alexa-tracking

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52dfb3770e8b46453c0003d9/dahlan-iskan-sang-mercusuar-positif-pencitraan
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
BIOGRAFI SINGKAT DAHLAN ISKAN
MASA KECIL MASA SULIT

Dahlan Iskan lahir di Desa Kebun Dalam Tegalarum, Kecamatan Bando, Magetan, Jawa Timur, tahun 1951. Setelah lemari bajunya terjual, Dahlan Iskan akhirnya memutuskan sendiri tanggal dan bulan kelahirannya, yaitu 17 Agustus. Ia memilih tanggal serta bulan itu agar mudah diingat karena bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia.

Lemari baju satu-satunya terpaksa dijual untuk makan sehari-hari. Padahal di belakang lemari itu bapaknya biasa mencatat tanggal kelahiran anak-anaknya . Tanggal lahir Dahlan pun ikut lenyap bersama sang lemari.

Sejak kecil, Dahlan sudah akrab dengan kemiskinan. Pakaian yang ia miliki hanya satu celana pendek, satu baju dan satu sarung. Kain sarung yang ia miliki bisa dijadikan alat serbaguna olehnya. Mulai dari sebagai alat ibadah, pengganti baju jika ia mencuci bajunya, pengganti celana jika ia mencuci celananya, selimut, bahkan karung jika ia sedang mengumpulkan sisa panen kedelai orang kaya. Kalau lapar mendera, dia terpaksa mencuri tebu milik pabrik gula di dekat rumahnya. Puluhan tahun kemudian nasib berkata lain. Dia harus menjadi pemimpin puluhan pabrik gula yang sedang sekarat di seluruh Indonesia. Hutang Dahlan dibayar lunas, satu tahun setelah dia menjadi menteri BUMN, pabrik-pabrik gula itu mulai menuai keuntungan setelah puluhan tahun merugi.

MASA DEWASA MASA BEKERJA
Dahlan Iskan memulai karirnya sebagai calon reporter Harian Mimbar Masyarakat di Samarinda. Segera setelah ia tidak menyelesaikan kuliahnya di IAIN (sekarang STAIN) dan lebih memilih untuk menggeluti dunia kewartawanan di Koran kampus dan aktif dibeberapa organisasi seperti Pelajar Islam Indonesia. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Nama Dahlan Iskan melejit setelah membuat liputan eksklusif karamnya Tampomas II. Kapal buatan Jepang dari Jakarta yang menuju Makassar itu, terbakar 2 hari sebelum akhirnya tenggelam. Sekitar 400 penumpang tewas, ada pula yang menyebut 666 tewas, salah satunya sang nakhoda, Abdul Rivai.
Dahlan yang saat itu menjadi kepala biro Tempo Jawa Timur, menjadi satu-satunya wartawan yang meliput. Karena medan ke lokasi sangat sulit. Dalam 3 hari, dia mengumpulkan bahan berita dan merekonstruksi tahap-tahap karamnya kapal. Dahlan saat itu berhasil mewawancara seluruh awak kapal, dan korban yang selamat di dalam kapal motor Sangihe yang dipakai mengevakuasi korban.

Begitu terbit, liputan itu langsung banjir pujian. Bahkan disebut-sebut sebagai cikal bakal lahirnya gaya investigasi ala Tempo. Karier Dahlan pun melesat cepat akibat liputan maut ini.

Pada tahun 1982, Dahlan Iskan dipercaya untuk memimpin Koran Jawa Pos yang dibeli oleh Eric Samola (Direktur Utama PT Grafiti Pers, penerbit Tempo). Koran ini dahulu beranama Java Post yang kemudian menjadi Djawa Post dan akhirnya menjadi Jawa Pos. Pada saat itu, pasar Koran Surabaya dikuasai oleh harian Surabaya Post dan Kompas. Jawa Pos waktu itu hampir mati dengan sirkulasi Cuma 6.800 eksemplar. Oplah yang habis diangkut dengan beberapa becak. Dalam kurun waktu lima tahun pertama (1982-1987), Dahlan iskan telah menjadikan Jawa Pos surat kabar spektakuler dengan oplah 126.000 eksemplar beserta omset tahunan melejit sampai Rp 10,6 miliar atau 20 kali lipat dari omset ditahun pertama (1982).

“Dulu saking tidak terkenalnya, kalo ada yang bertanya dimana kantor Jawa Pos? Jawabannya: “Di depan kantor Bank Karman.” Padahal Bank Karman juga bukan bank terkenal. Itu menjadi lecutan buat saya untuk membalik keadaan. Saya mau kalau ada yang bertanya di mana kantor Bank Karman. Jawabannya harus: “Di depan kantor Jawa Pos!” Sayangnya cita-cita saya tidak kesampaian. Bank Karman keburu dilikuidasi saat Jawa Pos mulai terkenal.” Kenang Dahlan Iskan sambil tertawa.

Pada tahun 1993, dalam usia 42 tahun, Dahlan Iskan memutuskan berhenti sebagai pemimpin redaksi dan pemimpin umum Jawa Pos. Inisiatifnya untuk berhenti karena percaya pentingnya regenerasi , memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya. Alasan lain adalah karena ia ingin lebih fokus sebagai orang nomor satu Jawa Pos News Network yang ia dirikan selanjutnya.
Pada tahun 1997, ia berhasil mendirikan Graha Pena, gedung perkantoran berlantai 20, dan menjadi salah satu gedung pencakar langit di Surabaya. Kemudian gedung serupa juga dibangun di Jakarta pada tahun 2002. Dahlan mengembangkan bisnis medianya dengan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) yang merupakan salah satu jaringan media terbesar di tanah air yang Jawa Pos Group saat ini memiliki 207 koran, 65 percetakan, 42 stasiun TV lokal, jaringan pemberitaan, pabrik kertas hingga belasan gedung perkantoran.

MASA TRANSISI MASA BERBAKTI
Aktifitas di media benar-benar ditinggalkan Dahlan ketika menderita kanker hati. Saking parahnya, satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah dengan melakukan operasi transplantasi hati. Proses menjalani operasi ditulis Dahlan menjadi sebuah buku “GANTI HATI” yang mengilhami banyak orang untuk mulai hidup sehat dan tetap semangat menghadapi penyakit kritis.
Setelah menjalani transplantasi hati (2006), Dahlan menghabiskan waktu sebagai Ketua Dewan Pengawas Pesantren Sabilul Muttaqin (PSM). Mengembangkan 131 sekolah dengan 9.300 guru. Dua di antaranya berstatus pesantren internasional bekerjasama dengan Al Irsyad, lembaga pendidikan Islam ternama di Singapura. Pesantren internasional di Magetan itu diberi nama International Islamic School (IIS). Sebanyak 15 guru IIS mendapat sertifikasi international sehingga mereka bisa menjadi guru di semua sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge School di seluruh dunia.
Mengurusi pesantren adalah kebahagian Dahlan. Selain karena perhatiannya yang besar pada dunia pendidikan, juga karena merupakan wasiat dari orangtunya.

MASA BERBAKTI MASA MENGABDI
Bos Koran Menjadi Bos Setrum
Pada 23 September 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Banyak orang yang tidak setuju akan hal ini, dikarenakan Dahlan Iskan bukanlah seorang yang berpendidikan ataupun berada dalam bidang PLN. Menanggapi cibiran tersebut, Dahlan dengan lugasnya menjawab melalui petikan :

“PLN ialah tempat berkumpul orang-orang hebat! Karyawannya lulusan SMA jurusan terhebat, Fisika! Jurusan yang dianggap paling pintar! Lalu, masuk Fakultas Teknik Elektro ITB, yang terhebat! Lulus ITB, diseleksi lagi masuk PLN oleh senior-senior yang hebat! Tidak diragukan lagi, PLN adalah kumpulan orang-orang terhebat dan terpintar di negeri ini! Jadi dibutuhkan manusia bodoh seperti saya... Kata Dahlan.

Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan dengan mengidentifikasi masalah PLN menjadi 5 musuh besar yang harus dikalahkan. Musuh No 1, yakni krisis listrik. PLN berhasil mengatasi krisis listrik hanya dalam waktu enam bulan (Januari-Juni 2010). Dalam waktu sesingkat itu kekurangan listrik di seluruh Indonesia tercukupi berkat manajemen distribusi daya yang lebih baik. Musuh besar No 2 panjangnya daftar tunggu: 2,5 juta orang. Ada yang sudah antre listrik sejak lima atau tujuh tahun. Daftar tunggu itu berhasil diselesaikan melalui dua kali gerakan sehari sejuta sambungan (GRASSS).
Musuh besar No 3: banyaknya gangguan trafo, juga sudah berhasil dikalahkan. Perawatan yang lebih intensif didukung dengan penyediaan trafo cadangan yang mencukupi berhasil meminimalkan gangguan listrik akibat kerusakan trafo. Musuh no. 4 yaitu gangguan feeder (penyulang) juga berhasil diatasi. Di Indonesia masih banyak feeder yang berjarak lebih dari jarak ideal yaitu 25 km. Bahkan di Tapanuli ada feeder yang panjangnya 300 km. Jarak feeder diusahakan seideal mungkin dimasa Dahlan.
Musuh besar no.5 yaitu inefisiensi sudah diperangi. Banyaknya pembangkit salah makan karena sulit mendapat gas membuat PLN terpaksa membakar solar yang lebih mahal. Berkat ‘mengemis’ ke berbagai pihak, beberapa pembangkit berbahan bakar BBM sudah mulai mendapatkan gas. Sayangnya sebelum upaya ini tuntas, tanggung jawab yang lebih besar disematkan ke pundak Dahlan.

Lulusan Pesantren Memimpin BUMN
Dua tahun menjabat sebagai Direktur Utama PLN, pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri BUMN. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN serta ia harus menanggung tanggung jawab yang besar dengan memegang amanah yang besar ini.
Begitu menjadi Menteri BUMN Dahlan menetapkan 3 misi BUMN: Pertama, BUMN harus bisa dipakai sebagai alat ketahanan nasional. Industri strategis masuk kelompok ini, demikian juga BUMN pangan. Kedua, BUMN harus bisa berfungsi sebagai engine of growth. Mesin pertumbuhan ekonomi. Proyek-proyek penting yang akan bisa menggerakkan ekonomi secara nyata harus dimasuki BUMN. Ketiga, BUMN harus bisa dipergunakan untuk menumbuhkan kebanggaan nasional. Pride of Nation. Sejumlah BUMN tidak boleh hanya bisa menjadi jago kandang. Harus menjadi kebanggaan bangsa di dunia internasional.

“Alangkah hebatnya Indonesia kalau semua potensi bangsa disatukan dalam koordinasi yang utuh. Kalau saja ada kesatuan di dalamnya, kita bisa memproduksi pabrik apa pun, alat apa pun, dan kendaraan apa pun. Pembangkit listrik, pabrik gula, pabrik kelapa sawit, pesawat, kapal, kereta, motor, mobil, dan apalagi sepeda, semua bisa dibuat di dalam negeri” Ujar Dahlan.

Visi itu satu persatu berhasil diwujudkannya dalam waktu singkat. Industri pertahanan negara bangkit, pembangunan infrastruktur memanfaatkan kekuatan BUMN begitu cepat, BUMN pertanian dan perkebunan bergerak bahu membahu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Mimpinya membentuk BUMN-BUMN yang kuat yang mampu bersaing dalam pasar global terwujud ketika Pertamina masuk dalam Fortune 500. Garuda Indonesia mengalahkan MAS dan menjadi maskapai kelas ekonomi terbaik dunia. Semen Indoensia mengakusisi pabrik semen di Vietnam dan menjadi Pabrik Semen terbesar di ASEAN. BUMN-BUMN Karya melakukan ekspansi ke Afrika dan Jazirah Arab. Banyak prestasil lain BUMN di bawah Dahlan Iskan yang menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Kerja.Kerja. Kerja. Demi Indonesia

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Kehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Luka di kakinya menjadi bukti perjuangan dalam menjalani hidup. Dia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul, mulai dari nguli nyeset, nguli nandur sampai melatih tim voli anak-anak juragan tebu.

Dan di usia mudanya, Dahlan sudah banyak merasakan kehilangan. Buku catatan hariannya pun dipenuhi curahan kegalauan hati yang selalu dia alami. Setiap kali terpuruk seringkali dia berkata pada dirinya sendiri, hidup, bagi orang miskin sepertiku, harus dijalani apa adanya. Didikan keras sang Ayah dan kakak-kakak tercintanya serta senyum sang Ibu, selalu bisa membuatnya bertahan dan terus berjuang dalam hidup. Selain itu, di atas segala luka dan kesedihan yang dialaminya dia punya dua cita-cita besar yang membuatnya semakin bekerja keras: sepatu dan sepeda.

Kisah Kecil Dahlan Iskan di Kick Andy - Sepatu Dahlan Iskan
Spoiler for Kick Andy:


Perjuangan Melawan Kanker
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Berita

Ganti Hati atau Mati



Mengejar Prestasi Sebelum Mati

[YOUTUBE]gLJyRQF_hU8#t=38[/YOUTUBE]

Prestasi sebagai parameter keberhasilan
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Karier
Awal karier
Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Jawa Pos
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah[3], serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Fangbian Iskan Corporindo (FIC)
Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong, dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.
Perusahaaan Listrik Negara (PLN)
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. [4][1] Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN)
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
Dahlan melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan.
Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa.Adapun, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.
Beliau juga giat mendukung program mobil nasional yang berpenggerak listrik. Namun pada tanggal 5 Januari 2013, beliau mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil listrik Tucuxi di kawasan Tawangmangu, Jawa Timur. Dahlan Iskan selamat, namun mobilnya rusak parah. Setelah kecelakaannya bersama Tucuxi, Dahlan Iskan tidak mundur untuk mengembangkan mobil listriknya. Bersama Putra Petir, Dahlan Iskan mengembangkan mobil listrik generasi kedua yang akan dipertunjukkan di KTT APEC di Bali. Mobil listrik tersebut meliputi jenis mobil-mobil sport, bus, minibus, dan lain-lain, di antaranya Selo, Arimbi dan Gendhis.
Sumber


Dahlan Iskan
LAHIR Magetan, 17 Agutus 1951

PENDIDIKAN
SDN Desa Bukur, Jiwan, Madiun
Madrasah Tsanawiyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, 2,5 tahun (DO)

GELAR KEHORMATAN
Doktor Honoris Causa Bidang Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, Semarang.2013
Doktor Honoris Causa Doctor Of Humanism, University Of Arrelano, Phillipines. 2013
Professor Tamu Universitas Malaya Perlis, Malaysia. 2013

KARIR PROFESIONAL
Mimbar Masyarakat, Reporter (1972-1976)
Majalah Tempo, Koresponden dan Kepala Biro Jatim (1976-1982)
Jawa Pos, Pemimpin Redaksi (1982-1984)
Jawa Pos, Chairman & CEO (1984-2005)
PLN, Direktur Utama (2009-2011)
Menteri BUMN, Kabinet Indonesia Bersatu II (2011- Sekarang)


Prestasi Selama 2 Tahun sebagai Menteri BUMN
(Sumber: agan @kaskus.senior)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
19 Oktober 2011, Dahlan Iskan dilantik menjadi Menteri BUMN memegang amanah jabatan mengurusi 141 BUMN dengan 400 lebih anak dan cucu perusahaan. Dari 141 satu BUMN itu, di tahun 2011, 23 diantaranya dalam kondisi ‘dhuafa’ dengan total kerugian mencapai 3,2 triliun.

1. Kebangkitan Industri Persenjataan Dalam Negeri.

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
*komoditas PT.PINDAD
BUMN mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk pengadaan perlatan militer dan sistem persenjataan dengan produksi dalam negeri. Kebijakan pemerintah didukung dengan restrukturisasi BUMN strategis. PT. DI, PT. PAL, PT. Pindad, PT. Dahana dll disiapkan untuk memenuhi permintaan TNI. Hasilnya kinerja keuangan BUMN-BUMN itu terus membaik.
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
*komoditas PT. PAL
PT. DI mencatat rekor pesanan pesawat terbesar sepanjang sejarah. Kalau tahun 2011 hanya mendapat pesanan senilai 2 triliun, pada tahun 2012 melonjak menjadi Rp7,79 triliun dengan nilai penjualan Rp2,69 triliun. Dahlan juga berhasil mengikat komitmen Islamic Development Bank untuk memberikan kredit ekspor untuk PT DI senilai senilai Rp 30 triliun atau setara US$ 3,3 miliar selama 3 tahun. Kredit ini akan mempermudah pembeli untuk merancang skema pembelian pesawat buatan PT DI. PT. PAL yang tahun 2011 rugi 1,32 triliun rupiah mulai bangkit dan berhasil menekan kerugian menjadi ‘hanya’ Rp. 262 miliar. PT Dahana, BUMN penghasil bahan peledak yang pernah kolaps, berhasil membuat pabrik baru yang merupakan pabrik peledak terbesar di Asean. Manufaktur yang diberi nama Energetic Material Center (EMC) di Subang, Jabar itu mulai berproduksi 2012 kemaren. Bom pintar berteknologi fuse untuk jet tempur shukoi pun sudah bisa diproduksi. Bahkan tahun 2014 PT Dahana berekspansi ke Australia dengan membangun pabrik di sana.
http:// sorot.news.viva. co.id/news/ read/ 349764-dicari–s enjata–made-in -ri
2. Membentuk BUMN baru, Airnav Indonesia.
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
ATC (air traffic controller) Indonesia menjadi sorotan dunia akibat kecelakan Shukoi. Pembenahan langsung dilakukan BUMN. ATC yang sebelumnya dibawah manajemn Angkasa Pura berubah menjadi operator tunggal penerbangan dan menjadi BUMN baru bernama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) yang disingkat Airnav Indonesia. Visi besar Dahlan Iskan dengan membentuk Airnav, selain agar navigasi udara lebih pprofesional, juga agar Indonesia berdaulat penuh pada pengaturan wilayah udaranya. Pengelolaan navigasi udara di wilayah Flight Information Region (FIR) Batam yang masih dikelola Singapura, bakal diambil alih. Airnav Indonesia diresmikan 16 Januari 2013. Kelahirannya adalah sebuah tonggak bersejarah dalam penerbangan nasional.
http:// www.merdeka.com/ uang/ bisa-apa-perum-n avigasi-bikinan -dahlan.html1

3. Pembenahan Tata Niaga Pupuk
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan mendayagunakan seluruh kekuatan BUMN yang berhubungan dengan pangan untuk all out melawan ketergantungan bangsa ini akan impor pangan yang semakin membesar. Pabrik pupuk yang selama ini rebutan pasar disinergikan. 18 April 2012, BUMN pupuk melakukan transformasi strategi dengan mengganti nama dan logo menjadi PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Kalau dulunya sikut-sikutan memperebutkan wilayah penjualan, sekarang pabrik-pabrik pupuk bersinergi memenuhi kebutuhan petani dengan menerapkan rayonisasi pupuk.
http:// www.pusri.co.id/ 50publikasi01.ph p?tipeid=DD&pub id=pub20120412

4. Penguatan Bulog
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Peran penting Bulog sebagai lembaga pengawal ketahanan pangan nasional dikuatkan oleh kementerian BUMN. Manajemen dirombak untuk mengurangi korupsi. Strategi pasar Bulog pun semakin agresif dengan sistem jemput bola. “pasukan semut” Bulog yang merayap ke desa-desa dan ke sawah-sawah di seluruh Indonesia. Hasilnya Bulog mencatat rekor pengadaan beras nasional. Kalau tahun sebelumnya jumlah pengadaan beras berkisar 2 juta ton, Tahun 2012 meningkat 30 sampai 40% beras menjadi 3,67 juta ton beras dan stok akhir sebanyak 2,23 juta ton. Tahun 2012 impor beras berhasil ditekan.
http:// ekonomi.inilah.c om/read/detail/ 1955486/ dahlan-tidak-san gka-bulog-mampu -cetak-sejarah# .Ul5IbGQpa50

5. Food Estate Ketapang
Mengejar swasembada beras, Konsorsium BUMN membuka lahan sawan baru di Kabupaten Ketapang, Kalbar. Ketapang dipilih karena mempunyai potensi lahan pertanian seluas 730 ribu hektar yang selama ini sebagian besar cuma lahan tidur. Targetnya ada 100.000 hektar sawah baru untuk melawan alih fungsi lahan pertanian di daerah lain.
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Di Food Estate Ketapang inilah tekad untuk beralih dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern ditanam. Ketapang dalam waktu sekejap menjadi laboratorium pertanian terbesar. Di sinilah pupuk baru, benih baru, teknologi dan alat-alat pertanian baru diujicoba. Panen pedana sudah dilakukan pada awal April 2013. Dengan cara bertanam memanfaatkan teknologi modern itu. Produktifitas sawah yang biasanya hanya 2,5-3 ton/hektar meningkat menjadi 5 ton/hektar. Petani yang biasanya hanya panen sekali setahun bisa panen 3 kali dalam setahun. Proyek sejenis akan diterapkan di daerah lain.
http:// www.setkab.go.id / pro-rakyat-8709- food-estate-ket apang-mendukung -surplus-10-jut a-ton-beras.htm l

6. Industrialisasi Sorgum
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Indonesia mengimpor 7 juta ton tepung terigu per tahun untuk pembuatan roti dan mi instan. Kebergantungan pada impor gandum, selain mematikan sektor pertanian, menguras devisa hingga 2,5 miliar dollar AS per tahun. Dahlan menginstruksika n penanaman15 ribu hektare (ha) tananam sorgum pada BUMN-BUMN perkebunan. Targetnya indonesia bisa memproduksi sorgum dua juta ton dalam setahun, sehingga bisa mengurangi 30 persen impor. Ujicoba penanamana sorgum dilakukan di lahan marginal seluas 7.5 hektar PTPN XII, Banyuwangi. Panen perdana sukses dilakukan pada November 2012. Budidaya sorgum juga dimanfaatkan BUMN untuk membantu pengentasan kemiskinan di Atambua NTT.
http:// koran-jakarta.co m/index.php/ detail/view01/ 105489
http:// id.berita.yahoo. com/ dahlan-bogasari- siap-beli-tepun g-sorgum-atambu a-063122329.htm l

7. Membranisasi Garam
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Negara 70% wilayahnya berupa lautan ini ini ternyata harus mengimpor 2,7 juta ton garam/tahun. Produksi garam secara tradisional menjadi penyebabnya. BUMN PT Garam kemudain menjadi pioner penggunaan geomembran untuk melapisi ladang garamnya. Hasilnya produksi garam meningkat dari 70 ton/ha menjadi 130 ton/ha. Kualitas garam yang dihasilkan pun 100% kelas satu karena tidak bercampur dengan tanah. Keberhasilan ujicoba ini akan diterapkan di ladang milih petani rakyat. Juni 2013 BUMN mengucurkan kredit pembelian geomembran untuk 1000 petani termiskin.
http:// beritajatim.com/ ekonomi/178625/ bumn_akan_pinjam i_petani_garam_ modal.html#.Ul5 Y-mQpa50
Tapi rupanya kredit tahap awal untuk 1000 petani itu dirasa kurang. Petani pemilik lahan yang tidak termasuk 1000 petani miskin pun menuntut diberi fasilitas yang sama. Memang jumlah petani garam di Madura diperkirakan lebih dari 5000 orang. Semoga BUMN segera menambah jumlah kreditnya.

8. Revolusi Oranye
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Serbuan buah impor harus di lawan. Potensi ekspor buah tropis juga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ide revolusi oranye dari IPB ditangkap Dahlan Iskan dengan menginstruksika n PTPN untuk menanam buah tropis. Buah-buahan seperti pisang, durian, manggis, pepaya dll akan ditanam besar-besaran di seluruh indoensia. Juni 2013, PTPN VIII sudah mulai menanam 1.200 ha perkebunan buah tropis. Panen perdananya berupa Pisang Barangan di Kebun Jalupang, Subang, Jawa Barat yang akan menghasilkan 700 ton hingga akhir tahun ini. “Saatnya kita menjadi eksportir buah, bukan cuma importir buah” Kata Dahlan.
http:// [url=http://www.antaranews.c]www.antaranews.c[/url] om/berita/ 344418/ ipb-kementerian- bumn-luncurkan- revolusi-orange

9. Melawan Impor Sapi

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Kasus impor sapi ini tidak perlu diceritakan kembali. Yang jelas, Indonesia masih harus mengimpor sapi 350.000 ekor/tahun. Itupun harus dibayar mahal mencapai 120 ribu/kilogram daging. Mengatasi impor sapi ini, Dahlan Iskan berinisiatif memanfaatkan BUMN peternakan yang selama ini nyaris tak terdengar: PT Berdikari yang ‘terjerumus’ ke bisnis asuransi dan mebel. Peternakan sapi milih BUMN di padang savanah Kabaru diserahkan pengelolanya ke Berdikari. PT. Berdikari melalui anak perusahaannya juga membuat peternakan sapi terintegrasi di Sidrap Sulawesi. PTPN-pun dipaksa mengembangkan Sapi Sawit sebagai alternatif pakan murah. Budidaya Sorgum dimanfaatkan juga sebagai penyedia pakan murah melalui inovasi permen sorgum. Tapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan karena keterbatasan sapi bakalan. Pakan sudah tersedia, tapi sapi anakan yang mau digemukkan susah dicari.
Dahlan lalu melontarkan ide kontroversial dengan pembelian saham peternakan di Australia. Rencananya sapi bakalan akan diproduksi disana, lalu digemukkan di Indonesia. Alasannya produksi anakan sapi di Australia lima kali lebih murah ketimbang di Indonesia. Sedangkan biaya penggemukan sapi di Indonesia lebih murah tiga kali lipat dibanding di Australia. Dua BUMN yaitu RNI dan Pupuk Indonesia sedang bernegosiasi mewujudkan ide ini.
http:// ekbis.sindonews. com/read/2013/ 09/11/34/781753/ kembangkan-sapi- bumn-bertekad-b eli-lahan-di-au stralia

10. Membangkitkan BUMN Perikanan.

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Sempat berhenti beroperasi 7 tahun lalu. PT.Perikanan Indonesia dibangkitkan lagi melalui restrukturisasi tanpa menggunakan modal negara oleh Dahlan Iskan. Hasilnya sampai akhir tahun 2013 laba diperkirakan bisa menembus Rp2,7 miliar, naik dari laba tahun 2012 sebesar Rp1,6 miliar. Kontribusi pendapatan masih dari bisnis penangkapan dan pengolahan ikan. 26 September 2013, Dahlan meresmikan pabrik pengolahan ikan modern milik Prinus di Sorong, Papua. Ditargetkan mulai tahun depan Prinus bisa melakukan ekspor ikan olahan.
http:// id.berita.yahoo. com/ dahlan-bangkitka n-bumn-perikana n-yang-hampir-t erkubur-0523437 94–finance.htm l
http:// finance.detik.co m/read/2013/09/ 27/124650/ 2371228/1036/ bangun-papua-dah lan-resmikan-pa brik-pengolahan -ikan-modern-bu mn-di-sorong

11. Batan Tekno mulai Mendunia
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Masih banyak program ketahanan pangan berskala lebih kecil yang di dukung BUMN. Seperti budidaya singkong gajah di Wonogiri, budidaya Porang di Blora, pembangunan pabrik sagu di Distrik Kais, Papua dan lain-lain. Semua proyek ini sedang berjalan dan masih banyak kekurangan disana sini. Setidaknya langkah pertama sudah diayunkan.

12. PT. Kertas Leces dibangkitkan
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

13. Pabrik Gula Merah Putih
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

14. PT. IKI Timbul dari Tenggelam
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

15. program BPJS Kesehatan
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
http://www.jpnn.com/read/2013/10/21/...-Orang-Miskin-

Visi kedua kementerian BUMN di bawah Dahlan Iskan adalah menjadi Engine of Growth. BUMN harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bangsa. Proyek-proyek penting yang akan bisa menggerakkan ekonomi secara nyata harus dimasuki BUMN.
Kebuntuan pembangunan infrastruktur di Indonesia selama ini mengambat pertumbuhan ekonomi. Padahal pengembangan infrastruktur yang baik akan meningkatkan daya saing usaha. Transportasi lancar dan efisien, harga barang akan lebih murah.

Selama 2 tahun menjadi menteri BUMN, Dahlan Iskan memanfaatkan kekuatan investasi BUMN yang setara APBN melakukan berbagai terobosan untuk memecahkan kebuntuan pembangunan infrastruktur. Tanpa menggunakan APBN, proyek-proyek infrastruktur berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi dan terhindar dari kongkalikong.

Seluruh Rumah Sakit Milik BUMN Akan Dimerger

Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan seluruh rumah sakit milik BUMN.
Penggabungan rumah sakit tersebut dilakukan untuk membuat rumah sakit-rumah sakit milik BUMN berkapasitas 1000 tempat tidur sehingga lebih efisien.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan menuturkan, saat ini banyak BUMN yang memiliki rumah sakit, tetapi rumah sakit tersebut memiliki tempat tidur kurang dari 1.000. Padahal rumah sakit bisa melayani lebih baik dan efisien jika memiliki 1.000 tempat tidur.

“Ada ide dari dr Fatimah yang melakukan penelitian, yang intinya rumah sakit itu akan baik dalam pelayanan dan bisa murah jika memiliki 1.000 tempat tidur. Karena itu kita putuskan untuk menyatukan rumah sakit-rumah sakit milik BUMN,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/3).

Nantinya, menurut Dahlan, rumah sakit-rumah sakit milik BUMN akan disatukan dalam satu manajemen. Dengan penyatuan manajemen tersebut diharapkan rasio 1.000 tempat tidur per rumah sakit BUMN dapat disiasati dan dicapai.

“Awal tahun depan kita kumpulkan dan data dulu. Kalau tidak tercapai, kita ajak swasta jika perlu untuk menggenapi,” tambah dia. [/SPOILER]

TOL BALI MANDARA, BALI
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Semula tol ini akan dibangun melalui jalur darat dengan rute Denpasar selatan-Seranga n-Benoa-Nusa Dua, dengan total biaya Rp5,5 triliun. Tapi karena harga tanah yang sangat tinggi, tidak ada investor yang tertarik. Tol ini 5 tahun mangkrak padahal kemacetan di Denpasar semakin parah. BUMN kemudian membuat terobosan jalan tol tanpa tanah atau di tepi pantai dengan biaya hanya Rp2 triliun dan tidak membutuhkan anggaran pemerintah (APBN). Hasilnya tol sepanjang 12 km persegi itu tuntas dikerjakan dalam waktu 14 bulan oleh Konsorsium BUMN. Diresmikan 23 September 2013, tol yang diberi nama Bali Mandara oleh Presiden SBY ini mencatat sejarah sebagai tol atas laut pertama dan pembangunan tol tercepat di Indonesia.
http:// www.jpnn.com/ read/2013/09/17/ 191454/ Dahlan-Iskan-Ban ggakan-Keistime waan-Tol-Bali-
http:// www.youtube.com/ watch?v=nCRiG2CR yec

BANDARA KUALA NAMU, MEDAN.
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Direncanakan dibangun sejak tahun 1994 namun pembangunan resmi dimulai 26 Juni 2006 oleh wapres Jusuf Kalla. Setelah itu pembangunan berjalan lambat karena masalah pembebasan tanah. Baru dua tahun terakhir ini pembanguan Kuala Namu oleh konsorsium BUMN berhasil menyelesaikan 50% yang tersisa. Tanggal 25 Juli 2013 KNIA memulai operasional perdana menggantikan Bandara Polonia dengan sukses. KNIA adalah bandara pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan moda kereta.
http:// [url=http://www.waspada.co.i]www.waspada.co.i[/url] d/ index.php?option =com_content&vi ew=article&id=2 95624%3Aoperasi onal-perdana-kn ia-sukses&catid =77%3Afokuredak si&Itemid=131


Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Sebagai ‘pintu masuk’ Indonesia, Selama ini Bandara Ngurah Rai, Bali terkesan seadanya. Namun September ini, bersamaan dengan peresmian Tol Bali Mandara, Presiden SBY juga meresmikan operasional New Ngurah Rai. Inilah Bandara Indonesia pertama yang kecanggihan sistem pengamanannya setara bandara-bandara di Amerika.
http:// www.republika.co .id/berita/ nasional/daerah/ 12/11/29/ me99h0-wuih-band ara-ngurah-rai- bakal-lebih-can ggih-dari-soett a

PELABUHAN TELUK BAYUR, SUMATERA BARAT

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Pantai barat Sumatera selama ini terasa ‘dianaktirikan’ pembangunannya di banding pantai timur. Dahlan mempunyai visi mengembangkan keduanya, salah satunya dengan modernisasi Pelabuhan Teluk Bayur. 29 April 2013, Dahlan meresmikan TPK (Terminal Peti Kemas) Teluk Bayur. Kapasitasnya mampu menampung 4.000 box peti emas. Targetnya, New Teluk Bayur akan menjadi pelabuhan yang efisien karena bebas antrian kapal dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pantai barat Sumatera.
http:// www.jpnn.com/ read/2013/04/30/ 169685/ Dahlan-Iskan-Res mikan-TPK-Teluk -Bayur-

SEDANG DIBANGUN:

PELABUHAN KALIBARU (NEW TANJUNG PRIOK), JAKARTA
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Selama lebih dari seratus tahun, Pelabuhan terbesar di Indonesia ini nyaris tanpa perkembangan berarti. Akibatnya semakin tertinggal dari pelabuhan di Singapura dan Malaysia. Pelabuhan ini tidak mampu mengikuti trend angkutan menggunakan kapal-kapal besar yang lebih efisien. BUMN PT Pelindo II atau IPC menanamkan investasi hingga US$ 4 miliar sehingga pelabuhan ini nanti bisa disinggahi kapal terbesar yang berukuran 18.000 teus. 22 Maret 2013, Presiden SBY meresmikan groundbreaking New Tanjung Priok. Terminal I pelabuhan Kalibaruini akan selesai pada akhir 2014. Inilah proyek yang akan membuat pelabuhan di Indonesia sejajar dengan pelabuhan-pelab uhan besar di dunia.
http:// www.merdeka.com/ khas/ satu-pukulan-lin o-untuk-130-tah un-kolom-dahlan -iskan.html

PELABUHAN SORONG, PAPUA.

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Biaya logistik ke Indoensia Timur terutama Papua selama ini tidak efisien. Biayanya mahal dan lama. Tahun ini, konsorsium BUMN memulai proyek pembangunan pelabuhan besar di Sorong yang setara pelabuhan Makasar. Sehingga mobilitas logistik dari dan ke Papua dan sekitarnya tidak perlu lagi melalui Pelabuhan Makassar. Begitupun komoditas asal Maluku dan NTT. Ini akan akan memperpendek waktu, juga akan mengurangi biaya sekitar 50 persen.
http:// economy.okezone. com/read/2013/ 04/22/320/ 795606/ m.okezone.com

TERMINAL 2 BANDARA JUANDA, SURABAYA.
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Pembangunan terminal 2 Juanda punya fakta menarik. Dibangun Angaksa Pura I, bandara ini lebih canggih, lebih bagus, lebih cepat tapi ternyata menghabiskan biaya yang jauh lebih sedikit dari terminal 1-nya.
“Tidak sampe Rp 1,5 triliun, sekitar Rp 1,2 triliun saja. Ini jauh lebih bagus. Tapi bandara lama menghabiskan Rp 4,5 triliun. Itu karena zaman jahiliyah,” kata Dahlan singkat.
Pembangunan terminal 2 akan selesai bulan November 2013, dengan kapasitas per terminal 6,5 juta penumpang per tahun.
http:// www.merdeka.com/ uang/ dahlan-lebih-mew ah-terminal-2-b andara-juanda-m alah-lebih-mura h.html

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

BANDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Inilah Bandara Indonesia pertama yang mempunyai mall di dalamnya mengadopsi konsep Bandara Icheon, Korsel. Bandara baru ini akan mampu menampung 10 juta penumpang/ tahun, peningkatan besar dari daya tampung saat ini yang hanya 1,7 juta penumpang/ tahun. Pembangunan fisiknya selesai Januari 2014 dan ditargetkan beroperasi penuh sebulan kemudian.
http:// [url=http://www.kaltimpost.c]www.kaltimpost.c[/url] o.id/berita/ detail/31150/ sepinggan-terbai k-ke-2-nasional .html
Masih ada beberapa proyek infrastruktur BUMN lain yang dalam pembangunan, berupa ide, atau terhambat berbagai masalah

Jalan Tol Di Atas Laut Jakarta-Surabaya
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Sukses di tol atas laut Bali, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengusulkan dan mendorong ide pembangunan jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya. Nantinya tol di atas laut pesisir utara Jawa ini bakal dikerjakan dan dibiayai secara keroyokan oleh 19 BUMN.

Saat ini, tol ini masuk tahap studi kelayakan atau feasibility study. Tol ini nantinya bakal dilengkapi jalur rel kereta cepat dan pipa gas. Tol ini dibangun untuk mengurai kepadatan jalur pantura.
[url]http://finance.detik..com/read/2013/11/11/083213/2408910/4/5/ide-besar-dahlan-iskan-dari-tol-atas-laut-hingga-monorelf990101mainnews#bigpic[/url]
pertamax kah ?

lanjutan...

BUMN Bersih
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan menggagas program bersih-bersih di internal korporasi BUMN. Program ini bernama BUMN bersih. Untuk melaksanakan bersih-bersih di BUMN ini, Kementerian BUMN menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Program BUMN bersih ini dibagi ke dalam 3 level yakni tingkat direksi dan komisaris, kepala divisi atau vice president, serta manajer. Program tahap I untuk level bersih-bersih BUMN yang ditutup pada tanggal 31 Oktober 2013 ini diikuti oleh 140 BUMN.
[url]http://finance.detik..com/read/2013/11/11/083213/2408910/4/2/ide-besar-dahlan-iskan-dari-tol-atas-laut-hingga-monorelf990101mainnews#bigpic[/url]

Dahlan launching BUMN Bersih
Sindonews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan hari ini, mencanangkan Roadmap menuju “BUMN Bersih” yang diselenggarakan di Kantor Kementerian BUMN.

“Program ini merupakan wujud konsistensi Kementerian BUMN dalam merancang dan melaksanakan aksi anti korupsi, baik di lingkungan BUMN maupun di BUMN itu sendiri,” kata Dahlan dalam pidatonya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2013).

Dahlan mengaku bahwa pihaknya telah melakukan berbagai penataan di tubuh Kementerian BUMN. Mislanya penataan rangkap jabatan dewan komisaris atas dewas pengawas, serta pengadaan barang atau jasa melalui e-procurement.

“Untuk mengawasi itu semua, kita bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk penerapan Program Pengendalian Gratifikasi di lingkungan Kementerian BUMN,” jelas Dahlan.

Keputusan Dahlan tersebut berdasarkan keputusan Menteri BUMN Nomor SK-439/MBU/2013 tanggal 14 Agustus 2013 tentang Pembentukan Tim Penyusunan Roadmap BUMN Bersih (RBB).
http://ekbis.sindonews.com/read/2013...ng-bumn-bersih

Dahlan Iskan Luncurkan Program BUMN Bersih
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meluncurkan roadmap BUMN Bersih sebagai aksi antikorupsi di lingkungan Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan negara. Sebelumnya, Kementerian BUMN telah menerapkan pengaturan gratifikasi bagi aparatur Kementerian, penataan rangkap jabatan Dewan Komisaris, serta pengadaan barang dan jasa melalui e-procurement.

“Program ini juga harus diterapkan di lingkungan masing-masing BUMN,” ujar Dahlan di hadapan 38 Direktur Utama BUMN saat meluncurkan program BUMN Bersih di kantornya, Rabu, 25 September 2013.

Program ini, kata Dahlan, harus dijalankan secara serentak oleh seluruh perusahaan negara pada 1 Oktober mendatang. Sejauh ini sudah ada 30 BUMN yang menjalankan program ini secara sukarela. “Nantinya, program ini wajib dijalankan seluruh BUMN. Tapi kalau ada yang tidak sanggup, ya berhenti,” ucapnya.

Pada awal bulan depan, para direksi BUMN diminta mendaftar kepada tim penyusun roadmap BUMN Bersih ini.

Sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan program Good Corporate Governance yang meliputi sistem whistle blowing, code of conduct, melengkapi laporan harta kekayaan pejabat negara pada tiga jenjang jabatan, dan service level agreement bagi BUMN yang mengelola subsidi. Tapi, Dahlan menjelaskan, GCG saja tidak cukup karena masih ada persoalan korupsi dan gratifikasi. “Kita ingin lebih dari itu,” tuturnya.
Sebagai tahap pertama pelaksanaan program ini, Kementerian BUMN membuka kesempatan bagi Direksi dan Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas BUMN untuk mendaftarkan diri. “Pendaftarannya paling lambat 31 Oktober,” ujar Dahlan. Setelah mendaftar, tim roadmap BUMN Bersih akan mensurvei jajaran direksi dan anak perusahaan, jajaran satu level di bawah direksi, serta manajer dan jabatan pimpinan lainya dua tingkat di bawah direksi.

Tim roadmap akan memberikan tiga kategori penilaian kepada BUMN yang telah menerapkan program ini. Kategori tersebut adalan BUMN Bersih Tingkat I, BUMN Bersih Tingkat II, dan BUMN Bersih Tingkat III. “Masing-masing kategori dibedakan berdasarkan hasil survei berdasarkan waktu pendaftaran setiap BUMN,” Dahlan menjelaskan.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...am-BUMN-Bersih

Dahlan Iskan Bakal Pecat Dirut yang Ogah Daftar “BUMN Bersih”
JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku akan bertindak tegas terhadap perusahaan pelat merah yang bandel dan tak mau ikut roadmap menuju ‘BUMN Bersih’. Bahkan Dahlan tak segan akan langsung mengganti Dirut yang bersangkutan.

“Kalau ada BUMN tidak mau mendaftar dan tidak bersedia ikut, direksinya akan saya ganti,” ucap Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (25/9).

Nantinya bila ada BUMN yang belum mendaftar sampai 31 Oktober 2013, maka beberapa BUMN ini akan dikelompokkan menjadi satu dan akan dimonitor oleh tim roadmap ‘BUMN Bersih’.

“Bagi perusahaan BUMN yang belum percaya diri untuk mendaftar mereka nanti akan dimasukan program khusus, kalau sanggup silahkan lanjut, kalau tidak sanggup ya berhenti saja,” terangnya.

Bekas Dirut PLN ini sadar, untuk menuju BUMN bersih dibutuhkan waktu. “Semua butuh proses dan bertahap. Tidak bisa langsung bersih begitu saja, makanya ini harus dimulai dari sekarang,” pungkas Dahlan yang juga menjabat sebagai Ketua FOBI ini. (chi/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2013/09/26/...r-BUMN-Bersih-

Menciptakan Grameen Bank Lokal
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan sedang merancang skema penugasan kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero) untuk mengelola dan menyalurkan triliunan rupiah dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari 140 BUMN.

Langkah ini ditempuh, agar penyaluran dana dan pembinaan bisa tepat sasaran dan tidak membebani BUMN di luar bisnis utamanya. Nantinya BUMN besar seperti PT PGN Tbk, PT Pertamina (Persero) atau PT PLN (Persero), yang kurang memiliki kompetensi untuk mengelola program dan dana CSR akan dilakukan oleh PNM. Harapannya PNM yang fokus pembiayaan pada sektor UKM ini bisa berkembang menjadi Grameen Bank ala Bangladesh.
[url]http://finance.detik..com/read/2013/11/11/083213/2408910/4/3/ide-besar-dahlan-iskan-dari-tol-atas-laut-hingga-monorelf990101mainnews#bigpic[/url]

Dorong BUMN Ekspansi ke Myanmar
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan mendorong perusahaan pelat merah Indonesia melebarkan sayapnya ke luar negeri. Dahlan mendorong ekspansi BUMN ke Myanmar. Setidaknya ada 15 BUMN yang sedang dan telah menajajaki ekspansi usaha di Myanmar.

Seperti Wijaya Karya yang membangun pabrik beton, PLN yang membatu supervisi kelistrikan, Bukit Asam mencari tambang batubara hingga mendirikan pembangkit listrik. Pupuk Indonesia dan Pertamina juga ikut berpartisipasi melebarkan sayap bisnisnya di Myanmar.
[url]http://finance.detik..com/read/2013/11/11/083213/2408910/4/7/ide-besar-dahlan-iskan-dari-tol-atas-laut-hingga-monorelf990101mainnews#bigpic[/url]

Monorel Konsorsium BUMN
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Mock up atau contoh model monorel Jabodetabek secara resmi diperkenalkan kepada publik di Kantor Pusat PT Industri Kereta Api (Persero), Madiun, Jawa Timur kemarin.
Monorel karya konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diketuai PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ini dirancang oleh putra-putri Indonesia.
Dari mulai kereta, sistem tiket hingga sistem pengawasan monorel dirancang dan dibuat oleh anggota konsorsium pelat merah. BUMN tersebut adalah PT Adhi Karya Tbk, PT LEN, PT INKA, dan PT Angkasa Pura II sebagai operator, ini akan melayani transportasi penghubung terminal 1, terminal 2, dan terminal 3.
[url]http://finance.detik..com/read/2013/05/07/122551/2239967/1036/yuk-menengok-kecanggihan-sarana-pendukung-monorel-bumn[/url]

Monorel Jabodetabek
Dahlan memfasilitasi perusahaan pelat merah mengatasi persoalan transportasi di Jabodetabek. Dahlan mendorong pembangunan monorel yang melayani rute Jabodetabek.

Monorel ini nantinya dibangun, dibiayai dan dikembangkan secara keroyokan oleh konsorsium BUMN. Konsorsium ini diketuai PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Saat ini izin pembangunan monorel usulan konsorsium BUMN masih tertahan di Kementerian Koordinator Perekonomian. [url]http://finance.detik..com/read/2013/11/11/083213/2408910/4/6/ide-besar-dahlan-iskan-dari-tol-atas-laut-hingga-monorelf990101mainnews#bigpic[/url]

MObil Listrik Nasional
Mobil Listrik 'Lamborghini dan Alphard' Dahlan Iskan Lolos Uji Laik Jalan
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Mobil listrik pesanan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Selo dan Gendis telah lolos uji sertifikasi dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perbubungan di Bekasi, Jawa Barat.
Selanjutnya prototype mobil listrik yang diproduksi oleh putra-putri Indonesia telah dikirim ke Bali. Di Bali, mobil ini bakal dipamerkan kepada para peserta KTT APEC.
[url]http://finance.detik..com/read/2013/09/30/093653/2372814/1036/mobil-listrik-lamborghini-dan-alphard-dahlan-iskan-lolos-uji-laik-jalan[/url]

Inalum
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)Ada dua debaran jantung pada hari-hari menjelang tanggal 31 Oktober 2013. Pertama ketika sidang Komisi XI DPR tidak korum pada 24 Oktober. Akibatnya hari itu tidak bisa diambil putusan untuk menyetujui pelaksanaan pengambilalihan PT Inalum yang tinggal tujuh hari lagi. Padahal DPR sudah mau reses. Untungnya pada 30 Oktober 2013 sidang diadakan lagi dan keputusan pun diambil: DPR setuju. Besoknya adalah hari terakhir kepemilikan Jepang di Inalum. Besoknya DPR memasuki masa reses.

Debaran jantung kedua adalah perubahan sikap pihak Jepang. Tanggal 30 Oktober itu tiba-tiba ada surat masuk yang isinya mengejutkan: penyerahan PT Inalum tidak jadi berdasarkan penyerahan saham, tapi penyerahan aset.

Bagi kita sebenarnya sama saja. PT Inalum punya dua aset yang utama: pembangkit listrik Sigura-gura (Asahan II) di hulu sungai Asahan dan pabrik alumunium di hilir sungai Asahan. Asal dua aset tersebut diserahkan ke Indonesia tidak ada bedanya dengan penyerahan saham. Hanya saja perubahan mendadak menjadi penyerahan aset itu memang lebih sesuai dengan bunyi perjanjian pokok (master agreement). Bahwa selama ini perundingannya berdasar pada penyerahan saham itu atas usul pihak Jepang juga.

Hanya saja dengan perubahan mendadak itu kita bisa membaca arah berikutnya. Pihak Jepang akan menempuh jalur arbitrase.

Bagaimana kalau itu terjadi?

Tidak apa-apa. Dalam bisnis hal seperti itu normal. Toh tidak mempengaruhi penyerahan aset PT Inalum kepada Indonesia. Sejak tanggal 1 November lalu operasional Inalum sudah sepenuhnya dipegang Indonesia. Direktur Utama Inalum dan direktur lainnya dari Nippon Asahan Alumunium (NAA) sudah tidak berkantor lagi. Sudah meninggalkan Indonesia dengan baik-baik.

Arbitrase itu hanya untuk menentukan nilai berapa dolar kita harus membayar penggantian aset itu.
Untuk menentukan angkanya memang ada perbedaan cara memutuskan. Jepang lebih mudah untuk minta angka yang tinggi. Sebaliknya kita tidak bisa memenuhi begitu saja angka yang disodorkan pihak Jepang itu. Bukan saja kita ingin angka yang lebih murah. Tapi juga karena pihak kita adalah negara. Tidak bisa fleksibel. Tidak seperti swasta.

Di swasta ada mekanisme pengambilan keputusan yang disebut commercial decision. Dengan mekanisme itu pengambil keputusan bisa menawar angka tertentu begitu saja. Dan kalau tawaran itu belum bisa diterima, pengambil keputusan bisa menaikkannya sedikit-sedikit.

Kita tidak bisa begitu. Penawaran kita harus berdasar hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Begitu BPKP menyebut angka tertentu kita tidak bisa keluar dari itu. Bisa saja, seandainya kita naikkan sedikit tawaran itu akan diterima. Namun kita bisa dianggap melanggar. Tidak ada mekanisme commercial decision di sini.

Padahal kalau pihak Jepang sampai ke arbitrase, bisa jadi kita kalah. Harus membayar jauh lebih tinggi dibanding seandainya kita naikkan tawaran itu.

Tentu kita akan terus berusaha agar tidak harus melalui arbitrase. Juga akan berusaha memenangkan arbitrase itu nanti. Ini tidak ada hubungannya dengan penyerahan aset Inalum ke Indonesia. Semata-mata untuk menentukan angka pembayarannya.

Saya sendiri sudah pernah ke PLTA Sigura-gura dan ke pabrik alumunium di Kuala Tanjung. Yakni waktu saya masih menjabat Dirut PLN. Waktu itu Sumut lagi krisis listrik. Sangat parah. Tidak ada harapan baru. Saya berusaha “ngemis” listrik ke Inalum.

PLTA itu luar biasa besar: 600 MW. Turbinnya berada di bawah gunung batu di kedalaman 100 meter dari permukaan tanah. Meski sudah berumur 30 tahun kondisinya sangat bagus. Terawat dengan baik, khas manajemen Jepang. Inalum akhirnya bisa menyisihkan sedikit listriknya untuk PLN. Sampai sekarang.

Ini beda dengan krisis listrik di Sumut sekarang. Yang masih ada jalan keluar segera. Tidak akan lama. Pagi ini sudah akan ada tambahan listrik 12 MW dari genset di Paya Pasir. Nanti sore ada tambahan baru lagi dari Sibolga 1, sebesar 80 MW. Minggu depan Paya Pasir tambah lagi dan tambah lagi hingga mencapai 75 MW. Dengan tambahan-tambahan itu krisis listrik di Sumut segera berakhir. Apalagi air danau-danau di seluruh Sumatera kini mulai berisi lagi setelah musim hujan tiba. Listrik dari berbagai pembangkit besar bertenaga air akan kembali normal.

Minggu ini, setelah manajemen Inalum kita pegang penuh, kita akan audit berapa sebenarnya keperluan listrik pabrik alumunium itu. Sekaligus untuk memastikan bisakah PLN dapat tambahan sedikit lagi dari Sigura-gura.
Sungai Asahan memang sumber listrik yang luar biasa. Di hulu Sigura-gura itu sudah dibangun PLTA Asahan 1. Di hilir Sigura-gura itulah yang dulu ingin kita bangun pembangkit Asahan 3. Namun perizinannya waktu itu ampun-ampun sulitnya. Gubernur Sumut yang sekarang sudah mengeluarkan izinnya untuk PLN. Tinggal meneruskan pembangunannya.

Tanpa sumber listrik yang murah dari Sigura-gura pabrik alumunium Inalum tidak akan bisa bersaing. Pabrik-pabrik lain harus beli listrik dengan harga Rp 1.000 per kWh. Bahkan lebih. Inalum memiliki pembangkit sendiri yang harga listriknya hanya sekitar Rp 300 per kWh.

Karena itu, logikanya, pabrik alumunium Inalum ini akan mampu bersaing di pasar global. Itulah yang membuat PT Inalum ibarat gadis cantik yang jadi rebutan.

Kini setelah sepenuhnya dimiliki Indonesia tentu tidak ada alasan kinerja Inalum merosot. Alangkah malunya kita kalau itu terjadi. Setelah 30 tahun tenaga-tenaga ahli kita dibina oleh Jepang rasanya kekhawatiran itu tidak perlu terjadi.

Pasar dalam negeri sangat membutuhkannya. Pabrik-pabrik alumunium dalam negeri sudah teken kontrak menjadi pembeli utama. Mereka dari Surabaya, Semarang, Jakarta, dan Sumut sendiri. Pabrik-pabrik itu selama ini impor bahan baku. Sekarang tinggal beli dari Inalum. Dulu mereka mengeluh tidak bisa beli bahan baku dari Inalum karena Inalum harus mengirim produknya ke Jepang.

Setelah ini BUMN akan membangun pabrik bahan baku alumunium di Mempawah, Kalbar. Dengan demikian kelak Inalum tidak harus beli bahan baku dari Australia.

Presiden SBY terus mengikuti perkembangan pengambilalihan Inalum ini. Juga terus memberikan arahan. Agar pengambilalihan lancar dan tidak gagal. Tepat di hari pengambilalihan 1 November lalu Menperin Pak MS Hidayat dan saya dipanggil ke Istana. Pak SBY ingin mendengar sendiri laporan pelaksanaan pengambilalihan itu.

Ini memang bersejarah bagi pemerintahan Pak SBY. Mengakhiri kontrak jangka panjang dan menjadikannya 100 persen perusahaan nasional.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN
http://dahlaniskan.net/debaran-debar...ekitar-inalum/

Perusahaan Perikanan
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Kinerja Keuangan BUMN
Pemerintah menargetkan pendapatan BUMN tahun ini sebesar Rp1.495 triliun, meningkat 7,78 persen dibandingkan tahun lalu (Rp1.387 triliun). Laba bersih dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2012 naik sekitar 17,45 persen menjadi Rp145,563 triliun dibandingkan tahun lalu (Rp123,935 triliun).

Untuk merealisasikan ekspansi BUMN, pemerintah memproyeksikan belanja modal (capital expenditure) tahun ini sekitar Rp217,383 triliun. Angka itu mengalami peningkatan 52,73 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp142,327 triliun. Untuk deviden 2012, Kementerian BUMN menargetkan Rp30,776 triliun.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 9,24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp28,171 triliun.
Sumber Data (Detail): Klik
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

700 Direktur BUMN Dikerahkan Dahlan sebagai Guru
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
http://bisnis.liputan6.com/read/5909...di-guru-sehari


Dahlan's Brain
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

pendukung nya dahlan iskan kah emoticon-Ngakak

Lanjutan...


Sentilan Dahlan Iskan Untuk Sentilun



Jakarta Lawyer Clubs TV One



Journalist On Duty



Managing The Nation
Spoiler for Managing The Nation:


Dahlan Iskan: Leading In Conflict (Tanya Jawab)


SMART EVENING WITH ROSI & DAHLAN ISKAN


Kuliah Umum Menteri BUMN RI - Dahlan Iskan
Institut Teknologi Bandung



Mata Najwa - Dahlan Iskan Komandan Koboi
Spoiler for Mata Najwa:


Mata Najwa - Sengatan Dahlan Iskan
Spoiler for Mata Najwa:


Kompas TV


Mata Hati


Satu Indonesia - Dahlan Iskan - Menteri Negara BUMN


DAHLAN ISKAN BUKA RAHASIA



Pidato Dahlan Iskan Di Konvensi Partai Demokrat 2013



Pidato Pertama Visi Misi Dahlan Iskan



Energi untuk Negeri

Pidato Visi Misi pada sesi temu media di depan panitia konvensi Capres Partai Demokrat tanggal 6 Januari 2014

Dalam kesempatan ini saya memilih mengemukakan satu bidang saja dari puluhan bidang yang sudah saya siapkan. Yakni bidang energi. Sedang bidang-bidang penting lainnya seperti pertanian, industri, infrastruktur, hukum, korupsi, birokrasi, pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan, pendidikan dan masih banyak bidang lain akan saya kemukakan pada kesempatan lain.

Energi bagi sebuah negara ibarat bensin untuk sebuah kendaraan bermotor. Tanpa bensin kendaraan tidak akan bisa bergerak dan berlari kencang. Karena itu banyak negara melakukan kebijakan energi yang sangat mendasar, termasuk di dalamnya melakukan pengamanan energi untuk keperluan sampai 100 tahun ke depan. Bahkan banyak negara yang melakukan pembelian minyak mentah hanya untuk disimpan di dalam tanah dan baru akan dipergunakan kelak kalau-kalau situasi darurat. Mereka melakukan pemikiran penyetokan energi melebihi pemikiran penyetokan akan pangan, antara lain karena pangan tidak bisa disimpan dalam waktu yang panjang.

Di masa lalu kita belum mampu melakukan itu. Antara lain karena prioritas kita memang masih pada tahap memenuhi kebutuhan dasar penduduk Indonesia sepeti pangan, sandang dan papan. Di masa lalu kita belum memiliki kemampuan untuk memikirkan dan melakukan langkah lebih jauh.

Tapi dengan kemajuan ekonomi yang secara konsisten terjadi 10 tahun terakhir, sudah saatnya Indonesia melangkah kepada tahapan baru. Kita sudah hampir bisa memenhi kebutuhan “hari ini”. Kita bukan lagi negara yang masih disibukkan untuk mengatasi persoalan-persoalan “hari ini”. Kita sudah tiba pada tahap untuk mengatasi persoalan hari esok.

Di bidang sosial, kepekaan terhadap problem kemiskinan, terhadap penegakan hukum, terhadap pemberantasan korupsi dan hal-hal lainnya, saya merasa beruntung pernah bertahun-tahun menjadi wartawan. Mulai dari jenjang yang paling bawah sebagai reporter pembantu sampai menjadi wartawan tetap dan kemudian menjadi redaktur dan bahkan pemimpin redaksi. Di bidang ekonomi saya merasa beruntung karena pernah terjun menjadi pengusaha sejak dari pengusaha kecil hingga menjadi pengusaha besar. Dengan demikian saya tidak hanya memahami ekonomi dari teori-teori di permukaan tapi juga memahami persoalan ekonomi riel di lapangan.

Tapi di bidang energi saya merasa sangat beruntung pernah dipercaya oleh bapak Presiden SBY untuk menjadi direktur utama perusahaan listrik negara yang bergitu raksasa. Selama dua tahun saya belajar energi secara all out. Bukan hanya kulit-kulitnya tapi sampai ke persoalan yang sangat mendasar dan sangat dalam. Bahkan sampai ke soal praktek-prakteknya di lapangan. Sampai juga ke soal hulu dan hilirnya. Bukan saja yang terkait dengan listrik seperti massa, solar cell sampai ke geothermal, tapi jga sampai ke persoalan pasok gas, BBM dan seterusnya.

Kita praktis menghadapi persoalan besar di semua sektor energi. Semua harus kita atasi dan kita bangun. Kalau tidak, maka kendaraan kita tidak akan jalan. Maka dalam kesempatan konvensi calon presiden Partai Demokrat hari ini, saya akan mengemukakan persoalan-persoalan kita di berbagai sektor energi dan bagaimana pemecahannya:

1. Bahan Bakar Minyak (BBM):

Impor BBM kita bukan saja luar biasa besar, tapi juga sudah mulai mengganggu perekonomian nasional kita. Sudah sampai mengganggu neraca perdagangan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gejolak ekonomi sekarang ini.

Keterlambatan kita membangun kilang minyak telah menimbulkan bencana bagi keuangan negara. Kita tidak berhasil membangun kilang minyak karena kita tidak ingin kehilangan pemasukan uang ke kas negara. Para investor kilang menginginkan insentive berupa pembebasan pajak dan insentive fiskal lainnya. Ini karena bisnis kilang minyak memang merupakan bisnis yang moalnya luar biasa besar tapi dengan keuntungan yang amat tipis.

Untuk membangun satu kilang minyak yang lengkap sebesar 300.000 barel per hari, diperlukan sekitar USD 7 miliar. Dengan nilai kurs sekarang, ini mencapai sekitar Rp 80 triliun. IRR bisnis kilang sudah diketahui secara universal hanya sekitar 9. Dengan margin yang begitu tipis mustahil ada investor yang tertarik tanpa insentive pemerintah.

Memang kalau insentive itu diberikan pemerintah akan kehilangan potensi pemasukan sebesar Rp 14 triliun. Ini asumsi untuk dua kilang dengan ukuran tersebut di atas. Karena itu seolah-olah bisa dimaklumi kalau kita tidak mau memberikan insentive tersebut. Pemasukan Rp 14 triliun sangat besar.

Namun gara-gara kita “eman” atau “sayang” terhadap nilai Rp 14 triliun tersebut, kita terus-menerus gigit jari. Setiap tahun. Menyesal lagi dan menyesal lagi. Kalau saja kilang tersebut sudah beroperasi 4 tahun lalu, maka negara, selama 4 tahun itu bisa menghemat uang Rp 140 triliun! Inginnya menghemat Rp 14 triliun tapi kehilangan Rp 140 triliun. Dan masih akan terus kehilangan seperti itu. Birokrasi memang tidak diajari ilmu dagang, tapi hitungan seperti itu terlalu nyata untuk dibiarkan begitu saja.

Maka kilang itu wajib dibangun dan akan saya bangun!

2. Blok Migas
Pembangunan kilang tersebut memang belum menjadi solusi yang tuntas. Masih ada persoalan hulu: dari mana pasokan minyak mentahnya. Tentu untuk sementara kita masih impor minyak mentah, tapi kerjasama-kerjasama antar negara bisa dilakukan. Seperti yang sudah mulai dirintis oleh Pertamina dengan Iraq dan Aljazair. Sambil kita terus menggali ladang minyak kita sendiri. Tentu harus dengan perbaikan yang nyata dalam prosesnya yang bisa membuat semua investor tertarik untuk menggalakkan pencarian sumber minyak baru. Saya juga akan terus mendorong kemampuan perusahaan dan ahli-ahli dalam negeri untuk membuktikan bahwa anak-anak bangsa mampu mengusahakan dan mengelola sumber-sumber energi, khususnya dalam menangani blok-blok migas yang ada.

3. Gas Hulu dan Hilir
Kita menyadari sepenuhnya bahwa ke depan potensi gas kita lebih besar dari minyak mentah. Karena itu kebijakan untuk gas kita harus disinkronkan dengan pengamanan energi masa depan bangsa. Jangan sampai kita punya gas, tapi infrastruktur gas tidak tersedia. Padahal di lain pihak kita tidak memiliki sumber minyak yang cukup. Maka tidak menyiapkan gas menjadi lumbung energi masa depan adalah ibarat meninggalkan bom waktu yang sangat berbahaya bagi bangsa ini.

Semua hal yang memerlukan BBM harus diproyeksikan untuk bisa beralih ke gas. Bencana BBM sekarang ini harus menjadi pendorong yang sangat kuat untuk memperkuat infrastruktur gas kita. Mulai dari LNG, mini LNG, CNG laut, CNG darat, pipa trans Indonesia termasuk trans Jawa Sumatera, jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah dan industri harus menjadi bidang pokok kebijakan energi ke depan. Kita sudah terbelengguoleh BBM selama bertahun-tehun dan kita tidak mau lagi tetap terbelenggu oleh penjajahan BBM. Sudah cukup kita dijajah BBM dan kita harus membebaskan diri penjajahan BBM itu.

4. Listrik
PLN saat ini sudah menjadi perusahaan raksasa yang terlalu besar untk sebuah team manajemen. Sebuah team manajemen memiliki keterbatasan dalam menghandle sebuah organisasi. Organisasi PLN saat ini sudah berada di luar kemampuan sebuah manajemen yang selama ini ada. Terutama karena PLN bukanlah perusahaan yang bisa menjalankan prinsip-prinsip korporasi normal.

Karena itu kalau tidak diadakan perusahan yang mendasar maka tugas melistriki wilayah Indonesia secara keseluruhan tidak akan mungkin bisa dilaksanakan. Listrik hanya akan terus mementingkan wilayah-wilayah yang secara ekonomi sudah maju. Daerah-daerah terisolasi, pulau-pulau kecil dan wilayah-wilayah jauh akan terus tertinggal.

Karena itu saya akan mendirikan “PLN Baru”. Khusus untuk menangani wilayah-wilayah terisolasi. Juga untuk menerima sebagian pelimpahan dari wilayah PLN yang berada di daerah-daerah terisolasi. Saya akan mengembangkan bio masa secara besar-besaran dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Mengapa bio masa? Bukan solar cell? Bukan batubara? Bukan yang lain-lain? Ini karena saya akan memadukan program melistriki wilayah-wilayah terisolasi tersebut sekalian dengan program pengentasan kemiskinan. Penduduk kita rangsang untuk menanam tanaman cepat tumbuh untuk dijual ke “PLN Baru”. Itu akan digunakan untuk bahan bakar. Bahan bakarnya tidak perlu didatangkan dari wilayah lain. Listriknya untuk penduduk setempat. Ini program terpadu yang akan berbeda kalau kita membangun solar cell yang serba impor, atau batubara yang memeiliki kelemahan skala ekonominya.

Saya juga akan mempertimbangkan kembali usul yang pernah saya sampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR ketika saya masih menjabat Dirut PLN. Yakni menggratiskan listrik untuk penduduk miskin yang menggunakan listriknya hanya 200 watt.

5. Batubara
Sebagai konsekwensi terhadap kebijakanketahanan energi jangka panjang, maka saya akan mencadangkan sejumlah wilayah batubara kita untuk kepentingan energi dalam negeri. Kita tidak bisa lagi melepaskan batubara sebagai komoditi yang sangat merugikan ketahanan energi daam negeri. Harus ada pencadangan wilayah batu bara untuk kepentingan 100 tahun energi kita terutama energi listrik.

Kita sudah terlalu lama malu mendengar omongan di masyarakat bahwa batubara kita berhasil membuat kota-kota besar di luar negeri terang-benderang tapi di dalam negeri terjadi kegelapan yang kelam.

6. Geothermal
Kita memiliki potensi geothermal 25.000 MW. Tapi setiap tahun kita hanya terus berbicara potensi itu. Sampai hari ini kita baru punya geothermal sekitar 1.500 MW. Begitu kita sia-siakan potensi green energi tersebut.

Terobosan yang mendasar harus dilakukan. Pertamina harus melakukan retsrukturisasi internalnya untuk lebih mencurahkan potensinya untuk mewujudkan cita-cita menjadi produsen green energi geothermal terbesar di dunia.

Aturan-aturan geothermal juga harus diubah.
Tapi yang sangat penting adalah negara harus turun tangan untuk menjadi penentu pemecahannya. Caranya tidak sulit. Negara menyediakan APBN Rp 500 miliar untuk melakukan penggalian pertama geothermal di seluruh Indonesia. Uang itu tidak akan hilang. Setelah pemerintah berhasil melakukan pengeboran, barulah sumur geothermal tersebut dijual kepada investor. BUMN atau swasta. Begitulah terus menerus bergulir.

Dengan modal yang hanya Rp 500 miliar, itu pun uangnya tidak hilang, Indonsia akan menjadi negara terbesar di dunia dalam green energi geothermal. Dan lagi kita bisa menghemat uang negara raturan triliun rupiah karena kita bisa mendapatkan sumber lustrik yang green, murah dan stabil untuk jangka yang panjang.

Itulah tujuh hal penting yang perlu saya sampaikan. tentu masih banyak bidang energi lainnya yang harus saya kerjakan, tapi mengingat waktu penyampaian ini terbatas, akan saya sampaikan dalam kesempatan lain.

Dahlan Iskan
Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat[/SPOILER]

KONVENSI DEMOKRAT MEDAN


Orang Hebat Lahir Dari Kesulitan & Tempaan Hidup
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

BUKU INSPIRATIF DAHLAN ISKAN
Spoiler for GANTI HATI:

Spoiler for BELAJARLAH (TAK HANYA) SAMPAI NEGERI CINA:

Spoiler for 100 Harapan Baru Demi Indonesia:

Situs Resmi Dahlan Iskan: http://www.dahlaniskan.net/
Situs Pendukung Lain:
http://kickdahlan.wordpress.com/
http://thedahlaniskanway.wordpress.com/
http://dahlaniskan.wordpress.com/
http://dahlanis.com/
http://dicommunicationcenter.com/

Berharap Cendol gan emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Klo berkenan di bintang 5 emoticon-Rate 5 Star



*mohon bantuanya sahabat sekalian agar dapat menyebarkan link tread ini via sosmed facebook, bbm, twiter, blog, etc.
*ts cuma pengagum beliau, tau pertama kali jg lewat kaskus setahun yg lalu, thx kaskus.

Lanjutan...


Dahlan Iskan: Saya Tak Akan Seperti Ini Kalau Istri Saya Bukan Nafsiyah



Kisah Cinta Romantis Pak Dahlan Iskan dan Istrinya
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Vemale.com - Cinta itu seperti membangun keping-keping bata untuk menjadi sebuah rumah.

Awalnya hanya tanah, tetapi dengan kesabaran, bata-bata itu menjadi bangunan kokoh yang tidak akan terguncang apapun.

Itulah kalimat yang bisa menggambarkan perjalanan cinta Menteri BUMN Indonesia, bapak Dahlan Iskan dan ibu Nafsiah Sabri. Keduanya adalah pasangan suami istri yang memulai cinta dari kesederhanaan. Dengan saling menopang, saling mendukung dan percaya, kehidupan mereka semakin membaik. Kehidupan yang semakin baik itu tidak melunturkan cinta diantara mereka, justru semakin lengket dan mesra di usia yang sudah tidak lagi muda.

Dilansir dari Merdeka.com, inilah kisah cinta bapak Dahlan Iskan dan ibu Nafsiah Sabri.

Dari Ceramah Agama, Berlanjut Boncengan Sepeda

Awal mula pertemuan pak Dahlan dan ibu Nafsiah bisa dikatakan unik. Keduanya sama-sama memberikan ceramah agama di sebuah stasiun radio Semarang. Karena masih malu dan belum berani menyatakan cinta, pak Dahlan menawarkan membonceng ibu Nafsiah muda dengan sepeda. Hal ini terus dilakukan setiap kali berangkat siaran radio.

"Dulu saya hanya punya sepeda dan berangkat boncengan. Saya lihat sepertinya Ia bisa menjadi ibu yang hebat," ujar pak Dahlan Iskan. So sweet..

Di mata pak Dahlan Iskan, ibu Nafsiah adalah perempuan yang salehah, ceria, mandiri dan humoris. Tidak ingin berlama-lama, pak Dahlan Iskan menikahi ibu Nafsiah Sabri pada tahun 1975. Saat itu, usia pak Dahlan 25 tahun sedangkan usia ibu Nafsiah 22 tahun.

Kehidupan Awal Pernikahan Yang Sulit
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Pada masa awal pernikahan, pak Dahlan tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia meninggalkan bangku kuliah dan memilih menjadi reporter lepas di sebuah surat kabar di Semarang. Kondisi yang sulit itu tidak menyurutkan cinta ibu Nafsiah. Beliau tetap menjadi istri yang setia, penurut dan mencintai pak Dahlan sepenuh hati. Di sepanjang usia pernikahan mereka, pak Dahlan dan ibu Nafsiah dikaruniai dua putra Azrul Ananda dan Isna Fitriana.

"Kehidupan sehari-hari lebih banyak dibantu dari gaji istri saya yang menjadi guru SD waktu itu. Ketika lahir anak pertama, Azrul Ananda, kita bisa menyewa rumah yang ada kamarnya, meski di gang sempit," ujar pak Dahlan.

Setia Walaupun Pak Dahlan Sakit
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Kesetiaan adalah kunci sebuah pernikahan yang langgeng, hal itu diperlihatkan oleh pengabdian ibu Nafsiah. Walaupun pak Dahlan Iskan divonis mengidap kanker hati ganas, beliau tetap setia menemani suaminya. Pada tahun 2008, pak Dahlan melakukan operasi transplantasi hati untuk kesembuhannya.

Cinta keduanya tidak surut dimakan usia. Ibu Nafsiah tetap mendukung langkah karir suaminya, mulai dari reporter lepas hingga menjadi Menteri BUMN seperti saat ini. Bahkan saat pak Dahlan menjual e-troll di jalan tol, ibu Nafsiah menemani dan membantu suami walau harus berpanas-panas di bawah terik sinar matahari.

Tetap Suka Masakan Ibu Nafsiah
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Menjadi seorang pejabat negara tidak membuat pak Dahlan melupakan hangat dan lezatnya masakan sang istri. Hingga sekarang, ibu Nafsiah masih sering membuat masakan untuk pak Dahlan untuk dimakan di Gedung Kementrian. Pak Dahlan bukan tipe pria yang malu membawa bekal dari rumah, beliau bahkan menawarkan dan membanggakan masakan istrinya di depan para wartawan. Menteri energik yang satu ini juga lebih senang menikmati masakan istrinya ketimbang makan di luar.

Semoga kebahagiaan dalam kisah cinta ini menular pada kita semua.

I love you with all of my heart, body ,and soul.

You complete me.

You make my life worth living.

http://www.vemale.com/inspiring/lent...-istrinya.html

Pendapat Masyarakat
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Nafsiah Sabri Dahlan (Istri Dahlan Iskan): "Dia Memang Spontan dan Gila Kerja..."
Jaya Suprana Sebut Dahlan Manusia Langka
“Tanggungjawab beliau masih panjang, karena saat ini dia sedang dipersiapkan untuk dijadikan presiden dengan hati baru,”
Yusuf Kalla: Dahlan Itu Sama Seperti Saya
“Dahlan mampu merubah result oriented. Sama seperti saya, proses nomor dua, asal jangan juga melanggar aturan, karena kalau salah juga bahaya. Kalau murni birokrasi ya susah. Apa yang dibuat ia memperpendek proses dengan result oriented tapi tidak salah (melanggar aturan),”
Rhenald Kasali: “KITA perlu pemimpin seperti Pak Dahlan. Saya tidak melihat adanya ketakutan dalam dirinya,”
Nanik S Deyang: “Layaknya wartawan, Dahlan hidup “apa adanya” (tapi selalu disebut pencitraan), dan sebagai pejabat ia terbilang lurus, pintar dan pekerja keras luar biasa, dan punya komitmen tinggi akan masa depan bangsa ini,”
RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II:“Yang menarik juga Pak Dahlan, karena dia orang pasar, kalau BUMN itu kan struktur. Nah, dia adalah orang yang nggak ada modelnya. Kalau orang bilang out of the box, ini nggak ada box sama sekali. Jadi, nggak pakai box. Dia memotong kepentingan-kepentingan politik.”
Mahfud MD: "..di Indonesia itu ada tiga pendekar. Saya, Pak JK, dan Pak Dahlan. Saya sudah sudah berkomunikasi dengan mereka semua, saya sampaikan, pendekar itu tidak berkelahi dengan pendekar lainnya. Pendekar itu berkelahinya dengan penjahat. Jadi kita bertiga jangan berkelahi. Kita persilahkan Pak Dahlan yang maju di 2014 nanti. Kita pasti tidur nyenyak, kita pasti tenang kalau Pak Dahlan Iskan jadi Presiden. Sayakenal Pak Dahlan, saya tau Pak Dahlan."
Hermawan Kartajaya: “Dahlan itu memang marketing 3 hal. Dari vertikal jadi horizontal. Lalu dari eksklusif jadi inklusif dan dari individual menjadi sosial,”
TB Silalahi: Indonesia Butuh Dahlan
“Saya orang yang pertama akan mendukung beliau untuk menjadi presiden. Dan saya harap yang disini juga bersedia,”
Taufik Kiemas: “Mas Dahlan mencitrakan mau jadi apa lagi. Nggak mungkin lah,”
M Dawam Rahardjo: Dahlan Iskan Figur Fenomenal “Dalam Pandangan Pak Dahlan, BUMN itu akan dijadikan growth engine (pertumbuhan ekonomi). Saat ini BUMN telah berkembang pesat. Bahkan ada enam BUMN yang sudah jadi world class corporation,”
Fachry Ali: Urakan tapi Kerja Nyata “Indonesia membutuhkan pemimpin seperti itu. Pak Dahlan di mata saya memang urakan. Tetapi beliau selalu membawa gebrakan pembaharuan
Dawam Rahardjo : BUMN Harus Dikelola Secara Profesional “Dahlan seorang pengusaha swasta yang berani melaksanakan reformasi di BUMN dengan cara demonstratif dan membuat sejarah, tradisi kerja BUMN dan dunia politik yang berlangsung dinamis,”
I Ketut Mardjana: Pak Dahlan justru memberikan otonomi itu ke setiap direksi untuk meningkatkan kinerjanya. Memberikan sepenuhnya tanggung jawab itu ke direksi,”
Ary Ginanjar Agustian: "Dahlan Iskan adalah contoh nyata seorang Authentic Leader, selalu bersikap dan bertindak apa adanya. Dia mengajar dengan hati dan perbuatan serta mampu mendobrak kekakuan birokrasi yang selama ini membelenggu. Buku ini membuat kita paham akan apa yang membuat sosoknya menjadi demikian istimewa."

Dahlan Iskan di Mata Motivator




MOBIL LISTRIK DAHLAN ISKAN
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Dahlan Iskan Bikin Mobil Listrik Karena Tersindir "Afala Ta'qilun"


ARINA
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

SELO
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

GENDIS
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)



Mobil Listrik 'Lamborghini dan Alphard' Dahlan Iskan Lolos Uji Laik Jalan
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Mobil listrik pesanan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Selo dan Gendis telah lolos uji sertifikasi dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perbubungan di Bekasi, Jawa Barat.
Selanjutnya prototype mobil listrik yang diproduksi oleh putra-putri Indonesia telah dikirim ke Bali. Di Bali, mobil ini bakal dipamerkan kepada para peserta KTT APEC.
[url]http://finance.detik..com/read/2013/09/30/093653/2372814/1036/mobil-listrik-lamborghini-dan-alphard-dahlan-iskan-lolos-uji-laik-jalan[/url]

Bonus

Dahlan Iskan feat Habib Syeh Sholawatan Padang Bulan


Dahlan Iskan feat KH. Yusuf Mansyur Sholawatan Padang Bulan


Antara SBY dan Dahlan Iskan di SinabungDahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Foto: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam tenda mewah bersama sejumlah menteri, sementara Menteri BUMN Dahlan Iskan memilih tidur bersama pengungsi letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (23/1).
http://www.beritalingkungan.com/2014...-sinabung.html
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Antara Gelandangan dan Bangsawan
Gambar di atas mungkin tidak berarti apa apa. Hanya gambar biasa. Gambar orang tidur kedinginan berselimutkan sarung di lantai beralaskan tikar. Dari tumpukan kardus dan pakaian di belakangnya orang mudah menduga bahwa itu adalah sebuah kamp pengungsian atau malah sebuah gudang. Benar benar bukan gambar yang luar biasa, yang tidur itu pun pasti orang yang biasa biasa saja.
Bila gambar di atas diambil dengan latar belakang kota besar, tumpukan kardus pakaian berganti jalan atau selokan pastilah orang mengira yang tidur itu gelandangan. Bukan orang kebanyakan apalagi bangsawan. Susah membayangkan orang berstatus bangsawan tidur di tepi jalan atau di bawah jembatan. Gelandangan dan bangsawan hanya akhiran katanya saja yang serupa, realitanya jauh berbeda.
Orang yang tidur kedinginan itu adalah Dahlan Iskan. Dia bukan gelandangan juga bukan bangsawan. Semalam di Sinabung Dahlan langsung mengunjungi kamp pengungsian yang ada di tepi gunung dan bermalam di sana. Tidur bersama para pengungsi bukan di penginapan yang telah disediakan untuk pejabat sekelas menteri.
Tidak ada protokoler kaku layaknya pejabat yang mau menginap. Tidak ada pula pengerahan wartawan untuk meliput blusukan Dahlan.Yang nampak hadir malah beberapa relawan dan sebagian aparat setempat. Memang seperti itulah Dahlan, bagi yang mengenalnya mungkin hal itu sudah biasa. Bagi yang belum terbiasa pasti mudah menudingnya dengan aksi pencitraan belaka.
Tentu amat mudah mengkaitkan pencitraan Dahlan dengan keikutsertaannya dalam konvensi Partai Demokrat. Apalagi Dahlan memang dijadwalkan mengikuti debat antar kandidat konvensi yang lokasinya di Istana Maimun Medan, tak jauh dari lokasi bencana. Banyak pula yang mengkritik kenapa baru sekarang Dahlan Iskan turun, kenapa tidak dari dulu sejak awal meletusnya gunung Sinabung.
Bagi Dahlan simple saja berpikirnya. Sejak dia mewakafkan hidupnya setelah diberi hati dan hidup baru, pencitraan apalagi yang dia kejar. Bukan Dahlan yang selama ini minta dijadikan menteri, begitu pula dengan ikutnya dia dalam ajang konvensi. Dahlan itu jadi menteri alhamdulillah, gak jadi pun tetap bersyukur mengucap alhamdulillah. Apapun peran yang dijalaninya Dahlan hanya berusaha agar sisa hidupnya dapat lebih bermanfaat bagi sesama, bangsa dan negara…itu saja.
Pencitraan atau bukan itu adalah masalah keikhlasan. Cukup Dahlan dan Tuhan yang tahu.
Dengan modal ikhlas seperti itu, enteng saja Dahlan menyikapi berbagai macam kritik dan hujatan. Kritik yang membangun tentu pantas untuk diperhatikan, tetapi sekedar tudingan yang mempertanyakan niat baiknya membangun bangsa ini, buat apa didengarkan. Dahlan lebih memilih bekerja dibanding meladeni kritikan semacam itu yang seolah tiada habisnya.
Bilapun Dahlan berkunjung ke Sinabung lebih awal, tetap saja dia akan dituduh melakukan pencitraan. Bukannya membenahi BUMN lha kok malah ngurusi kerjaan menteri sosial. Mungkin begitu kata orang yang dasarnya sudah benci. Kalaupun tidak berkunjung ke lokasi pengungsi tetap juga dia akan dicaci, peserta konvensi yang satu ini sungguh tak tahu diri. Calon presiden tapi empatinya minim sekali.
Jadi buat apa mendengarkan omongan yang tidak akan pernah selesai itu. Bagi Dahlan bekerja harus efisien dan efektif. Sekalian ke Medan dia bisa berkunjung ke pengungsi gunung Sinabung. Saat bencana meletus pertama kali toh dia bisa berkomunikasi dengan BUMN di sana mengkoordinasikan apa yang bisa dilakukan, entah lewat CSR atau lainnya. “Seribu kali saya berbuat kebaikan tetap saja orang akan mencari cari kesalahan saya” kata Dahlan.
Yang terpenting adalah menunjukkan rasa duka, empati dan simpatinya yang begitu dalam dengan para korban. Sebagai pribadi dan pejabat negara Dahlan menunjukkan ungkapan duka yang tidak hanya dengan kata kata, tapi ikut merasakannya bersama mereka kalau bisa sedikit menghiburnya. Dahlan ingin menunjukkan bahwa negara tidak abai pada rakyatnya, negara itu ada dan bertanggung jawab terhadap bencana yang dialami warganya.
Sampai tengah malam Dahlan belum tidur, bercengkerama dan bercerita dengan anak anak yang sepantaran dengan cucunya. Pagi pagi buta disaat pengungsi lain masih terlelap, dia sudah bangun siap berkeliling ke lokasi bencana.
Apa yang sudah dilakukan Dahlan tidak perlu ditiru tiru bila hanya mengejar popularitas semata. Hasilnya pasti akan berbeda meski serupa yang dilakukannya. Semuanya tergantung niatnya. Dahlan pasti sangat berharap kehadirannya yang hanya sebentar, tidurnya yang cuma semalam dapat sedikit berguna bagi mereka.
Kalaupun tidurnya dianggap sama dengan tidur para gelandangan, sama sekali dia tidak akan kecewa. Bila itu cukup menghibur rakyatnya, memberi pandangan baru pada mereka bahwa ada pejabat negara yang mau menemani mereka tidur di penampungan, kedinginan bahkan sudah mirip seperti gelandangan. Dahlan tentu akan senang luar biasa.Kebahagiaan mereka jauh lebih utama dibanding sekedar tuduhan pencitraan apalagi sekedar tidur mirip gelandangan.
Dahlan Iskan adalah seorang pejabat negara. Dahlanlah yang menentukan kemana ratusan perusahaan milik negara mau dibawa. Dahlan adalah orang penting di negeri ini. Negeri tetangga bahkan dunia pun mengakuinya. Bila hidup di jaman kerajaan sudah pasti gelar bangsawan bakal disandangnya. Tetapi untuk menghibur rakyatnya, menghilangkan penderitaan mereka meski sesaat, tidur layaknya gelandangan di jalan pun dengan senang hati dijalaninya.
ZAINUDIN ZEN

Sabtu, 17 Maret 2012, Kunjungan Kerja Menteri BUMN Dahlan Iskan di Sragen
Semalam, Dahlan Menginap di Rumah Petani
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
SARAPAN: Menteri BUMN Dahlan Iskan menyantap menu makan pagi yang disediakan keluarga Marto Paimin kemarin. Foto: Ananto/RADAR SOLO

Dahlan Iskan tidur beralaskan tikar di rumah petani
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, di setiap kesempatan selalu menjadi perhatian masyarakat, karena perilaku dan tindakannya yang seringkali di luar kebiasaan seorang pejabat negara.
Biasanya seorang pejabat negara di negeri ini dalam suatu kunjungan kerjanya selalu meminta atau disuguhi fasilitas yang berkelas, mulai dari tempat kegiatan acara tertentu, tempat bersantap, hingga fasilitas penginapan.
Tidak demikian bagi seorang Dahlan Iskan, yang juga pemilik kelompok bisnis multumedia massa Jawa Pos Group. Ia justru lebih nyaman mendekatkan diri dengan kalangan bawah sesuai dengan latar belakangnya yang berasal dari keluarga bersahaja.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, mengatakan pada Kamis ini bahwa Dahlan Iskan melakukan serangkaian kegiatan di Kota Gudeg, Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan Pak Menteri adalah seminar soal "Pemimpin Muda, Belajar Merawat Indonesia", seminar "Program Rightsizing BUMN" di Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), dan pencanangan gerakan Pro-Beras BUMN di Dusun Seworan, Kelurahan Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dahlan Iskan tiba di kota Gudeg tersebut pada Rabu malam (28/3). Untuk menghabiskan waktu malam itu, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) tersebut memilih menginap di rumah Hadi Sumarto (60) dan Sarjiyah (57), warga Dusun Seworan RT18/RW8, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo.
Hadi dan Sarjiyah, pasangan suami istri yang sehari-harinya menjadi buruh tani tiba-tiba saja kedatangan Dahlan yang ingin bermalam di rumahnya, yang berlantai tanah dan dinding dari anyaman bambu atau gedhek dalam bahasa Jawa.
"Kami tidak ada persiapan apa-apa, hanya membersihkan beberapa bagian rumah. Biasa saja tidak ada bagian yang saya ganti. Kami senang sekali Pak Menteri mau menginap di rumah kami," ujar Hadi.
Wajah Hadi terus berseri-seri mengetahui seorang menteri akan menginap di rumah miliknya yang berukuran 10m x 7m persegi tersebut. Saat ditanyakan siapakah tamu yang akan berkunjung ke rumahnya, yang masih mempertahankan bangunan khas Jawa berupa bentuk atap limas tersebut, ia mengaku bahwa sebelumnya tidak mengetahui sosok Dahlan Iskan.
"Kami tidak tahu Pak Dahlan Iskan itu siapa, baru tahu ya saat melihat berita di televisi," ujarnya.
Dahlan tiba di kediaman Hadi Sumarto sekitar pukul 00.15 WIB bersama lima orang rombongan, yakni staf Kementerian BUMN, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero), Eddy Budiyono, Direktur Pemasaran PT Sang Hyang Seri, Kaharudin, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir.
Kunjungan Dahlan Iskan juga disambut Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, bersama kepala satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.
Malam itu memang menjadi hari yang tidak akan terlupakan bagi Hadi Sumarto dan keluarga.
Tujuan kedatangan Dahlan untuk bermalam dan mengunjungi desa tersebut guna meninjau tanam perdana areal binaan progam Pro-Beras BUMN dari PT Sang Hyang Seri di Bulak Seworan, Desa Triharjo, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, pada keesokan harinya.
Begitu tiba di kediaman Hadi, Dahlan Iskan sudah disambut secara sederhana, jika dibandingkan sambutan di hotel-hotel berbintang.
Dahlan terlihat nyaman menanggapi obrolan pemilik rumah, meskipun hanya duduk bersila beralaskan terpal dan tikar di dalam rumah sederhana berdinding bambu saja.
Obrolan mereka semakin hangat, ketika beberapa makanan kecil khas daerah dan hasil bumi, seperti tempe benguk, geblek, ubi dan sajian wedang secang disajikan menggunakan tampah (tempat makan dari anyaman bambu).
"Dalem nipun sae Pak Hadi. Rapi," ujar Dahlan, memuji rumah Pak Hadi yang disebutnya bagus.
Menteri yang akrab dengan sepatu kets dan baju putih lengan panjang tergulung itu agaknya terkesan dengan atap rumah Hadi yang terbuat dari susunan bambu tersusun rapi.
Meskipun raut wajahnya sudah menunjukkan kondisi badan yang lelah setelah seharian beraktivitas, di Jakarta, Dahlan tetap melayani obrolan dengan pemilik rumah maupun dengan wakil bupati serta kepala desa setempat secara santai, bahkan penuh canda.
Dalam dialog tersebut, Hadi pun menjelaskan terkait pekerjaan dan kondisi kehidupannya.
"Kulo mboten gadah sabin, namung buruh hasilipun maro, luasipun 1.800 meter, angsale 10 karung. Hasilipun mboten disade, namung cekap ngge maem saben dinten. Menawi disade, namung ngge tumbas rabuk," ujar Hadi dalam bahasa Jawa. Artinya: "Saya tidak punya sawah, hanya buruh yang hasilnya dibagi dua, luasnya 1.800 meter dengan hasil bagian 10 karung. Hasilnya tidak pernah dijual, namun cukup untuk makan sehari-harinya. Bila dijual, maka hanya untuk beli pupuk."
Tidak terasa waktu terus berlalu dan semakin larut. Waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB. Karena sudah merasa lelah, Dahlan meminta agar obrolan tersebut diakhiri untuk selanjutnya dapat beristirahat.
"Monggo (mari) kita akhiri dulu obrolannya. Kita beristirahat, tidur dulu besok pagi dilanjutkan lagi," ucap Dahlan.
Sebelum pamit untuk beristirahat, Dahlan sempat berganti kaos warna ungu, dan merebahkan diri di tempat semula yang digunakan untuk ngobrol.
Pria kelahiran Magetan pada 17 Agustus 1951 itu tidak mau menempati tempat tidur berkasur empuk yang sebelumnya sudah disediakan oleh tuan rumah. Dahlan justru memilih tidur beralasakan tikar bersama Direktur Utama Sang Hyang Sri dan Wakil Bupati Kulonprogo.
Kemudian, pagi-pagi buta sekitar pukul 04.30 WIB rombongan terbangun setelah mendengar suara adzan Subuh.
Dahlan Iskan tidak ingin ketinggalan shalat Subuh berjamaah. Dirinya bergegas berjalan menuju masdjid Nurul Hidayah yang berada di desa sebelah, yakni di Pedukuhan Garang, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, berjalan kaki yang berjarak sekira 400 meter.
Saat ditanya dengan alasan kenapa Dahlan memilih menginap di rumah warga? Ia mengatakan, jika apa yang dilakukannya merupakan salah satu penghayatan riil dengan kehidupan para petani.
"Semalam tidurnya nyenyak sekali, sangat nyaman. Ini bukan pertama kalinya saya menginap di rumah warga, saya juga tidak mencari kepuasan. Ini merupakan bagian penghayatan riil terhadap apa yang dirasakan dan dialami oleh orang seperti Pak Hadi," ujar Dahlan.
Selesai melaksanakan shalat subuh, Dahlan segera kembali menuju kediaman Hadi untuk berganti pakaian menggunakan kaos ungu dilapisi kemeja putih dan mengenakan sepatu kets guna melanjutkan aktivitas olahraga jalan kaki. Rute yang ditempuh sekitar tiga kilometer menyusuri perkampungan dan pematang sawah.
"Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Kulonprogo, suasananya asyik sekali," ujarnya, sembari berjalan menyusuri pematang sawah menuju di lokasi tempat tanam perdana areal binaan progam "Pro-Beras BUMN PT Sang Hyang Seri".
Saat tiba di lokasi tanam perdana padi, Dahlan tidak langsung melakukan tanam perdana layaknya apa yang dijadwalkan panitia penyelenggara. Dahlan justru menyempatkan diri mengobrol ringan dengan ibu-ibu petani yang sedang melakukan tanam perdana.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju gudang Perum Bulog. "Kulo nderek donga dinonga, nyuwun ngapunten sampun ngrepoti," ujar Dahlan dalam bahasa Jawa halus kepada penduduk. Artinya, "Saya minta saling mendoakan, mohon maaf sudah merepotkan." Ia mengemukakan hal itu sembari berjalan menyusuri pematang sawah.
Setelah meninjau gedung Bulog, Dahlan kembali berjalan kembali ke Dusun Seworan menuju kediaman keluarga Keminem (75), warga Dusun Seworan RT19/RW8, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, yang berjarak sekitar 300 meter dari kediaman Pak Hadi untuk sarapan.
Menu yang disajikan para ibu, antara lain sayur terancam, pecel, oseng-oseng daun pepaya, tahu, tempe dan aneka buah-buahan.
"Sayur daun pepayanya enak sekali Bu," ucap Dahlan kepada salah seorang warga sambil menyantap sarapan bersama rombongannya di teras rumah beralaskan tikar.
Usai sarapan, Dahlan juga sempat berjabat tangan dengan anak-anak peserta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta melihat pertunjukan kesenian tari jathilan (kuda lumping).
Dahlan terlihat sangat menikmati sajian kesenian tradisional tersebut, bahkan memilih duduk di dekat pemain kendang, meskipun hanya duduk beralaskan terpal.
Sekitar pukul 08.00 Dahlan kembali berjalan kaki menuju kediaman keluarga Hadi Sumarto sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota Yogyakarta untuk menghadiri acara di kampus UGM, Yogyakarta.
Dahlan seperti merasa banyak berutang budi, sehingga dirinya segera bergegas mendatangi rumah Pak Hadi. Bahkan, dirinya sempat meminjam sepeda onthel (kayuh) salah seorang warga untuk cepat sampai di rumah Hadi Sumarto.
Sebelum menutup kunjungan di Dusun Seworan, Desa Triharjo, Dahlan Iskan juga sempat melihat aktivitas gabungan kelompok tani (Gapoktan) Panca Manunggal di Desa Sogan, Kecamatan Wates. Lokasi yang digunakan sebagai tempat pengemasan beras lima kilogram untuk program beras untuk pegawai negeri sipil (PNS) di Kulonprogo.
Tetesan air mata pun menutup kunjungan Dahlan Iskan, saat ia dipeluk Hadi Sumarto yang merasa bahagia bercampur haru dengan kedatangan menteri ke rumahnya.
"Kami sangat senang rumah kami dikunjungi Pak Menteri. Beliau orang yang sangat ramah. Bahkan, tadi pagi selesai shalat Subuh, Pak Menteri pergi ke dapur menyusul saya ketika sedang ngambil minum," ungkap Hadi.
Apresisasi terhadap Dahlan Iskan juga disampaikan oleh Kepala Dusun Seworan, Sutari. Ia menilai, sosok Dahlan adalah menteri yang benar-benar merakyat, dan jarang dimiliki setiap menteri.
"Pak Dahlan ingin merakyat, dan ingin tahu tentang kehidupan orang kampung. Dan, ternyata beliau betul-betul merakyat," demikian Sutari.
http://www.antaranews.com/berita/303...i-rumah-petani

Dahlan Iskan menginap bersama santri di Ponpes Darul ‘Ulum, Padang
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=31099
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Mahasiswa ITB mengantarkan Dahlan Iskan ke Bandara setelah memberikan kuliah Umum Minggu, 18 Maret 2012

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Selasa (20/03) pagi pukul 06.10 WIB kemarin terlihat mengatur kendaraan yang akan memasuki gerbong tol Semanggi ke arah Slipi. Pasalnya, Dahlan sedang meminta puluhan kendaraan masuk gerbang tol dalam kota tanpa membayar. Penyebabnya, karena Mantan Dirut PLN itu marah lantaran melihat antrian mobil yang demikian panjang namun hanya dua loket yang melayani para pengguna tol.

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Sewaktu jadi Dirut PLN, Dahlan Iskan tak segan-segan ikut jual koran bersama pengecer Jawa Pos di Surabaya.

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan memangnyeleneh. Dia membuat terkejut penumpang kereta commuter line jurusan Jakarta-Bogor saat naik dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Bogor untuk mengikuti rapat kabinet di Istana Bogor, Jumat pagi, 23 Desember 2011.
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Bandara Juanda di tutup karena hujan debu. Pesawat yang sedang parkirpun tertutup debu. Dahlan Iskan kembali dari Surabaya ke Jakarta menggunakan kereta api

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

http://poskota.co.id/berita-terkini/...an-soto-kaki-5
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Soto Kuning favorite Dahlan Iskan, Jalan Suryakencana Bogor, Kamis, 07 Juni 2012

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Kesal WC Bandara Kotor, Dahlan Iskan Langsung Bersih-bersih Selasa, 28/08/2012.
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
http://finance.detik.com/read/2012/0...-bersih-bersih

Pagi Buta, Dahlan Iskan Nyapu di Monas
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
http://finance.detik.com/read/2012/1...nyapu-di-monas

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Meneg BUMN Dahlan Iskan menyapu di salah satu kereta Cirebon Express (Cirex). Foto tersebut beredar di beberapa grup BlackBerry Messenger (BBM).

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Sungkem ke Tukang Bersih-Bersih Pondok Pesantren Keluarganya

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan ke Rumah Mohammad Ichlas El Qudsi Minta Maaf, Cium Tangan Ibunda Mohammad Ichlas El Qudsi
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
”Beliau Rendah Hati, Patut Ditiru”
Menteri BUMN Dahlan Iskan, kemarin (29/12) datang ke rumah orangtua anggota Komisi XI DPR Mohammad Ichlas El Qudsi, di Parupuk Tabing, Kecamatan Kototangah, Padang. Di rumah itu, Dahlan menyampaikan langsung per­mintaan maafnya kepada Mic­hel—panggilan Mohammad Ich­las El Qudsi—dan Ibu Michel Dra Hj Yulintidar Sy.

”Saya diminta untuk minta maaf di BK (Badan Kehormatan) DPR, tapi saya tidak mau. Saya ingin minta maaf langsung ke sini (rumah orangtua M Ichlas El Qudsi),” ujar Dahlan usai men­yam­paikan permintaan ma­afnya.

Sebagai bentuk ketulusan, Dahlan yang memang sengaja ke Padang untuk minta maaf, men­cium tangan Yulintidar Sy. Se­ba­liknya, Ibunda Michel lang­su­ng memeluk Dahlan.

Sesaat sua­sana hening, namun kemudian, rumah Michel penuh tawa can­da. Dahlan seperti pulang ke rumahnya sen­diri. Dan, ke­luar­ga Michel seperti menerima salah seorang keluarga yang sudah lama tak pulang kam­pung.

Sekadar diketahui, per­min­taan maaf Dahlan ini, bermula dari informasi keliru yang diteri­ma Dahlan. Michel disebut sebagai salah satu oknum ang­gota DPR yang ”memeras” BU­MN. Namun ke­mudian, Dahlan menyadari ke­keliruan itu. Ia langsung meralat, dan mencabut pernyataan bahwa Mic­hel salah satu ”pemeras” BU­MN. Walau telah meminta maaf ke Michel di Jakarta, namun Dahlan te­tap merasa itu masih belum cu­kup.

”Ini bukti (datang ke rumah Mic­hel) bahwa saya sungguh-su­ngguh. Bahwa saya minta maaf dari hati. Sebenarnya ini belum cu­kup, masih ada pertang­gung­ja­waban saya kepada Tuhan,” ujar Dah­lan.

Suasana Kekeluargaan

Dahlan di rumah Michel ditemani Wali Kota Padang Fauzi Bahar, juga kerabat dekat Michel. Selain itu juga ada Ka­divre Riau Pos Group Padang, Sutan Zaili Asril. Di rumah Michel, pembicaraan antara Dahlan dan Ibunda Michel me­ngalir ke banyak hal. Di sini terungkap banyak kesamaan antara keluarga Dahlan dan keluarga Michel. Misalnya, ten­tang Michel dan Dahlan Iskan yang sama-sama aktivis Per­satuan Pelajar Islam (PII).

Selanjutnya, latar belakang pendidikan agama yang kuat dari kedua keluarga. Dahlan dan Yu­lintidar Sy pun sama lulusan Madrasah Aliyah. Lalu, kedua keluarga juga punya jamaah pengajian. Sambil berbincang, Dahlan menikmati bubur kam­piun dan lamang tapai. Yu­lin­tidar menceritakan kegiatannya se­karang lebih banyak di Ais­yiyah Muhammadiyah Kota Padang, dan memberi pengajian rutin untuk jamaahnya. Mantan guru yang sudah berusia 73 tahun ini, pernah menjabat sebagai Ketua Aisyiyah Padang. Sekarang Yulintidar menjabat sebagai Ketua Majelis Tabliq Aisyiyah Muhammadiyah Sum­bar. ”Di sini kami juga mengajar anak-anak mengaji, jumlahnya sekitar 80 orang,” kata Yul­intidar. Dahlan pun men­ceri­takan bahwa kakaknya adalah ak­tivis Aisyiyah. Bahkan kakak pe­rem­puan Dahlan, menjabat sebagai Ketua Aisyiyah di Kali­man­tan Timur.

Sempat Sakit

Tanpa bermaksud mengu­ng­kit kekeliruan Dahlan, Yulin­tidar mengaku memang sempat sakit setelah mendapat kabar bahwa anak kesayangannya disebut sebagai salah seorang ’pemeras” BUMN.

’Saya sampai demam dan mencret-mencret seminggu. Namun Michel terus meya­kin­kan saya, bahwa itu (dugaan pemerasan) tidak benar. Se­karang, kedatangan Bapak (Dah­­lan) ke sini mengobati se­mua sakit dan kegundahan hati saya. Ternyata, semua ada hik­mahnya,” tutur Yulintidar.

Di mata Ibunda Michel, Dahlan adalah sosok yang ins­piratif. Pejabat yang rendah hati, dan menyadari bahwa kesalahan tidak bisa dihapus tanpa minta maaf langsung kepada yang bersangkutan.

”Jadi, ibuk merasa beliau itu patut dicontoh pejabat lain. Selama ini ibu melihat pejabat lain kadang merasa gengsi minta maaf, padahal minta maaf itu suatu yang mulia. Allah me­nyuruh kita minta maaf. Se­belum minta maaf, kami sudah memaafkan, tapi beliau belum puas mau juga datang minta maaf,” ungkap Yulintidar.

Kedatangan Dahlan ke rumahnya, bagi Yulintidar di atas harapannya. Dahlan minta maaf lewat media saja, menurut Yulintidar sudah cukup. ”Ke­luarga sudah puas, bahkan lebih puas lagi dengan kedatangan be­liau (Dahlan). Alhamdulillah, mu­dah-mudahan Allah me­nunjuki beliau (Dahlan) dan memberi pahala beliau, karena kerendahan hatinya. Beliau menteri yang rendah hati,” ung­kap Yulintidar.

Michel juga mengakui bah­wa sebetulnya dia sendiri su­dah memaafkan Dahlan. Se­bab, Michel tahu betul bahwa Dahlan telah mendapat informasi yang keliru dari bawahannya. ”Na­mun Dahlan dengan ikhlas dan lapang dada datang langsung meminta maaf. Walau itu se­betulnya kesalahan ba­wahanya.”

Di rumah Michel, Dahlan tak hanya mencicipi kampiun dan lamang tapai, namun sekaligus ma­kan nasi dengan rendang. Sa­at makan ini, Dahlan me­ngam­bilkan nasi untuk Yu­lintidar.

Setelah makan, Dahlan sem­pat melihat-lihat suasana rumah orangtua Michel, dan melayani anggota keluarga Mic­hel untuk berfoto. Usai sila­turahmi itu, kepada wartawan Dahlan kem­bali menegaskan bahwa ke­da­ta­ngannya adalah bentuk ke­sung­guhannya minta maaf dan me­nga­kui ke­ke­liruannya pada Michel.
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=38829

Tak Mau Gelar Open House Lebaran, Dahlan Iskan Pilih Sungkeman di Kampung
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Jakarta -Sejumlah menteri dan pejabat negara biasa menggelar open house lebaran untuk bersilahturahmi dengan kerabat dan saudara. Namun Menteri BUMN Dahlan Iskan tak mau menggelar open house. Apa alasannya?

Menurut Dahlan, momen lebaran harusnya yang terbaik adalah berkumpul bersama keluarga. Dia menyatakan prihatin, bawahannya harus menyiapkan acara open house lebaran, karena dirinya tak berencana melakukan kegiatan itu.

"Momentum lebaran kan silaturahmi bersama keluarga," ucap Dahlan saat berbicang dengan detikFinance di mobil pribadinya dari Stasiun Manggarai menuju Pacific Place, Jakarta, Sabtu (10/8/2013).

Semenjak menjadi Direktur Utama PLN pada tahun 2009 hingga menjadi Menteri BUMN di 2011, Dahlan mengaku tidak pernah menggelar acara open house saat lebaran. Dahlan hanya menggelar acara halal bi halal saja saat awal masuk usai lebaran di kantornya.

"Semenjak saya jadi Dirut PLN nggak pernah ada open house. Kalau open house harus balas SMS juga," kata Dahlan dengan senyuman.

Pada hari pertama lebaran, Dahlan memilih melakukan ibadah shalat Ied dan silaturahmi ke kampung halamannya di Magetan, Jawa Timur. Ia bertemu dengan para kerabat. Aktivitasnya di Magetan tidak berlangsung lama karena sore harinya, ia langsung terbang ke Jakarta untuk kembali bekerja.

"Ribuan orang sungkeman di desa saya sungkem kepada yang lebih tua terus teman-teman yang lebih muda sungkem ke saya. Terus ke makam leluhur, makam ibu saya tapi yang utama itu sungkeman," sebutnya.


Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Penting ngga sih gan?
emoticon-No Hope
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Berdasarkan data yang dirilis oleh @PilkadaUpdate, PDIP menjadi Juara 1 Partai Terkorup, disusul Golkar sebagai runner up, diikuti PAN dan Demokrat
juara partai terkorup 2014
PDIP Juara Partai terkorupsi
Inilah daftar PARTAI JUARA KORUPSI:

1. PDIP (84 Kasus)
2. GOLKAR (60 Kasus)
3. PAN (36 Kasus)
4. DEMOKRAT (30 kasus)
5. PPP (13 Kasus)
6. PKB (12 Kasus)
7. HANURA (6 Kasus)
8. GERINDRA (3 Kasus)
9. PBB (2 Kasus)
10. PKS (2 Kasus)
11. PKPI (1 Kasus)

Dari data diatas masyarakat bisa menilai media yang selama ini memberitakan justru terbalik. Cerdaskan para pemilih agar negeri ini lahirkan para pemimpin dan wakil rakyat yang bersih dan jujur.
http://beritabeda.com/2014/01/pdip-j...ai-terkorupsi/

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Kwik Kian Gie: Tak Heran Di PDIP Banyak Koruptornya!
Jakarta – Mantan Ketua Litbang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kwik Kian Gie menyatakan tidak merasa heran atas keterlibatan 18 anggota Fraksi PDIP periode 2004-2009 yang diduga menerima travel cek pemilihan Dewan Gubernur BI Miranda Gultom.

Kalau saya ditanya, apakah heran atau tidak. Saya jawab tidak heran karena banyak koruptor di PDIP, kata Kwik di Jakarta, Senin.

Diungkapkan, indikatornya sangat mudah, yaitu mobil para anggota DPR dari PDIP sangat mewah. Saya kenal mereka. Waktu tahun 1998, betapa miskin mereka. Sekarang kok mobil mereka mewah-mewah, kata Kwik.

Dijelaskan, saat dirinya menjabat Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) diminta untuk memberikan paparan tentang korupsi. Lalu peserta bertanya, apakah partai politik tidak korupsi.
“Saya menjawab, partai yang paling korupsi adalah partai saya, PDIP,” kata Kwik.

sumber : inilah..com
http://beritabeda.com/2014/02/kwik-k...k-koruptornya/

Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)

10 Prestasi Dahlan Iskan Selama Memimpin PLN 2 tahun


SPC, Jakarta – Dahlan Iskan memang fenomenal. Kini menjadi sangat terkenal. Bahkan mungkin mengalahkan presidennya. Bagaimana tidak, berbagai aksinya sekitar empat tahun terakhir selalu bikin heboh. Aksi-aksinya selain melanggar kelaziman birokrasi juga seringkali sarat human interest. Sesuatu yang saat ini jarang ditemukan dari para petinggi negeri ini.

Suarapengusaha.com mengulas sedikitnya 10 prestasi Dahlan ketika mulai masuk jajaran birokrasi pemerintah. Secara khusus, ketika menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar pada 22 Desember 2009-17 Oktober 2011. Beberapa program itu belum bisa diketahui hasilnya. Sebab, program itu sendiri bersifat multi years.

Berikut ini adalah 10 prestasi Dahlan Iskan tersebut:

1. Komunikasi ala CEO & BOD Notes

Dahlan memulai karirnya di PLN dengan penolakan Serikat Pekerja (SP) PLN. Tidak hanya mendemonya, tapi juga menyegel ruang kerjanya. Dahlan tidak marah apalagi bertindak otoriter. Dia menggelar dialog dan mendengar para karyawanya. Dia juga menjelaskan sebenarnya apa yang ingin dilakukannya. Dan, berhasil.

Tidak selesai sampai di situ, agar prinsip saling memahami terbentuk, digagasnya apa yang kemudian dikenal dengan CEO & BOD Notes. Ditautkan pada situs [url=http://www.pln.co.id,]www.pln.co.id,[/url] Dahlan selalu menuliskan renungannya, penilaiannya, harapannya untuk dibaca semua jajaran PLN hingga ditingkat bawah. Mereka juga bisa memberi feedback.

Jadi, prestasi pertama adalah ‘memenangkan’ hati dan komitmen para anak buahnya secara manusiawi.

2. Tidak Ambil Gaji

Dahlan memang sudah kaya dari sononya. Karena itu, tanpa mengambil gajinya pun, tidak akan merugikannya. Tapi, toh itu juga bukan untuk pencitraan. Melihat kondisi PLN yang kritis, Dahlan memulai dari dirinya sendiri. Demi masa depan PLN dan komitmennya, dia memutuskan tidak mengambil sepeserpun gajinya. Bahkan, uang pribadinya seringkali digunakan untuk kegiatan PLN. Kerja di PLN, kata dia, bukan untuk mencari harta, tapi untuk menjalankan amanat negara.

3. Perjalanan Dinas Tanpa SPD

Gebrakan ini dimulai pada Mei 2011. Dahlan menetapkan bulan tanpa surat perintah perjalanan dinas (SPD). Dengan itu, maka setiap karyawan yang melakukan perjalanan dinas, tidak akan mendapatkan uang pengganti biaya perjalanan.

4. Program Listrik Prabayar

Dengan mempertimbangkan aspek kepraktisan, Dahlan mencetuskan ide program listrik pra-bayar. Dengan program itu, pelanggan tidak perlu repot antri membayar rekening listriknya. Tapi juga dengan sendirinya belajar mengontrol penggunaan listriknya. Sebab, makin boros pakai listrik, makin besar dana untuk membeli ‘pulsa’ listrik.

5. Program Penggunaan CBM

Selama ini PLN terbebani dengan biaya bahan bakar yang didominasi solar karena penggunaan mesin diesel. Alhasil, PLN sangat bergantung pada subsidi pemerintah. Dahlan mencanangkan penggunaan gas metana batu bara (CBM). Selain murah, juga stoknya berlimpah di Indonesia.

6. Atasi Byarpet Dalam 6 Bulan

Karena kondisi infrastrukrut PLN yang cukup ‘parah’, byarpet atau pemadaman bergilir menjadi makanan hari-hari rakyat Indonesia. Memulai tugasnya, Dahlan langsung berikrar menghentikan penderitaan akibat lampu mati itu dalam enam bulan saja.

Dahlan hanya memberi waktu kepada anak buahnya untuk melakukan pemadaman tidak lebih dari tiga jam. Setelah itu, semua harus menyala lagi. Meski awalnya dianggap tidak realistis, namun, akhirnya itu terbukti. Pemadaman bergilir di hampir seluruh wilayah Indonesia berkurang drastis.

7. Gerakan Sehari Seejuta Sambungan (GRASS)

Dahlan prihatin dengan masih rendahnya tingkat elektifikasi nasional. Meski PLN digelayuti berbagai keterbatasan, Dahlan mengumumkan program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Grass) listrik baru. Penyambungan pun tidak dipungut biaya.

Program yang oleh beberapa pihak dianggap ide ‘gila’ itu, justru menuai hasil luarbiasa. Hingga akhir 2011, lebih sejuta pelanggan baru telah teratasi. Penambahan pelanggan itu, otomatis juga meningkatkan pendapatan PLN.

8. Proyek PLTS Pulau Terluar

Dahlan prihatin dengan masih banyaknya daerah perbatasan yang tidak teraliri listrik. Khususnya di daerah yang berbatasan dengan negara tetangga. Dahlan mencanangkan pembangunan PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Setahun sebelumnya, menuntaskan pembangunan 5 PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.

Rencananya, program itu akan tuntas bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2012 tahun ini. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan program PLTS di 1.000 pulau di seluruh Indonesia dan ditargetkan tuntas pada 2014.

9. Efisiensi Pembelian Trafo PLN

Salah satu beban terbesar PLN selama ini adalah terkait pemeliharaan trafo. Biayanya sangat besar. Namun, Dahlan punya kiat. Cara pengadaanya diubah. Hanya menenderkan barang-barang yang dibutuhkan saja. Tidak seperti sebelumnya, menenderkan untuk satu gardu induk.

Alhasil, pada 2010, Dahlan berhasil menghemat pembelian trafo sebesar Rp 37 miliar. Dari seharusnya Rp 120 miliar menjadi hanya Rp 67 miliar. Pada 2011, berhasil membeli 160 unit trafo dengan nilai Rp37 miliar.

10. Keluhan Terhadap Kinerja Pelayanan PLN Menurun

Membaiknya pengelolaan manajemen dan teladan Dahlan Iskan, juga memengaruhi komitmen seluruh karyawannya. Alhasil, selama dua tahun kepemimpinannya, dan masih terasa sampai kini, keluhan terhadap pelayanan PLN, tidak lagi seburuk sebelumnya. secara perlahan, PLN mulai berbenah dan memperkuat kinerjanya. (SPC-15)
SUMBER:
- See more at: http://suarapengusaha.com/2012/04/16....xGH1CcSy.dpuf
http://suarapengusaha.com/2012/04/16...-memimpin-pln/


KUMPULAN/KLIPING BERITA DAHLAN ISKAN DI PLN:
http://kabardahlaniskan.com/category...l/kelistrikan/
sebagai pembanding silahkan baca link dibawah ini

Spoiler for dahlan:
Quote:


Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
Dahlan Iskan Sang Mercusuar (POSITIF PENCITRAAN)
ORANG PKS KAH?


OH RADENNUH SI @TRIOMACAN, LAPORIN POLISI SAMA KPK AJA GAN, ANE IKLASemoticon-Kiss
Quote:


mungkin
Quote:
emoticon-Matabelo
Quote:


tapi yang dijadikan pembanding cuma Blognya Raden Nuh.. otak kosong di balik Trio Meong...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

kalau udah penuhi janjinya makan eek kuda 10 kilo di Monas baru gw percaya
mantap gan
Quote:


CARI SUMBER HARUS TERPERCAYA YA GANemoticon-Kiss