terealisasi.

"Di tahun 2013-2014 ini, banyak pengadaan truk sampah yang pakai solar loh. Memangnya warga kalau mau naik transjakarta, ngecek dulu, apa busnya pakai gas atau solar? Ya enggaklah, pasti pilih memperbanyak unit busnya," tegas dia.

Sebelumnya, tiga perusahaan swasta berencana menyumbang unit bus transjakarta kepada Pemprov DKI, yakni Telkomsel, Ti-Phone, dan Asahi Mas. Bantuan mereka tertunda hingga lebih dari setengah tahun. Masing-masing perusahaan menyumbang sebanyak 10 unit bus transjakarta bermerek Hino.

Mereka diharuskan untuk bolak-balik mengurus berkas di BPKD. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat Jakarta akan transportasi massal sebagai alternatif kendaraan pribadi telah mendesak.

Tak hanya itu, kekesalan Basuki bertambah saat mengetahui para donor bantuan itu ditarik pajak reklame jika memasang produk mereka di tubuh bus. BPKD berdalih penarikan pajak reklame itu agar Pemprov DKI tidak mengalami kerugian negara.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...ret.Memo.Sekda

mmg susah mengatur anak buah di Jakarta
pasti ada sesuatu nih


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

basuki oh basuki
berilah tanda X pada jawaban yang anda anggap benar


ga ditaruh di BP aja gan emoticon-Bingung


Quote:punya harapan Indonesia untuk maju?
yuk gunain hak suaramu di 9 April nanti emoticon-I Love Indonesia (S)


Sumbangan Bus Dipersulit Lagi, Basuki Coret Memo SekdaSumbangan Bus Dipersulit Lagi, Basuki Coret Memo Sekda
tetot, jawabannya salah mungkin emoticon-Ngakak
Bagusp pak, memang sudah saatnya masif begini seorang pemimpin.. Kalo perlu kangan cuma memo nya yang di coret, pejabatnya sekalian
membohongi situasi memang pembodohan. yang dilakukan pak basuki sudah benar



Dead Frontier - Online Zombie Game (Langsung main di browsermu gan!)
wkwkwk...memang sudah parah bener tuh birokrasi lama, susah diaturnya, apllouse buat koh ahok emoticon-Kiss
yg baru aja diterima cpns dki jakarta..
mesti siapin mental emoticon-Ngakak
Standing applause buat pa ahok... Kereeennn
kalo memang ada yang salah pada sistem birokrasinya, ya dirubah dong. anda kan yang jadi pimpinan. toh sekdanya juga bekerja sesuai prosedur kalo memang prosedur yang lama dianggap kurang baik, sebaiknya rubah prosedur tersebut.
jangan asal coret dan menyalahkan bawahan. apa lagi pake acara manggil wartawan buat urusan begituan.
keliatan cari sensasi aja lu tong
bantuannya ga berupa uang sih.. kalo berupa uang pasti jadi.. contoh permintaan pengadaan truck sampah 200 unit ditolak karna mintanya langsung berupa unit mobil.. akhirnya ahok pas imlek dpat bantuan 51 unit truck sampah oleh pengusaha tionghoa di jkt untuk pemprov DKI.. itu masih. dan itupun masih ada yg mau kirim bantuan dari taiwan berupa truck sampah tapi dicekal juga oleh DPR karna bantuannya langsung berupa truck dan bukan berupa uang.. hahha inilah indonesiaku
orang mau bantu aja dipersulit... dasar pejabat somplakk emoticon-Embarrassment
ya jelas aja dipersulit...
orang ini ga dapat apa-apa
coba kalo dapat salam tempel, mau bahan bakar apa aja mau g lulus uji emisi ya jalan yerus
Quote:Original Posted By real-shadeh
bantuannya ga berupa uang sih.. kalo berupa uang pasti jadi.. contoh permintaan pengadaan truck sampah 200 unit ditolak karna mintanya langsung berupa unit mobil.. akhirnya ahok pas imlek dpat bantuan 51 unit truck sampah oleh pengusaha tionghoa di jkt untuk pemprov DKI.. itu masih. dan itupun masih ada yg mau kirim bantuan dari taiwan berupa truck sampah tapi dicekal juga oleh DPR karna bantuannya langsung berupa truck dan bukan berupa uang.. hahha inilah indonesiaku


Miris ya gan emoticon-No Hope inilah negeri kita
Quote:Original Posted By ziazone
kalo memang ada yang salah pada sistem birokrasinya, ya dirubah dong. anda kan yang jadi pimpinan. toh sekdanya juga bekerja sesuai prosedur kalo memang prosedur yang lama dianggap kurang baik, sebaiknya rubah prosedur tersebut.
jangan asal coret dan menyalahkan bawahan. apa lagi pake acara manggil wartawan buat urusan begituan.
keliatan cari sensasi aja lu tong


Yang merubah sistem dan aturan itu DPRD gan, Pemimpin bisanya cuma mecat dan mengangkat anak buat bukan sistem dan aturannya

Quote:Original Posted By ziazone
kalo memang ada yang salah pada sistem birokrasinya, ya dirubah dong. anda kan yang jadi pimpinan. toh sekdanya juga bekerja sesuai prosedur kalo memang prosedur yang lama dianggap kurang baik, sebaiknya rubah prosedur tersebut.
jangan asal coret dan menyalahkan bawahan. apa lagi pake acara manggil wartawan buat urusan begituan.
keliatan cari sensasi aja lu tong


lha itu bukannya dalam rangka mengubah..??
meluruskan yang bengkok bukannya melakukan perubahan..??
bekerja sesuai prosedur ..?? kenapa tebang pilih..?? yang lainnya juga harus dikenai aturan yang sama dong.. jangan pilih pilih .. itu baru namanya bekerja sesuai prosedur..

kalau cuma kakehan cangkem kayak elu.. baru bisa disebut cari sensasi...
Quote:Original Posted By ziazone
kalo memang ada yang salah pada sistem birokrasinya, ya dirubah dong. anda kan yang jadi pimpinan. toh sekdanya juga bekerja sesuai prosedur kalo memang prosedur yang lama dianggap kurang baik, sebaiknya rubah prosedur tersebut.
jangan asal coret dan menyalahkan bawahan. apa lagi pake acara manggil wartawan buat urusan begituan.
keliatan cari sensasi aja lu tong


Yg buat aturan tuh DPRD tong...itupun msih dilanggar dengan msih bnyak kendraan dinas yg non bbg..lalu kenapa trans jakarta yg nyata2 lebih dibutuhkan mlah ditolak..neh memang aturan ambigu..ahok liat kondisi mana yg lbih mnguntungkan utk masyarakat banyak dan merupakan kebutuhan yg mendesak..memang gitu pemimpin hrus tegas..cepat sigap..neh birokrasi kdang mlah dibuat utk kpentingan tertentu saja..paham...??!!ane yakin..ga cuma ahok..klo pngusaha macam jokowi atau jk hal kaya bgini lngsung dilibas deh..PERSETAN dgn birokrasi..ingat Rakyat di atas segalanya..
Quote:Original Posted By indogamervideo


Yang merubah sistem dan aturan itu DPRD gan, Pemimpin bisanya cuma mecat dan mengangkat anak buat bukan sistem dan aturannya



tapi kan biisa memberikan usulan rancangan perda baru dan bisa minta bantuan partai pengusungnya buat nge-goal-in raperda tersebut.
Dikasih gampang malah ditolak