alexa-tracking

HERBAL ALAMI YANG DIGUNAKAN UNTUK MELAWAN DIABETES (KENCING MANIS)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52fe0e923dcb17e1298b45c0/herbal-alami-yang-digunakan-untuk-melawan-diabetes-kencing-manis
HERBAL ALAMI YANG DIGUNAKAN UNTUK MELAWAN DIABETES (KENCING MANIS)
1. Jamblang (duwet)

Jamblang adalah buah yang masih satu jenis dalam suku jambu-jambuan. Pohon jamblang dengan tinggi 20-90 cm terkenal kukuh dan tidak pernah menggugurkan daunnya. Buah ini tergolonh buah yang berasal dari asia dan australis tropis.

Buah dengan nama latin syzygium cumini ini berbentuk lonjong hampir menyerupai telur dengan panjang 1 - 5 cm. Kulit buahnya berwarna gradasi cokelat , merah tua , hingga ungu kehitaman. Daging buahnya berwarna putih , kuning kelabu , hingga merah keunguan. Daging buah jamblang hampir tidak memiliki bau khas. Rasanya sepat masam hingga masam manis. Biasanya buah jamblang dikonsumsi dengan memakannya langsung.

Pohon jamblang dapat ditanam di pekarangan rumah sebagai peneduh atau sering juga ditanam di perkebunan , seperti perkebunan kopi , sebagai peneduh tanaman kopi , dan sebagai penahan angin. Bunga-bunga jamblang juga dapat dijadikan pangan lebah madu karena kadar madunya yang baik.

Buah jamblang banyak mengandung minyak atsiri. Tanaman ini juga mengandung fenol , alkaloid , berbagai macam asam organik , triterpenoid , zat warna resin yang mengandung asam elagat dan tannin.

Sejumlah penelitian dari ayurveic menjelaskan bahwa daging buah jamblang mampu menurunkan kadar gula pada darah dalam waktu 30 menit. Sedangkan biji jamblang mampu menurunkan kadar gula dalam waktu 24 jam. Efek inilah yang membuat buah jamblang sangat direkomendasikan pada penderita diabetes. Untuk hasil yang maksimum dari buah jamblang dalam pengobatan diabetes dibutuhkan pengonsumsian jamblang yang rutin.

Bagian buah jamblang yang digunakan untuk mengobati diabetes adalah daging buah dan bijinya. Cara pengkonsumsiannya pun dapat dengan langsung memakan buahnya dalam kondisi segar.

Selain sebagai obat diabetes , buah jamblang segar maupun kering dapat mengobati asma dan batuk kronis , batuk rejang , dan batuk akibat tbc. Buah jamblang yang setengah matang dan dicampur dengan sangraian beras mampu mengurangi diare pada anak. Buah jamblang yang telah disangrai tanpa biji juga mampu mengobati nyeri lambung karena maag. Di samping itu , rebusan kulit pohon jamblang dapat mengobati sariawan dan bibir pecah-pecah akibat panas dalam.

2. Mahkota dewa

Mahkota dewa adalah salah satu herbal asli indonesia yang berasal dari papua. Tanaman bernama latin phaleria macrocarpa ini kerap kali ditanam sebagai tanaman peneduh. Ukuran pohon mahkota dewa tidak terlalu besar dengan tinggi rata-rata 3 m. Buah yang berwarna merah menyala ini tumbuh dari batang utama pohon hingga rantingnya.

Mahkota dewa masih termasuk dalam keluarga thymelaece. Daun mahkota dewa berbentuk lonjong dan berujung lancip. Sejauh ini mahkota dewa hanya tumbuh dan dibudidayakan di papua pada ketinggian 10- 1200 m dpl.

Untuk memperpanjang waktu penyimpanan buah ini biasanya dilakukan pengawetan dengan cara pendinginan , pengalengan , dan pengeringan. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam buah , sehingga buah tidak mudah busuk. Kondisi pengeringan buah yang tepat akan menentukan mutu dan hasil pengeringan yang tinggi , serta menentukan seberapa lama buah ini dapat disimpan.

Buah mahkota dewa mengandung alkaloid , yang bersifat detoksifikasi , saponin , flavonoid , dan polifenol. Senyawa kimia di atas menjadikan buah merah sebagai buah yang kaya akan manfaat pengobatan.

Saponin dalam ekstrak buah ini nerupakan detergen yang mampu membersihkan tubuh. Salah satu fungsinya adalah sebagai desinfektan dan antibakteri. Selain itu , saponin juga memberikan efek menurunnya kadar gula dalam darah , sehingga mahkota dewa baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Untuk mengobati diabetes dengan mahkota dewa dapat dilakukan cara seperti berikut.

1. Siapkan 5-6 buah mahkota dewa.

2. Cuci bersih mahkota dewa dan iris tipis.

3. Rebus dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas.

4. Dinginkan dan saring.

5. Minum 1 gelas air rebusan 3 kali sehari 1 jam sebelum makan.

Tak hanya mengobati diabetes , mahkota dewa juga mampu menetralisir racun dalam tubuh , meningkatkan sistem kekebalan , bahan antibakterial dan antivirus , meningkatkan vitalitas , dan mengurangi penggumpalan darah. Flavonoid pada tanaman ini berfungsi untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah adanya penyumbatan pembuluh darah , mengurangi kadar kolesterol serta meluruhkan lemak pada dinding pembuluh darah , dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

Tanaman asli papua ini mengandung anti radang dan membantu mengurangi rasa sakit ketika terjadi pendarahan atau pembengkakan. Selain itu , mahkota dewa juga berfungsi sebagai antialergi.

3. Pare

Pare adalah buah yang memiliki nama latin momordica charantia dari suku cucurbitacea , termasuk jenis sayuran dataran rendah. Rasanya pahit-pahit sedap , sehingga banyak disukai masyarakat. Tanaman pare gampang tumbuh di mana saja pada daerah dengan ketinggian 1 - 1500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini merupakan tanaman semak semusim yang tumbuh merambat atau menjalar. Akarnya berupa akar tunggang berwarna putih kotor dengan batang yang berusuk lima dan berwarna hijau. Berbeda dengan batang mudanya yang berambut , dan akan hilang setelah tua. Daunnya bulat telur , berbulu , dan berlekuk. Tangkai daun ini berukuran panjang 7 - 12 cm dan berwarna hijau.

Bunganya berupa bunga tunggal yang berkelamin satu dengan kelopak berbentuk lonceng. Bunga ini berwarna putih , berduri tempel , halus , dan berambut. Bijinya keras dan pipih tidak beraturan , serta memiliki biji berwarna cokelat kekuningan. Biji inilah yang digunakan untuk membudidayakan tanaman pare. Tumbuhan ini tidak membutuhkan banyak sinar matahari , sehingga dapat tumbuh subur.

Buah pare ini telah dikonsumsi oleh bangsa cina sejak dahulu. Dimana pare ini bisa berfungsi untuk menyembuhkan demam , diare dan keracunan makanan. Cara membudidayakan tanaman pare dapat dimulai dengan menyiapkan lahan. Dimana jarak tanam antara 1 m x 1 m dengan sedikit tanah. Biji yang tidak tumbuh segera disulam agar tidak terlalu jauh pertumbuhannya. Pangkaslah 2 kali pada saat pare berumur 3 minggu agar tunas tumbuh melebar , kemudian lakukan pemangkasan selanjutnya pada umur 6 minggu. Berikan pupuk kandang dengan dosis 20 gram setiap tanaman. Bungkuslah buah pare sejak buah masih kecil untuk melindungi dari serangan serangga. Panen dilakukan setelah 2 bulan. Adapun buah pare yang dapat dikonsumsi adalah yang belum benar-benar tua , dengan bintil-bintil dan keriput pada buah masih agak rapat.

Walaupun buah pare memiliki rasa yang pahit , tetapi dapat membantu mengatasi diabetes. Seorang pakar nutrisi mengatakan bahwa reaksi kompleks yang dihasilkan dari senyawa-senyawa yang dikandung pare dapat bekerja sebagai antidiabetes. Pare juga memiliki sifat hipoglikemik yang kuat. Ketika buah ini diberikan pada penderita diabetes , hasilnya kadar glukosa darah mereka turun secara signifikan. Hal ini diperkirakan karena adanya senyawa sulfonylurea yang biasanya terdapat pada obat diabetes , serta kandungan sterol glikosidanya.

Berikut ini adalah beberapa kandungan yang terkandung di dalam buah pare.

. Energi = 29 kal

. Protein = 1,1 g

. Lemak = 0,3 g

. Karbohidrat = 6,6 g

. Serat = 1,5 g

. Kalsium = 45 mg

. Fosfor = 64 mg

. Besi = 1,4 mg

. Vitamin a = 180 iu

. Vitamin b1 = 0,08 mg

. Vitamin c = 52 mg

. Air = 91,2 g

Cara penyajian buah pare untuk penderita diabetes dapat dilakukan dengan 3 cara :

Cara pertama :

1. Ambil 2 buah pare , cuci dan lumatkan

2. Tambahkan setengah gelas air bersih.

3. Lalu aduk , peras dan minumlah satu kali selama satu hari.

Cara kedua :

1. Sediakan 200 gram biji pare.

2. Sangrai biji pare sampai kering.

3. Tumbuklah dengan halus , jika sudah dingin simpanlah di dalam toples.

4. Seduhlah 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari.

Cara ketiga :

1. Sediakan 200 g buah pare segar , kemudian blender.

2. Tambahkan air secukupnya.

3. Peras dengan sepotong kain sampai terkumpul 50 ml (1/4 gelas).

4. Perasan dihangatkan selama 15-30 menit dengan api kecil.

5. Setelah dingin minumlah dan lakukan setiap hari.

Manfaat buah pare untuk kesehatan sangat banyak , diantaranya dapat menambah nafsu makan karena adanya kandungan asam trichosanat. Buah ini juga diduga dapat membantu melawan hiv aids , batuk , radang tenggorokan , sakit mata merah , rematik , sariawan , bisul , malaria , sakit lever , sembelit , cacingan dan lain sebagainya

re

makasih gan infoya
sangat membantu keluarga ane lg sakit diabetes
ane rate aje belom iso
Quote:


Sama2 gan.
Semoga infonya membantu dan semoga keluarga agan sehat selalu.

KASKUS Ads
nais inpoh gan emoticon-Recommended Seller
×