alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5322fe2ea1cb17a11f8b45ad/oknum-tni-dan-8-perusahaan-asing-penyebab-kabut-asap-di-riau
oknum TNI dan 8 Perusahaan Asing Penyebab Kabut Asap di Riau
8 Perusahaan Asing diduga Penyebab Kabut Asap di Riau

[URL="http://satuharapan.com/index.php?id=109&tx_ttnews[tt_news]=2096&cHash=1"]sumber[/URL]

MALAYSIA, SATUHARAPAN.COM – Kabut asap yang mengepul di wilayah Malaysia dan Singapura diduga disulut oleh perusahaan-perusahaan milik mereka sendiri di Riau. Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Lingkungan Hidup (LH), Balthasar Kambuaya menyatakan ada delapan perusahaan yang terlibat di balik kabut tebal yang menyelimuti kawasan Negara Jiran dan Singa putih itu.



"Dalam waktu dekat ini saya akan bertemu dengan menteri LH Malaysia dan kita akan berikan informasi kalau investor mereka di Indonesia melakukan pembakaran lahan. Jika sudah ada bukti kuat, kami akan membawa kasus ini ke pengadilan," kata Menteri LH Indonesia dalam jumpa pers di Lanud Pekanbaru, Sabtu (22/6) lalu.



Seperti dilansir dari situs utusan.com.my, sebanyak delapan perusahan yang diduga terlibat pembakaran hutan adalah PT Langgam Inti Hiberida, PT Bumi Rakksa Sejati, PT Tunggal Mitra Plantation, PT Udaya Loh Dinawi, PT Adei Plantation, PT Jatim Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri, dan PT Mustika Agro Lestari.



Perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya, yang diduga terlibat adalah milik perusahaan Singapura,

Wilmar International Ltd. (WIL) dan perusahaan Malaysia Sime Darby Bhd (SIME), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) dan Asia Pacific Resources International (APRIL).



Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong berjanji akan memberi sanksi kepada perusahaan asal negara mereka jika terbukti terlibat dalam pembakaran hutan.



“Pejabat Indonesia mengatakan bahwa beberapa perusahaan Singapura dan Malaysia terlibat dalam kebakaran hutan, jika perusahaan Singapura terbukti terlibat, kami tidak akan segan-segan menghukum mereka,” ujar Lee Hsien Loong seperti dikutip Reuters, pada Jumat (21/6).



Sementara itu, pihak perusahan Sime Darby dan Singapura Wilmar Grup menyangkal tuduhan menjadi penyebab kebakaran hutan di Sumatera, Indonesia, seperti dilaporkan Bloomberg, mereka mengatakan pihaknya tidak membakar lahan.



"Semua daerah operasi, kami melakukan penanaman kembali, kami tidak melakukan pembakaran – ini telah dipraktekkan sejak era 80-an. Siapapun yang tertangkap melakukan pembakaran, kami akan mengambil tindakan tegas," kata wakil presiden eksekutif di Unit perkebunan Sime Darby, Franki Anthony Dass.



Kemarin, Minggu (23/6), Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak menyatakan keadaan Darurat Bencana Kabut Asap bagi seluruh daerah Muar dan Ledang, wilayah kabupaten di Malaysia, berdasarkan laporan Indeks Pencemaran Udara (IPU), pencemaran udara di kedua daerah tersebut sangat memperihatinkan karena telah melebihi tingkat 500 IPU. Ada 211 sekolah diliburkan dan masker telah didistribusikan kepada masyarakat setempat.



Editor : Wiwin Wirwidya Hendra


Anggota TNI Beking Pembakar Hutan Biosfer Riau Diburu

sumber

Liputan6.com, Pekanbaru - Seorang anggota TNI berinisial D diduga membekingi perambah liar yang melakukan penebangan dan pembakaran di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Pria berpangkat Sersan Kepala (Serka) itu saat ini tengah diburu Satuan Tugas Penanggulangan Asap di Riau.

"Sebelumnya, Satgas mengamankan beberapa orang pelaku perambah liar di Cagar Biosfer. Dari pengakuannya, tersangka mengaku diperintah oleh oknum TNI yang tengah dicari petugas," kata Insiden Komander Satgas Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto di Pekanbaru, Riau, Senin (10/3/2014).

Prihadi mengatakan, D betugas di Kodim Kota Dumai. D bukanlah pemain baru, sebab sudah pernah diamankan setahun lalu dalam kasus pembalakan liar.

"Kasus perambahan hutan itu sudah diajukan ke Mahkamah Militer," ujar dia. Hanya saja, D kembali berulah setelah dikembalikan ke kesatuannya di Kodim Dumai.

D membayar perambah liar untuk menebang kawasan Cagar Biosfer Rp 50 ribu perhari. Adapun kedua warga yang diamankan, masing-masing berinisial SY (18) dan SB (20). Keduanya warga Dumai dan mempunyai hubungan darah.

"Pelaku yang diamankan mengaku disuruh dan dibekingi oknum berinisial D. Dia akan ditangkap. Selain memburu D, masih ada beberapa warga sipil yang menjadi toke atau cukong penampung pembalakan liar," tegas Prihadi.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Yohanes Widodo menyebut sudah ada 16 tersangka yang diamankan karena terlibat perambahan liar di Cagar Biosfer.

"Untuk tersangka kebakaran hutan dan lahan sudah ada 32 tersangka. Laporan polisinya sebanyak 28. Sudah ada beberapa berkas yang dilimpahkan ke kejaksaan," kata dia.

Disamping itu, ada pula 7 perusahan yang masuk penyelidikan kepolisian karena diduga membakar lahan. "Satu diantaranya berinisial N. Tim ahli lingkungan sudah melakukan olah TKP di Kepulauan Meranti, lokasi kebakaran," pungkas Yohanes. (Ismoko Widjaya)

berita lain mengenai asap riau
ayo jokowi, masalah asap ini masuk dlm rencana kerjanya kelak gak ???
Wah title nya ditambahin kata "Diduga" donk.

Soalnya kan belum ada bukti jelas dari pihak kepolisian siapa yg jd otak pembakaran tersebut.
tdk ada ketegasan dr pemerintah kita alias lembek kebakaran bakal trus berlanjut krn tdk ada efek jera,apa mungkin pjbt tersebut mencicipinya trus segan untuk bertindak emoticon-Cape deeehh kasihan rakyat ini d pimpin oleh orang lemah n pembual emoticon-Frown ;mads
malaysia dan spore perusahaan mereka yang bakar hutan indonesia, sampai kapan?

setidaknya negara mereka kena asap juga emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By id.terror
malaysia dan spore perusahaan mereka yang bakar hutan indonesia, sampai kapan?

setidaknya negara mereka kena asap juga emoticon-Big Grin

tapi protesnya itu loh
bikin pemerintah kita lembek emoticon-Big Grin
Sanksi, pur ?
Sanksi ? emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

mending bagi2 masker respirator gratis aja daah emoticon-Big Grin
×