alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5322c1ca5bcb17865200004b/jk-lebih-baik-gantikan-ical-jadi-capres-golkar
JK Lebih Baik Gantikan Ical Jadi Capres Golkar
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi akan mendapatkan elektabilitas tertinggi jika dipasangkan dengan politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla alias JK sebagai calon wakil presidennya dalam Pilpres 2014. Hal tersebut diketahui berdasarkan survei Indo Barometer bekerjasama dengan Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia.

"Kita ingin menguji bagaimana elektabilitas Jokowi ketika dipasangkan dengan capres lain," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat merilis hasil survei di Jakarta, Rabu (12/3/2014).

Simulasi dilakukan dengan menggunakan empat pasangan calon presiden dan wakil presiden. Jokowi dipasangkan dengan tiga nama yang berbeda, sementara tiga pasangan lainnya tetap sama.

Tiga pasangan lain itu adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie (Ical)-Muhaimin Iskandar, serta Wiranto-Harry Tanoe Soedibjo.

"Hasilnya, Jokowi dan pasangannya selalu menempati urutan teratas dalam simulasi ini," jelas Qodari.

Simulasi pertama, Jokowi dipasangkan dengan Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR Puan Maharani. Hasilnya, pasangan tersebut menempati peringkat pertama dengan dipilih oleh 31,6 persen responden.

Simulasi kedua, Jokowi dipasangkan dengan politisi PDI-P Prananda Prabowo. Perolehan suara Jokowi turun menjadi 30,8 persen. Dalam simulasi ketiga, Jokowi dipasangan dengan JK. Hasilnya, perolehan suara Jokowi naik menjadi 36,0 persen.

Pakar Psikologi Politik Hanta Yudha menilai, jika nantinya diusung sebagai calon presiden, maka pasangan yang tepat untuk Jokowi adalah JK. Pasalnya, sosok Jokowi yang masih muda harus dipasangkan dengan seseorang yang sudah berpengalaman.

"Dia harus punya kepemimpinan yang panjang, punya pengalaman, tapi juga tegas dan cekatan. Pilihan kan tidak banyak kalau seperti itu. Saya rasa JK ini bisa memenuhinya," ujar dia.

Survei ini disebut dilaksanakan di 33 provinsi dengan jumlah responden sebesar 1200 orang. Margin of error survei ini sebesar kurang lebih 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 14-25 Februari 2014 dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei dibiayai oleh Indo Barometer. link:http://nasional.kompas.com/read/2014/03/12/1839283/Survei.Indo.Barometer.Elektabilitas.Jokowi.Melesat.Jika.Duet.dengan.JK

Setelah membaca artikel diatas membuat saya merasa sedih. Saya yang berasal dari pendukung Golkar amat menyayangkan apabila hal ini terjadi, karena pada Pemilu yang akan datang kemungkinan besar partai Golkar akan mengusung Aburizal Bakrie (Ical) untuk jadi Capres dari Partai Golkar. Apabila JK benar-benar maju bersama Jokowi untuk jadi Cawapresnya di Pemilu mendatang, maka JK dapat dikatakan sebagai pengkhianat partai karena secara tidak langsung dirinya mendukung partai lain yang juga merupakan pesaing Pak Ical untuk maju ke kursi Presiden.

Sebelum hal ini terjadi, saya berharap kepada Pak JK untuk memikirkan dengan matang mengenai hal ini. Selain dapat dikatakan sebagai pengkhianat, JK menjadi Cawapres Jokowi ini juga dapat memecah-belah Golkar, hal ini dikarenakan JK masih memegang 30% suara di Golkar sedangkan Ical 50% suara.

Saya menghimbau, alangkah baiknya jika JK dan Ical duduk berdua untuk membincangkan masalah ini bersama kader-kader partai yang lainnya, tidak menutup kemungkinan nanti bisa menghasilkan keputusan JK-Ical ataupun Ical-JK. Golkar itu partai besar, dengan kita bersatu semakin besar kemungkinan partai kita untuk menang.
Kalau sampe JK jadi wakinya,,
nanti dia akan mendominasi peran presiden
jokowi jadi bagian yang turn ke rakyat,
tapi pemerintahan dipegang penuh sama JK

lha wong pas SBY aja kayak gitu
apalagi kalo jokowi jadi presiden
Waaaah, gak setuju banget Jokowi diduetin sama JK. Dari situ aja udah keliatan dia khianatin partainya, Golkar. Bukan gak mungkin dia bisa khianatin Jokowi juga emoticon-Marah
JK pasti gak mau .. hitung2 aja... kalau nyapres pun bahkan sama Prabowo aja JK kalah elektabilitasnya ...

JK maju jadi cawapresnya JOkowi ... maka si ARB bisa dilengserkan ...
golka gak usah nyapres aja sayang sama duit kampanye emoticon-Embarrassment

penting arb apa tuh duit kader sama donatur emoticon-Ngakak (S)
JK diem-diem aja di Golkar, gak usah banyak gerak emoticon-Ngacir
Gak setuju JK jadi cawapres Jokowi emoticon-Marah
jangan lah pk JK jadi penonton ajah emoticon-Ngakak

inih pemilu bakal sengit nih
Quote:Original Posted By mamamintakuota
jangan lah pk JK jadi penonton ajah emoticon-Ngakak

inih pemilu bakal sengit nih


setuju gaan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By namira.utari
Waaaah, gak setuju banget Jokowi diduetin sama JK. Dari situ aja udah keliatan dia khianatin partainya, Golkar. Bukan gak mungkin dia bisa khianatin Jokowi juga emoticon-Marah


SETUJU emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By namira.utari
Waaaah, gak setuju banget Jokowi diduetin sama JK. Dari situ aja udah keliatan dia khianatin partainya, Golkar. Bukan gak mungkin dia bisa khianatin Jokowi juga emoticon-Marah


Betul gan, semua yang berawal dari yang tidak baik, akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik juga emoticon-Sorry
no no no, ane gak kurang sreg.
@TS : apa anda masih nenen waktu pemilu 2004 ??
Quote:Original Posted By chimax andi
@TS : apa anda masih nenen waktu pemilu 2004 ??


kasih pernyataan yang lebih jelas gan, gak jelas itu komennya emoticon-Najis
wew pemilu 2014 makin seru aja... pak JK diem aja ya... emoticon-Hammer
ya saya dukung lebih baik JK jadi capres gantiin ical emoticon-Ngakak
bangkrut donk emoticon-Wink
mending ngurus jkt dlu pak jokowi. urusan capres mah bikin jakarta gak nyaman.
Asal bacot aja, dipikirnya modal jadi ketua umum pakai daun doang emoticon-Mad
Quote:Original Posted By charllotewalker
kasih pernyataan yang lebih jelas gan, gak jelas itu komennya emoticon-Najis



thn 2004 golkar kan ngusung Wiranto-Solahudin Wahid, pemenang konvensi partai golkar...nah JK??? malah jd wapresnya SBY...
Kalo waktu itu JK ga jd wapres SBY, taun 2004 golkar ga dpt apa2, padahal taun itu golkar pemenang pileg..
Nah skr, yg di usung cuma ARB, internal golkar aja pasti banyak yg pesimis gan, jd lebih baik golkar nyebar kader2nya buat jd cawapres partai lain ato malah jd capres partai lain (mis:JK jd capres PKB). daripada menjempur kekalahan yg sudah pasti lebih baik ngikut yg pasti atau ada kemungkinan menang.