alexa-tracking

Bersepda ala agan ini jauh lebih keren daripada naik motor keluaran terbaru.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52e0dd1f5ccb17c711000030/bersepda-ala-agan-ini-jauh-lebih-keren-daripada-naik-motor-keluaran-terbaru
Bersepda ala agan ini jauh lebih keren daripada naik motor keluaran terbaru.
Desi siswa kelas 1 SMK N 2 yk, setiap hari bersepeda kronjot dari Sleman ke sekolahnya di Jetis kodya sambil berjualan slondok. Desi telah melakukan kegiatan ini sedari SD kelas 3. Dia memilih melakukannya bukan semata-mata untuk mencukupi hidup, namun juga untuk belajar mandiri. Desi merasa bangga tak tak sedikitpun malu, sayapun berpikir demikian, dimataku dia lebih keren daripada pelajar-pelajar yang menunggangi Satria F U. komentar salah satu facebooker temen Desi

Bersepda ala agan ini jauh lebih keren daripada naik motor keluaran terbaru.Bersepda ala agan ini jauh lebih keren daripada naik motor keluaran terbaru.Bersepda ala agan ini jauh lebih keren daripada naik motor keluaran terbaru.Bersepda ala agan ini jauh lebih keren daripada naik motor keluaran terbaru.

Demi Biaya Sekolah, Desi Berjualan Slondok hingga Jadi Kuli Bangunan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Desi Priharyana (17), siswa kelas 1 SMKN 2 Jetis, terbilang pekerja keras. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, dia ikut bekerja demi membantu biaya sekolah dan kehidupan keluarga. Desi melakukan pekerjaan apa saja yang penting halal, mulai berjualan slondok hingga menjadi buruh bangunan.

Rabu (22/1/2014) pagi, warga Dusun Taino, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sleman, ini berangkat sekolah dengan mengayuh sepeda dengan krombong hijau di jok belakang. Krombong itu berisi bungkusan-bungkusan slondok. Derasnya air hujan pagi itu tidak pernah menyurutkan niat pelajar kelas 1 SMKN 2 Jetis jurusan Teknik Konstruksi Batu dan Beton ini untuk terus mengayuh sepedanya sejauh 12 kilometer menuju sekolahnya di SMKN 2 Jetis, Kota Yogyakarta.

Desi harus berjualan slondok di sepanjang jalan yang dilewatinya ketika berangkat dan pulang sekolah. Tak pernah sekalipun mulutnya mengucapkan kata mengeluh atau malu demi memenuhi biaya sekolah dan kebutuhan hidup keluarganya.

"Kenapa harus malu, toh apa yang saya lakukan ini tidak melanggar hukum," terang Desi saat ditemui di sekolahnya, SMKN 2 Jetis, Kota Yogyakarta, Rabu (22/1/2014) siang.

Desi mengaku sudah berjualan slondok sejak di bangku kelas 3 SMP. Sebelumnya, ia pernah beternak bebek, berjualan telor, tahu, dan tempe. Bahkan, dia juga pernah menjadi buruh bangunan.

"Asal halal dan tidak merugikan orang lain, pekerjaan apa pun saya lakukan untuk bertahan hidup dan biayai sekolah," ucapnya.

Desi tidak bisa bertahan lama menjadi peternak bebek dan buruh bangunan karena terbentur dengan jadwal sekolah. Akhirnya, dia memutuskan untuk menekuni bisnis makanan slondok. Selain modalnya kecil, dia juga memiliki saudara yang siap memasok slondok.

"Modalnya dari ternak bebek. Awal beli slondok dengan uang 50.000. Sekarang modal saya sudah lumayan, ya sekitar 1 jutaan," katanya.

Setiap hari Desi bisa membawa sekitar 25 bungkus slondok di dalam krombong-nya. Per hari rata-rata Desi mampu menjual 10-25 bungkus slondok. Untuk satu bungkus slondok dijual Rp 7.000.

"Pembelinya ya orang-orang yang ada di pinggir jalan. Selain itu, guru-guru serta teman-teman sekolah. Satu bulan keuntungan bersih dari jualan slondok bisa sekitar Rp 200.000," kata Desi.

Uang hasil penjualan slondok tersebut, menurutnya, digunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah ia dan adik perempuannya. Sisanya ditabung untuk biaya rencana kuliah.

"Setiap hari, adik selalu saya kasih uang saku Rp 10.000. Ya, untuk uang transpor dan sekadar jajan," katanya.

Sejak ibunya meninggal pada tahun 2000, kini Desi hidup bersama ayah dan seorang adiknya, Rini Dwi Lestari (15). Dulu, kata Desi, kehidupan keluarga bergantung kepada ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, setelah ibunya meninggal dan tawaran kerja untuk ayahnya berkurang, mau tidak mau sebagai anak pertama Desi harus ikut membantu perekonomian keluarga.

"Selama hidup, saya tidak pernah meminta apa pun kepada orangtua, kecuali doa restu mereka," katanya.

sumber : http://regional.kompas.com/read/2014....Kuli.Bangunan
Merdeka.com
goriau.com
harianjogja.com

Comment ane :
Jarang banget liat anak muda berjiwa tangguh seperti ini..
Mandiri, tidak takut dan tidak malas..Patut dicontoh ! Salut bro..
namanya desi gan?
Wah salut deh ama si desi ini ..

Tapi nama.a benran desi ya gan ?

ane gapunya sepeda emoticon-Hammer2
salut dan terharu dan bangga jadi satu
Quote:


Quote:


Betul.gan...Namanya Desi, tapi Pria tulen
emoticon-Blue Repost
tp ane tetep salut sama ni anak.. calon orang sukses nih..
kok namanya desi ya gan tapi ane salut emoticon-Big Grin

Spoiler for nitip lapak:
wah salut banget ane ama tu orang gan emoticon-Matabelo
kejar cita2 setinggi langit gmnpun cara nya salut banget deh gan
Quote:


Ane sependapat .
keren nih gan emoticon-Big Grin
manusia langka di jaman edan ini gan emoticon-Ngakak
salute buat desi emoticon-2 Jempol
saluteeee!!!
inspiring bgt kisahnya gan emoticon-Matabelo
ane salut bgt emoticon-2 Jempol
smoga dya bsa menjadi org lbih sukss
desi tp laki emoticon-Ngakak emoticon-Najis
Ceritanya hampir sama kayak senior ane pas kuliah dlu. tiap hari kerja di pemotongan ayam. sekarang dia uda sukses dengan usahanya
ane terharu..masih ada yg kaya gini ya..
nt bakal jadi orang sukses nak...
salut buat perjuangannya demi pendidikan emoticon-Matabelo
jadi inget ane waktu jaman sekolah gan, pake sepeda onthel juga