alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53215b55fcca171322000126/hari-gini-klenik-dan-politik
[hari gini?] Klenik dan Politik
KOMPAS.com - SETIAP menjelang pemilihan kepala pemerintahan, bisnis klenik atau perdukunan dan ziarah kuburan keramat meningkat tajam.

Apa yang sebenarnya terjadi? Gejala ini jadi bahan tertawaan kaum terpelajar yang rasional. Zamannya sudah lama lewat untuk memercayai sejenis kesaktian-kesaktian semacam itu. Namun, kenyataannya banyak yang tak peduli. Mereka butuh dukun dan berkah kuburan untuk memperoleh kekuasaan sosial. Karena pasar permintaan tetap tinggi, maka penawaran dukun-dukun palsu juga semakin banyak.

Praktik klenik juga sudah lama tidak disukai oleh kaum pemeluk teguh agama-agama besar. Meski demikian, praktik ini tak kunjung lenyap. Tentu ada alasan lebih mendasar dari bangsa ini, sesuatu yang arketipe, yang membuat klenik tetap hidup dalam hubungannya dengan kekuasaan manusia.

Dalam kitab Negarakertagama dikisahkan bagaimana raja besar Majapahit, Hayam Wuruk, mengelilingi negaranya dengan tiap kali ziarah ke candi-candi nenek moyangnya (yang titisan dewa-dewa). Di sini kekuasaan raja besar itu dihubungkan dengan kekuatan transenden yang sedikit banyak mutlak. Kekuatan manusia yang terbatas perlu kekuatan lain yang tidak terbatas.

Kekuasaan adalah kekuatan untuk memerintah banyak orang yang jadi tanggung jawabnya. Kekuasaan semacam itu bukan berasal dari dirinya sendiri atau dari rakyat seperti dipahami manusia modern. Kekuasaan itu ada hubungannya dengan Yang Mahakuasa. Kekuasaan manusia itu bergantung pada kekuasaan lain yang berada di luar manusia. Lebih-lebih kekuasaan yang begitu besar yang akan menentukan hajat orang banyak.

Dengan demikian, dunia klenik itu memang berakar pada budaya primordial bangsa ini. Masalah-masalah berat yang dihadapinya memerlukan pertolongan alam transenden yang lebih mutlak. Itulah arketipe manusia religius kapan dan di mana pun.

Manusia religius senantiasa menempatkan dirinya dalam kesatuan daya-daya transenden yang baka. Manusia modern lebih memercayai daya-daya kekuatannya sendiri.

Ada mitos orang Baduy yang menegaskan perbedaan ini. Yang Mahakuasa menciptakan manusia pertama. Begitu tercipta, manusia ini berkata: aku pandai dan kuasa sekali sehingga dapat berwujud semacam ini! Segera manusia pertama ini dikutuk sehingga tubuh kasarnya menjadi bukit, dan tubuh halusnya ada dalam bumi. Ia dinamai Adam Kaisinan (bikin malu). Kemudian diciptakan manusia lain. Setelah tercipta ia berseru: sungguh sakti dan kuasa yang menjadikan aku ini, hingga dapat berbentuk seperti ini. Itulah manusia religius yang usianya sudah amat tua itu. Adam Kaisinan adalah manusia modern yang tidak religius.
Dekadensi religi

Dasar klenik adalah religius, hanya sudah ketinggalan zaman. Ada primordial di dalamnya, semacam dekadensi religi. Manusia modern yang religius akan berlutut di rumah-rumah ibadah, langsung berhubungan dengan Yang Mahakuasa. Daya-daya transenden mutlak itu masih dipercayai ada, dapat membantunya menjalankan kekuasaan.

Tetapi, ada juga manusia religius modern yang butuh mediasi untuk memperoleh bantuan daya-daya transenden ini. Ini juga sudah tua usianya di Indonesia. Dalam kitab Arjuna Wiwaha dikisahkan bagaimana Arjuna bertapa di tengah hutan untuk dapat mencapai kekuasaan politik atas keluarga Kurawa. Mengapa tidak latihan perang saja daripada bertapa? Mengapa harus dimulai dari alam spiritual? Politik dan spiritualitas berhubungan erat.

Mediasinya lewat guru-guru spiritual. Tetapi, guru-guru spiritual zaman kuno ini tidak minta imbalan jasa apa pun. Seorang guru spiritual itu jadi mediator ke alam transenden dengan sikap penuh kasih sayang, tulus, ikhlas, pasrah, dan senantiasa ingat bahwa Tuhan yang menentukan, bukan dirinya. Itulah sebabnya guru-guru spiritual itu tetap miskin hidupnya, tidak minat pada kehidupan duniawi.

Kini guru-guru spiritual yang melanjutkan tradisi tua itu disebut dukun atau paranormal. Justru di sini tampak dekadensinya, yakni mereka memasang tarif atau setidak-tidaknya menanti balas jasa spiritualnya. Karena pikiran zaman sekarang: segala hal dapat dibeli dengan uang.

Sebagai bangsa modern yang mendasarkan diri pada religiositas Ketuhanan Yang Maha Esa, tumpah tindih budaya religius ini sering mendatangkan masalah. Kemurnian religius primordial disalahgunakan dalam hedonisme dan materialisme modern.

Salah satu contoh ”paranormal” modern abad XX adalah RM Sosrokartono, abang RA Kartini. Ia semacam mediator spiritual. Setelah kenyang hidup sangat modern di Eropa sebagai intelektual, akhirnya ia pulang ke Indonesia sebagai ”dokter-dukun”, terkun. Ia membujang dan hidup miskin tak mau menerima bayaran apa pun atas jasa-jasa mediasi spiritualnya. Para pengagumnya adalah rakyat kampung yang juga miskin.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014...ik.dan.Politik

Baca pula :
Sejak 1955, Politik Indonesia Disebut Tak Lepas dari Dukun dan Klenik
http://m.detik.com/news/read/2014/03...ksberitadsfdsf

[hari gini?] Klenik dan Politik

[hari gini?] Klenik dan Politik
Manusia bodat itu yg percaya begituan..
Pertamax....
kan dia mau jadi wakil setan
bukan
jadi wakil rakyat
itulah indonesia, dimana kesuksesan dan kepercayaan rakyat dikira bisa "DIBELI" dengan ritual.

padahal sebenarnya solusi nya sederhana menurut saya,
benar2 bbekerja utk kepentingan umum dan masyarakat banyak, bukan cuma kerja pencitraan 5taun sekali. jijik,
udah ga pake logika... syirik
suram.
jauh dari terang.
Wong calegnya juga orang orang stressemoticon-Gila
Ngapain nyalonin kalo ke dukun?
padahal caleg2 yg mencalonkan diri pendidikannya S1 ke atas lho, ngga sedikit yg udah bergelar master dan doktor emoticon-Cape d... (S)
tobatlah tobat
wah percaya dengan klenik sekarang udah lumrah di Indonesia, lah orang mau Capres aja percaya klenik. saya ngeri bangsa ini di penuhi dengan orang2 syirk
salah satu kegiatan syirik dalam islam,,,,, dosanya besar bgt
Lha bukannya sumpah hakim MK kemarin ini pake sumpah pocong? emoticon-Ngakak
Mereka itu semua lebih takut sama klenik daripada Allah emoticon-Hammer2



Spoiler for mohon bantu gan/wati :shakehand:




yo moso wong jowo lali karo jawane,moso lali karo crito seh subakir,aji soko, semar,sunan kali jogo...........

manusia hidup kan ga sendiri ada sekitar 18.000 alam lain yang berbatasan dengan alam fana .............














































kalo ga salah emoticon-Big Grin
Itulah sebabnya negara kita susah maju.
Pemimpin dan pejabat saja masih percaya dukun untuk berhasil. Negara lain sudah ke luar
angkasa, sudah menciptakan ini itu. Kita malah
ke dukun.