alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531e9f97becb17fc568b4609/celoteh-untuk-pelanggar-kampanye
Celoteh Untuk Pelanggar Kampanye
Sebuah tindak komunikasi akan dipandang efektif jika pesan yang dikirimkan si pemberi pesan dapat sampai ke penerima pesan, dengan bias makna yang sesedikit mungkin dan mampu menimbulkan perubahan pengetahuan, pandangan, atau perilaku yang diharapkan terjadi dalam diri si penerima. Ini adalah kaidah mendasar yang berlaku di segala bidang komunikasi, baik antar-pribadi, publik, bisnis, maupun politik. Salah satu anjuran praktis untuk mencapai efektivitas itu adalah dengan memperhatikan keselarasan aspek: kandungan pesan (content), wahana (container), dan latar (context).
Undang-undang dan peraturan KPU telah secara jelas dan cukup tegas mengatur kapan, di mana, dan bagaimana teknis pemasangan iklan politikus dan partai politik. Namun, secara sadar, sengaja, dan terencana, tidak sedikit politikus yang telah melanggar aturan tersebut.
Pelanggaran aturan berkampanye mungkin dapat dipandang remeh oleh para pelanggar, yaitu partai, politikus, beserta tim sukses. Akan tetapi, masyarakat dapat membacanya sebagai indikasi dari penyakit moral yang serius, sekaligus indikasi dari kemungkinan penyimpangan yang lebih dahsyat lagi di kemudian hari.
Bayangkan kualitas perwakilan atau kepemimpinan macam apa yang bisa didapatkan dari seseorang yang lihai mengakali aturan. Bukankah kelicikan seperti itu dapat juga diterapkannya nanti saat menyusun legislasi yang menguntungkan diri dan kelompoknya sendiri? Akankah orang yang gemar merusak lingkungan dan merusak benda milik orang lain juga tidak akan mengeluarkan keputusan yang mengorbankan lingkungan kelak jika terpilih, misalnya dengan mendagangkan hak pengelolaan sumber daya alam, batas pantai, dan ruang terbuka hijau kepada pengusaha yang serakah? Tidakkah seseorang yang dengan entengnya merusak hak milik orang lain nantinya juga dapat menyelewengkan kekayaan negara dengan aneka dalih seperti: "Uang negara, kan, milik bersama-toh, saya mencurinya untuk kepentingan rakyat juga."
Di satu sisi, muatan verbal poster, spanduk, atau baliho senada: "Saya berambisi meraih kursi, saya yang terpantas, maka pilihlah saya." Celakanya, latar (yaitu waktu, tempat, dan cara pemasangan) yang menyalahi aturan dari media iklan itu dapat mengurangi bahkan membalikkan bunyi pesan menjadi: "Saya pelanggar aturan, saya tidak mendukung kelestarian lingkungan hidup, saya tidak menghargai hak kepemilikan masyarakat, dan karena itu jangan pilih saya."
Bukankah pelanggar aturan, perusak lingkungan, dan penyerobot kepemilikan individu ataupun publik merupakan profil yang sempurna dari seorang koruptor? Sudah cukup sering kita menyediakan panggung dan kursi terhormat untuk ditempati oleh para koruptor yang menjarah kekayaan negara dan keringat serta darah kita, dengan santun dan elegan.
kadang aspeknya sendiri aja pada ga paham. emoticon-Cool
Poster2 calegnya aja banyak yg ajaib gan....
selama tingkat kecerdasan bangsa masih seperti ini ya hal2 yg bodoh ya sudah sewajarnya muncul emoticon-Cape d...



Spoiler for mohon bantu gan/wati :shakehand:


×