alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/532999829acf172a10000000/tanya-tentang-het
tanya tentang HET
Saya habis periksa di sebuah rumah sakit di deaa saya. Desa saya agak pelosok. Saya dapat obat yg harganya 2x HET... setau saya HET adalah harga eceran tertinggi. Apakah bisa harga obat melebihi HET? Karena setau saya itu adalah batas bagi penjual obat...
Ini bukan masalah nominalnya tapi di desa saya ini masih banyak orang yg berada di bawah garis kemiskinan dan lulusan sekolah dasar...khawatir saja jika hal ini menimpa orang2 tersebut...mau komplain juga ndak berani karena saya ndak tau tentang hal ini...siapa tau saya yang salah...
Mohon pencerahan agan2 dimari
terima kasih
iya gan aja juga di jakarta. memang seperti itu, disesuaikan pula dengan biaya transportasi ke daerah tersebut.
Quote:Original Posted By guano69
Saya habis periksa di sebuah rumah sakit di deaa saya. Desa saya agak pelosok. Saya dapat obat yg harganya 2x HET... setau saya HET adalah harga eceran tertinggi. Apakah bisa harga obat melebihi HET? Karena setau saya itu adalah batas bagi penjual obat...
Ini bukan masalah nominalnya tapi di desa saya ini masih banyak orang yg berada di bawah garis kemiskinan dan lulusan sekolah dasar...khawatir saja jika hal ini menimpa orang2 tersebut...mau komplain juga ndak berani karena saya ndak tau tentang hal ini...siapa tau saya yang salah...
Mohon pencerahan agan2 dimari
terima kasih


HET memang aturan dari pemerintah yg bermaksud melindungi keterjangkauan harga obat bagi masyarakat.
Namun demikian, kondisi riil di lapangan juga menentukan. Apalagi di wilayah pelosok pedalaman yg sulit transportasinya. Maka dapat dimaklumi bila di daerah pedalaman harga obat melebihi HET. Lain hal bila di daerah perkotaan atau yg transportasinya relatif mudah, harga obat tidak seharusnya melebihi HET.

Persoalan demikian masih menjadi PR pemerintah utk mengatasinya.
Hal ini juga yg menghambat pelaksanaan pengadaan obat melalui e-katalog bagi daerah2 terpencil. Karena aturan harga yg ditetapkan di dalam e-katalog ternyata tidak mengakomodir biaya transportasi ekstra utk daerah pedalaman. Inilah yg menyebabkan distributor obat masih sedikit yg berani mengikuti e-katalog penyedian obat di daerah terpencil.