alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531eae08faca177433000150/prestasi-15-tahun-jokowi-pengamat--jakarta-bisa-jadi-lautan-sampah
[Prestasi 1,5 Tahun Jokowi] Pengamat : Jakarta Bisa Jadi Lautan Sampah
[Prestasi 1,5 Tahun Jokowi] Pengamat:Jakarta Bisa Jadi Lautan Sampah

http://www.tribunnews.com/metropolit...-lautan-sampah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permasalahan angkutan sampah di DKI Jakarta dinilai harus diselesaikan dengan cepat. Jika tidak, maka tidak mustahil Jakarta akan menjadi

lautan sampah.
Menurut pengamat dari Pusat Pengkajian Persampahan Indonesia (PPPI) Sodiq Suhardianto, jika tidak diantisipasi, masalah angkutan sampah ke TPA Bantargebang akan menjadi

masalah yang besar.
“Selain masalah kurangnya armada pengangkutan, di TPA terjadi kejenuhan titik buang yang menyebabkan antrian mencapai 10 jam lebih, ini harus jadi perhatian, Pemprov DKI

harusnya kembali ke masterplan pengelolaan persampahan,” ujarnya, Rabu (19/2/2014).

Menurut Sodiq, tata kelola sampah Jakarta bukan sekedar masalah pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan yang ramah lingkungan. Tetapi lebih menonjol aspek sosial dan

politik, ditambah lagi pola pikir pemangku kepentingan masih terbelenggu paradigma lama.
“Sebagai contoh kasus pengadaan 200 truk sampah, Gubernur menuduh pihak DPRD, DPRD mengaku sama sekali tidak melakukan penghapusan anggaran, lalu ada gerakan pengumpulan

koin untuk pembelian truk, ini kan terlalu banyak politisasi,” ujarnya.
Menurutnya, usulan pengadaan truk itu sendiri juga sudah salah, jenis truk terbuka sudah tidak layak untuk angkutan sampah. “Harusnya tidak pakai bak terbuka, tapi harus

Compactor atau bak tertutup dengan hidrolik,” jelasnya.
Sodiq menuturkan, armada truk sampah yang dimiliki Dinas Kebersihan sekitar 740 unit, namun selama ini yang beroperasi 400 unit.
Ia mengingatkan, bahwa Suku DInas Kebersihan Jakarta Barat pernah tersangkut urusan dengan Kejaksaan terkait pengadaan bahan bakar kendaraan dan lainnya senilai Rp 18

miliar.
Hal tersebut menunjukkan bukan hanya pihak swasta yang bersalah dalam masalah pengangkutan sampah. Dikatakannya, 67 persen pengangkutan sampah dilaksanakan oleh pihak

swasta dengan armada 300 unit.
”Jadi sebenarnya bukan masalah mafia sampah, tapi Dinas Kebersihan yang tidak bisa menjalankan tata kelola persampahan. Masterplan Persampahan harus menjadi acuan dalam

Tata kelola persampahan, Jakarta adalah satu-satunya kota yang memiliki Masterplan Persampahan di Indonesia mengacu pada UU Persampahan no.18 Th 2008,” tuturnya.

Menurut Sodiq, swasta harusnya menjadi mitra pemerintah, dan dikontrol serta di awasi. Saat ini, Dinas Kebersihan justru tidak berdaya dengan swasta. Ia mengatakan,

dalam masterplan sudah jelas tertulis bahwa Jakarta tidak akan lagi ketergantungan dengan Bantargebang sebagai tempat pembuangan akhir. Namun memperbanyak pengolahan

sampah di dalam kota yang ramah lingkungan, atau Intermediate Treatment Facilities (ITF).
“Pembangunan ITF adalah bagian dari masterplan persampahan di DKI 2012-2032. Saya berharap, statement Pak Jokowi di beberapa media, yang menyatakan akan menentukan

pemenang lelang ITF Sunter dalam bulan ini segera diwujudkan,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, dalam kontrak kerja sama TPST Bantargebang, volume sampah yang dikirim Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2013 seharusnya hanya 3.000 ton per hari.

Namun hingga kini, volume sampah yang dikirim ke Bekasi masih mencapai 5.700 ton per hari.
”Jika ITF sudah ada, Pemprov DKI bisa mengurangi volume sampah ke Bantargebang, belum lagi masalah air sampah menetes dari truk, lalu truk-truk sampah mondar mandir

bikin macet,” tuturnya.
Beroperasinya ITF Sunter akan menekan biaya transportasi sekitar Rp 200.000 per ton sampah dan biaya tiping fee sebesar Rp 114.000 ke Bantargebang. Artinya, tipping

fee Rp 314.000 hanya dialihkan ke ITF Sunter yang sekitar Rp 400.000 per ton.
Seperti diketahui, ITF akan menggunakan teknologi thermal untuk incenerator yang sudah terbukti di seluruh dunia. ITF Sunter direncanakan memiliki kapasitas pengelolaan

sampah 1.000 ton per hari.
ITF Sunter akan dibangun oleh swasta dengan konsep Build Operate Transfer (bangun, operasikan, serahkan). Pemprov DKI membayar biaya pengolahan kepada pengelola ITF

sebesar Rp 400.000 per ton. Setelah beroperasi selama 20 tahun ke depan, perusahan pemenang akan menyerahkan aset ITF ke Pemprov DKI Jakarta.
Fasilitas berteknologi tinggi ini akan dibangun di atas lokasi Stasiun Pengolahan Antara Sunter. Teknologi incinerator dipilih Pemprov DKI dengan pertimbangan hanya

menyisakan residu (abu) sekitar 10 persen dari total sampah yang diolah, selain itu Incinerator mampu menghasilkan listrik yang tinggi (14 MW per 1.000 ton sampah), dan

telah teruji di banyak kota-kota besar Eropa dan Asia.
Masterplan persampahan DKI 2012-2032 juga mengamanatkan ITF yang dibangun ada tiga, yakni ITF Sunter dengan kapasitas pengelolaan sampah 1.000 ton perhari, ITF Cakung

Cilincing, dengan kapasitas 1.500 ton perhari, serta ITF Marunda dengan kapasitas pengelolaan sampah sekitar 2.500 ton perhari. Jika ketiganya selesai pada tahun 2017,

sekitar 5.000 ton sampah perhari dapat di olah di dalam kota. (sab)

============

Terima Kasih Pak Jokowi untuk prestasi "Sampah" nya..............emoticon-Kiss

[Prestasi 1,5 Tahun Jokowi] Pengamat : Jakarta Bisa Jadi Lautan Sampah

[Prestasi 1,5 Tahun Jokowi] Pengamat : Jakarta Bisa Jadi Lautan Sampah

[Prestasi 1,5 Tahun Jokowi] Pengamat : Jakarta Bisa Jadi Lautan Sampah