alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531e8cb1f8ca17e5728b46e8/terguncang-pdip-tak-terima-bang-emir-dituntut-45-tahun-kasus-pltu
Ngakak 
[Terguncang] PDIP Tak Terima Bang Emir Dituntut 4,5 Tahun Kasus PLTU
Ketua DPP Bidang Hukum PDIP Trimedya Pandjaitan tak terima dengan tuntutan 4,5 tahun oleh jaksa KPK terhadap koleganya Emir Moeis. Dia bahkan sempat kaget dengan tuntutan yang dinilai terlalu berlebihan itu.

"Kalau 4,5 tahun kita cukup kaget yah. Karena kalau dibandingkan kasus travel cek saja, ini terlalu tinggi," ujar Trimedya saat dihubungi, Senin (10/3).

Apalagi, kata dia, dalam persidangan tidak ada bukti yang cukup mengarah kepada Emir sebagai penerima suap dalam kasus PLTU Tarahan, Lampung itu.

"Seperti kata Bang Emir, kalaupun ada uang, itu karena dia memang ada kerja sama bisnis. Uang itu bagian dari bisnis mereka, bukan upaya menggolkan proyek itu," ujar Trimedya.

Dia pun meminta agar jaksa menghadirkan pihak PT Alstom yang disebut memberikan uang senilai USD 423.985 kepada Emir. Anggota Komisi III DPR ini pun menyerahkan kasus tersebut kepada kuasa hukum agar Emir mendapatkan keadilan.

"Kami serahkan kepada kuasa hukum untuk memperjuangkan hak-hak Bang Emir untuk mencari keadilan. Mungkin nanti bisa disampaikan lewat pledoinya, seperti apa fakta yang sebenarnya," tutur dia.

"Kita harap nanti kuasa hukum bisa menunjukkan benarkah ada aliran dana itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut Izedrik Emir Moeis dengan pidana penjara selama empat tahun enam bulan.
Emir dijerat dalam kasus dugaan suap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap 1.000 megawatt di Tarahan, Lampung, pada 2004.

Politikus PDIP itu dianggap menerima suap USD 423.985 berikut bunga dari Alstom Power Incorporated (Amerika Serikat) melalui Presiden Direktur Pacific Resources Inc, Pirooz Muhammad Sharafih. Uang itu untuk memenangkan konsorsium Alstom Inc, Marubeni Corporation (Jepang), dan PT Alstom Energy System (Indonesia) dalam pembangunan enam bagian PLTU Tarahan.

"Menuntut, supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Izedrik Emir Moeis selama empat tahun enam bulan dikurangi masa tahanan," kata Jaksa saat membacakan tuntutan Emir, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (10/3).

Jaksa juga menuntut Emir dengan pidana denda sebesar Rp 200 juta. Jika tidak dibayar, maka Emir harus menjalani pidana kurungan selama lima bulan.


merdeka !



dasar politisi sama partai muka tembok emoticon-Big Grin
padahal tersangka penyuap lain diluar negeri sudah pada dihukum berat, ini cuma kena 4,5 tahun langsung mewek
emoticon-Betty (S)

Ngakak 

PDI-P: Penahanan Emir Moeis Aneh, Disana Ada Keterlibatan dan Konspirasi FBI

Ketua DPP Bidang Hukum PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menganggap aneh penahanan Emir Moeis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, Emir ditahan setelah diperiksa KPK untuk pertama kalinya.

"Ini baru pemeriksaan pertama langsung ditahan. Rasanya ada yang agak aneh. Biasanya di pemeriksaan kedua atau ketiga," kata Trimedya saat dihubungi pada Kamis (11/7/2013).

Ketua Badan Kehormatan DPR ini menegaskan, penanganan kasus Emir seakan dipaksakan. Menurutnya, KPK menjerat Emir dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung, atas laporan dari FBI.

"Jadi, FBI ini memberi tahu KPK. Lalu, KPK yang memproses. KPK menggunakan hasil investigasi FBI untuk menangkap Emir. Ini urusan yang aneh," ujarnya.

Meski demikian, Trimedya menjamin pihaknya akan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Di samping itu, PDI Perjuangan sejak awal telah memberikan bantuan hukum kepada Emir dan segera menentukan sikap atas kasus yang menyandung kadernya ini.

KPK menahan Emir yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua Komisi XI DPR. Menurut informasi dari pengacaranya, Emir ditahan di Rutan Guntur, Jakarta Selatan.

KPK menetapkan Emir sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR 1999-2004 dan 2004-2009. Emir diduga menerima 300.000 dollar AS dari PT Alstom Indonesia yang merupakan perusahaan pemenang tender PLTU Tarahan.

KPK menjerat Emir dengan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 12 Huruf a atau b, Pasal 11, dan atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk petinggi PT Alstom Indonesia. KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi di luar negeri.
Emir yang ini ya ?

Emir Moeis ( PDI- P) Terima Gratifikasi Sex di Paris, . . MantaP bray . . . .

emoticon-Ngakak
makanya pesen ane 1 klo parpol kudu kuasain jga itu dunia pers jdi segala kriminalitas,kejelekan,KKN,perampokan yg dilakuin bsa ditutupin ato malah dipetieskan.minimal pnya kader yg kaya konglomerat jdi bsa mainin opini publik ato jga berita Korupsi kyk gini gk terblowup malah bsa beritain parpol saingan yg jelek2

tuh contoh parpol si pohon hantu,si moncong gendut, si bowo,dll yg dri jaman orba bareng mbah harto dah tau seluk beluk cara ngerampok duit rakyat
4.5 tahun?? sebentar amaaat..
Quote:Original Posted By anakculun
4.5 tahun?? sebentar amaaat..


iya, harusnya 10 tahun jadi dia mati dipenjara emoticon-Big Grin
mreka ga trima emir cm kena 4,5thn, mau nya hukum mati x..emoticon-Ngakak


emoticon-Ngacir
Harusnya dihukum digebukin sama rakyat kecil.... Karena mencuri uang rakyat.... GEBUKIN!!!
Maknyos gratifikasi seksnya emoticon-Genit




Quote:[Terguncang] PDIP Tak Terima Bang Emir Dituntut 4,5 Tahun Kasus PLTU
[Terguncang] PDIP Tak Terima Bang Emir Dituntut 4,5 Tahun Kasus PLTU

Quote:
RAMPOK PROTOKOL : Lempar Busuk, Sembunyi Tangan emoticon-Bata (S) emoticon-Bata (S)
[Terguncang] PDIP Tak Terima Bang Emir Dituntut 4,5 Tahun Kasus PLTU
sayang sama duit korupsinya
makanya pdip ngga terima emoticon-Ngacir