alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53246b565bcb178411000053/jokowi-nyapres-gerindra-dki-minta-maaf-kepada-warga-jakarta
Jokowi Nyapres, Gerindra DKI Minta Maaf kepada Warga Jakarta
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat rekan koalisinya dari Partai Gerindra tak kuasa menanggung malu. Mereka merasa telah menyodorkan pilihan calon gubernur yang salah kepada warga Jakarta.

"Kepada masyarakat Jakarta, atas nama Partai Gerindra DKI Jakarta memohon maaf karena Calon Gubernur yang diusung dan telah menjadi Gubernur DKI Jakarta ternyata tidak memenuhi sumpah dan janjinya untuk memangku jabatan selama lima tahun, menyelesaikan janji-janji kampanye untuk membangun Jakarta, dan ternyata lebih mementingkan pemenuhan syahwat kekuasaannya dari pada kepentingan rakyat Jakarta," ungkap ketua Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik, dalam pernyataannya, Sabtu (15/3) siang.

Taufik menilai, Pencapresan Jokowi akan meninggalkan tumpukan pekerjaan dan permasalahan yang rumit di DKI Jakarta. Hal itu mengingat selama 17 bulan kepemimpinan Jokowi di Jakarta telah menggagas banyak hal namun belum tuntas. Di samping itu, Taufik juga banyak mendapat keluhan dari warga yang merasa ditingalkan oleh Jokowi.

Sejak awal, menurut Taufik, Gerindra DKI berharap banyak kepada pasangan Jokowi-Ahok agar serius melakukan pembenahan di Jakarta selama lima tahun. Hal itu karena pihaknya tidak ingin mengecewakan warga Jakarta yang telah menggantungkan harapan besar atas terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok.

Karena besarnya ekspektasi rakyat tersebut, Gerindra sampai rela mewakafkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk masyarakat Jakarta dan tidak melibatkannya dalam kegiatan politik di Gerindra. Puncaknya, Ahok yang dalam setiap kesempatan menyatakan kebanggaannya sebagai kader Gerindra, tidak dimasukkan dalam daftar juru kampanye partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Ahok diinstruksikan agar berkonsentrasi mengurus Jakarta.

"Itu kami lakukan untuk memberikan contoh dalam hal etika politik dan kepemimpinan, agar jangan main-main dengan amanah rakyat," lanjut Taufik.

Berbeda dengan Ahok yang selama masa kampanye Pemilu Legislatif konsentrasi mengurus Jakarta, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo justru memiliki jadwal kampanye yang padat keliling nusantara. PDI Perjuangan telah menentapkan Jokowi sebagai juru kampanye partai berlambang banteng tersebut.

Pasangan Jokowi-Ahok terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Pencalonan Jokowi-Ahok di DKI Jakarta waktu itu berdasarkan inisiatif Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo dengan intensif melakukan komunikasi politik meyakinkan Megawati Soekarnoputri untuk mengusung Jokowi-Ahok. Kala itu, di internal PDIP sendiri (termasuk Taufik Kiemas) tidak setuju dengan pencalonan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta. (S2)

Sumber Berita

Berita Lainnya:
Ramalan Ronggo W: Presiden Setelah SBY Orang yang Sangat Relijius
Habis Puji Jokowi, PKS Ingin Pilpres Lebih Ramai dari Piala Dunia
Jokowi Maju Capres, Pemilu Akan Memacu Adrenalin
Foto Ahok Tertegun Nonton Berita Pencapresan Jokowi
http://www.tempo.co/read/news/2014/0...ggu-Kehancuran
yang dulu anggota jasmev gimana nih ...................................................emoticon-Ngacir

AWAS GUNCANGANNYA DAHSYAT BISA2 GILA....

Buat ahli tafsir jidat, Ahli SURGA, Celana Cungkrink.....awas GUNCANGAN HEBAT

Jokowi Nyapres, Gerindra DKI Minta Maaf kepada Warga Jakarta

AHOK- TAPIR- PEMIMPIN DKI 1

JOKOWI- RI 1...


mana janji-janjimu tuk tanah batavia, apakah kau tinggalkan begitu saja emoticon-Sorry
terguncang hebat nih gerinda
Quote:Original Posted By BlaikRoss
Jokowi Nyapres, Gerindra DKI Minta Maaf kepada Warga Jakarta
AWAS ...!!! ... HATI-HATI DGN PARTAI SEKULER PRO SYI'AH ..!!!

TERNYATA ADA 'YAHUDI' DI BELAKANG JOKOWI ....!

WASPADA DGN KONSPIRASI YAHUDI - LIBERAL - SYI'AH ...!
--------------------------------------------

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah'

Wahai Umat Muslim di Seluruh Wilayah Indonesia tercinta.

Kami Ingatkan pada Antum-antum sekalian,...
Saat ini Masa PEMILU hampir tiba.

Maka Waspadalah Dengan Segala Macam TIPU-MUSLIHAT dari Partai-partai SEKULER ataupun LIBERAL pada kampanye Pemilu nanti.

Termasuk Partai-partai Sekuler yang menggusung CALEG-CALEG penganut agama SYI'AH maupun orang-orang yang berpaham LIBERAL.

FENOMENA 'JOKOWI' DAN PARTAI-NYA ...!

Keterlibatan Stanley Greenberg dalam pencitraan palsu Jokowi adalah bersifat sangat rahasia dan pasti tidak akan diakui secara resmi. Namun, jejak Greenberg dalam setiap pencitraan Jokowi (termasuk Ahok) dapat dibuktikan dengan ketelitian dan kecermatan kita menganalisa metode dan strategi pencitraan yang ditampilkan Jokowi (dan ahok). Jejak pertama keterlibatan Stanley Greenberg pada rekayasa citra Jokowi adalah keikutsertaan / nominasi Jokowi di seleksi walikota terbaik dunia melalui The Mayors Foundation.

Lembaga ini dipilih sebagai salah satu cara mengorbitkan nama Jokowi karena tidak memerlukan persyaratan atau kriteria yang rumit. Siapa saja bisa diajukan sebagai nomine dan siapa saja bisa memberikan suara dukungan (vote) secara online. Lebih mudah Jokowi menang di The Mayors Foundation daripada peserta Indonesian Idol atau acara idol – idolan lain.

Cukup dengan mengerahkan ratusan sampai ribuan orang yang dibayar murah untuk berikan suara dukungan / pilihan untuk Jokowi melalui online. Keikutsertaan Jokowi diseleksi di Mayors Faoundation itu kemudian dieksploitasi habis – habisan oleh media – media nasional dan lokal yang sudah merupakan bagian dari tim pencitraan Jokowi.

Tidak ketinggalan media luar negeri yang merupakan jaringan Stan Greenberg atau James Riady cs untuk memberikan apreasiasi, liputan luas dan testimoni – testimoni yang sangat kental kebohongannya. Jejak kedua dapat dilihat dari aktifitas Jokowi sehari – hari yang lebih banyak ditujukan atau untuk kepentingan pencitraan diri Jokowi dengan liputan media secara masif dan kontiniu. Semua gerak langkah, tingkah laku, perbuatan, dan seterusnya dimuat tanpa henti oleh media.

Kegiatan – kegiatan Jokowi ini dikombinasi dengan program – program populis yang dibiayai APBD tapi lebih merupakan program untuk kepentingan pencitraan Jokowi daripada kepentingan umum / rakyat. Mulai dari acara pesta sambut tahun baru, ulang tahun Jakarta, konser Metalica, festival keraton sedunia dan seterusnya hingga kedatangan – kedatangan selebriti dunia yang khusus diundang untuk memberikan bobot pencitraan Jokowi. Persis konsepnya dengan konsep Stan Greenberg ketika mengorbitkan Clinton sebagai capres AS pada tahun 1991 – 1992.

Jejak ketiga adalah pola pembagian tugas antara Jokowi dan Ahok. Jokowi sibuk pencitraan sesuai arahan Stan Greenberg, Ahok diarahkan untuk mengubah nilai – nilai agamis dan Pancasilais menjadi kiri liberal sekuler sesuai dengan tujuan mereka untuk memberikan ruang yang lebih besar di kalangan rakyat Indonesia bagi kelompok non muslim dan sekuler menjadi pemimpin negara. Pernyataan – pernyataan dan kebijakan – kebijakan Ahok yang memancing konflik sosial dan polemik sosial itu dilakukan secara sistematis : mempertentangkan agama dengan konstitusi, menghina Muhammadiyah, melecehkan betawi dan FPI, menempatkan Susan yang murtad sebagai Lurah di Lenteng Agung yang dikenal sebagai basis muslim tradisional dan seterusnya. Tugas khusus Ahok sesuai arahan Greenberg adalah agent of change utk nilai – nilai islam dan pancasila menjadi nilai -nilai sekuler. Ahok tidak perlu pencitraan diri dan mengejar kekuasaan karena jika Jokowi menjadi Presiden RI secara otomatis Ahok akan menjadi Gubernur DKI.

Kemenangan bagi kubu James Riady cs yang dibantu penuh Greenberg. Dan kehancuran total untuk rakyat Indonesia. Jejak keempat Stan Greenberg terlihat dari kunjungan – kunjungan para tokoh menemui Jokowi yang masih merupakan jaringan Greenberg seperti Evan Greenberg yang berkunjung ke Jakarta Juli 2013 lalu mengatasnamakan Ketua Perdagangan AS – Indonesia, lembaga yang sebelumnya tak pernah terdengar. Atau kedatangan Menlu Inggris ke Balaikota DKI temui Jokowi sambil menyelundupkan Duta Besar Israel untuk Singapura dalam rombongannya.

Jejak kelima Stan Greenberg adalah keanggotaannya di Arkansas Connection yang terkait erat dengan James Riady yang juga anggota Arkansas Connection. Paguyuban Arkansas Connection dikenal di AS sebagai sebuah kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap pemerintahaan Obama, dimana Bill dan Hilary Clinton sebagai tokoh utama Arkansas Connection sekaligus penasihat bagi presiden Obama. Jejak keenam Stan Greenberg terlihat dari keterlibatannya dalam mengkoordinasi dan sinkronisasi jaringan media dalam dan luar negeri untuk pembentukan opini dan citra positif Jokowi dengan menampilkan kehebatan – kehebatan palsu Jokowi dan menutupi semua kelemahan – kelemahan dan kegagalan – kegagalan Jokowi. Penguasaan lebih 80% media massa nasional dan pembentukan kanal – kanal berita khusus Jokowi di Kompas, Detik dan seterusnya itu adalah bagian dari rencana besar Greenberg.

Jejak ketujuh Greenberg dapat dilihat pada atensinya secara pribadi yang besar terhadap sosok Jokowi. Greenberg konsultan politik dan ahli poling nomor satu dunia ini tanpa sungkan mempromosikan Jokowi yang ‘hanya’ seorang Gubernur Jakarta, ditengah – tengah kesibukannya yang luar biasa menangani ratusan politisi kelas dunia yang menjadi kliennya. Peran Greenberg itu terlihat jelas ketika tanpa diketahui alasannya, Greenberg tiba – tiba menampilkan ‘hasil survey dan penelitiannya’ yang dimuat pertama sekali oleh media – media milik James Riady (First Media Grup). Greenberg tercatat sedikitnya tiga kali turun langsung mempromosikan Jokowi sebagai capres terkuat, capres terjujur, dan capres yang paling dapat diterima. Semua publikasi survey dan pendapat Greenberg itu bukanlah sesuatu kebetulan belaka melainkan erat hubungannya dengan posisinya sebagai otak dari tim pencitraan dan konsultan politik Jokowi bersama – sama rekannya sesama anggota kelompok elit Arkansas Connection, James Riady...!

STRATEGI LICIK DI BALIK KAMPANYE POPULARITAS JOKOWI ....!!!

Demi mendorong popularitas Gubernur DKI Jakarta sampai ke titik tertinggi, segala cara dilakukan oleh Stanley Bernard 'Stan' Greenberg, konsultan politik, pollster, ahli strategi pemenangan pemilu - pilpres nomor wahid di dunia, yang ternyata terbukti selama ini bertindak sebagai 'sutradara atau otak' di balik rekayasa pencitraan dan melambungnya popularitas Jokowi selama dua tahun terakhir.

Dengan berdalih menampilkan hasil penelitiannya, Stan Greenberg, Ketua Korps Demokrat Amerika Serikat (AS), sahabat karib konglomerat Indonesia James Riady yang keduanya juga adalah anggota elit Arkansas Connection, sebuah organisasi yang sangat berpengaruh di AS, berusaha menipu menipu publik Indonesia dengan mempromosikan Jokowi berkedok hasil penelitian lembaga penelitiannya.

Stan Greenberg mengatakan elektabilitas Jokowi medio September 2013 adalah sebesar 68 %, sedangkan PDIP meraih elektabilitas 28 %. Greenberg seolah - olah mendapatkan kesimpulan penelitian, bahwa alasan responden memilih Jokowi adalah karena Jokowi tokoh yang jujur dan dapat dipercaya.

Menurut lembaga survei dan konsultan politik yang dikendalikan Partai Demokrat AS itu, posisi elektabilitas kedua tertinggi setelah Jokowi adalah Prabowo Subianto (PS) 15 % dan Aburizal Bakrie (ARB) 11 %.

Sedang elektablilitas parpol, setelah PDIP, disusul Golkar 18 %, Gerindra dan Demokrat yang sama - sama raih 10%.

Prof Dr Iberamsyah, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) yang mengikuti presentasi tersebut beberapa bulan lalu, mengatakan hasil survei tidak terlalu mengagetkan, karena sudah tercermin dari hasil sejumlah lembaga survei selama ini. Ketika itu, posisi Stan Greenberg belum diketahui publik sebagai konsultan politik dan otak rekayasa popularitas dan elektabilitas palsu untuk Jokowi.

“Presentasi pekan lalu, tidak dilaksanakan secara terbuka, karena survey ini merupakan pesanan sebuah lembaga, bukan inisiatif Stan Greenberg,” ujar Iberamsyah pada akhir September 2013 lalu.

Persoalan yang mencuat saat ini adalah keraguan masyarakat luas terhadap seluruh hasil survey, polling atau jajak pendapat bilamana terkait dengan Jokowi. Runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survey yang menilai Jokowi disebabkan oleh fakta bahwa Stan Greenberg sudah diketahui masyarakat luas sebagai dalang dari seluruh rekayasa popularitas dan elektabilitas Jokowi.

Semua hasil survey, polling, jajak pendapat dan penilaian terhadap Jokowi adalah palsu belaka (hasil rekayasa) dan diragukan keabsahannya. Masyarakat menilai, pengumuman hasil survey, polling, jajak pendapat dan lain lain terhadap Jokowi hanyalah merupakan hasil rekayasa (dibuat - buat) untuk menggiring opini dan membentuk persepsi publik seputar kehebatan Jokowi.

Di samping itu, fakta mengenai kinerja Jokowi yang buruk, tercermin dari kegagalan Jokowi menyerap anggaran APBD secara maksimal (hanya 55%, terendah dari seluruh propinsi di Indonesia), mandeknya program - program pembangunan daerah, serta ketidakmampuan Jokowi memenuhi janji - janji kampaye yang diucapkannya pada saat Pilkada tahun 2012 lalu.

Bencana banjir besar di Jakarta dan kemacetan lalu lintas yang semakin parah, menyebabkan penilaian rakyat Jakarta semakin negatip terhadap kinerja Jokowi. Hasilnya, popularitas Jokowi di tengah - tengah masyarakat semakin tenggelam.

Sementara itu Ketua Umum PDIP, melalui tayangan 'Mata Najwa' di Metro TV Rabu (22/1), menegaskan PDIP tidak akan mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden dan memintanya untuk fokus menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun penuh.

Sumber


eeaaaaaa emoticon-Ngakak
tidak perlu minta maaf, ahok dki1 dikawal saja terus
Quote:Original Posted By BlaikRoss
Jokowi Nyapres, Gerindra DKI Minta Maaf kepada Warga Jakarta
AWAS ...!!! ... HATI-HATI DGN PARTAI SEKULER PRO SYI'AH ..!!!

TERNYATA ADA 'YAHUDI' DI BELAKANG JOKOWI ....!

WASPADA DGN KONSPIRASI YAHUDI - LIBERAL - SYI'AH ...!
--------------------------------------------

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah'

Wahai Umat Muslim di Seluruh Wilayah Indonesia tercinta.

Kami Ingatkan pada Antum-antum sekalian,...
Saat ini Masa PEMILU hampir tiba.

Maka Waspadalah Dengan Segala Macam TIPU-MUSLIHAT dari Partai-partai SEKULER ataupun LIBERAL pada kampanye Pemilu nanti.

Termasuk Partai-partai Sekuler yang menggusung CALEG-CALEG penganut agama SYI'AH maupun orang-orang yang berpaham LIBERAL.

FENOMENA 'JOKOWI' DAN PARTAI-NYA ...!

Keterlibatan Stanley Greenberg dalam pencitraan palsu Jokowi adalah bersifat sangat rahasia dan pasti tidak akan diakui secara resmi. Namun, jejak Greenberg dalam setiap pencitraan Jokowi (termasuk Ahok) dapat dibuktikan dengan ketelitian dan kecermatan kita menganalisa metode dan strategi pencitraan yang ditampilkan Jokowi (dan ahok). Jejak pertama keterlibatan Stanley Greenberg pada rekayasa citra Jokowi adalah keikutsertaan / nominasi Jokowi di seleksi walikota terbaik dunia melalui The Mayors Foundation.

Lembaga ini dipilih sebagai salah satu cara mengorbitkan nama Jokowi karena tidak memerlukan persyaratan atau kriteria yang rumit. Siapa saja bisa diajukan sebagai nomine dan siapa saja bisa memberikan suara dukungan (vote) secara online. Lebih mudah Jokowi menang di The Mayors Foundation daripada peserta Indonesian Idol atau acara idol – idolan lain.

Cukup dengan mengerahkan ratusan sampai ribuan orang yang dibayar murah untuk berikan suara dukungan / pilihan untuk Jokowi melalui online. Keikutsertaan Jokowi diseleksi di Mayors Faoundation itu kemudian dieksploitasi habis – habisan oleh media – media nasional dan lokal yang sudah merupakan bagian dari tim pencitraan Jokowi.

Tidak ketinggalan media luar negeri yang merupakan jaringan Stan Greenberg atau James Riady cs untuk memberikan apreasiasi, liputan luas dan testimoni – testimoni yang sangat kental kebohongannya. Jejak kedua dapat dilihat dari aktifitas Jokowi sehari – hari yang lebih banyak ditujukan atau untuk kepentingan pencitraan diri Jokowi dengan liputan media secara masif dan kontiniu. Semua gerak langkah, tingkah laku, perbuatan, dan seterusnya dimuat tanpa henti oleh media.

Kegiatan – kegiatan Jokowi ini dikombinasi dengan program – program populis yang dibiayai APBD tapi lebih merupakan program untuk kepentingan pencitraan Jokowi daripada kepentingan umum / rakyat. Mulai dari acara pesta sambut tahun baru, ulang tahun Jakarta, konser Metalica, festival keraton sedunia dan seterusnya hingga kedatangan – kedatangan selebriti dunia yang khusus diundang untuk memberikan bobot pencitraan Jokowi. Persis konsepnya dengan konsep Stan Greenberg ketika mengorbitkan Clinton sebagai capres AS pada tahun 1991 – 1992.

Jejak ketiga adalah pola pembagian tugas antara Jokowi dan Ahok. Jokowi sibuk pencitraan sesuai arahan Stan Greenberg, Ahok diarahkan untuk mengubah nilai – nilai agamis dan Pancasilais menjadi kiri liberal sekuler sesuai dengan tujuan mereka untuk memberikan ruang yang lebih besar di kalangan rakyat Indonesia bagi kelompok non muslim dan sekuler menjadi pemimpin negara. Pernyataan – pernyataan dan kebijakan – kebijakan Ahok yang memancing konflik sosial dan polemik sosial itu dilakukan secara sistematis : mempertentangkan agama dengan konstitusi, menghina Muhammadiyah, melecehkan betawi dan FPI, menempatkan Susan yang murtad sebagai Lurah di Lenteng Agung yang dikenal sebagai basis muslim tradisional dan seterusnya. Tugas khusus Ahok sesuai arahan Greenberg adalah agent of change utk nilai – nilai islam dan pancasila menjadi nilai -nilai sekuler. Ahok tidak perlu pencitraan diri dan mengejar kekuasaan karena jika Jokowi menjadi Presiden RI secara otomatis Ahok akan menjadi Gubernur DKI.

Kemenangan bagi kubu James Riady cs yang dibantu penuh Greenberg. Dan kehancuran total untuk rakyat Indonesia. Jejak keempat Stan Greenberg terlihat dari kunjungan – kunjungan para tokoh menemui Jokowi yang masih merupakan jaringan Greenberg seperti Evan Greenberg yang berkunjung ke Jakarta Juli 2013 lalu mengatasnamakan Ketua Perdagangan AS – Indonesia, lembaga yang sebelumnya tak pernah terdengar. Atau kedatangan Menlu Inggris ke Balaikota DKI temui Jokowi sambil menyelundupkan Duta Besar Israel untuk Singapura dalam rombongannya.

Jejak kelima Stan Greenberg adalah keanggotaannya di Arkansas Connection yang terkait erat dengan James Riady yang juga anggota Arkansas Connection. Paguyuban Arkansas Connection dikenal di AS sebagai sebuah kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap pemerintahaan Obama, dimana Bill dan Hilary Clinton sebagai tokoh utama Arkansas Connection sekaligus penasihat bagi presiden Obama. Jejak keenam Stan Greenberg terlihat dari keterlibatannya dalam mengkoordinasi dan sinkronisasi jaringan media dalam dan luar negeri untuk pembentukan opini dan citra positif Jokowi dengan menampilkan kehebatan – kehebatan palsu Jokowi dan menutupi semua kelemahan – kelemahan dan kegagalan – kegagalan Jokowi. Penguasaan lebih 80% media massa nasional dan pembentukan kanal – kanal berita khusus Jokowi di Kompas, Detik dan seterusnya itu adalah bagian dari rencana besar Greenberg.

Jejak ketujuh Greenberg dapat dilihat pada atensinya secara pribadi yang besar terhadap sosok Jokowi. Greenberg konsultan politik dan ahli poling nomor satu dunia ini tanpa sungkan mempromosikan Jokowi yang ‘hanya’ seorang Gubernur Jakarta, ditengah – tengah kesibukannya yang luar biasa menangani ratusan politisi kelas dunia yang menjadi kliennya. Peran Greenberg itu terlihat jelas ketika tanpa diketahui alasannya, Greenberg tiba – tiba menampilkan ‘hasil survey dan penelitiannya’ yang dimuat pertama sekali oleh media – media milik James Riady (First Media Grup). Greenberg tercatat sedikitnya tiga kali turun langsung mempromosikan Jokowi sebagai capres terkuat, capres terjujur, dan capres yang paling dapat diterima. Semua publikasi survey dan pendapat Greenberg itu bukanlah sesuatu kebetulan belaka melainkan erat hubungannya dengan posisinya sebagai otak dari tim pencitraan dan konsultan politik Jokowi bersama – sama rekannya sesama anggota kelompok elit Arkansas Connection, James Riady...!

STRATEGI LICIK DI BALIK KAMPANYE POPULARITAS JOKOWI ....!!!

Demi mendorong popularitas Gubernur DKI Jakarta sampai ke titik tertinggi, segala cara dilakukan oleh Stanley Bernard 'Stan' Greenberg, konsultan politik, pollster, ahli strategi pemenangan pemilu - pilpres nomor wahid di dunia, yang ternyata terbukti selama ini bertindak sebagai 'sutradara atau otak' di balik rekayasa pencitraan dan melambungnya popularitas Jokowi selama dua tahun terakhir.

Dengan berdalih menampilkan hasil penelitiannya, Stan Greenberg, Ketua Korps Demokrat Amerika Serikat (AS), sahabat karib konglomerat Indonesia James Riady yang keduanya juga adalah anggota elit Arkansas Connection, sebuah organisasi yang sangat berpengaruh di AS, berusaha menipu menipu publik Indonesia dengan mempromosikan Jokowi berkedok hasil penelitian lembaga penelitiannya.

Stan Greenberg mengatakan elektabilitas Jokowi medio September 2013 adalah sebesar 68 %, sedangkan PDIP meraih elektabilitas 28 %. Greenberg seolah - olah mendapatkan kesimpulan penelitian, bahwa alasan responden memilih Jokowi adalah karena Jokowi tokoh yang jujur dan dapat dipercaya.

Menurut lembaga survei dan konsultan politik yang dikendalikan Partai Demokrat AS itu, posisi elektabilitas kedua tertinggi setelah Jokowi adalah Prabowo Subianto (PS) 15 % dan Aburizal Bakrie (ARB) 11 %.

Sedang elektablilitas parpol, setelah PDIP, disusul Golkar 18 %, Gerindra dan Demokrat yang sama - sama raih 10%.

Prof Dr Iberamsyah, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) yang mengikuti presentasi tersebut beberapa bulan lalu, mengatakan hasil survei tidak terlalu mengagetkan, karena sudah tercermin dari hasil sejumlah lembaga survei selama ini. Ketika itu, posisi Stan Greenberg belum diketahui publik sebagai konsultan politik dan otak rekayasa popularitas dan elektabilitas palsu untuk Jokowi.

“Presentasi pekan lalu, tidak dilaksanakan secara terbuka, karena survey ini merupakan pesanan sebuah lembaga, bukan inisiatif Stan Greenberg,” ujar Iberamsyah pada akhir September 2013 lalu.

Persoalan yang mencuat saat ini adalah keraguan masyarakat luas terhadap seluruh hasil survey, polling atau jajak pendapat bilamana terkait dengan Jokowi. Runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survey yang menilai Jokowi disebabkan oleh fakta bahwa Stan Greenberg sudah diketahui masyarakat luas sebagai dalang dari seluruh rekayasa popularitas dan elektabilitas Jokowi.

Semua hasil survey, polling, jajak pendapat dan penilaian terhadap Jokowi adalah palsu belaka (hasil rekayasa) dan diragukan keabsahannya. Masyarakat menilai, pengumuman hasil survey, polling, jajak pendapat dan lain lain terhadap Jokowi hanyalah merupakan hasil rekayasa (dibuat - buat) untuk menggiring opini dan membentuk persepsi publik seputar kehebatan Jokowi.

Di samping itu, fakta mengenai kinerja Jokowi yang buruk, tercermin dari kegagalan Jokowi menyerap anggaran APBD secara maksimal (hanya 55%, terendah dari seluruh propinsi di Indonesia), mandeknya program - program pembangunan daerah, serta ketidakmampuan Jokowi memenuhi janji - janji kampaye yang diucapkannya pada saat Pilkada tahun 2012 lalu.

Bencana banjir besar di Jakarta dan kemacetan lalu lintas yang semakin parah, menyebabkan penilaian rakyat Jakarta semakin negatip terhadap kinerja Jokowi. Hasilnya, popularitas Jokowi di tengah - tengah masyarakat semakin tenggelam.

Sementara itu Ketua Umum PDIP, melalui tayangan 'Mata Najwa' di Metro TV Rabu (22/1), menegaskan PDIP tidak akan mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden dan memintanya untuk fokus menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun penuh.

Sumber


antum-antum, gw bukan arab nyet
Quote:Original Posted By BlaikRoss


antum itu siapa tood ?

emoticon-Bingung

mulut lu abis ngoral kuda ya emoticon-Big Grin

lu hinjir ya ... atau farji :?
tiap ada thread jokowi langsung muncul post copas bahan kampanye panasbung emoticon-Ngakak

btw namanya partai apa aja mah ngomongnya cuma buat ngebela partai sendiri, mau pdip/gerindra/dll kek

kalau anggota partainya populer ya bakal dijilat2 terus, kalau anggota saingannya populer ya bakal dicari2 salahnya emoticon-Big Grin
salah apa loe Jokowi Nyapres, Gerindra DKI Minta Maaf kepada Warga Jakartapake minta maap segala Jokowi Nyapres, Gerindra DKI Minta Maaf kepada Warga Jakarta
Yang pasti, peta politik makin panas menjelang pemilu
Quote:Original Posted By ayukomando
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat rekan koalisinya dari Partai Gerindra tak kuasa menanggung malu. Mereka merasa telah menyodorkan pilihan calon gubernur yang salah kepada warga Jakarta.

"Kepada masyarakat Jakarta, atas nama Partai Gerindra DKI Jakarta memohon maaf karena Calon Gubernur yang diusung dan telah menjadi Gubernur DKI Jakarta ternyata tidak memenuhi sumpah dan janjinya untuk memangku jabatan selama lima tahun, menyelesaikan janji-janji kampanye untuk membangun Jakarta, dan ternyata lebih mementingkan pemenuhan syahwat kekuasaannya dari pada kepentingan rakyat Jakarta," ungkap ketua Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik, dalam pernyataannya, Sabtu (15/3) siang.

Taufik menilai, Pencapresan Jokowi akan meninggalkan tumpukan pekerjaan dan permasalahan yang rumit di DKI Jakarta. Hal itu mengingat selama 17 bulan kepemimpinan Jokowi di Jakarta telah menggagas banyak hal namun belum tuntas. Di samping itu, Taufik juga banyak mendapat keluhan dari warga yang merasa ditingalkan oleh Jokowi.

Sejak awal, menurut Taufik, Gerindra DKI berharap banyak kepada pasangan Jokowi-Ahok agar serius melakukan pembenahan di Jakarta selama lima tahun. Hal itu karena pihaknya tidak ingin mengecewakan warga Jakarta yang telah menggantungkan harapan besar atas terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok.

Karena besarnya ekspektasi rakyat tersebut, Gerindra sampai rela mewakafkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk masyarakat Jakarta dan tidak melibatkannya dalam kegiatan politik di Gerindra. Puncaknya, Ahok yang dalam setiap kesempatan menyatakan kebanggaannya sebagai kader Gerindra, tidak dimasukkan dalam daftar juru kampanye partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Ahok diinstruksikan agar berkonsentrasi mengurus Jakarta.

"Itu kami lakukan untuk memberikan contoh dalam hal etika politik dan kepemimpinan, agar jangan main-main dengan amanah rakyat," lanjut Taufik.

Berbeda dengan Ahok yang selama masa kampanye Pemilu Legislatif konsentrasi mengurus Jakarta, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo justru memiliki jadwal kampanye yang padat keliling nusantara. PDI Perjuangan telah menentapkan Jokowi sebagai juru kampanye partai berlambang banteng tersebut.

Pasangan Jokowi-Ahok terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Pencalonan Jokowi-Ahok di DKI Jakarta waktu itu berdasarkan inisiatif Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo dengan intensif melakukan komunikasi politik meyakinkan Megawati Soekarnoputri untuk mengusung Jokowi-Ahok. Kala itu, di internal PDIP sendiri (termasuk Taufik Kiemas) tidak setuju dengan pencalonan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta. (S2)

Sumber Berita



Gerindra Main Cantik.... emoticon-Matabelo
wajarlah ... capres paling dirugikan karena JOKOWI nyapres ya PRABOWO....
elektabilitas Prabowo kan selalu no. 1, kalau JOKOWi tidak nyapres .. emoticon-Big Grin
alasan yg bisa dimengerti, yah meskipun saya bukan warga DKI ada sih rasa kecewa dan kaget, saya pikir dengan melihat cara dia memimpin di Jakarta, merupkana cerminan cara dia memimpin negeri dan saya harap dia pemimpin yg menepati janjinya setelah jadi presiden
gw maafin deh gerinda, makanya lain kali jgn mdh percaya sama anak kutu emoticon-Ngakak
gile ye postingan2 panasbung, panjang tak berisi wkwkwkwkwkwk emoticon-Ngakak mirip voaislam atau arrahmah

btw, andai Jokowi jd presiden kan tinggalnya di Jakarta. Emang Rakyat Jakarta ditinggal gt? Sabtu Minggu mungkin akan dihabiskan nengok2 perkembangan Jakarta bisa aja kan emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By azirma.ayrus
gile ye postingan2 panasbung, panjang tak berisi wkwkwkwkwkwk emoticon-Ngakak mirip voaislam atau arrahmah

btw, andai Jokowi jd presiden kan tinggalnya di Jakarta. Emang Rakyat Jakarta ditinggal gt? Sabtu Minggu mungkin akan dihabiskan nengok2 perkembangan Jakarta bisa aja kan emoticon-Smilie


justru warga jkt maunya jokowi ngantor dan tinggal di papua timur sana emoticon-Bingung (S)
buset dah... gerindra udah kaya partai besar aja sekarang... awas ntar kagak lolos treshold emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Krabberz


justru warga jkt maunya jokowi ngantor dan tinggal di papua timur sana emoticon-Bingung (S)


ehh... ada penduduk kali yang kena gusur komen... emoticon-Ngakak
×