alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53266aaef7ca17a45f8b4666/caleg-nasdem-diculik-dan-dimasukkan-ke-karung-goni
Caleg Nasdem Diculik dan Dimasukkan ke Karung Goni
 Caleg Nasdem Diculik dan Dimasukkan ke Karung Goni

LANGSA, KOMPAS.com - Satu peristiwa yang dilaporkan nyaris berujung maut menimpa seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRA dari Partai NasDem bernama Muslim alias Cut Lem.

Laki-laki yang bertempat tinggal di Lorong Bale Krueng, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota tersebut mengaku diculik, dianiaya, dan dimasukkan ke karung goni yang menggunakan pemberat.

Diduga komplotan pelaku berusaha menghabisi Cut Lem dengan cara melemparkan ke sungai.

Cut Lem yang diwawancarai di Ruang Rawat Inap RS PTPN I Langsa, mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu (15/3/2014) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Waktu itu, dia baru saja tiba di rumahnya dengan mengendarai sepeda motor dari rumah rekannya sesama caleg NasDem di Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat.

Ketika hendak masuk rumah, mendadak dihadang dua pria berhelm menggunakan sepeda motor yang menggunakan senjata api laras pendek.

Di bawah todongan pistol, Cut Lem diajak naik sepeda motor pelaku. Kepala dan wajah korban ditutup oleh pelaku dengan kain sarung kemudian sepeda motor mengarah ke Jembatan Titi Camat.

Menurut perkiraan Cut Lem, setibanya di persimpangan jalan menuju Unsam dan STAIN Zawiyah Cot Kala, Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama, sepeda motor yang membawanya mengarah ke kanan yaitu Gampong Sidodadi dan berhenti di sebuah rumah.

Di sana Cut Lem dipukul dengan kayu balok hingga pingsan. "Saya tak tahu lagi apa yang terjadi tetapi saya menduga di rumah itulah pelaku mengganti kendaraan dari sepeda motor ke mobil. Sebab, ketika tersadar, saya sudah berada di dalam mobil jenis minibus, namun saya tak tahu mobil apa," ujar Cut Lem.

Saat tersadar, Cut Lem merasakan sakit yang luar biasa. Kepala dan bagian mukanya dilakban, tangan diikat ke belakang, kaki juga terikat. Sebagian tubuhnya dimasukkan ke goni yang diisi batu untuk pemberat.

"Dari cara mereka memperlakukan saya, hampir bisa dipastikan adalah untuk target membunuh, dan kemungkinan saya akan dilemparkan ke sungai," kata Cut Lem yang terlihat masih sangat trauma.

Dalam keadaan sudah tersadar, Cut Lem berusaha menguping gerak-gerik dan pembicaraan orang dalam mobil yang diyakini berjumlah lebih satu orang. Salah satu isi pembicaraan yang sempat didengar Cut Lem adalah pintu belakang mobil yang belum tertutup rapat.

Mendengar informasi itu, dengan sekuat tenaga Cut Lem merapatkan tubuhnya ke pintu. Lalu, dengan sisa-sisa kekuatan, dia dorong pintu tersebut hingga terbuka dan dia pun melompat ke luar.

Lokasi korban melompat adalah di sekitar Jalan Lingkar PTPN I Langsa, antara Gampong Karang Anyar-Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro.

Mengetahui korban melompat, mobil pelaku langsung berhenti. Untungnya, pada saat bersamaan melintas sebuah sepeda motor, sehingga pelaku lebih memilih kabur, meski pada akhirnya pengemudi sepeda motor tidak melihat korban.

“Saya terus berupaya sekuat tenaga sambil mengesotkan tubuh ke pinggir jalan dan kemudian bersembunyi di balik pohon sawit yang ada di pinggir jalan lingkar itu. Pelaku tidak berusaha mencari,” kata Cut Lem.

Usai azan subuh, Cut Lem masih terus berusaha membebaskan diri dari ikatan sambil terus keluar ke badan jalan. Selanjutnya, dalam keremangan pagi, seorang petugas keamanan melintas dan melihatnya. Cut Lem langsung ditolong dan selanjutnya dibawa ke RS Cut Meutia PTPN I Langsa.

Kabar penculikan disertai upaya pembunuhan caleg NasDem tersebut merebak cepat di kalangan masyarakat termasuk pimpinan partai dan rekan-rekan korban sesama caleg. Pihak kepolisian pun turun tangan melakukan pengusutan.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPW NasDem Aceh, Auzir Fahlevi mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa caleg DPRA dari NasDem atas nama Muslim dari Dapil 7 (Langsa dan Tamiang).

"Kami melihat kasus-kasus kekerasan yang menimpa kader Partai NasDem lebih didasari pada aspek politis semata, tetapi kami tidak bisa menyimpulkan terlalu jauh karena menghargai proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Auzir.

SUMBER
http://indonesiasatu.kompas.com/read...campaign=Kknwp

KOMETAR

=============
Syukurlah masih bisa hirup udara lagi....

=============
para viewers cuma lirik doang, gak minat kasih komen...
emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By kaskus.corner
para viewers cuma lirik doang, gak minat kasih komen...
emoticon-Malu (S)


Pada ga punya KTP/Paspor Atjeh Bray..
termasuk ane emoticon-Malu (S)

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
ane gak pernah denger calegnya emoticon-Ngakak
Pdahal partainya dipimpin orang aceh emoticon-Ngacir
Maafin Ayah tidak berani komentar emoticon-Smilie
nasdem yaa
keknya dah berapa kali nimpa calegnya tuh
Quote:Original Posted By kaskus.corner
para viewers cuma lirik doang, gak minat kasih komen...
emoticon-Malu (S)


ya iyalah gak komen
salah room ini , harusnya di BPLN emoticon-Ngakak
Dengan kondisi kepala di tutup kemudian dimasukan ke dalam karung, informasi yg disampaikan korban bisa detail bgt emoticon-Matabelo
padahal sang empunya partai orang sono emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By jokohadiningrat
Pada ga punya KTP/Paspor Atjeh Bray..
termasuk ane emoticon-Malu (S)

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


emoticon-Shakehand2 emoticon-Traveller
biasalah persaingan sesama caleg satu partai
Aceh........ Itulah yang terjadi jika mereka mendukung demokrasi..... Harusnya khilafah.... emoticon-Mad (S)..... emoticon-Ngacir
paling banter kerjaan loyalis GAM.
Quote:Original Posted By kaskus.corner
 Caleg Nasdem Diculik dan Dimasukkan ke Karung Goni

LANGSA, KOMPAS.com - Satu peristiwa yang dilaporkan nyaris berujung maut menimpa seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRA dari Partai NasDem bernama Muslim alias Cut Lem.

Laki-laki yang bertempat tinggal di Lorong Bale Krueng, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota tersebut mengaku diculik, dianiaya, dan dimasukkan ke karung goni yang menggunakan pemberat.

Diduga komplotan pelaku berusaha menghabisi Cut Lem dengan cara melemparkan ke sungai.

Cut Lem yang diwawancarai di Ruang Rawat Inap RS PTPN I Langsa, mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu (15/3/2014) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Waktu itu, dia baru saja tiba di rumahnya dengan mengendarai sepeda motor dari rumah rekannya sesama caleg NasDem di Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat.

Ketika hendak masuk rumah, mendadak dihadang dua pria berhelm menggunakan sepeda motor yang menggunakan senjata api laras pendek.

Di bawah todongan pistol, Cut Lem diajak naik sepeda motor pelaku. Kepala dan wajah korban ditutup oleh pelaku dengan kain sarung kemudian sepeda motor mengarah ke Jembatan Titi Camat.

Menurut perkiraan Cut Lem, setibanya di persimpangan jalan menuju Unsam dan STAIN Zawiyah Cot Kala, Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama, sepeda motor yang membawanya mengarah ke kanan yaitu Gampong Sidodadi dan berhenti di sebuah rumah.

Di sana Cut Lem dipukul dengan kayu balok hingga pingsan. "Saya tak tahu lagi apa yang terjadi tetapi saya menduga di rumah itulah pelaku mengganti kendaraan dari sepeda motor ke mobil. Sebab, ketika tersadar, saya sudah berada di dalam mobil jenis minibus, namun saya tak tahu mobil apa," ujar Cut Lem.

Saat tersadar, Cut Lem merasakan sakit yang luar biasa. Kepala dan bagian mukanya dilakban, tangan diikat ke belakang, kaki juga terikat. Sebagian tubuhnya dimasukkan ke goni yang diisi batu untuk pemberat.

"Dari cara mereka memperlakukan saya, hampir bisa dipastikan adalah untuk target membunuh, dan kemungkinan saya akan dilemparkan ke sungai," kata Cut Lem yang terlihat masih sangat trauma.

Dalam keadaan sudah tersadar, Cut Lem berusaha menguping gerak-gerik dan pembicaraan orang dalam mobil yang diyakini berjumlah lebih satu orang. Salah satu isi pembicaraan yang sempat didengar Cut Lem adalah pintu belakang mobil yang belum tertutup rapat.

Mendengar informasi itu, dengan sekuat tenaga Cut Lem merapatkan tubuhnya ke pintu. Lalu, dengan sisa-sisa kekuatan, dia dorong pintu tersebut hingga terbuka dan dia pun melompat ke luar.

Lokasi korban melompat adalah di sekitar Jalan Lingkar PTPN I Langsa, antara Gampong Karang Anyar-Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro.

Mengetahui korban melompat, mobil pelaku langsung berhenti. Untungnya, pada saat bersamaan melintas sebuah sepeda motor, sehingga pelaku lebih memilih kabur, meski pada akhirnya pengemudi sepeda motor tidak melihat korban.

“Saya terus berupaya sekuat tenaga sambil mengesotkan tubuh ke pinggir jalan dan kemudian bersembunyi di balik pohon sawit yang ada di pinggir jalan lingkar itu. Pelaku tidak berusaha mencari,” kata Cut Lem.

Usai azan subuh, Cut Lem masih terus berusaha membebaskan diri dari ikatan sambil terus keluar ke badan jalan. Selanjutnya, dalam keremangan pagi, seorang petugas keamanan melintas dan melihatnya. Cut Lem langsung ditolong dan selanjutnya dibawa ke RS Cut Meutia PTPN I Langsa.

Kabar penculikan disertai upaya pembunuhan caleg NasDem tersebut merebak cepat di kalangan masyarakat termasuk pimpinan partai dan rekan-rekan korban sesama caleg. Pihak kepolisian pun turun tangan melakukan pengusutan.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPW NasDem Aceh, Auzir Fahlevi mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa caleg DPRA dari NasDem atas nama Muslim dari Dapil 7 (Langsa dan Tamiang).

"Kami melihat kasus-kasus kekerasan yang menimpa kader Partai NasDem lebih didasari pada aspek politis semata, tetapi kami tidak bisa menyimpulkan terlalu jauh karena menghargai proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Auzir.

SUMBER
http://indonesiasatu.kompas.com/read...campaign=Kknwp

KOMETAR

=============
Syukurlah masih bisa hirup udara lagi....

=============


seghitu menggebunya ya pengen jd caleg,, parah ni,, pasti demi uang dan kekuasaan,, emoticon-Cape d...
Walaupun kasihan, tapi ane belum boleh komen di sub forum Berita Politik Luar Angkasa
masih banyak caleg parte lain, tapi kok yg diincer dari nasdem yeee emoticon-Takut
pada takut koment di trit ini emoticon-Ngakak (S)
yang ngarungin belum ahli kayak jaman pak harto dulu.
kalo dulu mah amblas gak kedengeran lagi beritanya.
Quote:Original Posted By jokohadiningrat


Pada ga punya KTP/Paspor Atjeh Bray..
termasuk ane emoticon-Malu (S)

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


ente mewakili viewers emoticon-Ngakak