alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53243f783fcb17b9348b45d1/sikap-negarawan-megawati-akan-dicatat-dalam-tinta-emas-sejarah-bangsa-indonesia
Sikap Negarawan Megawati Akan Dicatat Dalam TINTA EMAS Sejarah Bangsa Indonesia
http://www.tribunnews.com/nasional/2...arah-indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Negarawan Center memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada tokoh bangsa, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri yang memberikan

kepercayaan kepada Joko Widodo atau Jokowi untuk maju sebagai calon presiden (capres) dari PDIP.

Apresiasi atas sikap kenegarawanan Megawati itu dikemukakan Presiden Negarawan Center, Johan O Silalahi, menanggapi pengumuman pencapresan Jokowi melalui surat perintah

harian Ketua umum PDIP Megawati.

"Sikap negarawan Megawati yang memberikan tongkat estafet kepemimpinan kepada tokoh muda Jokowi akan dicatat dalam tinta emas sejarah Indonesia," ujar Johan O Silalahi,

di Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Surat perintah harian ini dibacakan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani di Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat. Melalui surat perintah harian, Megawati meminta

seluruh rakyat Indonesia yang memiliki mata keadilan dan kejujuran untuk mendukung kadernya, Joko "Jokowi" Widodo, sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.
Menurut Johan, Megawati merupakan seorang negarawan yang memegang teguh ideologi bangsa. “Sejarah akan mencatat, akhirnya bangsa Indonesia mengetahui bagaimana kebesaran

jiwa Megawati Soekarnoputri, sosok Ibu bangsa yang lugas sikapnya dan teguh pendiriannya, untuk mendukung Jokowi.

“Dukungan kepada Jokowi itu nantinya akan genap atau lengkap ketika Megawati merestui pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla. Karena duet ini akan menjadi pemimpin Indonesia

baru,” ujar Johan, sambil menambahkan Megawati Soekarnoputri bersama duet Jokowi-Jusuf Kalla, berada didepan memimpin bangsa dan negara.
Menurut Johan, kehadiran dan peran sentral Megawati Soekarnoputri sang Ibu bangsa masih sangat dibutuhkan untuk memperkuat duet pemimpin Indonesia baru Jokowi-Jusuf

Kalla, dalam menyelamatkan masa depan bangsa dan negara.

Postur negarawan seorang Megawati Soekarnoputri akan selalu mengingat ajaran "Jas Merah" dari ayahanda tercinta, Bung Karno sang Proklamator. Kematangan dan kedewasaan

berpolitik sang ideolog Megawati Soekarnoputri telah merekam dengan baik "tsunami politik" yang dialami SBY bersama Boediono.


==== ====

Bacakan Syair Lagu Franky "Pancasila Rumah Kita", Megawati Menangis..

http://m.news.viva.co.id/news/read/2...awati-menangis

VIVAnews – Megawati Soekarnoputri hari ini menyampaikan pidato dalam rangka Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Namun di tengah pembacaan pidatonya,

suara mantan Presiden RI itu tiba-tiba tersendat dan matanya berkaca-kaca. Ia tampak menahan tangis.

Megawati menyatakan di awal pidatonya, peringatan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merupakan hal yang menggembirakan bagi bangsa Indonesia.

“Peringatan ini menggembirakan untuk saya. Bukan hanya karena saya merupakan Presiden ke-5 atau Ketua Umum PDI Perjuangan, tapi juga karena saya adalah warga yang mencintai negeri ini,” kata Megawati di Gedung DPR, Rabu, 1 Juni 2011.

Megawati berpendapat, Pancasila sebagai dasar negara seharusnya dapat menjadi solusi atas krisis ideologi dan kegamangan yang dihadapi masyarakat belakangan ini.

“Pancasila hadir sebagai pelita dan perekat bangsa. Pada krisis yang lalu, Pancasila pun hadir sebagai solusi kebangsaan,” ujar Megawati.

Ia mengatakan, bukti bahwa Pancasila mampu menjadi perekat bangsa adalah, bangsa ini tetap bersatu meskipun telah melalui empat kali pergantian kepemimpinan sejak awal era reformasi pada tahun 1998 hingga saat ini. Megawati menekankan, Pancasila tak dapat dilepaskan dari sosok Bung Karno sebagai presiden pertama RI sekaligus

proklamator bangsa.

Putri Soekarno itu tiba-tiba tersedu-sedan ketika hendak menutup pidatonya. “Saya ingin menyampaikan sedikit cuplikan lagu yang begitu indah, yang disampaikan oleh almarhum sahabat saya Franky Sahilatua, yaitu lagu ‘Pancasila Rumah Kita,’” ucap Megawati sembari terisak.

Megawati lalu membacakan syair lagu tersebut dengan suara pelan dan penuh penghayatan :

" Pancasila rumah kita,
Rumah untuk kita semua,
Nilai dasar Indonesia,
Rumah kita selamanya,
Untuk semua keluarga menyatu,
Untuk semua saling membagi,
Pada setiap insan,
sama dapat, sama rasa...
Oh Indonesiaku, oh Indonesiaku,”

Kata Megawati menutup pidatonya.

====== ====

Tiba-tiba jadi sedih nih.. Seperti kehilangan Ibu Mega.. emoticon-Malu (S)

Terima kasih Ibu Mega, untuk bakti'mu pada Negeri ini... emoticon-Malu (S)

Tahun 1966 Soekarno tidak melawan Soeharto karena tidak ingin Bangsa ini hancur dan terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa. Soekarno memilih lebih baik dia yang hancur daripada Bangsa yang dia bangun dengan berdarah-darah ini harus hancur..

Tahun 2014, Megwati memilih dia yang mundur dan memajukan Jokowi demi Bangsa dan Negara. Jiwa pengorbanan yang tidak mudah dilakukan tanpa jiwa Negarawan Sejati.. emoticon-Malu (S)

Salute sama Ibu Mega.. emoticon-Malu (S)
Ibu Mega emang seorang Negarawan Sejati.. tidak menganut paham Nepotisme, tapi benar benar hanya memikirkan nasib negara RI.... padahal kalo beliau mau, bisa saja beliau memilih dirinya sendiri atau putrinya sebagai capres..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ane mau ngecap dikit

Quote:Pada jaman dahulu kala dalam sejarah awal Tiongkok, hiduplah tiga orang Kaisar paling legendaris sebagai permulaan sejarah zaman kuno Tiongkok. Selama pergantian kekuasaan, ketiga kaisar mula mula ini bukan mewariskan tahta pada garis keturunannya dari Ayah kepada Anaknya, atau dalam bahasa sehari hari karena Nepotisme. Jadi pada jaman kuno dahulu Tiongkok saat itu telah mengerti tentang arti Nepotisme.
Sikap Negarawan Megawati Akan Dicatat Dalam TINTA EMAS Sejarah Bangsa Indonesia
Kaisar yang pertama namanya Kaisar Yao. Yao adalah pemimpin sebuah suku etnis pada akhir masa masyarakat primitif di Tiongkok, sekaligus tokoh representatif kebudayaan sumber Tiongkok. Konon Yao merupakan keturunan Huangdi, nenek moyang legendaris bangsa Tionghoa. Yao tidak hanya cerdas, tapi juga berwatak murah hati. Pada usia 16 tahun, Yao diangkat sebagai kepala suku etnis. Menurut legenda, suku etnis yang dipimpin Yao tinggal menetap di daerah sekitar Baoding, Provinsi Hebei, Tiongkok Utara. Dengan bantuan berbagai suku etnis di Baoding, suku etnis Yao berhasil menangkis agresi suku etnis Yi Timur, dan akhirnya mencaplok suku etnis tersebut. Sejalan dengan menguatnya suku etnis, Yao akhirnya menjadi pemimpin bersama koalisi suku etnis, dan disebut orang kemudian sebagai Kaisar Yao.
Sikap Negarawan Megawati Akan Dicatat Dalam TINTA EMAS Sejarah Bangsa Indonesia
Kaisar Yao berkuasa 70 tahun, dan turun takhta setelah memilih seorang ahli waris atau penerus. Konon waktu mencari ahli waris, Kaisar Yao minta pangeran di berbagai tempat merekomendasikan orang yang bijaksana tanpa menghiraukan apa posisi sosialnya. Atas permintaan Yao, akhirnya rakyat mengangkat seorang miskin bernama Shun sebagai ahli waris. Katanya orangtuanya memperlakukan Shun dengan jelek dan saudaranya pun sombong terhadapnya, tapi Shun tetap dapat hidup harmonis dengan mereka. Para pemilih berpendapat bahwa Shun berbakti dan taat kepada orangtua, dan berwatak ramah tamah, maka ia pasti dapat menangani urusan negara dengan sebaik-baiknya. Setelah memeriksa Shun dari berbagai sudut, Kaisar Yao menganggap Shun benar-benar seorang yang cakap dan berbudi. Tiga tahun kemudian, Kaisar Yao mewariskan takhta kaisar kepada Shun alih-alih putranya bernama Dan Zhu. Turun takhta seperti Kaisar Yao dipuji sejarawan Tiongkok sebagai "shanrang" dalam bahasa Tionghoa. Kaisar Yao berpendapat, mengundurkan diri dan mengangkat Shun sebagai kaisar adalah hal yang menguntungkan seluruh negara. Pikiran maju Kaisar Yao yang mempertimbangkan keadaan seluruh negara itu diceritakan rakyat turun-temurun.
Sikap Negarawan Megawati Akan Dicatat Dalam TINTA EMAS Sejarah Bangsa Indonesia
Setelah Shun naik takhta, ia mengembangkan lebih lanjut poltik demokratis yang dirintis Kaisar Yao. Shun selama berkuasanya menyusun tata sopan santun dan hukum pidana, dan mengadakan serentetan jabatan untuk masing-masing menangani urusan politik, ekonomi, kehakiman, pendidikan, industri kerajinan tangan dan musik. Selain itu, ia menetapkan pula cara pengujian prestasi pemerintahan para pejabat dan terbentuklah sistem negara yang agak lengkap.
Sikap Negarawan Megawati Akan Dicatat Dalam TINTA EMAS Sejarah Bangsa Indonesia
Kaisar Shun setelah berkuasa berusaha mengembangkan produksi, terutama membangun irigasi dan menggali sumur air. Ia pandai pula dalam bergaul dengan tokoh-tokoh yang berketrampilan. Selama berkuasanya Kaisar Shun, teknologi pertanian dan industri sama-sama mengalami perkembangan nyata. Dalam hal pemerintahan, Kaisar Shun mementingkan pendidikan moral dengan tindakan nyata, dan berpegang teguh pada prinsip berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Masa berkuasanya Kaisar Shun adalah masa di mana peradaban material dan spiritual sama-sama mencapai kemajuan sangat besar. Dalam hal memilih ahli warisnya, Kaisar Shun bertindak seperti mantan Kaisar Yao, dan juga mengundurkan diri secara sukarela dan memberikan kedudukan kaisar kepada seorang bernama Yu, yang berhasil dengan gemilang dalam menjinakkan air bah.

Dalam sejarah feodal Tiongkok, takhta kaisar biasanya diwariskan oleh kaisar kepada putranya, namun baik Yao maupun Shun malah mewariskannya kepada orang yang berbakat dan berbudi biarpun tidak berhubungan darah. Selama ribuan tahun ini, Yao dan Shun yang bermoral luhur dalam memilih ahli waris selalu disenandungkan oleh rakyat turun-temurun. Kisah dan dongeng tentang Yao dan Shun kini telah menjadi bahan penting bagi penelitian kebudayaan zaman purba Tiongkok
.


Semoga Kebijaksanaan yang dimiliki Ibu Megawati dapat diteruskan pula oleh Penerusnya sehingga Indonesia menjadi Bangsa yang besar dan gemilang seperti jaman Tiga Kaisar Tiongkok kuno waktu itu
terlalu lebay ahhh emoticon-Stick Out Tongue
biasa aja itumah, kalo jadi bakal distir kanjeng mamih yahh
Dasar thread bayaran.
Sekian dan terimakasih
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Ane sampai terharu membacanya

karena .......


lebay sekali ...... emoticon-Malu (S)
ya elah, ga memaksakan diri buat nyapres buat ke 3 kalinya aja dah dibilang negarawan

ga tau dah deskripsi negarawan tuh gmn, dr dulu jg ga ada yg tau
negarawan center baru denger,, kalo skin beauty center sering denger
Ayo terus dongrak hahahaaa,,
Quote:Original Posted By ataross
Dasar thread bayaran.
Sekian dan terimakasih


masak sih gann, wah pantesan seharian tadi ane cari kabar tetang bus transjakarta gak ada yg update.... semingu lagi mungkin ya

sabar
#Akurapopo emoticon-Hammer
Quote:Tahun 2014, Megwati memilih dia yang mundur dan memajukan Jokowi demi Bangsa dan Negara. Jiwa pengorbanan yang tidak mudah dilakukan tanpa jiwa Negarawan Sejati..

kalo gak mundur mah namanya kebangetan, dah dua kali kalah masa masih gak legowo juga,

ini bukan pengorbanan tapi memang sudah seharusnya sadar diri

sakahgce
Negarawan Center????? emoticon-Matabelo

baru denger.... emoticon-Smilie
Full Lebayness, musim pencitraan dan segala tetek bengek kepentingan golongan. Asu :fuck2
negarawan kalo ngomong berbobot mas, terdidik juga, ada isinya

mega?
Quote:Original Posted By r43ng
Full Lebayness, musim pencitraan dan segala tetek bengek kepentingan golongan. Asu :fuck2


komentarnya cetar bgt gan,,,,, emoticon-I Love Indonesia (S)
copras-capres terus! masa depan bangsa bukan hanya di pilpres, gan!

ingat 9 april!

jangan golput! ntar nyesel, gan! emoticon-armypilih partai & caleg yang memiliki komitmen kebangsaan dan kemanusiaan yang sungguh-sungguh memahami & menghargai pluralitas emoticon-I Love Indonesia
thread sampah emoticon-Tai

soekarno lebih milih mati sbg presiden drpd mati sbg pejuang..makanya tuh org gak sepaham sama sudirman dan tan malaka

megawati bukannya negarawan, tp popularitas jokowi jauh diatas si pantat lebar
dia mengalah jd presiden biar partainya berkuasa

Quote:Original Posted By menu.hari.ini
Ibu Mega emang seorang Negarawan Sejati..


yhahaha, ternyata masih ada aja jongos pantat bu mega

emoticon-Ngakak
cuma nulis surat perintah nyuruh si jokowi jadi capres..dikasih tinta emas emoticon-Gila

Quote:Original Posted By 64gb
thread sampah emoticon-Tai

soekarno lebih milih mati sbg presiden drpd mati sbg pejuang..makanya tuh org gak sepaham sama sudirman dan tan malaka

megawati bukannya negarawan, tp popularitas jokowi jauh diatas si pantat lebar
dia mengalah jd presiden biar partainya berkuasa


wah masa gitu gan ? wah wah wah
Quote:Original Posted By 64gb
thread sampah emoticon-Tai

soekarno lebih milih mati sbg presiden drpd mati sbg pejuang..makanya tuh org gak sepaham sama sudirman dan tan malaka

megawati bukannya negarawan, tp popularitas jokowi jauh diatas si pantat lebar
dia mengalah jd presiden biar partainya berkuasa



Justru Sikap Ibu Mega semakin mulia dengan tidak meladeni orang sepeti ente..

Dalam diam nya, dia menjawab semua tuduhan kepadanya dengan kepala dingin.

Soekarno tidak berani mati? emoticon-Ngakak

Lu pikir dibuang dan dipenjarakan berkali kali bukan bertaruh nyawa? Soekarno bisa bertahan hidup bukan karena takut mati, tapi karena penjajah itu sendiri yang justru takut membunuh soekarno, karena pengikutnya terlalu besar dan si penjajah itu sendiri justru membutuhkan soekarno.

THINK !

Loe pikir PDIP benar-benar butuh JOKOWI? Tanpa Jokowi PDIP hancur ??? emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Lihat pemilu 2004 dan 2009, PDIP hancur di media masa, dihina sana sini, berapa suara PDIP? hancur kah? THINK ! emoticon-Ngakak

Apalagi sekarang yang SEMUA PARTAI kejar-kejar buat koalisi ama PDIP dan semua survey menjagokan PDIP? haruskah PDIP takut? emoticon-Ngakak THINK !

Megawati bisa saja bersikeras dan mengikuti ego'nya, tapi itu semua ditanggalkannya demi kepentingan Bangsa dan Negara.

Tanya sama diri sendiri, pemimpin partai dengan survey No 1 dan punya BOARDING PASS buat nyapres, berani semudah itu ngak kasi sama orang lain ??

Lihat dan bandingkan dengan semua pemimping sekarang ??!!

Common man.. Think !

Berkacalah dan bersyukurlah kalau masih ada pemimpin yang mau berniat baik untuk Negeri ini.


×