alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5324343d0e8b461f0b000069/antara-pencitraan-dan-kerja-nyata
Antara Pencitraan dan Kerja Nyata
http://www.republika.co.id/berita/ko...an-kerja-nyata

Antara Pencitraan dan Kerja Nyata

Quote:Antara Pencitraan dan Kerja Nyata
Sabtu, 15 Maret 2014, 06:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Asma Nadia

Saya tidak mengira, ternyata ada kemiripan antara penerbitan dan politik. Sekalipun keduanya merupakan bidang yang berbeda, tapi cara mencapai puncak kurang lebih sama.

Ada pepatah yang bilang "Don't Judge a book from its cover" atau intinya jangan melihat buku dari penampilan luar, tapi lihat isinya.

Nasihat ini sampai sekarang masih akurat kebenarannya, menjadi acuan saya setelah membangun penerbitan sendiri di tahun 2009. Sayangnya tak semua penerbit, juga pembaca memerhatikan. Ada yang membeli buku karena cover-nya bagus, setelah beli baru tahu bahwa isinya mengecewakan. Ada juga buku yang judulnya menggoda, ternyata selesai dibaca, isinya tidak sebagus judulnya. Tidak sedikit buku yang begitu populer, namun isinya sebenarnya biasa saja.

Buku bagus itu tergantung pada isi, dan idealnya masyarakat membeli buku yang bagus. Akan tetapi kenyataannya banyak buku yang tidak bagus tapi laris di pasaran. Sebaliknya banyak buku bagus yang tidak laku di pasaran.

Saya sering ke toko buku dan membeli buku yang didiskon hingga 70%. Aktivitas ini sering saya lakukan untuk membeli buku-buku yang akan dikirim ke RumahBaca Asma nadia, 123 perpustakaan dhuafa, sebagian memiliki sekolah dan kelas komputer gratis bahkan tempat bernaung bagi anak-anak yatim yang tak mampu. Dari aktivitas ini saya menemukan kenyataan, sekalipun buku-buku tersebut harganya murah dan mendapat diskon besar, ternyata sebagian besar adalah buku bagus.

Lalu kenapa diobral? Kenapa tidak laku?

Ternyata sekalipun bagus, tetapi buku-buku tersebut tidak berhasil membangun pencitraan sebagai buku bagus. Buku bagus yang gagal membangun pencitraan kemungkinan besar akan gagal di pasaran. Buku bagus bukan jaminan laris manis di pasar jika tidak terbangun branding yang meluas.

Prinsip yang sama ternyata juga berlaku di dunia politik.

Saya mengenal beberapa politisi yang baik, jujur dan berdedikasi, tapi mereka gagal menjadi pilihan rakyat. Tidak semua politisi bagus mendapat kepercayaan rakyat. Sebaliknya banyak politisi yang mengajukan diri hanya untuk kepentingan pribadi, justru terpilih. Kenapa? Sekalipun tidak spesial mereka sukses memasarkan dirinya, sukses dalam pencitraan dan branding.


Pencitraaan atau branding adalah kuncinya.

Ada politisi yang begitu populer sehingga dengan mudah bisa meraih jabatan penting. Akan tetapi setelah menjabat tidak banyak perubahan berarti yang dicapainya. Ternyata sang politisi punya segudang perlengkapan untuk membangun pencitraan dirinya, sehingga setiap hal kecil yang dilakukannya terlihat besar dan kelalaian besar yang dilakukannya terlihat kecil. Ibarat buku, cover bagus judul memukau, tapi isinya kurang memuaskan.

Di sisi lain, ada juga politisi yang berdedikasi tinggi. Bahkan sebelum menjabat pun sudah berkontribusi banyak untuk rakyat. Akan tetapi karena dengan berbagai alasan, termasuk kekhawatiran tidak ikhlas, tidak melakukan pencitraan, hingga malah tidak terpilih.

Ada juga politisi baik yang berhasil menjabat. Karena begitu besar dedikasinya untuk rakyat ia sibuk pergi ke sana kemari, menyelesaikan masalah di sana dan di sini. Ia tidak sempat memikirkan pencitraan dan tak meminta wartawan meliput kegiatannya. Akhirnya rakyat tidak menyadari kiprah sang pemimpin tersebut dan di episode berikutnya dia tidak terpilih lagi.

Ini tipe politisi bagus dan hebat tapi gagal dalam pencitraan.

Lalu bagaimana solusinya?

Harapan saya untuk para politisi yang jujur, baik dan berdedikasi,jangan lupa membangun pencitraan. Pencitraan bukan bermaksud mengumbar kebaikan, atau didasari ketakutan melakukan sesuatu secara tidak ikhlas, tapi itu penting untuk memenangkan hati rakyat. Kalau pencitraan adalah salah satu kunci kemenangan, maka jangan lupa selain kerja juga membangun dan menjaga pencitraan.

Bagaimana jika politisi bagus tersebut tetap mengabaikan pencitraan?

Sama seperti kita mempromosikan buku. Saya sendiri setiap membaca buku bagus, akan menyampaikan kepada orang lain tentang betapa bagusnya buku tersebut, sehingga kalaupun pencitraan buku atau dana promosi buku tersebut tidak maksimal, orang tetap mendengarnya dengan harapan mau membeli dan puas karena membaca buku bagus.

Kalau kita kenal politisi baik yang bisa diandalkan tapi melupakan pencitraan, maka sebagai masyarakat yang peduli perubahan, kita harus membantu meningkatkan citra mereka demi masa depan rakyat dan bangsa ini.

Jika kita berdiam diri, bisa-bisa medan pertempuran politik dimenangkan oleh para politisi busuk. Sesuatu yang tentu sama-sama tidak kita harapkan.


Inilah sebabnya saya bikin thred rekomendasi caleg. Ada banyak buku bagus yang sampulnya biasa-biasa saja dan upaya marketingnya lemah...
sperti menyidir yg baru kmaren deklarasi ni emoticon-Big Grin (ah, mungkin ane yg salah emoticon-Malu)
dont judge book from the cover............
emoticon-Matabelo

pencitraan yang mengalahkan akal sehat itu yang berbahaya....
janji2 sorga doank emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By InRealLife

Inilah sebabnya saya bikin thred rekomendasi caleg. Ada banyak buku bagus yang sampulnya biasa-biasa saja dan upaya marketingnya lemah...


Emangnya ada yg protes kalo si om bikin litsus caleg?

omong2, ditunggu bikin thread litsus capres cawapres emoticon-Big Grin


*eh iya, bagi bata dong om, kasihanilah fakir bata ini emoticon-Stick Out Tongue
kadang pilih politisi masuk senayan, seperti milih kucing dalam karung
Emang gampang ya bikin pencitraan? Rasanya klo gampang sih harusnya yg punya media bakalan tinggi terus dunk popularitasnya..

Faktanya kan nggak emoticon-Big Grin. Jadi, pencitraan sebaik apapun, klo gak didukung dgn faktor tokohnya sendiri gak akan membawa hasil yg maksimal deh emoticon-Big Grin

Jadi intinya, mau pencitraan ya silahkan aja, tapi klo niatnya cuma itu, sedangkan figur tokohnya gak mendukung sama sekali, hanya akan buang2 duit dan buang2 tenaga si tokoh yg mencoba menarik perhatian dgn segala tingkah laku ataupun kinerja "palsu"nya. Dan pencitraannya tidak akan membuahkan hasil emoticon-Ngakak (S)

Klo memang punya tokoh yg dirasa figurnya bagus, silahkan dilakukan pencitraan, itu cara yg baik. Bukan malah jelek2in dan mencari2 kesalahan saingan dari tokohnya td emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By nalfiadi
sperti menyidir yg baru kmaren deklarasi ni emoticon-Big Grin (ah, mungkin ane yg salah emoticon-Malu)


Yg mana gan? Yg di rumah Pitung atau yg di Jawa Barat?
Saran ane, pilih partai berdasarkan ideologi yang ente anut, entah kanan, kiri ataupun tengah, tentunya dengan segala +/- nya, langkah kedua baru tentuin caleg dari latar cv mereka, bisa dibaca kok kualitasnya.

Untuk awam ya, karena ga mau ribet ya kalo ga milih partai warisan, maupun kelompok ya milih partai yang punya kader yang paling tenar di media. emoticon-Ngakak (S)
buku best seller pasti memiliki content yang baik DAN PENCITRAAN yang baik pula emoticon-Cool

nb: kalo cuma pencitraan ga akan tahan lama di pasaran, kalo sampe tahan lama berarti contentnya juga baik emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By solanaceae
buku best seller pasti memiliki content yang baik DAN PENCITRAAN yang baik pula emoticon-Cool

nb: kalo cuma pencitraan ga akan tahan lama di pasaran, kalo sampe tahan lama berarti contentnya juga baik emoticon-Malu (S)


ada 5 contoh buku best seller yang menurut saya overrated:
1. 5cm
2. Ayat-ayat Cinta
3. Laskar Pelangi
4. Buku-buku Cipto Junaedy
5. The Secret

Apa kesamaan isinya? Semuanya menarik secara dangkal. Mudah dicerna bahkan oeh pembaca awam, cepat membuat suka, tapi kalau dikaji lebih dalam, kualitas sastra atau nonfiksinya bukan yang paling tinggi.

Novel dan buku nonfiksi yang lebih bagus ada banyak. Tapi yang pencitraannya lebih bagus, jarang. Pencitraan bagus bukan berarti kualitas produknya tak bagus; biasanya sih bagus tapi overrated. Jadi kualitasnya memang cukup untuk membuat dia bertahan, tapi ya sekadar cukup saja.

Contoh produk lain yang menang pencitraan: McDonald's. Burger McDonald's bukan yang paling enak. Bukan berarti burger McDonald's tidak enak. Enak, tapi nggak istimewa; dan saya tahu ada burger yang lebih enak. Tapi orang masih lebih banyak yang mencari McDonald's dibanding burger lain karena strategi pencitraan (iklan, marketing, positioning) McDonald's lebih unggul.
Liat aja dalam jangka 3 tahun.. keliatan ntar mana yg pencitraan mana yang kerja nyata..


Antara Pencitraan dan Kerja Nyata
Waduh bahaya nih judulnya, ntar ada yang tersindir.
bisa jadi
kebanyakan gawe ... untuk orang lain, kurang menguntungkan buat caplok jabatan emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo



mending gawe rame2 dengan teman2, untung besar jabatan pun naek terus emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


jakarte feodal, endonesah feodal emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia

Yang mungkin tersirat dari trit ini jangan melihat sosok dari bentuknya saja emoticon-Embarrassment

Quote:Original Posted By InRealLife


ada 5 contoh buku best seller yang menurut saya overrated:
1. 5cm
2. Ayat-ayat Cinta
3. Laskar Pelangi
4. Buku-buku Cipto Junaedy
5. The Secret

Apa kesamaan isinya? Semuanya menarik secara dangkal. Mudah dicerna bahkan oeh pembaca awam, cepat membuat suka, tapi kalau dikaji lebih dalam, kualitas sastra atau nonfiksinya bukan yang paling tinggi.

Novel dan buku nonfiksi yang lebih bagus ada banyak. Tapi yang pencitraannya lebih bagus, jarang. Pencitraan bagus bukan berarti kualitas produknya tak bagus; biasanya sih bagus tapi overrated. Jadi kualitasnya memang cukup untuk membuat dia bertahan, tapi ya sekadar cukup saja.

Contoh produk lain yang menang pencitraan: McDonald's. Burger McDonald's bukan yang paling enak. Bukan berarti burger McDonald's tidak enak. Enak, tapi nggak istimewa; dan saya tahu ada burger yang lebih enak. Tapi orang masih lebih banyak yang mencari McDonald's dibanding burger lain karena strategi pencitraan (iklan, marketing, positioning) McDonald's lebih unggul.


Udh mulai turunkah timses raja media?
Udh lampu hijau kayaknya jagoan ente menang dikonvensi partai bemokarat....

Pertanyaan buat jagoan capres ente?
1. Klo menang siapa yg menjadi Ibu NEGARA ....bisa runyam nanti klo seluruh istrinya mengklaim sbg ibu negara...urusan rumah tangga terus yg diurus bukan rakyat...
2. Justru jagoan ente yg dari dulu pencitraan bawa2 media sendiri....tpi sayang rakyat tau mana pencitraan bayaran dgn pencitraan media darling..apalgi masyarakat sumut udh muak liat kinerja pln dari tahun 2007-sekarang tidak penyelesaian hingga saat ini hanya janji2 busuk supaya proyek penyewaan genset kpd pln lancar terus maklum udh hbs modal buat beli gensetnya.
3. Kerja nyata apa sich yg betul2 menyentuh rakyat kecil yg sudah jagoan anda lakukan? Ngurus pln aja amburadul skrng ngurus bumn juga amburadul...
4. Cari sendiri deh.......

Intinya adalah ORANG YG TIDAK SETIA dgn ORANG TERDEKAT atau Keluarga : Istri & Anak2 ORANG tsb tidak akan pernah memikirkan rakyat krn urusan rumah tangganya aja pasti BERMASALAH....


Quote:Original Posted By InRealLife


ada 5 contoh buku best seller yang menurut saya overrated:
1. 5cm
2. Ayat-ayat Cinta
3. Laskar Pelangi
4. Buku-buku Cipto Junaedy
5. The Secret

Apa kesamaan isinya? Semuanya menarik secara dangkal. Mudah dicerna bahkan oeh pembaca awam, cepat membuat suka, tapi kalau dikaji lebih dalam, kualitas sastra atau nonfiksinya bukan yang paling tinggi.

Novel dan buku nonfiksi yang lebih bagus ada banyak. Tapi yang pencitraannya lebih bagus, jarang. Pencitraan bagus bukan berarti kualitas produknya tak bagus; biasanya sih bagus tapi overrated. Jadi kualitasnya memang cukup untuk membuat dia bertahan, tapi ya sekadar cukup saja.

Contoh produk lain yang menang pencitraan: McDonald's. Burger McDonald's bukan yang paling enak. Bukan berarti burger McDonald's tidak enak. Enak, tapi nggak istimewa; dan saya tahu ada burger yang lebih enak. Tapi orang masih lebih banyak yang mencari McDonald's dibanding burger lain karena strategi pencitaraan (iklan, marketing, positioning) McDonald's lebih unggul.


ane stuju agan ini berkualitas belum tentu disukai dan bertahan lama, tapi tergantung permintaan pasar,,

itulah demokrasi,, kualitas pemimpin tergantung kualitas rakyat.. rakyat hanya bisa mengenal sosok yg ditampilkan,, namun belum mampu menganalisis lebih dalam hal2 yg bersifat lebih penting,,

bisa kita lihat dimana pemimpin korup bisa bertahan lebih dari 1 periode..
Quote:Original Posted By 18188888
gw pribadi sih gak setuju ye kl di bilang jokowi besar karena media.
faktanya banyak pemilik media, contoh bakrie tv one, paloh metro tv, tanoe rcti, mnc, pks punya pkstv, pkspiyungan suara news dll, justru harusnya pks yang lebih terkenal karena isi isi dari web nya benar2 mendukung penuh partainya dan iuran kadernya jumlahnya amat sangat fantastis
jokowi bisa bayar media ? wew.. memang jokowi siape ? duitnya dari mane ? sumbangan pengusaha ? pengusaha yang mane ? pengusaha dukung sesama pengusaha lah spt taonoe / bakrie lah.

dan kenapa juga jokowi selalu di serang serang ? itu fakta bahwa jokowi memang bagus. kl jokowi jelek gak usah di serang juga jelek, dan emang jokowi sebego itu dalam kasus bus trans jakarta ? wong jokowi bener aja di serang terus apalagi jokowi salah namanya cari mati.

semakin jokowi di serang semakin keliatan jokowi sosok yang teruji dan di takuti dan semakin mantap gw dukung jokowi ri1 2014 Antara Pencitraan dan Kerja Nyata


IMO
gini lhooo, orang2 suka jokowi karena prestasi di solo, blusukan, ndeso, gaya bicara mudah dimengerti dst.
dia berbeda dengan tokoh lain, orang2 suka gaya joko....emoticon-shakehand:

media tau itu, maka untuk dongkrak rating, otomatis media ngikut kemanapun joko pergi layaknya artis di infotainment2.
contoh melejitnya popularitas inul pas dizhalimi proff roma...padahal inul nggak bayar media juga tho...
jadi emang joko nggak perlu cukong bayar media buat mendongkrak popularitasnya
Ditambah, jokowi saat itu dianggap bukan sebuah ancaman berarti buat dedengkot media, macem ical, HT, paloh
sehingga terjadilah media-joko = simbiosis mutualisme.

Tapiiiiii lain halnya dengan saat ini...
penastak yang kurang die hard dijamin bakal banyak yg terguncyang oleh pemberitaan media kedepan tentang joko emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By InRealLife


ada 5 contoh buku best seller yang menurut saya overrated:
1. 5cm
2. Ayat-ayat Cinta
3. Laskar Pelangi
4. Buku-buku Cipto Junaedy
5. The Secret

Apa kesamaan isinya? Semuanya menarik secara dangkal. Mudah dicerna bahkan oeh pembaca awam, cepat membuat suka, tapi kalau dikaji lebih dalam, kualitas sastra atau nonfiksinya bukan yang paling tinggi.

Novel dan buku nonfiksi yang lebih bagus ada banyak. Tapi yang pencitraannya lebih bagus, jarang. Pencitraan bagus bukan berarti kualitas produknya tak bagus; biasanya sih bagus tapi overrated. Jadi kualitasnya memang cukup untuk membuat dia bertahan, tapi ya sekadar cukup saja.

Contoh produk lain yang menang pencitraan: McDonald's. Burger McDonald's bukan yang paling enak. Bukan berarti burger McDonald's tidak enak. Enak, tapi nggak istimewa; dan saya tahu ada burger yang lebih enak. Tapi orang masih lebih banyak yang mencari McDonald's dibanding burger lain karena strategi pencitraan (iklan, marketing, positioning) McDonald's lebih unggul.


idealnya.. kita memang harus melihat buku dari isi.. bukan dari cover..
tapi zaman telah berubah gan.. gak banyak orang yang punya cukup waktu atau keinginan untuk meneliti dulu isi buku sebelum membeli.. cukup dari popularitas,, review2 di internet..

Padahal pengalaman saya setelah membeli beberapa barang dengan review bagus dari internet,,. ternyata tidak sebagus ekspektasi saya ketika membeli..

dan masalahnya perilaku rakyat indonesia dan juga media massanya juga seperti abg.. apa yang lagi ngetrend menurut kata orang... lalu akan diikuti, di exagerate..sehingga masyarakat umum akan merasa itulah hal yang paling bagus. nggak ada yang lain..

contohnya : jokowi suka blusukan.. lalu media massa mem blow up nya habis2an.. dan di persepsi masyarakat timbul pemikiran,, pemimpin yang baik itu harus yang suka blusukan.. bukan pemimpin yang punya visi,, kemampuan manejerial yang handal..sanggup membangun sistem ..tapi seperti itulah bangsa kita saat ini..
Quote:Original Posted By MiLanNistiOld
Udh mulai turunkah timses raja media?
Udh lampu hijau kayaknya jagoan ente menang dikonvensi partai bemokarat....

Pertanyaan buat jagoan capres ente?
1. Klo menang siapa yg menjadi Ibu NEGARA ....bisa runyam nanti klo seluruh istrinya mengklaim sbg ibu negara...urusan rumah tangga terus yg diurus bukan rakyat...
2. Justru jagoan ente yg dari dulu pencitraan bawa2 media sendiri....tpi sayang rakyat tau mana pencitraan bayaran dgn pencitraan media darling..apalgi masyarakat sumut udh muak liat kinerja pln dari tahun 2007-sekarang tidak penyelesaian hingga saat ini hanya janji2 busuk supaya proyek penyewaan genset kpd pln lancar terus maklum udh hbs modal buat beli gensetnya.
3. Kerja nyata apa sich yg betul2 menyentuh rakyat kecil yg sudah jagoan anda lakukan? Ngurus pln aja amburadul skrng ngurus bumn juga amburadul...
4. Cari sendiri deh.......

Intinya adalah ORANG YG TIDAK SETIA dgn ORANG TERDEKAT atau Keluarga : Istri & Anak2 ORANG tsb tidak akan pernah memikirkan rakyat krn urusan rumah tangganya aja pasti BERMASALAH....



ngomongin DI yee?? yang bini nya banyak tapi masih kalah banyak sama Soekarno?? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

pernah googling sendiri apa prestasi si DI ini gan??