alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531dcca919cb17be278b4765/first-btn-now-bri-bank-mandiri-eye-pegadaians-assets
First BTN now BRI, Bank Mandiri eye Pegadaian’s assets
Quote:Quote:
Gambar & Ilustrasi: Kantor Pusat BTN & Emas Pegadaian

First BTN now BRI, Bank Mandiri eye Pegadaian’s assets

First BTN now BRI, Bank Mandiri eye Pegadaian’s assets



State-owned lenders Bank Rakyat Indonesia (BRI) and Bank Mandiri are continuing their mano-a-mano race in expanding their businesses through acquisitions.

While the two are currently competing to acquire another state lender, Bank Tabungan Negara (BTN), they also reportedly have their eyes fixed on state-owned pawn shop PT Pegadaian.

According to a source at BRI, Pegadaian will be an ideal complement to BRI’s primary business.

“Both BRI and Pegadaian have strong footholds in rural areas and target the same kind of customers — micro and small customers,” said the source, who was speaking on condition of anonymity because he was not authorized to discuss the matter.

Quote:
First BTN now BRI, Bank Mandiri eye Pegadaian’s assets


At the moment, Pegadaian runs more than 5,000 branches and outlets across the country.

Apart from providing pawn services, it also offers gold sales, financing or credit services and gem certification services.

Last year, Pegadaian reaped more than Rp 8 trillion (US$699 million) in revenue and Rp 1.92 trillion in net profit. Its assets amounted to around Rp 33 trillion as of December 2013.

Pegadaian’s assets are much higher than those recorded last year by any of BRI’s subsidiaries, namely BRISyariah, BRI Agroniaga and BRI Remittance Co. Ltd. Hong Kong.

By the end of 2013, BRISyariah had Rp 17.21 trillion worth of assets, while BRI Agroniaga and BRI Remittance had Rp 5.12 trillion and Rp 4.12 billion, respectively.

Quote:First BTN now BRI, Bank Mandiri eye Pegadaian’s assets

If BRI succeeds in taking over Pegadaian, its total assets will surge to Rp 659.18 trillion from the current Rp 626.18 trillion.

However, The Jakarta Post‘s source said that BRI — now the most profitable bank in Indonesia — would first focus on its bid to acquire BTN before moving onto Pegadaian.

The planned acquisition of BTN is part of the government’s road map to consolidate state financial institutions.

Both BRI and Mandiri have submitted their proposals to the State-Owned Enterprises Ministry.


The ministry’s deputy for business services, Gatot Trihargo, said that the government had anticipated the consolidation of Pegadaian and BRI.

“They would be ushered into it [the consolidation] because of the nature of their businesses,” he said recently.

He acknowledged that Mandiri had also expressed interest in taking over Pegadaian, but no decision had been made by the Ministry.

“We, including BRI and Mandiri, are going to arrange a meeting as soon as BRI completes its annual general shareholders meeting,” Gatot added.

BRI is scheduled to hold the meeting on March 26.

Meanwhile, a Mandiri source, who wished to remain anonymous due to his familiarity with the issue, said that the Pegadaian acquisition was not actually part of Mandiri’s “consolidation allocation” as laid out in the road map.

“The initial plan was to see BTN join Mandiri and Pegadaian join BRI,” the source said.

“However, BRI then became interested in acquiring BTN, too. We have no problem with that. It’s just that if BRI wants to acquire BTN, we want to take over Pegadaian,” he said, adding that Pegadaian’s profits seemed very promising.

As of now, Mandiri, the largest bank by assets in Indonesia, has six subsidiaries that operate in investment banking, sharia banking, insurance, micro business and multifinance.

Quote:First BTN now BRI, Bank Mandiri eye Pegadaian’s assets

Last year, the subsidiaries — excluding InHealth, which was acquired only recently — contributed to a combined Rp 2.04 trillion to Mandiri’s total net profits.

In a document obtained by the Post, Mandiri claims that integrating with Pegadaian will potentially complement and boost its micro business segment, which currently holds around 4.4 percent share in the domestic micro business.

As of now, BRI remains the country’s biggest player in the micro business segment with 21.7 percent market share.

The document also says that Mandiri is ready to provide the necessary funding to finance Pegadaian’s business growth.

Mandiri’s assets are projected to climb to Rp 766.1 trillion if it is able to acquire Pegadaian.

Contacted separately, Pegadaian president director Suwhono, who goes by one name only, said the company would welcome any party willing to help spur its business growth.

“We need around Rp 5 trillion to Rp 7 trillion to finance our business this year,” he said.

“We have already secured around Rp 3.5 trillion and Rp 4 trillion from previous loans commitment. We are going use those funds first and think of a strategy to generate the rest of the funds,” he added.

However, despite the shortfall in funds, Suwhono said that Pegadaian was optimistic it would be able to gain at least Rp 2.2 trillion in its bottom line by year-end, driven by higher gold prices and wider business coverage

http://www.thejakartapost.com/news/2...-s-assets.html


Sudah saatnya pemerintah lebih serius membenahi lembaga2 keuangan di Indonesia ..

1. Sebenarnya Merger Mandiri dan BNI, lebih berdampak karena bisa menjadikan bank hasil merger ini menjadi top 5 the largest bank di Asia Tenggara; selain efesiensi, Mandiri dan BNI adalah 2 bank yang memiliki base market yang hampir serupa.

2. Jangan biarkan bank2 asing, masuk terlalu jauh ke desa2 di Indonesia .. masih banyak potensi lembaga keuangan local yang bisa menggarap; terapkan azas resiprokal.

3. BTN mending dijadikan badan khusus seperti perubahan Bank Expor Impor Indonesia menjadi Lembaga Expor Impor Indonesia .. Bank Perumahan butuh dana jangka panjang yang sangat berbeda dengan sumber dana perbankan.

4. Sinergikan microbanking Indonesia seperti BRI, pegadaian, BRI Agroniaga, etc., untuk lebih serius menggarap daerah pedesaan, sector pertanian dan sektor2 lain yang masih kurang terhadap akses keuangan.

5. Harusnya perbankan di Indonesia lebih maju lagi dalam mobile banking, e-payment, etc.
terjemahan bebas, mbah google:

Quote:
Lembaga Keuangan milik negara Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) dan Bank Mandiri terus mereka ras mano -a - mano dalam memperluas bisnis mereka melalui akuisisi .

Sementara dua sedang bersaing untuk memperoleh pemberi pinjaman negara lain, Bank Tabungan Negara ( BTN ) , mereka juga dilaporkan memiliki mata mereka tertuju pada toko gadai milik negara PT Pegadaian .

Menurut sebuah sumber di BRI , Pegadaian akan menjadi pelengkap yang ideal untuk bisnis utama BRI .

" Kedua, BRI dan Pegadaian memiliki pijakan yang kuat di daerah pedesaan dan target yang sama pelanggan - pelanggan mikro dan kecil , " kata sumber itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk membahas masalah tersebut .

Saat ini , Pegadaian berjalan lebih dari 5.000 cabang dan outlet di seluruh negeri .

Selain memberikan layanan gadai , juga menawarkan penjualan emas , pembiayaan atau jasa kredit dan jasa sertifikasi permata .

Tahun lalu , Pegadaian menuai lebih dari Rp 8 triliun ( US $ 699 juta) dalam pendapatan dan Rp 1,92 triliun laba bersih . Asetnya sebesar sekitar Rp 33 triliun per Desember 2013 .

Aset Pegadaian adalah jauh lebih tinggi daripada yang tercatat tahun lalu oleh salah satu anak perusahaan BRI , yaitu BRISyariah , BRI Agroniaga dan BRI Remittance Co Ltd Hong Kong .

Pada akhir tahun 2013 , BRISyariah memiliki senilai Rp 17.21trilyiun aset , sementara BRI Agroniaga dan BRI Remittance masing-masing memiliki Rp 5,12 triliun dan Rp 4.12milyar.

Jika BRI berhasil mengambil alih Pegadaian , total aset akan meningkat menjadi Rp 659,18trilyun dari saat ini Rp 626,18trilyun .

Namun, sumber The Jakarta Post mengatakan bahwa BRI - sekarang bank yang paling menguntungkan di Indonesia - yang pertama akan fokus pada upaya untuk mengakuisisi BTN sebelum pindah ke Pegadaian .

Akuisisi ini direncanakan BTN adalah bagian dari peta jalan pemerintah untuk mengkonsolidasikan lembaga-lembaga keuangan negara .

Kedua BRI dan Mandiri telah mengajukan proposal kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara .

Deputi Kementerian untuk layanan bisnis , Gatot Trihargo , mengatakan pemerintah telah mengantisipasi konsolidasi Pegadaian dan BRI .

" Mereka akan diantar ke dalamnya [ konsolidasi ] karena sifat dari bisnis mereka , " katanya baru-baru ini .

Dia mengakui bahwa Mandiri juga telah menyatakan minatnya untuk mengambil alih Pegadaian , tetapi tidak ada keputusan telah dibuat oleh Departemen .

" Kami , termasuk BRI dan Mandiri , akan mengatur pertemuan secepat BRI melengkapi RUPS tahunan , " tambah Gatot .

BRI dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pada tanggal 26 Maret .

Sementara itu, sumber Mandiri , yang ingin tetap anonim karena keakraban dengan masalah ini , mengatakan bahwa akuisisi Pegadaian itu tidak benar-benar bagian dari " alokasi konsolidasi " Mandiri seperti tercantum dalam peta jalan .

" Rencana awal untuk melihat BTN bergabung Mandiri dan Pegadaian bergabung BRI , " kata sumber itu .

" Namun , BRI kemudian menjadi tertarik mengakuisisi BTN , juga. Kami tidak punya masalah dengan itu . Hanya saja jika BRI ingin mengakuisisi BTN , kami ingin mengambil alih Pegadaian , " katanya , menambahkan bahwa keuntungan Pegadaian tampak sangat menjanjikan .

Sampai sekarang , Mandiri , bank dengan aset terbesar di Indonesia , memiliki enam anak perusahaan yang beroperasi di bidang perbankan investasi , perbankan syariah , asuransi , usaha mikro dan pembiayaan .

Tahun lalu , anak perusahaan - termasuk InHealth , yang diakuisisi baru-baru ini - berkontribusi gabungan Rp 2,04 triliun terhadap total laba bersih Mandiri .

Dalam dokumen yang diperoleh Post, Mandiri mengklaim bahwa mengintegrasikan dengan Pegadaian berpotensi akan melengkapi dan meningkatkan segmen usaha mikro , yang saat ini memegang sekitar 4,4 persen saham dalam usaha mikro dalam negeri .

Sampai sekarang , BRI tetap pemain terbesar negara itu di segmen usaha mikro dengan pangsa pasar 21,7 persen .

Dokumen tersebut juga mengatakan bahwa Mandiri siap memberikan dana yang diperlukan untuk membiayai pertumbuhan bisnis Pegadaian itu .

Aset Mandiri diproyeksikan naik menjadi Rp 766,1trilyun jika mampu memperoleh Pegadaian .

Dihubungi terpisah , Presiden Direktur Pegadaian Suwhono , yang pergi dengan satu nama saja , mengatakan perusahaan akan menyambut setiap pihak bersedia untuk membantu memacu pertumbuhan bisnisnya .

" Kami membutuhkan sekitar Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun untuk membiayai bisnis kami tahun ini , " katanya .

" Kami telah mengamankan sekitar Rp 3,5 triliun dan Rp 4 triliun dari pinjaman sebelumnya komitmen . Kita akan menggunakan dana tersebut pertama dan memikirkan strategi untuk menghasilkan sisa dana , " tambahnya .

Namun, meskipun kekurangan dana , Suwhono mengatakan bahwa Pegadaian optimis akan mampu mendapatkan setidaknya Rp 2,2 triliun di bottom line -nya pada akhir tahun , didorong oleh harga emas yang lebih tinggi dan cakupan bisnis yang lebih luas
wah kl Pegadaian diambil alih sm BRI boleh juga,semakin kuat pondasinya. tp kl di merger jd apa y?
Jangan lupa naikkan gaji gw pak emoticon-Cendol (S)
Quote:Original Posted By bhiineekaa

Sudah saatnya pemerintah lebih serius membenahi lembaga2 keuangan di Indonesia ..

1. Sebenarnya Merger Mandiri dan BNI, lebih berdampak karena bisa menjadikan bank hasil merger ini menjadi top 5 the largest bank di Asia Tenggara; selain efesiensi, Mandiri dan BNI adalah 2 bank yang memiliki base market yang hampir serupa.

2. Jangan biarkan bank2 asing, masuk terlalu jauh ke desa2 di Indonesia .. masih banyak potensi lembaga keuangan local yang bisa menggarap; terapkan azas resiprokal.

3. BTN mending dijadikan badan khusus seperti perubahan Bank Expor Impor Indonesia menjadi Lembaga Expor Impor Indonesia .. Bank Perumahan butuh dana jangka panjang yang sangat berbeda dengan sumber dana perbankan.

4. Sinergikan microbanking Indonesia seperti BRI, pegadaian, BRI Agroniaga, etc., untuk lebih serius menggarap daerah pedesaan, sector pertanian dan sektor2 lain yang masih kurang terhadap akses keuangan.

5. Harusnya perbankan di Indonesia lebih maju lagi dalam mobile banking, e-payment, etc.

  1. BNI Mandiri emang tampak punya base market yg sama, tp dilapangan masing2x bank punya gaya & core bisnis yg dikit beda, salahsatunya bisa dicek pangsa pasar transaksional, kredit konsumtif & kredit produktifnya
  2. Ini setuju aja karena kita juga dipersulit buka cabang diluar sana hehe
  3. BTN bisa tetap fokus pada pembiayaan rumah (KPR) level menengah kebawah terutama FLPP karena core bisnis BTN disitu.
  4. Betul gan, sektor pertanian emang masih minim dijamah oleh bank tapi juga perlu dukungan pemerintah daerahnya juga.
  5. Setuju, minimal bisa terintegrasi secara realtime layanan antar Bank terutama dengan BCA emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gembelelits
wah kl Pegadaian diambil alih sm BRI boleh juga,semakin kuat pondasinya. tp kl di merger jd apa y?

kayaknya gak merger sih gan .. akuisisi .. kan gak mungkin bank merger dengan non bank .. emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By satpam.bank
Jangan lupa naikkan gaji gw pak emoticon-Cendol (S)


iye .. ntar tunggu aja bulan mei ... be ye may be not .. emoticon-Stick Out Tongue
pegadaian seperti wacana yg santer akan diakuisisi BRI atau Mandiri emoticon-Matabelo
perasaan yg d merger ato d akuisisi hanya perusahaan yang lagi sakit deh....

kalo pegadaian masih segar bugar gini ngapain d akuisisi?

berdiri sendiri juga udah gede... emoticon-Matabelo
×