alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5325c97e7fcf17e3520000d2/penyuply-prekursor-dibekuk--2-diantaranya-berprofesi-wartawan
Penyuply Prekursor Dibekuk | 2 Diantaranya Berprofesi Wartawan
http://bareskrim.com/2014/03/16/peny...fesi-wartawan/

MEDAN | Sedikitnya 5 orang pria menambahkan kouta sel tahanan Mapolresta Medan. Tambahan tahanan itu berasal dari Satuan Resesre (Satres) Narkoba Polresta Medan yang berhasil membekuk 5 tersangka penyuply prekursor narkotika (bahan pembuat sabu) jenis Ephendire, 10 Maret 2014.

Kelima tersangka berinisial JSS (39) warga Gang Jermal Jalan Menteng II Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai, DP (34) warga Jalan Aksara Kompolek Gudang Kelurahan Medan Estate Kecamatan Percut Seituan, IDA (37) warga Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Utara, LH (32) warga Jalan Karet XII Perumnas Simalingkar dan ABB (45) warga Gang Famili Jalan Seikambambing Kecamatan Seikambing.

Dari tangan para tersangka turut diamankan 1 toples plastik berisikan 350 gram Prekursor narkotika jenis Ephendrine seharga Rp 63 juta.

Kasat Narkoba Polresat Medan, Kompol Dony Alexander, Minggu (16/3/2014), menyatakan, penangkapan para tersangka bermula saat adanya infromasi masyarakat yang menyatakan bahwa para tersangka merupakan penyedia bahan untuk pembuat narkoba jenis sabu – sabu.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya melakukan penyamaran sebagai pembeli Ephendire itu.

“Awalnya anggota kita menghubungi salah satu tersangka DP untuk menyediakan barang tersebut. Setelah harga disepakati kita mengamankan DP dan JJS di SPBU Jalan Denai saat hendak melakukan transaski sama anggota kita yang menyamar sebagai pembeli,” ujarnya.

Dari penangkapan DP dan JS, di hari yang sama pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan 3 tersangka lainnya di tiga lokasi. “IDR kita amankan di Jalan AR Hakim, LH kita amankan di Jalan Iskandar Mudan dan ABB kita amankan di Jalan Seikambing. Dua dari Lima tersangka merupakan wartawan di salah satu media online dan surat kabar mingguan,” ujarnya.

Dijelaskannya, Ephedrine merupakan salah satu bahan mentah yang digunakan dalam pembuatan sabu. “Ephedrine merupakan bubuk coklat yang sangat sulit didapatkan. Jika memang mau membelinya pun mesti ada surat dari Menteri Kesehatan. Jadi kelompok ini hanya menjual bahan bakunya saja. Mereka merupakan jaringan penjual Ephedrine antar provinsi,” katanya.

Saat ini, katanya, pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini. “Untuk para tersangka akan kita kenakan pasal 132 Jo 129 dan UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup,” katanya. (ucup/B)
×