alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5322610b40cb1785378b4586/ajian-pongasiini-kisah-kisah-pelaku-ilmu-hitam-renggut-keperawanan
[Ajian Pongasi]Ini kisah-kisah pelaku ilmu hitam renggut keperawanan
Kemarin muncul berita menggegerkan di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Berbekal ilmu pelet, seorang pria bernama Aria Febian (22), warga Jalan Perumnas Darussalam I, Blok A, Nomor 06, Kelurahan Air Lintang, OI, Sumatera Selatan, merenggut keperawanan seorang siswi SMA inisial T (16).

Bahkan dia semakin ketagihan sehingga kembali menggagahi korbannya sebanyak delapan kali. Kasus Aria ini mengingatkan kepada beberapa kasus pelaku ilmu hitam di beberapa daerah dengan korban perempuan.

Misalnya kasus di Kota Padang pernah terjadi kasus pencabulan dengan dalih memperdalam ilmu hitam. Pelaku berinisial A ini tega mencabuli lima bocah. Aksi pelaku ini kemudian terbongkar setelah orangtua korban melaporkan ke Polesta Padang. Pelaku ditangkap di kawasan Bungus.

Saat diamankan polisi, pelaku membawa jimat yang diletakkan di pinggang. Pelaku mengakui bahwa jimat itu diberikan oleh Dewa Kalambuai Rimbo. Selain dua kasus itu, masih ada beberapa kasus lain. Berikut ini beberapa kasus pelaku ilmu hitam yang merenggut keperawanan:

1. Teror pemerkosaan perawan di Kediri




Tahun 1983-an di Kediri pernah terjadi teror pemerkosaan terhadap gadis-gadis. Teror ini dilakukan segerombolan orang yang sedang mendalami lelaku ilmu hitam. Somoredjo, kakek 90 tahun ditangkap sebagai pengajar ilmu hitam yaitu ilmu Tulak Gaman (anti bacok). Salah satu ritual ilmu itu adalah memperkosa perawan.

Mbah Sumo, waktu itu mengajarkan, untuk memperoleh ajian tulak gaman harus membaca Lismillah, kemudian puasa 24 jam selama 3 hari dan menutup puasa dengan kenduri, syarat kenduri harus menyediakan 2 ekor ayam putih, menyediakan kain kafan sepanjang tubuh manusia.

Ritual pamungkas adalah memperkosa gadis yang masih perawan dan belum Aqil Balig. Darah perawan tersebut tidak boleh dicuci sehari semalam, konon darah perawan tersebutlah yang membuat kebal, anti bacok, tusuk bahkan guna-guna atau santet.

2. Cabuli 3 anak kandung demi ilmu hitam




Kasus ini terjadi di Jakarta. Seorang dukun, Abu Amar (55) melakukan pencabulan terhadap ketiga anaknya. Pria ini tega mencabuli anak kandung karena tengah mempelajari ilmu hitam.

"Kami menduga terlapor ini belajar ilmu sehingga memerkosa anak-anaknya sendiri. Dugaan ini muncul karena pola korbannya mirip. Mereka diperkosa di umur 15 tahun," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto, Sabtu (28/7) lalu.

Polisi pun telah meminta kesaksian dari seluruh korban, keluarga, dan juga seorang pegawai tempat pengobatan alternatif tempat Abu Amar berpraktik. "Pegawai di tempat kerja Abu tidak tahu banyak soal kepribadian dia. Jadi tidak terlalu banyak membantu," tutur Toni.

Saat rumah sang dukun digeledah, lanjut Toni, kita sama sekali tidak menemukan hal-hal yang ganjil terkait ilmu hitam tersebut. "Bisa jadi itu hanya paham yang dia punya saja tapi tidak perlu dibuktikan secara fisik," papar Toni

3. Ingin kaya, tentara gadungan cabuli 7 siswi SMP




Seorang pria paruh baya ini mencabuli tujuh siswi SMP juga dengan alasan tengah memperdalam ilmu hitam. Sebelum melakukan pencabulan, siswi SMP itu diberikan uang Rp 200 ribu.

Pria berinisial LS ini mempelajari ilmu hitam karena ingin cepat kaya. Karena itu, untuk memperdayai korban, pelaku berpura-pura sebagai seorang tentara.

Aksi tentara gadungan ini akhirnya terbongkar. Dia ditangkap Polrestabes Surabaya. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti foto mesra dengan korban, keris, dua senjata api, pelat nomor TNI dan kartu identitas palsu.

4. Guru ngaji cabuli 4 murid




Jamaludin (23) tega mencabuli 4 muridnya di rumah kosong samping masjid di Pondokgede. Alasannya, guru ngaji ini ingin meningkatkan ilmu hitam. Aksi pelaku ini kemudian terbongkar. Ia lantas digerebek warga dan dilaporkan ke Polresta Bekasi.

"Dia mengakui perbuatannya dengan tujuan mempertebal ilmu yang sedang dijalankan," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Taufik Hidayat beberapa waktu lalu.

Modusnya, pelaku mengajari muridnya mengaji. Setelah itu, baru pelaku mencabuli korban. Agar tak ketahuan, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban bila melaporkan perbuatannya tersebut.

5. Cabuli 5 bocah untuk pelajari ilmu hitam




Di Kota Padang pernah terjadi kasus pencabulan dengan dalih memperdalam ilmu hitam. Pelaku berinisial A ini tega mencabuli lima bocah. Aksi pelaku ini kemudian terbongkar setelah orangtua korban melaporkan ke Polesta Padang. Pelaku ditangkap di kawasan Bungus.

Saat diamankan polisi, pelaku membawa jimat yang diletakkan di pinggang. Pelaku mengakui bahwa jimat itu diberikan oleh Dewa Kalambuai Rimbo.

Karena jimat itulah pelaku melakukan pencabulan terhadap anak kecil. Pelaku melancarkan aksinya di tempat berbeda-beda. Ada di WC musala, di bawah pohon, di atas becak dan di surau.

6. Berbekal ilmu pelet, Aria renggut perawan siswi SMA




Kasus ini terbongkar kemarin. Berbekal ilmu pelet, Aria Febian (22), warga Jalan Perumnas Darussalam I, Blok A, Nomor 06, Kelurahan Air Lintang Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, merenggut keperawanan seorang siswi SMA inisial T (16).

Bahkan dia semakin ketagihan sehingga kembali menggagahi korbannya sebanyak delapan kali. Tapi ibarat pepatah serapat-rapatnya menutup bangkai, ulah pelaku akhirnya terbongkar juga. Sebab petugas menerima laporan keluarga korban yang tinggal di Kelurahan Tanjung Raja, OI, atas perbuatan yang tidak menyenangkan tersebut.

Di hadapan petugas, pemuda ini mengaku menggunakan ilmu pelet dengan cara memoleskan minyak darah pada bagian alis dan kumis untuk menjerat hati perempuan. Tak ayal, korban pun tergila-gila dan mengikuti apa saja kemauan pelaku. Bahkan korban bersedia melayani nafsu bejat pelaku sebanyak delapan kali.

"Aku memang pakai ilmu pelet, tapi kami berdua sudah pacaran. Saya renggut keperawanannya saat baru-baru pacaran. Hubungan itu murni karena sama-sama suka," kilah pelaku saat diperiksa di Mapolsek Tanjung Raja, OI, Kamis (13/3)

http://m.merdeka.com/peristiwa/ini-k...siswi-sma.html

ajian apa yg di pelajari pongasi jara goyang tangkurboyo semarmesem emoticon-Bingung (S)

[Ajian Pongasi]Ini kisah-kisah pelaku ilmu hitam renggut keperawanan

[Ajian Pongasi]Ini kisah-kisah pelaku ilmu hitam renggut keperawanan
tambahin muustrasinya cuy emoticon-Ngakak (S)
0m p0ng pakai mani gajah purba emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By eccindo
tambahin muustrasinya cuy emoticon-Ngakak (S)


emoticon-Ngakak (S) atutt di karungi
pongasi uda suka laki2 Gan sejak 2014 emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By GPO2A


emoticon-Ngakak (S) atutt di karungi


ane tambAHin ilusnya boleh 0m emoticon-Big Grin
Ilustrasinya setloooonngggggg emoticon-Matabelo
Berita nya jd ga kebaxa gan emoticon-Genit emoticon-Genit

Mulustrasi nya tmbh dunk emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
pongasi udah tobat woyy emoticon-Mad
Quote:Original Posted By ***bur
pongasi udah tobat woyy emoticon-Mad


Masa sih gan? Ada barbuk gak kalo doi tobat emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By des.12
Masa sih gan? Ada barbuk gak kalo doi tobat emoticon-Ngakak (S)


dia uda gabung sama maho2 disebelah Gan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By des.12


Masa sih gan? Ada barbuk gak kalo doi tobat emoticon-Ngakak (S)


Quote:Original Posted By Pongasi
sebagai bahan renungan untuk ummat yg sedang tersesat,.. emoticon-Smilie
Quote:Bahaya Bicara Agama Tanpa Ilmu

Memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُل مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani]

Dan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Alloh di dalam kitabNya, Al-Qur’anul Karim, dan disabdakan oleh RosulNya di dalam Sunnahnya. Oleh karena itulah termasuk kesalahan yang sangat berbahaya adalah berbicara masalah agama tanpa ilmu dari Alloh dan RosulNya.
Sebagai nasehat sesama umat Islam, di sini kami sampaikan di antara bahaya berbicara masalah agama tanpa ilmu:

1.Hal itu merupakan perkara tertinggi yang diharamkan oleh Allah.

Alloh Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنمَا حَرمَ رَبيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَق وَأَن تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)” (Al-A’raf:33)

Syeikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz rohimahulloh berkata: “Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk perkara terbesar yang diharamkan oleh Allah, bahkan hal itu disebutkan lebih tinggi daripada kedudukan syirik. Karena di dalam ayat tersebut Alloh mengurutkan perkara-perkara yang diharamkan mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi.
Dan berbicara tentang Alloh tanpa ilmu meliputi: berbicara (tanpa ilmu) tentang hukum-hukumNya, syari’atNya, dan agamaNya. Termasuk berbicara tentang nama-namaNya dan sifat-sifatNya, yang hal ini lebih besar daripada berbicara (tanpa ilmu) tentang syari’atNya, dan agamaNya.” [Catatan kaki kitab At-Tanbihat Al-Lathifah ‘Ala Ma Ihtawat ‘alaihi Al-‘aqidah Al-Wasithiyah, hal: 34, tahqiq Syeikh Ali bin Hasan, penerbitar Ibnil Qayyim]

2. Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk dusta atas (nama) Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِن الذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl (16): 116)

3.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan kesesatan dan menyesatkan orang lain.

Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:

إِن اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتخَذَ الناسُ رُءُوسًا جُهالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلوا وَأَضَلوا

Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. (HSR. Bukhari no:100, Muslim, dan lainnya)

Hadits ini menunjukkan bahwa “Barangsiapa tidak berilmu dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan tanpa ilmu, dan mengqias (membandingkan) dengan akalnya, sehingga mengharamkan apa yang Alloh halalkan dengan kebodohan, dan menghalalkan apa yang Allah haramkan dengan tanpa dia ketahui, maka inilah orang yang mengqias dengan akalnya, sehingga dia sesat dan menyesatkan. (Shahih Jami’il Ilmi Wa Fadhlihi, hal: 415, karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, diringkas oleh Syeikh Abul Asybal Az-Zuhairi)

4.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan sikap mengikuti hawa-nafsu.

Imam Ali bin Abil ‘Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata: “Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirman:

وَمَنْ أَضَل مِمنِ اتبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى منَ اللهِ

Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (Al-Qashshash:50)” (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393)

5.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan sikap mendahului Allah dan RasulNya.

Allah berfirman:

يَاأَيهَا الذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُقَدمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتقُوا اللهَ إِن اللهَ سَمِيعٌ عَلِيم

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Hujuraat: 1)

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rohimahulloh berkata: “Ayat ini memuat adab terhadap Alloh dan RosulNya, juga pengagungan, penghormatan, dan pemuliaan kepadanya. Alloh telah memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman, dengan konsekwensi keimanan terhadap Alloh dan RosulNya, yaitu: menjalankan perintah-perintah Alloh dan menjauhi larangan-laranganNya. Dan agar mereka selalu berjalan mengikuti perintah Alloh dan Sunnah RosulNya di dalam seluruh perkara mereka. Dan agar mereka tidak mendahului Alloh dan RosulNya, sehingga janganlah mereka berkata, sampai Alloh berkata, dan janganlah mereka memerintah, sampai Alloh memerintah”. (Taisir Karimir Rahman, surat Al-Hujurat:1)

6.Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu menanggung dosa-dosa orang-orang yang dia sesatkan.

Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah orang sesat dan mengajak kepada kesesatan, oleh karena itu dia menanggung dosa-dosa orang-orang yang telah dia sesatkan. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HSR. Muslim no:2674, dari Abu Hurairah)

7.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu akan dimintai tanggung-jawab.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِن السمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُل أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)
Setelah menyebutkan pendapat para Salaf tentang ayat ini, imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Kesimpulan penjelasan yang mereka sebutkan adalah: bahwa Alloh Ta’ala melarang berbicara tanpa ilmu, yaitu (berbicara) hanya dengan persangkaan yang merupakan perkiraan dan khayalan.” (Tafsir Al-Qur’anul Azhim, surat Al-Isra’:36)

8.Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan.

Syeikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami menyatakan: “Fashal: Tentang Haramnya berbicara tentang Allah tanpa ilmu, dan haramnya berfatwa tentang agama Allah dengan apa yang menyelisihi nash-nash”. Kemudian beliau membawakan sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya adalah firman Allah di bawah ini:

وَمَن لمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ اللهُ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. 5:44)

9.Berbicara agama tanpa ilmu menyelisihi jalan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rohimahulloh menyatakan di dalam aqidah Thahawiyahnya yang masyhur: “Dan kami berkata: “Wallahu A’lam (Allah Yang Mengetahui)”, terhadap perkara-perkara yang ilmunya samar bagi kami”. [Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393]

10.Berbicara agama tanpa ilmu merupakan perintah syaithan.

Allah berfirman:

إِنمَا يَأْمُرُكُم بِالسوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2:169)

Keterangan ini kami akhiri dengan nasehat: barangsiapa yang ingin bebicara masalah agama hendaklah dia belajar lebih dahulu. Kemudian hendaklah dia hanya berbicara berdasarkan ilmu. Wallohu a’lam bish showwab. Al-hamdulillah Rabbil ‘alamin.


emoticon-Kagets bikin trit lagi, apa lanjutan dari sebelah emoticon-Bingung (S)
gara" peredaran minyak darah, yang ini kisah" serupanya emoticon-linux2
berita gak pentingemoticon-Mad

mulustrasinya yg penting[Ajian Pongasi]Ini kisah-kisah pelaku ilmu hitam renggut keperawanan
menang banyak nih para pelakunya... dapet yg keset2 emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By ***bur




[/QUOTE]

eh buset tuh anak.... apa kagak lagi mabok die ya emoticon-Ngakak
bejat
penjahat kelamin
Quote:Original Posted By si.lanceng



eh buset tuh anak.... apa kagak lagi mabok die ya emoticon-Ngakak[/QUOTE]

Biasa Om...Taun Pemilu..mw jd anggota dewan..jd pencitraan...emoticon-Big Grin
Seruhh jg nih bacanya
emg ad kok ilmunya dan bner ijazah ilmunya tuh emg hrus kyak gittu. tpi gilaaa ajaa emoticon-Marah