alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5322945e5ccb17a212000035/agenda-terselubung-desakan-pencapresan-jokowi-mengundang-tanya
[Agenda Terselubung] Desakan Pencapresan Jokowi Mengundang Tanya
[Agenda Terselubung] Desakan Pencapresan Jokowi Mengundang Tanya

ASATUNEWS - Desakan kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi) terhadap Megawati semakin beringas. Megawati ditekan dari segala penjuru untuk segera mencalonkan Jokowi sebagai calon Presiden (capres) pilihan PDIP. Megawati bergeming. Dia mempunyai pertimbangan tertentu dan sangat hati - hati dalam menetapkan capres / cawapres PDIP. Megawati tidak melihat urgensi penetapan Jokowi sebagai capres secepatnya.

Megawati mungkin punya Alasan sendiri mengapa tidak atau belum mendeklarasikan calon presiden dan cawapresnya. PDIP sudah menginsyaratkan baru akan mengumumkan siapa capresnya setelah 9 April 2014. Menurut Ketua Setara Institute Hendardi, langkah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengumumkan capres dan cawapres PDIP setelah Pemilu 9 April mendatang sebagai pilihan politik strategis dan tepat dalam dinamika politik aktual. Desakan pencapresan Jokowi sebelum pemilu oleh berbagai pihak, malah dicurigai PDIP dan Megawati sebagai jebakan yang memiliki agenda politik tertentu yang merugikan PDIP dan Megawati.

“Bernilai strategis lebih untuk mengantisipasi munculnya serangan politik terhadap Jokowi apabila akan dimajukan sebagai capres. Karena sangat mungkin lawan-lawan po litik akan mencari celah atau kelemahan Jokowi,” kata Hendardi di Jakarta, Rabu (12/3). Hendardi mengatakan hal tersebut terkait munculnya kasus pengadaan bus Trans Jakarta oleh mantan Tim Sukses Jokowi di Solo, Michael Bimo, yang mulai menyeretnyeret Jokowi.

Menurut Hendardi, langkah Megawati itu sejalan dengan dinamika politik yang ada. “Toh, tanpa harus mendeklarasikan Jokowi buru-buru, survei PDIP maupun Jokowi menanjak terus,” katanya. Survei terakhir dari SRMC, suara PDIP naik dari 10 persen di bulan Desember menjadi 16,5 persen pada Maret. “Maka, jika PDIP salah langkah, keuntungan bisa diambil kontestan lain terutama Prabowo,” katanya.

Langkah serupa juga dilakukan pimpinan parpol lain untuk menunda pengumuman capres dan cawapres pasca-pencoblosan pada Pemilu 2014 dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan mayoritas pimpinan parpol terkait penundaan untuk mengumumkan capres dan cawapres itu umumnya un tuk melihat hasil perolehan suara parpol da lam Pemilu 2014.

Namun, sebagian parpol sudah berani mengumumkan capres dari ketua umum atau pimpinan tertinggi, di antaranya Prabowo Subianto (Gerindra), Aburizal Bakrie (Golkar), Surya Paloh (Nasdem), Wiranto (Hanura), Hatta Rajasa (PAN), dan sebagainya. Langkah berbeda ditempuh Partai Demokrat dengan menggelar Konvensi Capres yang pada sejumlah daerah dengan diikuti 11 tokoh nasional, namun hasilnya juga akan diumumkan setelah Pemilu 2014.

Sementara itu pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, penundaan deklarasi Jokowi sebagai capres merupakan strategi politik PDIP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki strategi tersendiri. Penundaan deklarasi Jokowi untuk menghindari serangan politik negatif. “Kita membaca dari luar ini, tidak mendeklarasikan Jokowi sesegera mungkin untuk mengkristalkan Jokowi di pilpres nanti,” tandas Zuhro, di Jakarta, Rabu (12/3).

Desakan agar Megawati mencalonkan Jokowi secepatnya juga datang dari pihak lain yang memiliki agenda tersembunyi, yakni agar Ahok segera menjadi Gubernur DKI Jakarta. Desakan itu datang dari Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 atau Bara JP 2014. Organisasi yang diketuai oleh Sihol Manulang ini, punya kepentingan besar mendepak Jokowi dari kursi gubernur DKI Jakarta.

"Jokowi dan Partai Gerindra punya perjanjian khusus tertulis yang diteken sebelum pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Jokowi harus mengundurkan diri sebagai gubernur jika dia sudah ditetapkan atau mencalonkan diri sebagai calon presiden," ujar Marpaung minggu lalu (7/3/14).

Sebagaimana diketahui, Bara JP 2014 didirikan dan dibiayai oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan mantan gubernur Sutiyoso. Mereka sangat berkepentingan Jokowi mundur dan Ahok naik menjadi gubernur DKI Jakarta. Ahok adalah mantan staf khusus Sutiyoso sewaktu menjabat gubernur DKI dan juga masih merupakan adik ipar dari Djan Faridz. Loyalitas Ahok lebih condong kepada Sutiyoso dan Djan Faridz ketimbang pada Prabowo atau Partai Gerindra. | ST/011

SUMBER
Sangat terlihat dengan jelas....klo Trio meong sangat2 tidak konsisten dengan argumentnya....emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By elly09
[Agenda Terselubung] Desakan Pencapresan Jokowi Mengundang Tanya

ASATUNEWS - Desakan kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi) terhadap Megawati semakin beringas. Megawati ditekan dari segala penjuru untuk segera mencalonkan Jokowi sebagai calon Presiden (capres) pilihan PDIP. Megawati bergeming. Dia mempunyai pertimbangan tertentu dan sangat hati - hati dalam menetapkan capres / cawapres PDIP. Megawati tidak melihat urgensi penetapan Jokowi sebagai capres secepatnya.

Megawati mungkin punya Alasan sendiri mengapa tidak atau belum mendeklarasikan calon presiden dan cawapresnya. PDIP sudah menginsyaratkan baru akan mengumumkan siapa capresnya setelah 9 April 2014. Menurut Ketua Setara Institute Hendardi, langkah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengumumkan capres dan cawapres PDIP setelah Pemilu 9 April mendatang sebagai pilihan politik strategis dan tepat dalam dinamika politik aktual. Desakan pencapresan Jokowi sebelum pemilu oleh berbagai pihak, malah dicurigai PDIP dan Megawati sebagai jebakan yang memiliki agenda politik tertentu yang merugikan PDIP dan Megawati.

“Bernilai strategis lebih untuk mengantisipasi munculnya serangan politik terhadap Jokowi apabila akan dimajukan sebagai capres. Karena sangat mungkin lawan-lawan po litik akan mencari celah atau kelemahan Jokowi,” kata Hendardi di Jakarta, Rabu (12/3). Hendardi mengatakan hal tersebut terkait munculnya kasus pengadaan bus Trans Jakarta oleh mantan Tim Sukses Jokowi di Solo, Michael Bimo, yang mulai menyeretnyeret Jokowi.

Menurut Hendardi, langkah Megawati itu sejalan dengan dinamika politik yang ada. “Toh, tanpa harus mendeklarasikan Jokowi buru-buru, survei PDIP maupun Jokowi menanjak terus,” katanya. Survei terakhir dari SRMC, suara PDIP naik dari 10 persen di bulan Desember menjadi 16,5 persen pada Maret. “Maka, jika PDIP salah langkah, keuntungan bisa diambil kontestan lain terutama Prabowo,” katanya.

Langkah serupa juga dilakukan pimpinan parpol lain untuk menunda pengumuman capres dan cawapres pasca-pencoblosan pada Pemilu 2014 dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan mayoritas pimpinan parpol terkait penundaan untuk mengumumkan capres dan cawapres itu umumnya un tuk melihat hasil perolehan suara parpol da lam Pemilu 2014.

Namun, sebagian parpol sudah berani mengumumkan capres dari ketua umum atau pimpinan tertinggi, di antaranya Prabowo Subianto (Gerindra), Aburizal Bakrie (Golkar), Surya Paloh (Nasdem), Wiranto (Hanura), Hatta Rajasa (PAN), dan sebagainya. Langkah berbeda ditempuh Partai Demokrat dengan menggelar Konvensi Capres yang pada sejumlah daerah dengan diikuti 11 tokoh nasional, namun hasilnya juga akan diumumkan setelah Pemilu 2014.

Sementara itu pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, penundaan deklarasi Jokowi sebagai capres merupakan strategi politik PDIP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki strategi tersendiri. Penundaan deklarasi Jokowi untuk menghindari serangan politik negatif. “Kita membaca dari luar ini, tidak mendeklarasikan Jokowi sesegera mungkin untuk mengkristalkan Jokowi di pilpres nanti,” tandas Zuhro, di Jakarta, Rabu (12/3).

Desakan agar Megawati mencalonkan Jokowi secepatnya juga datang dari pihak lain yang memiliki agenda tersembunyi, yakni agar Ahok segera menjadi Gubernur DKI Jakarta. Desakan itu datang dari Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 atau Bara JP 2014. Organisasi yang diketuai oleh Sihol Manulang ini, punya kepentingan besar mendepak Jokowi dari kursi gubernur DKI Jakarta.

"Jokowi dan Partai Gerindra punya perjanjian khusus tertulis yang diteken sebelum pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Jokowi harus mengundurkan diri sebagai gubernur jika dia sudah ditetapkan atau mencalonkan diri sebagai calon presiden," ujar Marpaung minggu lalu (7/3/14).

Sebagaimana diketahui, Bara JP 2014 didirikan dan dibiayai oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan mantan gubernur Sutiyoso. Mereka sangat berkepentingan Jokowi mundur dan Ahok naik menjadi gubernur DKI Jakarta. Ahok adalah mantan staf khusus Sutiyoso sewaktu menjabat gubernur DKI dan juga masih merupakan adik ipar dari Djan Faridz. Loyalitas Ahok lebih condong kepada Sutiyoso dan Djan Faridz ketimbang pada Prabowo atau Partai Gerindra. | ST/011

SUMBER


Setuju bray..

Sebagai loyalis PDIP sejak kecil, ane juga kasihan lihat Ibu mega, sepertinya ada yang ingin menyingkirkan Bu Mega dan Mbak Puan dari PDIP secara halus..
Berita bulan lalu,


Berita bulan skrg,

Si embok puyeng...


emoticon-Ngakak
lah siapa juga calonnya juga pasti mengundang tanya.. jokowi ae dibahas emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By teboeidjo
Berita bulan lalu,


Berita bulan skrg,

Si embok puyeng...


emoticon-Ngakak


Makanya bantu Bu Mega kasih masukan dari akar rumput..