alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531eb1e33fcb17930f8b471f/galian-pasir-ilegal-nekat-beroperasi
Galian Pasir Ilegal Nekat Beroperasi
Galian Pasir Ilegal Nekat Beroperasi

Satpol PP cuma Minta Izin Dilengkapi

RUMPIN – Galian pasir di Kampung Pasirnangka, RT 01/04, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, ini masih saja membandel melakukan aktivitas penggalian. Padahal, aktivitasnya pernah dihentikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dan pernah dipasangi garis polisi karena pernah terjadi peristiwa yang mengakibatkan jatuh korban. Bahkan, rombongan Satpol PP Kabupaten Bogor hanya melakukan pantauan saja di lapangan tanpa memberikan tindakan kepada pemilik galian. Pantauan Metropolitan, rombongan Satpol PP yang berjumlah satu pleton itu langsung mendatangi lokasi. Bahkan, korps penegak Perda itu pun meminta kepada pengusaha galian untuk mendatangi kantor Satpol PP untuk menyerahkan berkas perlengkapan izin yang dimiliki. “Kami hanya melakukan patroli dan pendataan saja. Kami meminta kepada pemilik galian untuk mengurus izin terlebih dahulu,” ujar Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor Hary.

Satpol PP pun tidak menyita perlengkapan tambang dan hanya meminta kepada pengusaha galian untuk mengurus izin. Terpisah, salah satu warga sekitar, Rohmat menuturkan, sejak ditutup pada 2013. Kini kegiatan galian Pasirnangka tersebut melakukan aktivitasnya pada malam hari dan berakhir pada pagi hari sekitar pukul 04:00 WIB. “Jika pagi sampai sore hari galian tidak ada aktivitas sama sekali, padahal jika melihat pada malam hari sekitar pukul 19:00 WIB Galian Pasirnangka beraktivitas seperti biasa,” terangnya.

Menurut Rohmat, kegiatan pada malam hari hanya untuk mengelabui aparat agar pengusaha leluasa beraktivitas. “Memang para pengusaha galian ilegal selalu mencari upaya agar usahanya masih tetap berjalan,” ujarnya

Sementara, Kepala Desa Cipinang Sukatma mengaku tidak mengetahui jika galian Pasirnangka beraktivitas pada malam hari. etahunya, galian tersebut sudah tutup sejak Satpol PP Kabupaten Bogor dan Polres Bogor menutup galian itu pada 2013. “Memang para pengusaha galian selalu mencari cara untuk bisa beraktivitas kembali kendati sudah ditutup pihak terkait,” papar Sukatma.

Ia juga mengaku akan mencoba mencari tahu yang sebenarnya. Jika memang benar, pihaknya akan melaporkan kepada pihak kecamatan untuk ditindaklanjuti ke Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia berharap, galian-galian ilegal di wilayahnya bisa menghentikan aktivitasnya.

Berbeda dengan sejumlah perusahaan yang memiliki legalitas, mereka akan bertanggung jawab pada kerusakan jalan, tapi berbeda dengan para pengusaha galian ilegal, mereka akan lepas tangan jika diminta berkontribusi untuk melakukan perbaikan jalan. “Saya pun tidak ingin meminta bantuan kepada para pengusaha galian ilegal, saya khawatir jika pihak desa meminta bantuan, nantinya dianggap adanya sebuah legalitas dari pemerintah desa,” pungkasnya. (yok/b/els/wan)

Harian Metropolitan
makin kesini makin banyak yahh tukang gali ilegal emoticon-Mad (S)
Quote:Original Posted By metropolitan99
Galian Pasir Ilegal Nekat Beroperasi

Satpol PP cuma Minta Izin Dilengkapi

RUMPIN – Galian pasir di Kampung Pasirnangka, RT 01/04, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, ini masih saja membandel melakukan aktivitas penggalian. Padahal, aktivitasnya pernah dihentikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dan pernah dipasangi garis polisi karena pernah terjadi peristiwa yang mengakibatkan jatuh korban. Bahkan, rombongan Satpol PP Kabupaten Bogor hanya melakukan pantauan saja di lapangan tanpa memberikan tindakan kepada pemilik galian. Pantauan Metropolitan, rombongan Satpol PP yang berjumlah satu pleton itu langsung mendatangi lokasi. Bahkan, korps penegak Perda itu pun meminta kepada pengusaha galian untuk mendatangi kantor Satpol PP untuk menyerahkan berkas perlengkapan izin yang dimiliki. “Kami hanya melakukan patroli dan pendataan saja. Kami meminta kepada pemilik galian untuk mengurus izin terlebih dahulu,” ujar Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor Hary.

Satpol PP pun tidak menyita perlengkapan tambang dan hanya meminta kepada pengusaha galian untuk mengurus izin. Terpisah, salah satu warga sekitar, Rohmat menuturkan, sejak ditutup pada 2013. Kini kegiatan galian Pasirnangka tersebut melakukan aktivitasnya pada malam hari dan berakhir pada pagi hari sekitar pukul 04:00 WIB. “Jika pagi sampai sore hari galian tidak ada aktivitas sama sekali, padahal jika melihat pada malam hari sekitar pukul 19:00 WIB Galian Pasirnangka beraktivitas seperti biasa,” terangnya.

Menurut Rohmat, kegiatan pada malam hari hanya untuk mengelabui aparat agar pengusaha leluasa beraktivitas. “Memang para pengusaha galian ilegal selalu mencari upaya agar usahanya masih tetap berjalan,” ujarnya

Sementara, Kepala Desa Cipinang Sukatma mengaku tidak mengetahui jika galian Pasirnangka beraktivitas pada malam hari. etahunya, galian tersebut sudah tutup sejak Satpol PP Kabupaten Bogor dan Polres Bogor menutup galian itu pada 2013. “Memang para pengusaha galian selalu mencari cara untuk bisa beraktivitas kembali kendati sudah ditutup pihak terkait,” papar Sukatma.

Ia juga mengaku akan mencoba mencari tahu yang sebenarnya. Jika memang benar, pihaknya akan melaporkan kepada pihak kecamatan untuk ditindaklanjuti ke Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia berharap, galian-galian ilegal di wilayahnya bisa menghentikan aktivitasnya.

Berbeda dengan sejumlah perusahaan yang memiliki legalitas, mereka akan bertanggung jawab pada kerusakan jalan, tapi berbeda dengan para pengusaha galian ilegal, mereka akan lepas tangan jika diminta berkontribusi untuk melakukan perbaikan jalan. “Saya pun tidak ingin meminta bantuan kepada para pengusaha galian ilegal, saya khawatir jika pihak desa meminta bantuan, nantinya dianggap adanya sebuah legalitas dari pemerintah desa,” pungkasnya. (yok/b/els/wan)

Harian Metropolitan




emang kampret si sukatma,, cuma mau ngeruk SDA nya doang
×