alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531ecfd35dcb177d7b0001b7/pulau-yang-dulu-dikira-tidak-maju-manufacturing-hope
Pulau yang Dulu Dikira Tidak Maju (MANUFACTURING HOPE)
Pulau yang Dulu Dikira Tidak Maju

Pulau yang Dulu Dikira Tidak Maju (MANUFACTURING HOPE)

Oh Sumatera. Rencana jalan tol sudah diperjuangkan lebih setahun lalu, hasilnya: masih harus berjuang untuk mendapatkan keputusan. Jaringan listrik lintas Sumatera yang dimulai tahun 2008, belum tahu entah selesai kapan. Dua pembangkit listrik besar yang dibangun, dua-duanya menjerit.

Pembangkit listrik paling ramah lingkungan Asahan III di Sumatera Utara belum bisa dimulai. Izin lokasinya kini sudah mau ulang tahun yang ke-3. Masih juga berbentuk izin lokasi. Belum bisa bergerak. Bahkan izin lokasi itu menimbulkan kesengsaraan: bupati yang mengeluarkannya menjadi terdakwa. Saya merasa bersalah. Terutama kepada Pak Bupati Toba Samosir. Sayalah yang mendesak Pak Bupati agar segera mengeluarkan izin lokasi. Agar PLTA 180 MW itu bisa segera dibangun. Agar kekurangan listrik di Sumut teratasi.

Dana pembangunan PLTA itu sudah lama tersedia. Sudah tujuh tahun yang lalu. Bantuan Jepang. Kita sungguh malu kepada Jepang. Diberi uang tidak bisa menggunakannya. Saya lihat lokasi proyek itu juga sudah siap. Hasil studi konsultan Jepang, Nippon Koy, menunjuk lokasi itulah yang tepat. Uang ada. Hasil studi ada. Pemenang tender sudah siap kerja. Penduduk setempat juga sudah bersedia diganti rugi. Uang sudah dibayarkan. Lokasi itu memang berbentuk desa, tegalan, dan persawahan.

Lalu terungkaplah bencana itu: menurut peta entah zaman apa, lokasi itu ternyata termasuk hutan! Bupati dianggap memberi izin lokasi PLTA di tanah hutan! Bupati pun jadi tersangka. Proyek langsung seperti kipas angin yang dicopot kabelnya: berhenti berputar.

Kenapa lokasi yang sudah berpuluh tahun menjadi pedesaan itu masih tercatat sebagai hutan, tidak ada yang tahu. Nasib Sumut!

Demikian juga pembangkit listrik raksasa di Pangkalan Susu 2×200 MW. Tiang listrik untuk mengalirkan daya itu ke Medan belum bisa didirikan semua. Ruwet. Mbulet. Sampai-sampai saya sering bertanya kepada diri sendiri: di Sumut ini siapa sih sebenarnya yang perlu listrik?

Oh Sumatera! Pulau yang amat kaya energi! Pulau yang kekurangan energi!

Lihatlah satu lagi yang ini: pemerintah sudah menetapkan proyek jaringan listrik 275 kv dari Palembang di Sumatera Selatan menuju Medan di Sumatera Utara. Maksudnya agar listrik dari lumbung energi di Sumsel bisa dikirim dengan cara murah ke Sumut. Uangnya sudah ada. Kontraktornya sudah ditentukan melalui tender internasional. Jaringan itu mulai dibangun tahun 2008.

Sampai sekarang baru sebagian kecil yang jadi. Sebagian besar masih terkatung-katung. Sekali lagi penyebabnya sama: status tanah hutan. Jaringan itu harus melintasi ribuan kilometer hutan. UU menyebutkan kegiatan seperti jaringan listrik tidak diizijnkan melintasi hutan. Meski jaringan itu cukup lewat di atas hutan tanpa menebang hutannya.

Jumat lalu saya kumpulkan direksi PLN dan direksi perusahaan-perusahaan kontraktor BUMN. Untuk membahas apakah BUMN kontraktor bisa membantu mempercepatnya. Kesimpulannya: tidak bisa. Persoalannya bukan di pekerjaan proyek, tapi di perizinan.

Saya tidak mau menyerah. Menunggu selesainya proyek jaringan 275 itu sungguh merugikan Sumatera. Maka saya kemukakan ide baru: membangun jalan tol listrik yang lebih besar. Yakni sistem 500 kv seperti di Jawa (dari Paiton di Jawa Timur ke Suralaya di Banten).

Dasar pemikiran saya: 1) sistem 275 kv itu tidak memiliki unsur kepastian kapan bisa jadi. 2) rute jaringan 275 kv itu juga terlalu panjang. Palembang-PagarAlam-Kilimanjaro-Payakumbuh-Sidempuan-Tarutung-Medan. 3) sistem itu sudah tidak cocok dengan kemajuan ekonomi Sumatera belakangan ini. Beban listrik di Sumatera sudah tidak akan mampu ditanggung oleh sistem 275 kv.

Maka forum itu menyetujui harus dibangun tol listrik dari Sumsel ke Sumut dengan sistem seperti di Jawa. Saya tidak bermaksud mengoreksi perencanaan lama yang sudah tidak relevan dengan kemajuan baru Sumatera. Sistem 275 kv itu direncanakan 15-20 tahun yang lalu. Para perencana di masa lalu tentu tidak menyangka kemajuan Sumatera sehebat ini.

Saya minta segera distudi jalan tol listrik 500 kv Sumatera ini. Tiga bulan harus sudah kelihatan hasilnya. Tidak perlu utang luar negeri. Tidak perlu juga APBN. Atasi dengan kemampuan sinergi BUMN. Jalurnya harus lebih pendek. Palembang-Medan lewat pantai timur. Lewat Jambi.

Saya juga bermaksud mengajak para bupati untuk menjadi pemegang saham. Agar perizinan di lokasi-lokasi tapak tower menjadi bagian para bupati. Proyek ini bisa menjadi konsursium antara BUMN dan Pemda. Seperti jalan tol atas laut di Bali. PLN yang tidak punya uang itu, cukup sebagai pengguna.

Begitu menantang keadaan ini!

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

SUMBER:
http://finance.detik.com/read/2014/0...ira-tidak-maju

TS: MANTAP PAK emoticon-Matabelo
goreng terus...
Quote:Original Posted By BarrySihotang
goreng terus...


gorengannya bergizi dan bermutu dari pada gorengan yang sebelah kurang bergizi emoticon-Ngakak
Kok jadi masalah jaringan ???? Bukannya defisit daya krn pemeliharaan tidak efisien seperti spare part pembangkit kw,sewa genset dan masalah suplai gas..yg di pangkalan susu kan uda release berita msh proses perbaikan??kok jd jaringan juga? Waduh pak CMIIW... Rakyat sumut msh melek koran dan informasi pak..
Quote:Original Posted By Ndoro_Bambung
Kok jadi masalah jaringan ???? Bukannya defisit daya krn pemeliharaan tidak efisien seperti spare part pembangkit kw,sewa genset dan masalah suplai gas..yg di pangkalan susu kan uda release berita msh proses perbaikan??kok jd jaringan juga? Waduh pak CMIIW... Rakyat sumut msh melek koran dan informasi pak..


baeknya di teliti ganemoticon-Kiss
Quote:Saya merasa bersalah. Terutama kepada Pak Bupati Toba Samosir. Sayalah yang mendesak Pak Bupati agar segera mengeluarkan izin lokasi.

kalo gw baca dari website lain, Bupati yang sebelumnya sudah keluar izin lokasi di tempat lain, lha terus entah kenapa Bupati yang baru kok mengganti izin lokasinya ke hutan lindung.

mbuh sing bener sopo ................................ emoticon-Ngacir
Bos orang medan gak?tuh uda ada vonis pejabat pln kitlur terkait pembangkit sicanang..
Quote:Original Posted By Ndoro_Bambung
Kok jadi masalah jaringan ???? Bukannya defisit daya krn pemeliharaan tidak efisien seperti spare part pembangkit kw,sewa genset dan masalah suplai gas..yg di pangkalan susu kan uda release berita msh proses perbaikan??kok jd jaringan juga? Waduh pak CMIIW... Rakyat sumut msh melek koran dan informasi pak..


Masalah yang beda tapi sama gan ...

Yang di Toba Samosir itu mau bikin pembangkit listrik, tapi izinnya mbulet.
Terus sambil nunggu izinnya kelar, mau juga dibuat jaringan dari Sumatera Selatan buat bantu suplai listrik ke Sumatera Utara.

Dan ... izinnya gak keluar juga emoticon-Hammer (S)

Quote:Original Posted By Ndoro_Bambung
Kok jadi masalah jaringan ???? Bukannya defisit daya krn pemeliharaan tidak efisien seperti spare part pembangkit kw,sewa genset dan masalah suplai gas..yg di pangkalan susu kan uda release berita msh proses perbaikan??kok jd jaringan juga? Waduh pak CMIIW... Rakyat sumut msh melek koran dan informasi pak..


Jaringan gan, pembukaan lahan buat jaringan, itu yg susah,,,, kalo potensi listrik sih besar khususny d bagian selatan, tidak seperti d tengah dan utara yg relatif terbatas hanya mengandalkan pltd dan plta,,kaena selatan kaya akan batu bara
makin banyak jaringan dari selatan k tengah makin bagus, transfer daya makin besar sehingga d bagian tengah dan utara bisa gk perlu defisit.
Sebenernya bukan taat ijin atau engga, lah wong listriknya jg buat rakyat. Intinya birokrasi nya perlu duit saweran supaya proyek lancar dan damai emoticon-Ngakak (S)
ayo donk dibangun...
Biar kami orang sumatera tidak merasa jadi anak tiri emoticon-Matabelo
siapa yang ngira gak maju?emoticon-Bingung
pak dahlan aja geleng2 kepala, Sumatera land of freeman (preman)
aparat dan keparat bekerjasama