alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531e979e1f0bc3f2718b4694/penipu-khilaf-ustadz-guntur-bumi-damai-dengan-pelapor-dan-siap-bayar-ganti-rugi
Sedih 
(Penipu Khilaf) Ustadz Guntur Bumi Damai dengan Pelapor dan Siap Bayar Ganti Rugi
11 Mar 2014 09:09:52 WIB
UGB telah berdamai pelapor bernama Hans Suta dan berjanji akan membayar ganti rugi pada eks pasien lain namun dengan bukti yang akurat.

(Penipu Khilaf) Ustadz Guntur Bumi Damai dengan Pelapor dan Siap Bayar Ganti Rugi
WowKeren.com - Ustadz Guntur Bumi kini telah berdamai dengan anggota keluarga mantan pasien yang pertama kali melaporkannya ke MUI, Hans Suta. Nantinya perdamaian itu akan dikukuhkan di hadapan MUI.

"Perdamaian nantinya dikukuhkan di Majelis Ulama Indonesia (MUI), setelah keluar pernyataan dari MUI lama bergerak padahal kami tingkat bawah sudah selesai atau islah," kata Hans di SCBD, Jakarta Selatan, Senin (10/3). "Bersyukur islah di level bawah. Bapak Hans ini saya anggap orangtua, support saya. Mohon maaf lahir batin. Semua yang kami lakukan perbuat. Mudah-mudahan lebih baik."

UGB juga mengaku siap melakukan ganti rugi jika memang ada mantan pasien yang mengajukan dengan bukti akurat. "Saya akan ganti rugi, cuma akan lebih diteliti, karena selama ini ada yang mengaku-aku. Ada yang cuma bayar Rp 500 ribu mengaku Rp 50 juta, dan bawa preman. Banyak yang ngaku dari saudara, ada juga kayak gitu," kata ustadz yang dulunya terkenal sebagai pemburu hantu tersebut.

Hans mengiyakan telah menerima ganti rugi dari UGB dan ia menghimbau para korban untuk melakukan hal yang sama. "Kita mesti tekankan ganti rugi, mulai dilakukan. Bisa ambil haknya, bisa diseleksi agar tak ada yang memanfaatkan situasi. Mulai Sabtu kemarin, jam 14:30 WIB," ujarnya.

Sebelumnya, Hans melaporkan praktek UGB yang dinilainya sesat dan terlalu komersil. Ia menuduh praktik pengobatan UGB mengandung unsur perdukunan karena mengalihkan penyakit ke sebuah benda. Hans juga protes ibu dan neneknya tak kunjung sembuh padahal sudah membayar mahal untuk pengobatan itu. UGB awalnya membantah tuduhan Hans dan balik menyalahkan jika ada pasien yang terlalu percaya dengan pengobatannya. (wk/ri)

ember


Kalau usaha pengobatannya memang benar, tentu dia tidak akan ganti rugi.
AKHIRNYA UGB NYADAR JUGA emoticon-Cool

Satu Lagi, Korban Ustadz Guntur Bumi Angkat Bicara

Sabtu, 08 Maret 2014 13:53
Oleh: Fahri Haidar

(Penipu Khilaf) Ustadz Guntur Bumi Damai dengan Pelapor dan Siap Bayar Ganti Rugi
Linda Ismirada bersama dua putrinya Linda Ismirada bersama dua putrinya Foto: dok pribadi

Jakarta, Sayangi.com - Pengaduan warga terkait dugaan praktik pengobatan dan penipuan Ustadz Guntur Bumi (UGB) belum berakhir. Kali ini, Linda Ismirada, seorang ibu warga Ciputat yang juga merasa kena tipu UGB, angkat bicara.

Linda menjelaskan dia datang ke padepokan UGB dari Novevember sampai Desember 2013 untuk mengobati anaknya Aquissa Thahara Halim. Menurutnya, anaknya sudah berobat ke tiga rumah sakit dan belum kunjung sembuh.

“Saya datang ke padepokan UGB bersama dengan ibu saya dan anak saya yang sakit karena mendengar dan melihat acara di TV,” kata Linda kepada sayangi.com di kantor Justice Law Office, Pancoran, Jakarta, Jumat (7/3).

Sesampainya di padepokan UGB, jelas Linda, dia membayar administrasi sebesar Rp 1 juta. Setelah itu Linda dan anaknya dirukiyah.

“Pertama saya disetrum, lalu dikeluarkan katanya tulang mayat yang sudah hancur dari kepala. Anak saya dikasih surbannya UGB, katanya untuk melindungi serangan-serangan yang akan datang,” jelasnya sambil mengingat-ingat kejadian itu.

Di ruang UGB, tambahnya, dari rambut dia dan anaknya dikeluarkan ulat yang menurut UGB merupakan serangan dari luar. Karena malam itu malam Jumat, jelas Linda, UGB bilang tidak bisa dihalau dan dipagari. Dan Aquissa bisa menyerang dirinya dan neneknya. Makanya, ungkap Linda lagi, rumah dan kamar-kamarnya harus dibersihkan.

“Syaratnya harus khatam Qur’an malam itu juga dan musti kasih makan anak yatim di padepokannya. Saya disuruh pilih yang ada di list, mau kasih kerbau, sapi, kambing dan lainnya. Saya bilang cuma punya uang dua juta, tapi neneknya Aquissa yang ikut ke sana waktu itu nyeletuk punya simpanan emas 20 gram,” tuturnyanya.

Mendengar itu, Linda menerangkan, UGB bilang emas itu bisa dijaminkan dulu. Nanti kalau sudah punya uang bisa diambil lagi. Kemudian, sambungnya, ditugaskanlah asisten wanita, asisten laki-laki dan seorang Ustadz berkopiah yang tidak diketahui namanya untuk datang ke rumahnya.

Sampai di rumah, kata Linda, Ustad berkopiah itu berkeliling rumah sambil menebar garam sambil menunggu UGB yang katanya akan datang. Namun setelah ditunggu, sambung Linda, yang datang bukan UGB, tetapi Ustadz yang berperawakan gemuk yang langsung masuk kamar tidurnya untuk mengusir setan.

“Proses penangkapan setan tersebut menggunakan botol. Namun proses itu hanya dilakukan oleh Ustadz itu dengan lampu dimatikan. Beberapa saat kemudian kami dipanggil untuk ikut mengusir setan yang katanya datang dari neraka. Saya disuruh menariknya dari langit-langit dan dimasukan ke botol. Saya rasakan mulut botol itu panas, saya ga tahu botol itu diapain sampe panas begitu,” ungkapnya.

Linda lalu disuruh sang ustadz untuk menyalakan lampu. Dirinya disuruh membuka bantal yang ada belatungnya. Besoknya, lanjut Linda, dirinya disuruh datang lagi membawa anaknya yang satu lagi untuk dilakukan tindakan rukiyah dan membayar lagi uang sebesar 500 ribu. Prosesnya, tambah Linda, sama seperti pertama dia membawa anaknya Aquissa yaitu disetrum di kening dan keluar tulang mayat.

“Saya tanya UGB siapa yang ngerjai anak saya, UGB bilang tidak perlu tahu, yang penting sudah dipagari, nanti juga sembuh. Masalahnya, setelah kami ke UGB, kami di rumah malah jadi ketakutan sendiri. Mau ke kamar kecil saja kami bertiga, karena ga berani sendiri,” imbuhnya.(GWH)

ember

Misnah: Anak Saya Hampir Cacat Paska Berobat ke Guntur Bumi

Senin, 10 Maret 2014 13:57
Oleh: Tri Harningsih


Jakarta, Sayangi.com - Pengaduan warga terkait dugaan praktik pengobatan dan penipuan Ustadz Guntur Bumi (UGB) belum berakhir. Setelah sebelumnya ada Hans, Dasril, dan Linda Ismirada, kali ini ada seorang ibu bernama Misnah yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga yang juga mengaku menjadi korban penipuan UGB.

Dalam pengaduannya ke Majelis Ulama Indonesia beberapa waktu lalu, Misnah mengungkapkan bahwa ia mengalami kerugian materi sebesar Rp 15 juta dan perhiasan emas seberat 10 gram. Tak hanya itu, Misnah mengaku anaknya juga hampir cacat karena metode pengobatan yang dilakukan anak buah UGB kala itu.

Dalam pengobatan di padepokan UGB tersebut, aku Misnah, ia diminta untuk berkurban yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.

"Ustad bilang Ibu penyembuhannya harus kurban. Akhirnya ditawarin kerbau 75 juta, 65 juta, 55 juta, paling murah 25 juta. Saya bilang saya nggak punya uang. Sampai akhirnya turun jadi 20 juta. Saya bilang saya juga nggak punya uang," ujar Misnah.

Namun kemudian Misnah mengorbankan perhiasan emas seberat 10 gram dan uang 15 juta rupiah setelah mendapat desakan dari pihak UGB.

"Ustad tanya saya punya emas nggak. Saya nggak bohong ada emas, ibu kasih 10 gram ke ustadz. Kalau uang ada di rekening 15 juta, itu disuruh transfer. Saya diantar sama asistennya ke rumah," tutur Misnah.

Misnah mengisahkan, kala itu anaknya menderita sakit mata yang tak kunjung sembuh. Ia pun memutuskan untuk pergi ke padepokan UGB untuk berobat. Dalam pengobatannya, menurut Misnah, asisten UGB yang kala itu bertugas telah meneteskan air jeruk nipis ke mata anaknya.

“Mata anak ibu dikucurin pakai jeruk nipis. Eh, itu besokannya malah biru bengkak," cerita Misnah di Kantor MUI, Jakarta Pusat.

Menurut Misnah, penetesan air jeruk nipis ke mata anaknya tersebut memang merupakan prosedur umum pengobatan di padepokan UGB untuk orang yang sakit mata.

"Asistennya yang ngucurin jeruk nipis. Habis dikucurin jeruk nipis, katanya memang semua pengobatan mata pakai itu," kisahnya lagi.

Paska bengkak yang terjadi pada mata anaknya lantaran tetesan air jeruk nipis tersebut, Misnah lalu melarikan anaknya ke rumah sakit untuk melakukan serangkaian operasi.

“Akhirnya ke Rumah Sakit Cipto aja, disuruh operasi. Sekarang baru tiga hari dari Rumah Sakit Cipto. Baru mau balik lagi besok," tandasnya.(GWH)

ember

Warga Mengadu ke MUI Karena Merasa Ditipu Ustadz Guntur Bumi

Sabtu, 15 Februari 2014 18:08
Oleh: Febri S


Jakarta, Sayangi.com - Karena merasa tertipu dan mendapatkan perlakuan pengobatan yang tidak wajar dari Ustad Guntur Bumi (UGB), Hj. Yanelly (74) mendatangi Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyampaikan apa yang dialami ketika dia dan ibunya Nurcayati (94) berobat ke ustad yang sering tampil di salah satu stasiun TV ini.

Atas penipuan ini Yarnelly mengalami kerugian 32 gram plus pembayaran 1 juta rupiah (uang pendaftaran Rp500.000 perorang).

Ketika berkunjung ke Sekretariat MUI, Hj Yarnelly didampingi sejumlah lawyer yang tergabung dalam Law Emporcement Watch (LEW) pimpinan Denny Ardiansyah Lubis SH MH dan diterima oleh Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) DR.H.Amirsyah Tambunan, pada Sabtu (14/2) siang di kantor MUI, Jakarta.

Di sekretariat MUI Yarnelly menjelaskan kronologis kejadiannya. Menurutnya pada Jumat (7/2) siang saat Hj.Yarnelly dan Nurcayati selaku orang tuanya yang ditemani oleh anaknya Suta, dan menantunya Mamik berobat ke Padepokan Silaturahmi Ustad Susilo Wibowo alias Ustad Guntur Bumi (UGB).

Tetapi setelah mendengar keterangan dari Staf UGB, dia merasakan keheranan, mengapa keluhan sakit di kaki yang telah dirasakan 2 tahun belakangan ini dianggap seakan terkena “kiriman” orang jahat berupa santet.

"Mengapa keluhan kaki yang menurut dokter karena “bergeser” hanya diolesi balsem Rhemason," kata Yarnelly.

Selain itu, yang lebih membuatnya heran adalah staf UGB mengeluarkan sejenis kawat-kawat halus dari atas kepalanya. Hal yang sama juga dialami oleh ibunya, Nurcayati dan pendamping mereka, Suta, selaku anak atau cucu mengeluarkan kawat-kawat kecil dan halus di atas kepalanya.

Pada saat giliran dipanggil, bukan lagi perasaan heran yang dialami Hj.Yarnelly, namun telah berganti takut, sebab UGB mengeluarkan belatung dari kepalanya, kepala Nurcayati, anaknya Suta, dan menantunya, Mamik juga keluar belatung.

Dilanjutkan Yarnelly, setelah mendengar penjelasan UGB selepas Magrib, dia semakin terseret dalam arus pikiran sang ustad yang menjelaskan kepada semua pasien dan pendamping dalam ruang praktik sang ustad, bahwa penyakit itu dapat dibagi 2 kategori, yaitu penyakit fisik dan non fisik. Jenis penyakit fisik dapat diobati oleh dokter dan tabib lainnya, namun penyakit non fisik berasal dari “kiriman” orang yang iri dan jahat pada seseorang alias santet atau teluh yang dilakukan seseorang untuk mencelakakan orang tidak disukai.

Mendengar penjelasan UGB bahwa satu dari keempat orang yang sedang menjalani pengobatan ini akan menjadi “korban” santet, maka ketakutan Yarnelly semakin menjadi. Lalu Yarnelly menanyakan solusinya kepada UGB.

UGB mengatakan akan memagari mereka. "Insya Allah, kami akan menjaga ibu dan bapak sekalian, yaitu akan kami “pagari”, namun dengan syarat mengqhatam-kan 30 juz Al-Quran sebelum bedug Subuh Sabtu terdengar," kata Yarnelis menirukan UGB.

Kalau tidak bisa, sambung UGB kepada Yarnelis, maka dibadalkan (diwakili) saja oleh para santri UGB di Ponpes Assidiqie, Desa Cijeruk, Bogor. Untuk semua itu, UGB meminta sejumlah uang senilai 25 juta (setelah tawar-menawar) sebagai biaya badal sekaligus memotong hewan kerbau Mina.

Lalu, Hj. Yarnelly mencopot 3 bentuk cincin emas yang dikenakannya dan dengan segera ditimbang UGB, hanya 7 gram totalnya. Karena tidak mencukupi dengan nominal yang diminta UGB, maka diputuskan agar pasien segera melunasi dengan cara mengirim staf-nya untuk mengambil kekurangannya di rumah pasien. Praktis, usai pengobatan pasien diikuti oleh 3 orang staf UGB ke rumah Hj.Yarnelly di Tangerang.

Seluruh emas yang ada di rumah pun dikumpulkan dan disetor (tanpa tanda terima) kepada staf utusan UGB. Sayangnya, hanya ada 25 gram emas. Total semua yang telah disetor Jumat itu hanya 32 gram plus pembayaran 1 juta rupiah uang pendaftaran (per orang Rp.500.000).

Setelah kejadian ini, sadarlah Yarnelis bahwa ia dan keluarganya telah tertipu dengan praktik pengobatan yang ganjil ini. Mengapa kesembuhan harus dibayar dengan melakukan sedekah? Dan mengapa sedekah itu terjadi setelah dirinya “diintimidasi” bahwa telah terkena santet dari orang iri dan jahat.

Sementara itu, Wakil Sekjen MUI Amirsyah yang didampingi staf MUI Bidang Pendidikan Arief, menjanjikan kepada pasien dan para lawyer pendamping yang juga dikawal oleh Forum Umat Islam Peduli Korban UGB, Nur Hidayat dkk.

Amirsyah menjelaskan, bahwa MUI memang tidak bersifat aktif, namun pasif sehingga menunggu dulu keluhan dari masyarakat sebelum melakukan tindakan. Oleh karena itu ia berjanji akan memasukkan pengaduan korban praktik UGB ke dalam materi Rapim, Selasa, 18 Pebruari mendatang di Kantor MUI. (VAL)

ember
mumpung ganti rugi minta aja 1m!
Hoiiiii dia orang bukan Ustadz ... jangan pake ustad ... dia orang dukun hoi emoticon-Ngakak
akhirnya insaf jua dah tuh orang
mengharukan,.. emoticon-Ngakak
masa damai doang nggak seru dong,.. kalo bisa ditambahi tidak boleh buka praktek penyembuhan lagi.
kenapa gs minta perlindunga dr Allah. setiap doa pasti di ijabah kecuali makan makanan haram, pakaiannya dr hasil haram.
Quote:Original Posted By pramudyoaula
akhirnya insaf jua dah tuh orang


kalo insyaf ya tutup dong aksi tipu2nya emoticon-Ngakak
ugb ustad gaya baru emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By woollover
Hoiiiii dia orang bukan Ustadz ... jangan pake ustad ... dia orang dukun hoi emoticon-Ngakak


Owee.

Betul lu olang kata hee.
Itu olang wukan uztad, itu olang wukun woo.
Quote:Original Posted By woollover
Hoiiiii dia orang bukan Ustadz ... jangan pake ustad ... dia orang dukun hoi emoticon-Ngakak


embeeer booooo
emoticon-Betty

ati2 tuh .... aslix dyukuuuuun
caboeeeel
emoticon-Betty
dukun koplak, ada2 aja bwt cari duit emoticon-Hammer (S)
UUD ujung-ujungnya duit emoticon-Najis (S)
bingung, saking pinternya ini orang nipu apa yang kena tipu yang rada nganu emoticon-Bingung (S)
Seharusnya DUKUN kaya gini tuh di penjara. udah banyak ngerugiin banyak orang kok. heran ane sama pemerintah... emoticon-Mad (S)
Yg jadi pasien nya juga sama goblok nya. Masih aja percaya sama pengobatan model begituan . Habis puluhan juta lagi.

Klo pikiran masyarakat nya masih pada purba kaya gini sih tar juga abis ini muncul lagi dukun2 berkedok ustadz yg selanjutnya.

emoticon-Matabelo
ga saketih lg dong
×