alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Catatan Hati Seorang Broken Home
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52fb8e15fcca171f3200002e/catatan-hati-seorang-broken-home

Catatan Hati Seorang Broken Home

Numpang curhat gan, semoga cerita ane bisa jadi bahan renungan dan bermanfaat bagi yang lainnya

Malam ini entah kenapa aku ingin menuliskan sebuah catatan tentangku, tentang kehidupanku, tentang sejarah kelamku. Bukan karena apa, aku hanya ingin berbagi cerita dengan sobat di dunia maya, aku hanya ingin melepas beban yang ada di pundak ku. Semoga kisah tentang kehidupanku ini bisa menjadi pengalaman untuk kawan-kawan semua, agar tak memilih jalan hidup yang sudah aku lakukan dulu.

Aku dilahirkan di kota Surabaya pada tanggal 18-Agustus-1993. Ayahku seorang Madura asli, sedangkan ibuku orang Surabaya asli. Di akta kelahiranku ditulis bahwa aku lahir di kota Bangkalan, padahal sebenarnya aku lahir di kota surabaya, ini adalah ide dari ayahku, entah apa yang membuat dia berpikiran seperti itu, aku benar-benar tak tahu jalan pikirannya.

Sewaktu aku masih TK kecil, aku sudah bisa membaca lancar, hal itu karena Ibuku selalu membelikanku komik untuk aku baca setiap hari agar aku bisa lancar membaca. Orang tuaku bangga dengan perkembangan ku yang cepat. Aku lulus TK di usia hampir 6 tahun. Pada waktu itu usia segitu masih terlalu muda untuk masuk SD, begitulah tanggapan orang-orang mengenai diriku waktu itu.

Pada waktu kelas 1-3 SD aku termasuk murid yang berprestasi, aku selalu masuk dalam ranking 10 besar. Hingga pertengahan kelas 4 SD, malapetaka itu terjadi. Ayah dan Ibuku bercerai. Pada waktu itu aku sedang di pangkuan nenek ku, kulihat ayahku keluar kamar lalu disusul ibuku dengan mata sembab. "Ah, mungkin habis bertengkar begitu pikirku". Aku yang waktu itu masih belum tahu apa arti sebuah perceraian, tiba-tiba diberi pertanyaan oleh ibuku, "Rif, kamu mau ikut papa atau mama?". Aku yang masih polos menjawab, "Aku ingin ikut mama".

Pada waktu itu aku berpikir bahwa Ayahku mau bekerja di Madura, dan Ibuku menyuruh memilih untuk ikut Ibu dan bersekolah di Surabaya, atau Ayah dan aku melanjutkan sekolahku di Madura. Tentu saja aku memilih tetap tinggal bersama Ibuku, dan ku lihat ayah mengambil tas dan pakaiannya lalu keluar rumah. Esoknya pamanku memberitahuku bahwa Ayah dan Ibuku bercerai dan sepertinya pamanku menyalahkanku dulu. Waktu itu aku terdiam dan berpikir "Kenapa ayah dan ibuku bercerai? Apa karena aku bandel atau apa?" aku cuma termenung kenapa aku harus mengalami nasib seperti ini?

Aku waktu itu sebenarnya bingung antara senang dan sedih, dulu ayahku mendidik aku dengan sangat disiplin, waktu main ku dibatasi, malam suruh belajar, bahkan ketika teman ku mengajak ku bermain ayahku mengatakan bahwa aku sedang tidak ada di rumah, padahal aku dirumah. Karena waktu itu aku merasa sudah tak ada yang menghalangiku aku jadi bebas melakukan apa yang aku mau, aku bermain sepuas-puasnya, belajar? Aku waktu itu sama sekali tak ada keinginan untuk belajar.

Waktu aku naik ke kelas 5 SD, guruku selalu memarahi aku dan mencubiti tanganku luka, karena waktu itu aku bandel sekali, aku sering menjahili temanku dan mengejek orang tua temanku. jadinya aku sering bertengkar dengan temanku waktu itu, oleh guruku aku diberi bangku depan sendiri persis menghadap meja guru, tapi aku pada waktu itu sama sekali tak berkurang kebandelanku.

Pada kenaikan kelas 6 sebenarnya guruku sempat tak mau menaikkan ku, tapi karena beliau kasihan dengan ibuku akhirnya aku dinaikkan, mungkin karena kebandelanku dan nilai-nilai mata pelajaranku yang sangat jelek. Semenjak orang tuaku bercerai aku menjadi malas belajar dan bandel. pernah suatu hari aku mendengar bahwa biasanya anak yang ditinggal bercerai oleh orang tuanya akan berdampak pada kondisi psikologis anak tersebut, tapi pada waktu itu aku sama sekali tidak merasa hal itu berpengaruh pada kondisi psikologisku.

Hingga akhirnya aku lulus SD, kenakalanku sama sekali tak berkurang, bahkan ketika aku lulus SMP dan masuk SMA Negeri kenakalanku makin menjadi, aku terpengaruh pergaulan yang buruk. aku mulai sering begadang, foya-foya, minum-minuman keras, berkelahi, dan memakai NARKOBA. Pada waktu itu aku sering membolos bahkan sampai aku mengundurkan diri dari SMA negeri itu.

Tahun berikutnya aku mendaftar di sebuah SMA swasta, aku berniat mengubah hidupku, aku ingin menjadi anak pendiam, aku ingin patuh pada Ibuku. tapi tetap saja aku masih sering begadang, minum-minuman keras, memakai narkoba, dan membolos sekolah. sampai akhirnya aku keluar lagi dari sekolahku.

Akhirnya aku kembali mendaftar lagi ke di sekolah SMA Swasta, pada waktu itu aku kembali menjadi murid kelas 1, sedikit malu karena teman-teman ku yang lain sudah kelas 3 SMA dan aku masih kelas 1 SMA. Di SMA ku yang baru itu kenakalanku masih saja tak bisa hilang, walaupun aku sudah jarang membolos, pada pertengahan kelas 2 SMA tepatnya awal januari tahun 2011 aku OVER DOSIS NARKOBA dan harus opname di rumah sakit selama 3 hari. Pada waktu itu aku membohongi ibuku dengan alasan "Aku gak bisa tidur, terus aku minum obat tidur selama hampir 2 minggu berturut-turut sehingga aku masuk rumah sakit"

akhirnya dengan alasan tersebut ibuku percaya. Setelah aku keluar dari rumah sakit aku sempat berhenti memakai narkoba selama hampir 1 bulan, tapi setelahnya aku kembali memakai narkoba. bahkan setiap hari sewaktu pulang sekolah aku selalu pulang dalam kondisi tidak sadar entah karena narkoba atau minuman keras.

Pada akhirnya setelah aku lulus SMA, aku akhirnya sadar, aku ahirnya menemukan cahaya, dan secara perlahan-lahan aku mengurangi mabuk-mabukan dan makai narkoba hingga akhirnya aku berhenti total. Perjalananku untuk berhenti total sangatlah susah, aku bahkan menggigiti dan menggores tanganku dengan pisau waktu aku sakaw.

Alasan kenapa waktu itu aku berhenti dari hal-hal negarif itu karena aku berpikir "Sampai kapan aku bakalan terus seperti ini? Keluargaku sudah hancur dan apakah aku harus hancur juga? Aku masih punya masa depan! aku harus berubah begitulah pikirku waktu itu!

Akhirnya pada pertengahan tahun 2013 aku mendaftar di sebuah universitas swasta di surabaya dan aku mengambil jurusan PSIKOLOGI, alasan aku mengambil jurusan psikologi adalah aku ingin merubah sifatku, dan aku ingin menyelamatkan teman-temanku yang masih memakai narkoba dan aku juga ingin menyelamatkan para broken home lain seperti aku.

Pada waktu itu aku sadar bahwa aku harus jujur kepada ibuku. Aku akhirnya jujur pada ibuku bahwa aku memakai narkoba dan minum-minuman keras, dan ajaibnya ibuku memaafkanku dan malah mendukung cita-citaku untuk menyelamatkan teman-teman dan para broken home lain agar tak seperti aku.

Saat itu aku sangat bersyukur pada Allah, karena Dia masih mempedulikanku, masih mempedulikan hamba-Nya yang berlumur dosa ini. Sejak saat itu sampai sekarang aku sudah hampir 7 bulan tidak memakai Narkoba lagi.

Sekarang aku ingin membuktikan pada semua orang bahwa BROKEN HOME itu tak selamanya buruk, bahwa broken home itu juga bisa sukses.

Aku berharap pada teman-teman yang membaca kisahku agar tak seperti aku dulu, aku juga berharap para broken home jangan sedih hanya karena situasi keluarga yang tidak nyaman, mari kita berubah, mari kita buktikan pada orang yang menganggap broken home itu selalu identik dengan kejelekan, mari kita buktikan kita bisa berubah dan sukses, kita tak boleh kalah dengan orang lain yang memiliki keluarga lengkap dan harmonis

KITA BISA emoticon-Big Grin

Surabaya 12 Februari 2014

Arief Budiman
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 2
Quote:


ane jg amk brokenhome ganemoticon-Ngakak
Duh ini ceritanya keren deh
jadi pengen kepoin agan nih -,-
hahaha
btw jngan ambil jlan yg slah kyak ane dulu ea gan
ane broken home tpi kagak pernah dapet rangking dikelasemoticon-Mademoticon-Hammer (S)
ane tau gan apa yang agan rasain.. walaupun ane bukan anak broken home tapi ane punya banyak sekali anak broken home. mereka yang menyadarkan ane. dulu ane pernah melakukan hal hal yang negatif tapi gak sampai ke narkoba.. sekarang ane sadar, ane masih punya impian untuk membangun masa depan yang indah.. ane sekarang juga belajar psikologi walaupun ane sekrang bukan kuliah di jurusan psikologi.. emoticon-Ngakak kita bisa beruemoticon-Ngakakah kalau kita punya keinginan yang kuatt..
ane punya banyak temen broken home gan dan alhamdulillah kebanyakan dari mereka baik-baik saja.. ada yang sempat salah jalan. tapi berkat dukungan semua temennya dia berubah jadi lebih baik.. dan untuk masalah salah jalan, bukan anak broken home ajah gan.. anak baik2 juga bisa kok.. jadi sekarang tergantung masing-masing individu dan lingkungannya gan emoticon-Angel

selamat ya gan..
Ane lebih senang baca dan komentar di thread" seperti ini drpd tentang cintrong"an..

Keluarga ane sendiri juga sudah retak dari semenjak kecil, efek psikologisnya membekas sampai sekarang di usia yang hampir 2.5 dekade.. Salah satunya adalah anxiety akut kalau berada di suasana" tertentu..

Terkadang stereotype dari orang sekitar dan susahnya mencari dokter di sini bisa dibilang membuat nih penyakit ga sembuh".. haha ane dukung kalau memang tujuan ente ke sana mas gan.

SEMANGAT GAN~! emoticon-Kiss (S)
ibarat maen game, agan salah satu yang terpilih buat main di hard mode nih... harusnya agan bangga soalnya dapet kepercayaan dari Allah buat namatin hidup sampek dapet best ending di mode yang gak semua orang bakalan sanggup ngejalaninnya... tapi Allah mengamanatkan mode ini untukmu gan... agan pasti bisa~ emoticon-I Love Kaskus (S)
bersyukurlah..
dengan keluarga ente yang seperti itu, ente skrg bisa tau hidup itu seperti apa..
dan ente bisa bangkit dari keterpurukan yang ente buat sendiri.. salut! emoticon-Smilie


Quote:


Anxiety itu sebisa mungkin telusuri situasi yang bisa memicu. Usahakan untuk tenang, hindari situasi yang bisa memicu. Kalaupun sedang stress dan berhadapan situasi yang memicu, ambil nafas panjang, tenangkan diri, dan jangan terlalu banyak sendirian/melamun. Dengan banyak ibadah, banyak-banyak bersyukur dan tersenyum, mudah-mudahan ente bisa segera sembuh. Aminnnn.
Biasanya kalo judulnya catatan2 ni biasanya panjang. Eh beneran panjang emoticon-Takut
Quote:

sama kayak ane gan
yang sabar ya gan
Quote:


wah jangan kayak ane dulu gan sampe make narkoba
oke gan entar ente bisa sharing tentang dunia psikologi ke ane gan
Quote:


benar sekali tergantung individu dan lingkungan mereka
mungkin ane salah satu dari mereka yang ngambil jalan yang salah dulu tapi syukurlah ane bisa lurus lagi
makasih ya gan
siapa yg paling menderita dlm situasi broken home????? ANAK!! emoticon-Sorry emoticon-Sorry emoticon-Sorry
Quote:


ane juga kena anxiety disorder waktu ane masih labil dulu gan mungkin karena efek samping ane dulu yang make narkoba, sekarang syukurlah anxiety ane ga separah dulu coba ente dengerin instrument lagu-lagu yang mellow gan

kalo itu cita-cita ane gan, ane malah pengen buat perkumpulan untuk jadi wadah bagi abh dan para single parent kelak
karena menurut pengamatan ane banyak psikolog yang bergerak hanya demi uang saja, ane pengen jadi psikolog yang bergerak karena panggilan
doain ane ya gan emoticon-shakehand
Quote:


wah bener juga kata ente gan hard mode sedangkan para single parent chaos mode
amin
thanks ya gan atas doanya
Quote:


ya gan, ane bisa bangkit juga karena dorongan teman-teman ane juga emoticon-Big Grin
Quote:


wah saran yang bagus gan emoticon-Big Grin
berguna juga buat ane yang kena anxiety thanks gan emoticon-shakehand
ane juga anak broken home gan emoticon-Big Grin emank kasus nya kita beda, tpi klo anak psikologi pasti tau broken home itu g cuma anak krban perceraian orang tua emoticon-Berduka (S) ane survive dengan keyakinan bahwa ane bisa merubah hidup ane sendiri kelak emoticon-Big Grin dan karena ane pnya temen2 yg ngajarin ane arti sebenarnya kehidupan emoticon-Smilie walopun keluarga hancur seperti itu, paling engga kita masih pnya orang lain yang peduli pada kita emoticon-Malu (S) ane dulu jg smpe jadi perkok berat, peminum, pake narkoba juga, tpi semua itu ud ane tinggalin emoticon-Cool meskipun rumah ud "rusak" dalemnya, tapi sekarang kekuatan ane bertambah dengan ane pnya seseorang yg dukung ane emoticon-Kiss ane pnya cowok yg dukung perubahan ane mjdi lebh baik lagi, biar ane g bandel lagi, bahkan untuk ngerokok aja sekarang ane mikir2 emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di