alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53269aa6bfcb174d118b466a/berita-kecemburuan-sosial
Berita Kecemburuan Sosial
Jakarta - Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, menggelar resepsi mewah atas pernikahan anaknya di Hotel Mulia, Senayan. Perkimpoian megah itu dinilai tidak memberikan menjadi contoh yang baik untuk bawahan dan publik.

"Tidak hanya (jadi contoh tak baik) bawahannya saja, tapi juga publik. Mestinya Nurhadi menjadi contoh kesederhanaan," kata Kepala Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, saat dihubungi detikcom, Senin (17/3/2014).

Nurhadi dalam resepsi pernikahan putrinya Sabtu (15/3) lalu itu menolak menerima amplop dalam bentuk apapun dari tamu undangan. Namun, ia membagi-bagikan iPod Shuffle 2GB kepada undangan dengan barcode khusus. Nurhadi diminta menjelaskan terkait suvenir yang bernilai di atas syarat minimal gratifikasi itu.

"Tamu undangan yang pejabat publik juga harus melaporkan iPod yang menjadi suvenir karena itu gratifikasi," ujarnya.

Menurut Hamim, agar semuanya jelas, maka Nurhadi harus menjelaskan asal usul biaya pernikahan mewah itu.

"Saya tidak tahu, apa dengan pejabat setingkat dia dengan gaji sekian itu 'wajar' mengadakan pesta semewah itu? Kalau tidak wajar, PPATK seharusnya meneliti transaksi Nurhadi," jelas Hamim.

Hingga berita ini diturunkan, detikcom terus berusaha mengkonfirmasi perkimpoian megah ini ke yang bersangkutan. Wartawan telah berusaha mengkonfirmasi ke Nurhadi di kantornya tapi pihak Humas MA belum memberikan jawaban.

http://news.detik.com/read/2014/03/1...aan?n991103605

Yang protes pasti nga diundang emoticon-Ngakak
walah kenapa ane gak diundang emoticon-Sorry
emoticon-Ngakak usut aja dah, dari pada lu gak kebagian

Atas ane maho emoticon-Najis (S)
Jakarta - Suvenir pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi berupa iPod menjadi polemik. Apa tanggapan Ketua MA Hatta Ali?

"Itu dari luar negeri, dan yang memesan itu besannya. Bisa dilihat dipesan sejak 2013," jelas Hatta Ali usai rapat konsultasi pimpinan lembaga negara di Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Hatta menilai harga satu iPod tersebut tidak lebih dari Rp 500 ribu. Sehingga para tamu undangan yang sebagian besar penyelenggara negara tidak harus mengembalikan iPod tersebut.

"Ya lihat harganya toh. Kan nggak sampai Rp 500 ribu," imbuhnya.

Menurut Hatta, MA juga tidak perlu meminta fatwa KPK terkait suvenir tersebut apakah masuk kategori gratifikasi atau tidak. Sebab, hal itu masuk ranah pribadi, bukan lembaga.

"Kita nggak tahu, itu kan bukan lembaga, tapi pribadi," ungkapnya.

Soal laporan harta kekayaan, Hatta mengatakan Nurhadi sudah melaporkannya.

"Ya dia kan sudah lapor, tapi masih ada kekurangan. Ya kan tinggal ditambahi," tuturnya.

"Sebenarnya masalah ini kok dibesar-besai. Clear saja, stop saja sudah," tutupnya.

http://news.detik.com/read/2014/03/2...distop?9911012

Dilanjutkan, kecemburuan akut.

Lagian ,lom tentu juga tuh ipod asli.....emoticon-Mad
Kalau bukan menantunya sekretaris MA, gak mungkin bisa impor 1,5M gak kena pajak!

Pajak PPN 10% = 150juta
PPH 2,5% = 37.5 juta
Bea masuk 15% = 225 juta

Total pajak = 412.5 juta

================
Harga Barang = 1,5 milyar + 412.5 juta / 2500 = 765 ribu
Quote:Original Posted By robert789
Kalau bukan menantunya sekretaris MA, gak mungkin bisa impor 1,5M gak kena pajak!

Pajak PPN 10% = 150juta
PPH 2,5% = 37.5 juta
Bea masuk 15% = 225 juta

Total pajak = 412.5 juta

================
Harga Barang = 1,5 milyar + 412.5 juta / 2500 = 765 ribu


Orang becuk ya bro? keluarin donk barang barang orang jangan ditahan tahan, masa musti nunggu sogokan aja, ntar ahok kirim KPK abis lo
katanya sih cuma 480rb satunya beli di usa, klo belinya pas dollar paling tinggi harganya bs lebih 500rb loh emoticon-Ngacir
Gratifikasi? koq ke 2500 orang yang notabene bukan semuanya pejabat.