alexa-tracking

Karena LDR Adalah Perjuangan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52de2a5dc3cb17fc3f8b456d/karena-ldr-adalah-perjuangan
Karena LDR Adalah Perjuangan
siang agan-agan yang ganteng dan sista yang cantik-cantik. sebelum membaca tread ane ini, silahkan di buffer lagu yang tepat.

[youtube]kYkuWhA7Q9g.

ane sedang menjalani LDR gan dengan pasangan ane. kita udah pacaran selama 6 tahu, dan 2 tahun belakangan ini LDR-an. kita LDR karena pasangan ane ngelanjutin Study S-2 di UI jakarta, sedangkan ane sendiri di salah satu kota di Sumatera.

awalanya kita berpikir, LDR setelah 6 taun berpacaran itu tidak akan sulit, karena kita udah pernah lewatin gan. selama 6 taun ini, kita bisa lewatin masalah yang kita hadapi secara baik. tidak pernah ada masalah besar gan, dan kita memang serius untuk melanjutkan ke tahap yang lebih lanjut. karena umur kita sudah ada di usia yang sudah waktunya berumah tangga.

pada Puasa 2013 kemarin ane sudah ditanya oleh saudara-saudara ane, kakak dan abang ane, mereka bertanya gimana kelanjutan hubungan ane dengan pasangan. karena ibu ane udah gak ada, dan ane anak ke-4 dari 4 saudara, akhirnya kakak ane yang nomer 3 nanya dengan serius gimana hubungan ane.

dan pada ane dan pasangan membahas itu saat kita buka bersama. intinya, ane itu pengen, saat menikah itu, tidak ada lagi yang berjauhan, karena ane berpikir dan berprinsip, istri ane kelak, harus ada di dekat ane, saling menguatkan, saling memberi support, dan saling melengkapi. itu keinginan ideal ane kalo ane sudah berumah tangga. dan syukurnya pasangan ane setuju dengan yang ane inginkan, karena program S-2 pasangan ane itu 3 tahun (2tahun teori, 1 tahun praktek) gan, jadi diperkirakan baru bisa menikah di tahun 2015. malam itu kita deal, untuk saling menjaga hati, menjaga cinta kita sampai tahun 2015.

ane sebenarnya bisa aja gan tinggal di jakarta. karena sebenarnya bokap ane punya perusahaan, meskipun masih kecil dan merintis. perusahaan bokap ane itu dipegang oleh abang ane yang paling tua, karena bokap sejak nyokap meninggal lebih sering di sumatera gan. ane sudah pernah nyoba untuk stay di jakarta, tapi yang ada ane tidak nyaman gan. pertama, ane belum bisa beradaptasi dengan keadaan jakarta yang macet dan segala problematikanya, dan yang paling susah itu adalah untuk enjoy bekerja di tempat abang ane, karena itu bukan bidang pendidikan ane gan. perusahaan abang ane yang bergerak di bidang supplier oil and gas, chemical plant, ato pabrik-pabrik, sedangkan ane sendiri lulusan ilmu komunikasi broadcasting. yang ada ane bener-bener bingung gan, gak nyambung saat diajak meeting ato sekedar ngopi-ngopi dengan teman-teman abang ane.

akhirnya ane pulang ke kota ane gan, lobby sana sini dengan bokap, ane akhirnya bikin usaha sendiri gan, masih kecil banget, merintis, dan baru berjalan 1 tahun. ane kerja keras, dari pagi sampe malam, akhirnya pelan-pelan omset ane sendiri bertambah dari hari ke hari gan. prospek usaha ane makin nampak hasilnya, dan akhirnya bokap nyuruh ane bikin bada hukumnya, berupa CV ato PT.

hubungan ane dengan pasangan ya baik-baik aja gan, akhirnya kita sibuk sendiri-sendiri, dia sibuk dengan study nya, ane sibuk dengan usaha ane. bahkan terkadang, komunikasi kita hanya sebatas BBM, karena dia baru pulang malem, ane juga sampe rumah udah malem, capek banget dan tidur. gitu terus keseharian ane gan. kita punya kehidupan masing-masing, demi kebaikan, dan masa depan yang akan kita bangun ke depannya, agar lebih baik lagi pastinya.

terkadag ane saat pulang, dalam keadaan sangat-sangat capek itu, terbersit keinginan, ada istri yang sudah unggu ane dirumah, nyiapkan makan ane, dan mendegarkan keluh-kesah ane gan, karena bagaimanpun, orang yang sedang membangun suatu usaha dari nol itu, pasti mendapat banyak rintangan, dan butuh pendengar yang baik. alangkah indahnya kalo itu adalah istri. tapi ane juga kembali sadar, perjuangan ini demi masa depan kita yang lebih baik lagi. dan ane kembali harus ikhlas menjalaninya.emoticon-Sorryemoticon-Sorry

pasangan ane ini gan, rumah orangtuanya gak satu kota dengan ane. orangtuanya tinggal di kabupaten lain, menempuh jarak 2 jam perjalanan lagi dari kota ane. nah, selama dia SMA sampai S1 nya selesai, dia tinggal diruma h tantenya gan. dan akhirnya dia pulang karena libur gan. biasanya ane yang jemput di bandara. setelah ane jemput, biasanya dia kerumah tantenya dulu, baru dijemput oleh orangtuanya untuk pulang kerumahnya. satu taun, selalu begitu gan dan ane coba menerima secara ikhlas kebiasaan dia itu. karena ane sadar, dia pulang bukan hanya untuk ane, tapi untuk keluarganya, untuk orangtuanya.

tapi dalam hati ane terkadang gak bisa nerima hal itu gan, saat dia libur 1 bulan, dia selalu dirumahnya, gak pernah main ketempat ane gan, meskipun ane sudah minta. selalu ada alasan, untuk tidak bisa datang ke kota ane. kalo lah dia datang, itu pasti ada hal lain gan, seperti acara undangan, ato acara kampusnya. meski ane sudah sangat-sangat ingin bertemu, karena sudah menahan rindu berbulan-bulan. setiap kita bahas masalah itu, dia selalu berkata: "kalo mau bisa berlama-lama, makanya, ayo kita menikah..". setelah dia berkata begitu, biasanya ane diam, dan gak mau membahas lebih jauh gan. karena ungkapan itu, ane memang telak, dan gak bisa berbuat apa-apa.

dan puncaknya hari sabtu kemarin tanggal 18 januari 2014, pagi itu dia bilang mau ada rapat dikampusnya, dia bilang, kalo acarany sudah selesai kita bisa jalan, quality time. jadinya dia datang ke kota ane. ane jemput paginya di terminal, ane udah happy, kita bisa sarapan bareng gan. hari itu ane udh kosongin jadwal, karena khusus utntuk quality time berdua dengannya. setelah ane antar dia, ane pulang kerumah ane, cuman dirumah aja, sengaja gak kemana-mana. jam 1 temen ane nanya, ane dimana, ane bilang siap-siap mau jalan dengan pacar, temen ane ngerti, karena mereka juga tau dengan pacar ane.

ternyata harapan tinggal harapan gan. sampai asar acaranya belum selesai, akhirnya ane coba sabar dan pasrah. jam 5 sore dia bbm minta jemput. padahal ane udah siap dr asar. dengan sedihnya ane jemput dia gan. ane coba nutupin perasaan ane, tapi ane memang gak bisa berpura-pura gan, akhirnya ane di mobil cuman diem aja. dia sempat nanya, ane kenapa, ane cuman bilang "gak papa", tapi dalam hati ane, ane bener-bener sakita gan. akhirnya ane anterin dia kerumah tantenya, karena dia mau pulang kerumah ortu nya dan udah dijemput adeknya.

malemnya ane pergi dengan sahabat-sahabat ane, ngopi. mereka pada ngecengin ane, karena mereka taunya ane baru selesai jalan dengan pacar yang udah berbulan-bulan tidak jumpa. ane cuman senyum-senyum, meski hati ane sedih banget gan. dan malamnya ane berpikir panjang banget. tentang hubungan ane ini.
hasilnya ane menarik kesimpulan:
1. selama ini pacar ane kalo datang ke kota ane, pasti tidak pernah benar-benar niat untuk menemuin ane, ya karena ada kesibukan lain. ato istilahnya jumpa ane hanya sambilan. sungguh-sungguh menyakitkan mengetahui kebenaran akan hal ini.
2. saat kita mulai membahas maslah ini, selalu keluar jurus sakti: "kalo mau aku disni ya ayok kita menikah"
3. mungkin bagi dia, ane hanya prioritas kesekian, dan rindu ini hanya rindu basa-basi baginya. karena bagaimana orang bisa yakin kalo kita bisa menyebrangi suatu pulau, kalo dia belum pernah melihat kita sekalipun berenang. seperti itulah perumpamaannya.

padahal, kalau dia bisa berpikir secara jernih, ane masih menunda pernikahn itu karena menghormatinya. menghormati dirinya untuk lebih konsentrasi menyelesaikan studynya. menghormati dia, karena ane pengen melindunginya saat-saat dia dalam kesulitan, kalo dia sudah menjadi istri ane. menghormati dia, karena tidak ada seorang suamipun yang benar-benar sayang dan bertangggung jawab, membiarkan istrinya berjauhan darinya. biasa aja sih ane paksain nikah, toh hidup ane juga gini-gini aja, sama dan gak ada bedanya. sejak kejadian sabtu itu ane seperti mendapat kenyataan, bahwa selama ini hanya ane yang menggebu-gebu mempertahankan hubungan ini. ane seperti anak kecil yang memaksa seseorang untuk memenuhi keinginan ane, sedangkan orang itu gak berminat memenuhinya.

mungkin ada sebagian agan yang punya pertanyaan kenapa ane yang mendatangi dia. ane pengen gan mendatangi dia, tapi pasti dengan orangtua atau kerabatnya selalu ditanya soal pernikahan. meski lewat gurauan, dan pacar ane selalu menjawab: "nih, tanya aja dengan orangnya langsung..". setiap mendapat pertanyaan seperti tiu, dan selalu dijawab gitu, ane merasa sebagai cowok yang sangat-sangat gak bertanggung jawab gan, seolah-olah ane itu tukang macarin anak orang yang gak bertanggung jawab. dan itu rasanya..... pasti agan-agan yang dewasa tau gimana rasanya.. ditanya dengan temannya aja rasanya udah sakita banget, apalagi dengan orangtuanya gan...

pacar ane ini juga bukan orang yang bisa menceritakan ane ke orangtuanya gan. bahkan dia gak cerita apa yang sedang ane kerjain, yang sedang ane bangun. kalo ane tanya alasannya: "biar orangnya langsung yang cerita" sedangkan ane, begitu semangat menceritakan tentang pacar ane ke saudara-saudara ane, bahkan abang-abang ane dan kakak-kakak ane tau siapa pembimbing thesisnya gan. maksud ane, buakn membesar-besarkan kelebihan pasangan, niat ane hanya ingin, keluarga tau, pasangan ane ini berhak untuk ane perjuangkan, dan merupakan orang yang pantas untuk diperjuangkan. hal yang sangat bertolak belakang dengan apa yang pacar ane lakukan, yang cendrung menutup siapa dan apa yang ane kerjain.

ane yang ditahun ini punya niat ngajak keluarga ane silahturahmi ke keluarganya menjadi bimbang. apakah hubungan ini patut untuk ane pertahankan. apa tindakan yang sudah ane lakuin ini memang salah, atau memang seharusnya begini. karena sebagian hati kecil ane seolah sudah ada sisi yang pecah gan, yang lecet, dan gak tau bisa kembali seperti semula atau tidak.

mohon maaf gan kalo tulisan ane ini terlalu panjang. terimakasih bagi yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ane. semoga kita semua bisa menarik pelajaran dari apa yang ane rasakan saat ini.

"CINTA ITU IBARAT API UNGGUN, AWALNYA MENERANGI DAN MENGHANGATKAN, TETAPI, SEIRING WAKTU, APINYA AKAN MENGECIL, DAN KALO TIDAK KITA BERSAMA MENAMBAH KAYUNYA, APINYA LAMA KELAMAAN AKAN REDUP, DAN AKHIRNYA MATI" [/youtube]
too much theory will kill you emoticon-fuck2
Quote:Original Posted By LonelyAgain
too much theory will kill you emoticon-fuck2

theory yang mana gan ya? thanks udah komen
ko saya ngrasanya wajar2 aja yah emoticon-Bingung (S)

prsn dia jg uda nantangin km buat nikahin dia..
trus kmunya jg blm ada keseriusan buat ngedatengin klrgnya dia
cape n bosen klo pacaran lama tp gt2 aja..
Quote:Original Posted By l.f.o
ko saya ngrasanya wajar2 aja yah emoticon-Bingung (S)

prsn dia jg uda nantangin km buat nikahin dia..
trus kmunya jg blm ada keseriusan buat ngedatengin klrgnya dia
cape n bosen klo pacaran lama tp gt2 aja..


oh.. gitu menurut agan or sist kah? coba agan or sist baca alasan ane utuk menunda menikah.
Spoiler for bb++:

Sudah ada tread LDR yang di sticy gan...
silahakan di ubek-ubek dah tu tread...emoticon-Angkat Beer
Drpd lu suruh gw buffer mending lu ceritain aja masalahnya emoticon-Cape d... (S)
LDR itu cinta produk gagal, itu sudah

emoticon-Cool
Lu Doang Relationship?
Lhaemangenak Dicuekin Relationship?
Lagaknya Djomblo Relationship?
yang mana? emoticon-Embarrassment
LDR Itu hanya untuk manusia manusia kuat iman dan hati
cewek itu juga butuh kepastian dalam hubungan gan. cewek ente pengen nikah supaya berlama-lama. walaupun dia masih melanjutkan study S2 tapi dia ingin kepastian dalam hubungan. lagian sebelum dia lanjut study kenapa gak dilamar dulu? kenapa masih status pacar?
LDR : Long Distance Reladibohongin?