alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531f9afba1cb17da788b464a/bangun-tiduribu-gendong-anaknyadi-masukin-torenmati
Bangun Tidur,Ibu Gendong Anaknya,Di Masukin Toren,Mati.
Ibu Bunuh Anaknya dengan Menenggelamkannya Dalam Toren Air
Bangun Tidur,Ibu Gendong Anaknya,Di Masukin Toren,Mati.


Quote:Bandung - Aisyah Fani (2,5) tewas di tangan ibunya sendiri DUF (38). Saat pagi buta, saat ia tidur nyenyak, ibunya tanpa belas kasihan memasukkannya ke dalam toren air. Dia dibenamkan dalam air selama satu jam.

Peristiwa itu terjadi di rumahnya yang merupakan tempat aman selama ini, di Kampung Cijengjing RT 5 RW 22 Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, pukul 03.00 WIB, Selasa (11/3/2014).

"Saat itu anaknya lagi tidur. Pelaku menggendong dan memasukannya ke toren air. Lalu ditutup. Anaknya dibenamkan selama satu jam," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Suparma.

Usai melakukan perbuatannya, sang ibu menyerahkan diri ke Polsek Padalarang. "Pelaku sedang kami minta keterangan," ujarnya yang mengaku hingga kini belum diketahui motif DUF tega membunuh anak kandungnya sendiri.

Sementara jenazah bocah malang ini berada di RS Hasan Sadikin Bandung

sumur
Anak 2.5 tahun dipaksa mandi apa gmn ini emoticon-Gila
++++
Anak kedua juga mau di kirim ke surga
Quote:Jakarta - Penyidik menduga kondisi kejiwaan Dedeh Uum Fatimah (38) labil. Dia tega membunuh anak bungsungya Aisyah Fany (2,5) dengan menenggelamkannya dalam toren air. Polisi menahan Dedeh di sel Polresta Cimahi dengan mempertimbangakan pelbagai alasan.

"Saya mempunyai kekhawatiran jika yang bersangkutan tidak ditahan akan membahayakan anak lainnya," kata Kasat Reskrim Polresta Cimahi AKP Suparma, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/3/2014).

Saat diinterograsi oleh penyidik, kata Suparma, Dedeh mengaku tidak menyesali perbuatan kejinya itu. "Dia malah menyesal tidak mengirim dua anaknya lagi ke surga," kata Suparna.

Selama proses pemeriksaan, kata Suparma, Dedeh menjawab dengan lancar setiap pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.

Dedeh saat ini mendekam di sel khusus wanita yang ada di Polres Cimahi. Polisi menetapkan Dedeh sebagai tersangka setelah mendapati dua alat bukti, yaitu keterangan saksi dan kursi serta material yang digunakan Dedeh saat membunuh anaknya dengan keji.

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah pelaku di Kampung Cijengjing RT 5 RW 22 Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, pukul 03.00 WIB.

Pada awalnya, Dedeh akan menenggelamkan anak keduanya Fahrul. Pada polisi ia mengaku sempat mengikat tangan Fahrul, namun anak Fahrul terbangun. Setelah itu, Dedeh memangku Aisyah yang tengah terlelap tidur. Ia naik ke lantai dua rumahnya, tempat toren air berada.

Aisyah langsung dimasukkan ke dalam toren dan ditutup rapat. Dedeh membiarkan anaknya berada di toren selama satu jam. Kemudian ia kembali ke bawah dan menggendong Fahrul. Dedeh lalu memasukkan Fahrul ke toren yang sama. Namun bocah kelas 4 SD ini berontak dan berhasil membuka penutup toren air.

sumur

emoticon-Gila emoticon-Gila
Quote:Sepanjang pemeriksaan, Dedeh terus menerus menciumi kresek kuning berisi baju Aisyah yang dipakainya terakhir kali, saat ia menenggelamkannya.
sumber

Faktor ekonomi.kejerat utang.lakinya sopir.keluar rumah pake beha doang -_-
Quote:BANDUNG BARAT– Suasana duka terasa di rumah almarhumah balita yang ditemukan tewas di toren air rumahnya diKampung Cijengjing, RT D RW 22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dini hari tadi. Bayi malang itu tewas akibat ulah ibu kandungnya berinisial DUF (38).

Arul (10) dan Rizal (15) tak henti-hentinya menangis setelah mengetahui adik bungsu mereka, Asiyah Fani (2,5) meninggal dunia. Kerabat dan tetangga pun berusaha menenangkan kakak beradik itu.

Peristiwa tragis itu terjadi dini hari tadi, saat kakak beradik tersebut tertidur. Ibu mereka tiba-tiba menggendong Fani dan memasukkannya ke dalam toren air. Arul juga ikut dimasukkan, meski sempat berontak.

Arus berhasil selamat setelah berteriak-teriak minta pertolongan. Warga datang dan menyelamatkannya dari toren air yang ditutup, sementara adiknya meninggal dunia.

Saat kejadian, suami pelaku yang merupakan ayah anak-anak tersebut, sedang berada di luar kota bekerja sebagai sopir.“Adik tidak pakai baju saat dimasukkan (ke dalam toren). Ibu marah-marah, kemudian pergi,”ujar Arul di rumah duka, Selasa (11/3/2014).

Sementara menurut kerabat, Aep, DUF memang menunjukkan gelegat aneh sejak tiga hari terakhir. Bahkan, perempuan itu pernah keluar rumah hanya dengan mengenakan pakaian dalam (bra). Beredar kabar, pelaku depresi akibat dililit utang.

“Kabarnya sih dia (pelaku) terlilit utang di salah satu leasing. Tapi tidak menyangka sampai tega membunuh seperti ini,”ujar Aep.

DUF sendiri sudah menyerahkan diri begitu mendengar anaknya meninggal akibat ulahnya. Dia kini diperiksa oleh penyidik dari Polsek Padalarang dan Polres Cimahi. Sementara jenazah Fani masih berada di RSU Hasan Sadikin Bandung.

Tangki airnya
Bangun Tidur,Ibu Gendong Anaknya,Di Masukin Toren,Mati.
Suami memaafkan loh emoticon-Big Grin
Quote:KOMPAS.com — Dedeh Uum Fatimah (38), bersama suaminya, Kasito, diberondong sejumlah pertanyaan oleh psikiater yang didatangkan khusus oleh Polda Jawa Barat saat menjalani pemeriksaan kejiwaan di Mapolres Cimahi, Rabu (12/3/2014) sore.
Dedeh Uum Fatimah adalah seorang ibu yang tega membunuh bayinya, Aisyah Vani (2), dengan cara menenggelamkannya di dalam tangki air. Dedeh melakukan perbuatan itu di rumahnya di RT 05 RW 22 Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (11/3/2014) subuh.
Kepala Polres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, pertanyaan yang diajukan oleh psikiater kepada Dedeh dan Kasito kebanyakan tentang perjalanan mereka dalam mengarungi hidup sebagai suami istri.
"Materi pertanyaan mulai dari menikah sampai punya anak, dari masa kecil sampai dewasa," kata AKBP Erwin di Mapolres Cimahi, Rabu sore.
Lebih lanjut, Erwin menambahkan, jalannya proses pemeriksaan kejiwaan dengan metode wawancara berjalan cukup lancar. Dari penilaiannya, Dedeh menjawab pertanyaan secara lugas seperti orang normal. "Wawancara lancar, dan komunikasi juga baik," ujar AKBP Erwin.
AKBP Erwin mengaku kagum melihat ketabahan dan kesabaran yang ditunjukkan oleh Kasito pada saat proses pemeriksaan. Menurutnya, Kasito sudah dengan lapang dada memaafkan perbuatan keji yang dilakukan oleh istrinya terhadap anak kandung mereka.
"Saya sangat salut dengan suaminya (Kasito). Dia sangat tabah dan sabar, dan cenderung lebih menghibur kepada tersangka. Tersangka meminta maaf kepada suaminya dan mereka saling memeluk," terangnya.
Meski pemeriksaan kejiwaan sudah selesai dilakukan, hasilnya tidak dapat disampaikan langsung. Menurut AKBP Erwin, tim psikiater dari Polda Jawa Barat terlebih dahulu melakukan kajian terhadap semua pernyataan Dedeh untuk menentukan apakah ada gangguan kejiwaan atau tidak.
"Yang bersangkutan (psikiater) yang bisa menyimpulkan apakah pelaku ini terganggu kejiwaannya," ucapnya.
sumur
Buset, sakit nih ibu !!
Quote:Original Posted By zelvareethaa
Buset, sakit nih ibu !!

iya buset gan emoticon-Turut Berduka
Pasti ada bisikan gaib nih emoticon-Matabelo
another psychopathemoticon-Cape d... (S)
toren air itu apa to ?

Lha suaminya kemana ?
Quote:Original Posted By intrnasionalist
another psychopathemoticon-Cape d... (S)

dia udah menyesal kok 0m emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By ahok.btp

dia udah menyesal kok 0m emoticon-Hammer2

tapi perbuatan itu dilakukan secara sadar kan?entah kenapa belakangan banyak yg berpikiran pendek emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By kanggelandaftar
toren air itu apa to ?

Lha suaminya kemana ?


Suaminya udah dibunuh duluan keles emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By kanggelandaftar
toren air itu apa to ?

Lha suaminya kemana ?

bak penampungan air yg di atas genting warna oranye om
hmmm.dunia makin aneh aneh aja jaman sekarang emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By intrnasionalist

tapi perbuatan itu dilakukan secara sadar kan?entah kenapa belakangan banyak yg berpikiran pendek emoticon-Hammer2


dia sadar kok dan nyesel gagal ngirim anaknya yg gede ke surga emoticon-Hammer (S)
Taudah blum ada updatenya lg motipnya paAN emoticon-linux2
Inalillahi....manusia sudah pada gila semua
terjepit kebutuhan hidup dlm kemiskinan ya ?

kasihan emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By BauJieGong
terjepit kebutuhan hidup dlm kemiskinan ya ?

kasihan emoticon-Berduka (S)

klasik emoticon-norose
Quote:Original Posted By inyokinyoki


Suaminya udah dibunuh duluan keles emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

sopir lg di luar kota
Gara2 utang anak jadi korban, masalah ekonomi selalu jadi biang keladi peristiwa sejenis

Jadi inget kejadian beberapa tahun lalu dibandung, ibu yang membunuh anaknya dengan cara di bekap bantal sampai mati, lagi2 masalah ekonomi....
Quote:Original Posted By ahok.btp

bak penampungan air yg di atas genting warna oranye om


itu bak kan lubangnya kecil dan tinggi ,masak anak 2,5 tahun bisa masuk

@tonyikintokin

Jangan2 kamu suaminya ?
mungkin pikiran ibu itu
"kalo anak gw ceburin sini mati kaga ya?"
*dicobain*
"ehh ko mati?"
*nyesel*
emoticon-Hammer2
bisanya seperti itu...?


Spoiler for Untuk Indonesia:


emoticon-Gila sedeng keknya ibunya itu emoticon-Gila